
Elin masih setia dengan tangisnya di pojokan, tak ada satu pun yang mendekat. Mereka tau Elin butuh waktu menyendiri untuk menumpahkan tangisnya dan rasa sakit dihatinya, maka dari itu mereka membiarkan Elin sendiri dulu dan setelah tenang barulang mereka akan menghampiri Elin.
Hiks hiks hiks hiks
Gadis itu menyeka air matanya kemudia, ia menatap sahabatnya satu persatu. Setelahnya ia melihat jam dinding yang terletak di atas papan tulis itu jarum jam menunjukkan jam 10. Ia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri sahabatnya itu berada.
'' udah jam 10, waktunya lihat pengumuman'' ucapnya setelah berdiri di depan mereka
'' iya, tapi lo gak apa-apa kan'' tanya Naja khawatir
'' gak apa kok, gue baik-baik aja'' sembari tersenyum tipis itupun dipaksakan
'' serius ?'' tanya Laras memastikan
'' iya, yuk ah lihat hasilnya '' ajaknya
Mereka ber-enam pun berjalan keluar kelas menuju ruang lab komputer guna untuk memeriksa hasil pengumuman diterima atau tidaknya mereka di salah satu Universitas yang mereka minati. Setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam karena memang sudah waktunya.
'' Assalamualaikum pak'' ucap mereka bersamaan
'' waalaikumussalam, masuk '' jawab pak Irvan
'' pak kita mau lihat hasil pengumuman '' ucap Elin sopan
'' iya, langsung masukkan password kalian aja dikomputer''
'' iya pak''
Mereka pun melenggang pergi menuju komputernya masing-masing. Belum lama mereka menduduki tempatnya masing-masing, ketukan pintu pun terdengar ditelinga mereka hingga mereka menoleh kearah pintu.
Dan terlihatlah teman satu kelas Elin berdatangan masuk ke ruang lab komputer tersebut.
Sudah sepuluh menit lamanya mereka melihat hasil pengumumannya, dan terlihat dari rona wajah bahagia mereka yang diterima di Universitas yang mereka inginkan dan juga ada yang bersedih karena tak diterima di Universitas impikan.
Tak lain hal nya dengan Elin dan sahabatnya itu yang memperlihatkan rona wajah yang bahagia walau hati Elin sekarang sedang hancur berkeping-keping, Laras ia keterima di Universitas D yang selama ini ia dambakan dengan jurusan Tadris Matematika karena Laras sangat mahir dalam pelajaran tersebut. Sedangkan Elin keterima di Universitas Y yang cukup terkenal di kota SS dengan jurusan yang ia inginkan yaitu jurusan Kedokteran.
Dari sahabat-sahabatnya Elin yang meneruskan jenjang perkuliahan hanya Laras sedang yang lain tidak, mereka ingin bekerja karena memang tak ingin melanjutkannya tapi ada juga yang tak punya biaya jadi memutuskan untuk bekerja saja setelah lulus SMA.
Setelah mereka melihat hasilnya, mereka keluar dari ruangan tersebut ada yang mengucapkan selamat, namun ada juga yang memberi motivasi untuk tetap semangat walau tak keterima.
__ADS_1
'' Selamat ya sayang-sayangku '' ucap Naja sembari memeluk Elin dan Laras secara bergantian. '' akhirnya kalian bisa diterima di Universitas yang kalian impikan selama ini '' sambungnya
'' iya, gue juga mau ngucapin selamat buat kalian berdua'' tambah Mita
'' makasih ya atas ucapannya dan dukung kita selalu '' kata Laras dan juga mewakili Elin
'' owh iya selamat juga ya Lin karena lo dapat beasiswa di sana '' ucap Riya yang tak kalah bahagia karna dia tahu sahabatnya Elin itu dapat beasiswa kuliah di kampus itu
'' iyups benar, selamat ya Lin semoga cita-cita kamu bisa tercapai begitu juga dengan elo Laras'' timpal Vivi
'' makasih ya atas semangat kalian '' ucap Laras sambil melirik Elin karna ia hanya diam saja dari tadi
'' thanks ya gays atas ucapannya dan juga dukungannya'' membuka suaranya setelah berdiam diri
'' ya sama-sama Lin'' ucapnya serempak
'' ya udah yuk kita pulang, lagian udah selesai juga kan urusannya ''
'' iya sih, tapi lo udah gak apa-apa kan '' tanya Naja yang diangguki oleh yang lain
'' gue gak apa-apa kok, kalian gak usah khawatir '' ucap Elin
'' yaudah ''
Mereka berenam menuju ke parkiran motor dimana motor mereka terparkir dengan rapi disana. Setelah sampai mereka pun satu persatu menaikinya masing-masing dan kemudian langsung menjalankannya menuju rumah masing-masing.
