
Sore itu, hari Sabtu yang mendung.. ketika Dinda dan Anisa sedang menikmati teh sembari melihat tetesan hujan yang semakin deras, tiba-tiba Anisa membuka obrolan.
"Din, besok Minggu temenin aku nonton turnamen futsal yuk!" ajak Anisa dengan senyum sumringahnya.
"Dimana Nis? aku agak kurang suka futsal, tapi demi kamu, apa sih yang enggak" jawab Dinda sambil terkekeh.
"Di daerah Bekasi Din, tau ngga? itu turnamen antar klub dari kota kita. Nanti kita bakalan ketemu sama banyak teman dari sana, kapan lagi bisa ngumpul bareng teman-teman dari kota yang sama di perantauan gini", ucap Anisa panjang lebar.
__ADS_1
Minggu pagi yang cerah..
Sudah sejak pagi Anisa sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa pergi menonton futsal, mulai dari jersey team kebanggaan, headband bertuliskan nama team yang dia dukung, serta makanan dan minuman yang cukup banyak. Dinda sampai terheran-heran melihat banyaknya makanan dan minuman yang akan dibawa oleh Anisa, dia merasa seperti Anisa akan melakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan makanan itu ke jalanan.
"Nis, kamu kok nyiapin makanan sama minuman banyak gitu? mau bakti sosial yaa? kan kita cuma mau nonton pertandingan futsal." tanya Dinda yang sedari tadi penasaran.
Setelah segala sesuatunya dirasa siap, akhirnya mereka pun bergegas pergi menuju lokasi pertandingan. Lokasi yang lumayan jauh dari kostan mereka, ditambah jalanan Jakarta yang selalu padat membuat mereka tiba di lokasi saat pertandingan sudah dimulai. Saat tiba disana, Anisa langsung menghampiri teman-temannya dan berbaur bersama mereka. Tak lupa, Anisa juga memperkenalkan Dinda kepada mereka.
__ADS_1
"Temen-temen, ini sahabat baikku, namanya Dinda. Dia baru seminggu lalu datang ke Jakarta, rencananya dia bakalan mulai kerja di kantor yang sama denganku mulai besok." ucap Anisa saat memperkenalkan Dinda kepada teman-temannya itu.
Tidak butuh waktu lama, Dinda pun langsung bisa berbaur dengan akrab. Dinda yang memang hobby fotografi mulai berkeliling lapangan untuk mengabadikan momen pertandingan. Ketika sampai di salah satu sudut lapangan, Dinda mengambil foto pertandingan yang sedang berlangsung, ada beberapa pemain yang sedang beristirahat di tepi lapangan, Dinda pun mengambil foto mereka serta beberapa penonton lainnya. Rencananya, nanti foto-foto itu akan dibagikan di group oleh Anisa. Dinda seakan tenggelam dalam hobby fotografinya itu, tanpa ia sadari bahwa ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya. Dia adalah salah satu pemain tim yang sedang beristirahat, pria tampan dengan perawakan tinggi dan postur tubuh yang bagus.. sangat cocok menggambarkan visual seorang atlit.
Dinda yang sadar akan hal itu, segera bergegas pergi dan mencari keberadaan Anisa, sahabat baiknya itu. Tak butuh waktu lama, dirinya segera menemukan keberadaan Anisa, dengan nafas yang masih ngos-ngosan akibat berlarian, ia langsung minta air minum kepada Anisa. setelah itu, dia berusaha mengatur nafas dan berusaha bersikap tenang. Anisa pun heran dan segera bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
"Din, kamu kenapa? kok ngos-ngosan kaya abis dikejar setan aja sih!" tanya Anisa yang sedari tadi heran dengan sikap sahabatnya.
__ADS_1
"Ngga kenapa-napa kok nis, tadi aku cuma haus dan lari kesini buat nyari kamu, makanya aku ngga-ngosan." jawab Dinda dengan wajah yang masih gelisah.