Jodoh Dari Masa Lalu

Jodoh Dari Masa Lalu
BAB 23


__ADS_3

Hari ini dikediaman Elin nampak begitu ramai, karena hari ini tepat dimana Elin akan melangsungkan akad nikah.


Nampak Elin yang sedang di rias oleh MUA, dan anggota yang lain tengah sibuk mempersiapkan keperluan acara ini.


"MasyaAllah putri Bunda cantik sekali sayang " puji Bunda Wati


" Bunda jauh lebih cantik daripada Elin'' jawab Elin


''Kamu bisa aja'' ucap Bunda Wati


'' Sayang sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, jadilah istri uang baik, penurut dan jangan membangkang omongan suami. Hormatilah suami mu, walau kamu tidak mencintainya. Tapi Bunda berharap dengan seiring berjalannya waktu kamu bisa memberikan seluruh cintamu pada suamimu, ingat selalu pesan Bunda ya Nak" ucap Bunda Wati


'' Iya Bun, Elin akan berusaha untuk menjadi istri yang baik nanti" jawab Elin


'' Baiklah, kalau gitu Bunda keluar dulu ya mau nemuin tamu yang datang'' pamit Bunda Wati


'' Iya Bunda'' Jawab Elin


Selepas Bunda Wati keluar dari kamar, Elin nampak duduk termenung di meja rias dengan penampilan bak ratu. Entah apa yang dia pikirkan saat ini, yang jelas sekarang hatinya sedang gusar tak tau apa yang harus ia lakukan.


Beda dikamar, beda juga di ruag tempat akad. Tempat yang biasanya sepi kini mulai ramai orang berdatangan.


Dari banyaknya orang yang berdatangan, nampak seorang pria yang lengkap dengan busana pengantinnya. Pria itu nampak sedang duduk grogi, bagaimana tidak grogi kalau sebentar lagi dia akan melepas masa lajang atau lebih tepatnya akan melafadzkan ijab qabul.

__ADS_1


Nampak dia duduk di depan calon ayah mertuanya, di sebelahnya nampak seorang penghulu dan saksi pernikahan.


Ayah dirman mulai mengulurkan tangan yang segera dijabat oleh pria tersebut sebelum mengucapkan lafadz ijab.


'' Bismillahirrahmanirrahim, Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan putriku Elin Alfarizqia dengan mahar seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan seberat dua puluh gram dibayar tunai" ijab Ayah Dirman


" Saya terima nikah dan kawinnya Elin Alfarizqia putri sulung bapak dengan mahar tersebut dibayar tunai" Angga melafadzkan kalimat qobul dengan satu tarikan nafas


SAH


SAH


SAH


Kemudian, Angga dan Elin bersalaman dengan kedua orang tuanya, baik orang tua Angga maupun orang tua Elin.


Sesuai adat keluarga Elin, setelah ijab qobul mempelai pria dibawa pulang kembali ke rumahnya oleh orang tua. Mereka akan dipertemukan lagi ketika acara resepsi pernikahan yang akan dilakukan siang nanti.


.


.


.

__ADS_1


.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, waktunya acara resepsi pernikahan Elin dan Angga berlangsung.


Dari luar nampak seorang laki-laki menuruni mobil dengan gagahnya dan penuh kharisma. Sebelum memasuki halaman rumah Elin, seorang laki-laki tersebut nampak diapit oleh kedua orang tuanya.


Perlahan namun pasti, ia mulai melangkah memasuki tempat yang dipenuhi dekor indah nan cantik tersebut. Hingga di depan pelaminan, ia disambut oleh sang mempelai wanita dengan sebagaimana mestinya.


Adat demi adat dilaksanakan dengan baik tanpa kekurangan apapun dalam acaa resepsi pernikahan tersebut. Hingga tak terasa, kini sudah selasai sudah acara yang melelahkan namun membahagiakan itu.


'' Nak, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian'' doa mama Angga


''Aamiin'' jawab mereka bersamaan


''Angga jadilah suami yang bertanggung jawab dan bisa melindungi keluarga kecilmu. Jika ada masalah bicarakan baik-baik dan jangan mengambil keputusan apapun dalam keadaan marah'' pesan Papa Yoga


'' Iya Pa, Angga akan selalu ingan pesan Papa'' ucap Angga


''Nak, bunda cuma bisa berharap jadilah seorang istri yang patuh dan nurut sama suami kamu'' Harap Bunda Wati


'' Iya Bunda '' jawab Elin


''Angga, Ayah serahkan putri ayah sama kamu. Jaga dan sayangi dia, ketika kamu sudah tidak mencintainya lagi kembalikan dia pada Ayah dengan cara baik-baik. Jangan pernah sakiti hatinya dan juga membuatnya menangis'' ucap Ayah Dirman tegas. '' Dan kamu sayang, jadilah seorang istri yang berbakti sama suami kamu, hormati dan hargailah dia, bagaimanapun keadaannya'' Ucap Ayah yang menapa sang putri dengan intens namun dengan nada lembut

__ADS_1


''Elin akan berusaha mewujudkan apa yang ayah katakan'' ucap Elin


__ADS_2