Berbeda dengan Elin yang membelokkan arah motornya ke suatu tempat disaat ia terpisah jauh dari para sahabtnya itu. Kini Elin terus mengenderai motornya entah akan kemana motor itu membawanya. Terus berjalan sampai akhirnya ia berhenti di suatu tempat yang sepi, sejuk dan tenang. Sangat cocok untuk Elin yang tengah patah hati.
Sekarang ia tengah memarkirkan motornya di tempat aman di danau tersebut. Ya tempat yang di datangi Elin adalah sebuah danau yang letaknya lumayan jauh dari keramaian, tempat dimana ia selalu datang kesini ketika sedang ada masalah dan bersedih seperti sekarang. Kini Elin duduk dibawah pohon rindang di dekat danau sambil melihat kearah danau yang tenang itu. Lama dia berdiam diri di sana dan tak melakukan apapun.
'' tempat yang selalu gue datangi ketika lagi sedih'' gumamnya pelan
Apa yang harus gue lakuin sekarang, perasaan gue udah hancur karena ucapan Angga, gue gak nyangka Angga setega itu ngomong hal seperti itu ke gue. Kalau dia gak suka sama gue, gue juga gak masalah tapi kenapa harus menghina juga. hiks hiks
gue gak boleh sedih lagi, ini yang terakhir gue sedih. Gue gak akan ganggu Angga lagi dan gue akan pergi dari hidupnya. batin elin
'' lebih baik gue pulang sekarang dan bicarakan ini semua ke ayah dan bunda'' gumamnya pelan sembari beranjak dari duduk
......................
__ADS_1
Malam harinya Elin ingin menyampaikan hasil pengumaman tadi ke orang tuanya. Saat mereka tengah kumpul diruang keluarga.
'' yah kakak mau bicara serius'' ucap Elin
'' mau bicara apa nak'' tanya ayah Dirman
'' gini yah, bun kakak diterima di Universitas Y kota SS jurusan kedokteran, menurut ayah bagaimana? '' tanyanya pada sang ayah
'' kalau ayah terserah kamu nduk, jika itu kemauan kamu ayah ngikut aja yang penting kamu nyaman belajarnya disana dan satu lagi tetap jaga etika dan sopan santun kamu juga jaga dirimu baik-baik disana, apalagi kamu berada dikota orang'' nasehat Ayah Dirman
'' benar kata Ayah kak, kamu benar-benar harus jaga etika disana dan jangan lupa pula jaga kesehatan '' tambah bunda Wati
'' iya bun, berarti minggu depan Elin berangkat kesana ''
'' iya, kamu ngekos nduk'' tanya bunda Wati
'' iya bunda, gak apa-apakan'' ucap Elin
'' iya, gak apa-apa yang penting ingat pesan Ayah dan Bunda kalau di kostan gak boleh bawa masuk laki-laki'' ucap Ayah dirman
'' baik Yah, bun. Elin akan selalu ingat nasehat bunda dan ayah''
''Elin sayang ayah sama bunda'' ucapnya sebelum memeluk orang tuanya
'' sama aku gak sayang kak'' tanya Nadya dengan pura-pura memasang wajah sedih
'' hehehe sayang juga dong,,,, sini-sini kakak peluk'' ucap Elin cengengesan
'' owh kakak'' memeluk sang kakak. '' kalau kakak pergi keluar kota Nadya sendirian dong '' ucap Nadya sedih
'' ya ampun anak ini, kan masih ada bunda dan ayah dek''
'' Dede gak baik bicara seperti itu, lagian kakak kan kesana buat nuntun ilmu. Nanti kalau kamu sudah waktunya juga akan seperti kakak kamu'' ucap sang ayah
'' iya sih yah, tapi kan tetap aja dede pasti kesepian disini gak ada teman ngobrol, berantem aakkhhh pasti bosan'' kata nadya
'' kalau butuh teman ngobrol bisa telepon kakak dek'' ucap Elin
'' iya nanti kalo mau berantem sama ayah aja biar asik hehehe'' ucap ayah Dirman. '' udah jangan begitu dek, kalau kakak gak dirumah kamu bebas ngapain aja tanpa ada yang marahin kamu'' sambungnya
__ADS_1
'' iya sih yah, yaudah gak apa-apa lah'' ucap Nadya