Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
Bagian 8


__ADS_3

Elin hanya akan membantu masalah percintaan sahabatnya ketika diminta tolong saja, kalo dia tak dimintai tolong maka ia tak akan ikut campur.


Tak terasa ujian hari pertama pun sudah selesai dan sekarang waktunya para siswa pulang tak terkecuali Elin. Saat ini Elin tak pulang dengan kelima temannya itu karena ia harus latihan panah karena sebentar lagi ada turnamen.


Dan saat ini, ia sedang menunggu jemputan karena tak membawa motor hari ini. Ketika sedang menunggu, ada sebuah motor yang berhenti di depannya tak lupa ada yang mengendarai didepannya.


'' mau pulang?'' tanyanya setelah berhenti di depan Elin


''iya''


'' lagi nunggu jemputan?'' tanyanya lagi


''iya'' menjawab dengan jawaban yang sama dengan yang tadi


'' aku antar ya ini mau turun hujan soalnya, liat tuh langit udah mendung'' tawarnya ketika melihat langit yang seperti akan menangis


'' gak usah Yan, nanti ngrepotin'' tolaknya sopan, sebenarnya ia bingung antara tak enak juga tak ingin ada yang salah paham apalagi dia ingat obrolannya dengan sang teman


'' gak papa dari pada nunggu lama yuk'' ajaknya menarik Elin untuk mendekat ke motornya. ''ayo naik'' titahnya karena ia melihat tubuh Elin tak bergeming


''emm gak usah deh Yan'' masih berusaha menolak tawaran Riyan


''gak terima penolakan, ayok naik'' ucapnya paksa dengan tegas


''baiklah, terima kasih'' mau tak mau ia menuruti Riyan dan ia kini berada diatas motor Riyan dan Riyan pun mulai melajukan motor miliknya menuju rumah Elin.

__ADS_1


Tiga bulan Kemudian


Dari kejadian itu Elin dan Riyan sangat dekat bahkan Elin lupa kalau temannya itu sangat menyukai Riyan. Hingga satu bulan yang lalu Vivi mengetahui kedekatan mereka berdua. Vivi merasa dikhianati oleh sahabatnya itu karena ia selalu curhat pada kelima sahabatnya kalau ia menyukai Riyan dan ia selalu mencari perhatian Riyan tapi apa yang ia dapat ternyata sahabatnya sendiri sekarang malah sedang dekat dengan seseorang yang ia sukai. Hancur dan sakit yang Vivi rasakan, ia merasa dibohongi selama ini, bahkan dengan teganya Elin menutupi ini darinya dan yang paling menyakitkan adalah hanya ia seorang yang tak tahu kedekatan antara Riyan dan Elin. Ya Laras, Naja,Riya, dan mita tahu kedekatan antara Riyan dan Elin, bahkan mereka tahu kalo mereka berdua sering jalan keluar bareng dan hal yang paling besar mereka berempat tau ketika Riyan mengungkapkan perasaannya pada Elin.


Kecewa yang dirasakan Vivi saat ini, ia kecewa pada temna-temannya itu. Bahkan sekarang hubungan mereka renggang, tapi itu hanya berjalan dua minggu saja tapi tidak dengan Elin. Vivi saat ini masih kecewa pada Elin hingga ia terus menghindar dan tak berbicara pada Elin.


Dan hal yang paling menyakitkan bagi Elin adalah sosok Riyan yang selama ini baik dan perhatian padanya ternyata ia sudah memiliki seorang kekasih dan sudah berjalan selama 2 tahun. Dan itu membuat ia mengerti bahwa mungkin ini adalah karma untuknya atas apa yang sudah ia lakukan terhadap sahabatnya itu.


Hingga Elin memutuskan untuk menghindar dari Riyan dan memperbaiki hubungannya dengan sang sahabat, walau sulit ia akan tetap berusaha agar mendapat maaf dari sahabatnya itu. Hingga satu minggu kemudian, ia mendapatkan maaf dari sahabatnya itu dan ia juga berjanji tak kan menyukai orang yang sama dengan sahabat-sahabatnya.


# Flasback off


Dari kejadian itu, Elin tak berhubungan dengan Riyan bahkan ia selalu menghindar darinya karena Elin tak ingin ada perdebatan lagi antara dirinya dengan sahabatnya. Kejadian dulu cukup menjadi pelajaran yang berharga bagi Elin dan tak kan ia ulangi lagi kedepannya.


'' ayolah Lin, jangan menghindar terus dari gue'' ucapnya memohon agar Elin tak menghindarinya


'' Lin tapi gue cinta sama lo, please jangan hindarin gue'' terus memohon agar Elin tak menghindar dan mau dekat lagi dengannya seperti dulu


'' gue udah bilang Yan gue gak mau, dan gak akan pernah mau'' katanya tegas


'' Lin tapi gue....''belum sempat menyelesaikan ucapannya dengan cepat Elin memotongnya


'' gue udah bilang gue gak mau dan kalo pun gak ada cowok yang suka sama gue juga gak Yan, gue udah gak mau ada urusan lagi denganmu. Dan cukup jangan ganggu hidup gue terus , lo urusin hidup lo sendiri bisa kan'' ucapnya benar-benar kesal dengan sifat Riyan yang tak mengerti kondisinya


Setelah mengucapkan itu Elin langsung melenggang pergi meninggalkan Riyan yang masih berdiri disana menuju ke kasir. Setelah selesai membayar, ia langsung menuju motornya ditempat parkiran dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Tak berselang lama, Elin sudah sampe dirumahnya dan sekarang ia berada di dalam kamarnya yang langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk itu dengan mata yang menatap lekat-lekat dinding diatas kamarnya.


apa yang gue pikirin, gue gak mau ada urusan lagi dengan Riyan. Kejadian dulu benar-benar membuatku tak lagi ingin mengenalnya. Aku benar-benar membencinya saat ini dan aku juga tak ingin salah paham lagi dengan Vivi. Sudah cukup perdebatan dulu dan aku tak mau lagi. Aku harap lo bisa ngejauh dari gue Yan


Elin semakin larut dalam pikirannya dan tanpa sadar ia langsung tertidur dikasur empuknya itu. Hingga tiga jam kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Elin dan hal itu langsung membuatnya membuka mata lebar-lebar. Dan dengan malas ia membuka pintu kamar dan nelihat siapa yang datang. Dan ia sangat terkejut karena sepupu gantengnya sudah berdiri didepan kamar Elin.


'' kamu kapan dateng dek? '' tanyanya yang sambil jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan samg keponakan


'' barusan kak'' jawabnya Harun


''owh, mama sama papa juga ikut kemari dek?''


''iya kak''


''kakak lagi apa'' sambungnya


'' lagi tidur ''


'' kok ini udah bangun kalo tadi tidur'' tanya Harun polos


'' kan kamu ganggu dek, jadi kakak terbangun gimana sih'' jawabnya kesal karena tidur cantiknya terganggu tapi ia senang karena kedatangan adik sepupunya itu yang sudah sangat ia rindukan


'' jadi Harun ganggu ya kak''


'' hmmmm'' hanya menjawab dengan berdehem. ''Harun tunggu dibawah dulu kakak mau ganti baju..oke..''

__ADS_1


''oke kak'' lari kecil menuruni tangga menuju ruang keluarga dimana para keluarga berkumpul disana


''Dasar anak kecil ada saja tingkahnya'' gumamnya pelan sambil terkekeh melihat tingkah adik sepupunya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya


__ADS_2