
Sudah beberapa bulan berlalu setelah peristiwa itu Angga dan Elin sangat dekat, hingga membuat Elin terus berdebar ketika dekat dengan Angga.
Gadis itu selalu menolak apa yang ia rasakan, ia selalu mengatakan pada hatinya bahwa rasa yang ia miliki hanya sebatas rasa kagum. Tetapi semakin kesini, ia semakin tahu bahwa yang ia rasakan bukanlah rasa kagum melainkan rasa cinta.
Berbeda dengan Elin, disisi lain Angga terlihat biasa saja namun entah dengan hatinya. Sikap Angga biasa saja bahkan terlihat cuek karena selama ini hanya Elin yang selalu menyapa atau mengajaknya mengobrol terlebih dahulu. Entahlah sebernarnya ia memiliki perasaan atau tidak pada Elin.
Terkadang muncul rasa risih dengan sikap Elin yang terlalu dekat demgannya, tapi ia juga bingung kenapa ada rasa nyaman dihatinya. Tapi untuk saat ini Angga memang tak ingin menjalin indahnya cinta, ia hanya ingin fokus pada sekolah dan cita-citanya. Itulah pikiran Angga hingga tak begitu melihat perhatian lebih yang ditunjukkan Elin padanya, seperti saat ini.
'' hai Ngga'' sapa Elin yang melihat Angga tengah duduk di depan kelasnya
Kelas Elin dan Angga memang tak jauh jaraknya, hanya bersebelahan saja.
'' hai '' meliriknya sekilas kesumber suara
'' lagi ngapain di depan kelas sendirian'' tanya sembari duduk disebelah Angga
'' nggak ngapa-ngapain''
'' owh iya Ngga, ni tadi gue bikin jajan terus gue bawa dan kebetulan bikinnya banyak, jadi gue mau kasih ke elo'' menyerahkan paper bag berisi jajan yang ia buat tadi pagi
'' makasih'' menerima paper bag itu
'' lain kali gak usah repot-repot gini Lin'' lanjutnya
'' Ya ampun, santai kali Ngga gue gak repot sama sekali kok, lagian itu jajan gue sengaja buat untuk dibawa ke sekolah dan kebetulan banyak jadi gue kasih buat Elo'' ucapnya santai
Tapi gak seharusnya Elo perhatian gini ke gue Lin, karena gue gak bisa balas perlakuan lo ke gue. ucapnya dalam hati sembari melirik sekilas ke arah Elin
'' terserah kamu lah '' meraih paper bag tadi. '' gue masuk dulu kelas dulu Lin'' ucapnya sambil beranjak berdiri kemudian berjalan masuk ke dalam kelasnya tanpa menunggu jawaban Elin.
gue tau Ngga, lo gak suka dengan perhatian gue karna lo gak cinta sama gue kan, tapi gue berharap suatu saat nanti Elo bisa cinta sama gue. suara hati Elin
Elin berdiri dari duduknya kemudian beranjak menuju kelasnya. Di dalam kelas Elin, teman-teman Elin bingung melihat Elin melamun.
'' woy elo kenapa sih ngelamun aja?'' tanya Naja yang sudah disamping Elin
'' gak apa-apa'' jawabnya lesu
__ADS_1
'' bohong, udah gak usah bohong cerita sama kita'' tambah Riya
'' beneran gays, gue gak apa-apa cuma- '' menarik nafas pelan. '' cuma lagi sedih aja bentar lagi kita pisah ''
Ya, hanya hitungan hari saja mereka akan berpisah mengahdapi kehidupan masing-masing. Karena dua hari lagi semua kelas XII akan menghadapi ujian.
'' Ya ampun kan kita masih bisa kumpul-kumpul '' Ucap Laras
'' iya benar, walau bentar lagi kesibukan kita berbeda tapi kita masih bisa bertemu, bermain, dan kumpul-kumpul seperti biasa'' tambah Mita
'' iya benar yang dibilang Laras dan Mita Lin'' kata Vivi
'' iya sih, semoga persahabatan kita gak akan pernah putus ya gays'' ucapnya dengan tatapan sendu
'' iya, pasti bakal kangen sama kalian '' ucap Naja yang sudah memeluk Elin disusul dengan teman-temannya yang lain
......................
Satu minggu berlalu, ujian pun sudah mereka lewati hanya menunggu pengumuman kelulusan dan pengumuman hasil pendaftaran Universitas bagi yamg melanjutkan.
Saat ini Elin sudah berada di kelasnya bersama teman-temannya sambil menunggu jam istirahat yang akan ia gunakan untuk bertemu Angga, dan untuk pengumumannya itu keluar jam 10. Selang beberapa menit bel berbunyi, semua siswa keluar kelas menuju kantin tak terkecuali Angga.
Dari dalam kelas Elin selalu memperhatikan gerak-gerik Angga dari mulai ia keluar dari kelas hingga menuju kantin. Letak kantin sekolah hanya berada di samping kelas Elin, hingga memudahkannya memperhatikan orang yang keluar masuk kantin dan sekarang ia tengah memperhatikan Angga.
Selang lima menit, Angga pun selesai dengan urusan kantinnya dan sekarang ia kembali ke kelas. Belum sempat Angga masuk seruan Elin menghentikan langkahnya.
'' Angga tunggu'' seru Elin dari depan pintu kelasnya
'' ada apa Lin'' tanya Angga to the point
'' gue mau ngobrol bentar'' ucapnya yang sudah didepan Angga
'' gue gak bisa, harus masuk kelas''
'' please bentar doang Ngga, janji kok gak lama ''
'' gak bisa Lin''
__ADS_1
'' Angga please-''
'' Lin bisa gak sih elo gak usah ganggu gue terus '' bentak Angga dengan suara keras dan lantang hingga membuat para siswa-siswi yang berada di dalam kelas keluar untuk melihat ada kejadian apa, tak terkecuali sahabat Elin
Angga tau bahwa Elin mempunyai perasaan lebih pada dirinya, tapi Angga tak bisa menganggap Elin lebih dari seorang teman. Dan jujur saja ia mulai risih dengan perhatian Elin selama ini.
'' lo kenapa sih Ngga'' tanyanya masih dengan suara lembut
'' gue gak suka, Elo selalu ganggu gue, dekat-dekat gue dan gue gak butuh perhatian yang lo berikan sama gue selama ini'' ucapnya dengan nada tinggi
'' maksud lo apa sih Ngga''
'' maksudnya gue gak suka sama lo'' ucapnya masoh dengan nada tinggi
'' Elo gak perlu perhatian sama gue, dan Lo juga gak perlu sok care sama gue karena gue merasa terganggu dengan keberadaan lo ketika elo selalu dekat dengan gue. Dan perlu Elo tau kalo gue gak ada perasaan apapun sama elo'' sambungnya
Deg
Jantung Elin seakan berhenti berdetak, ketika mendengar penuturan Angga barusan. Tak menyangka Angga akan mengatakan hal seperti itu padanya dan yang lebih menyedihkan ia mengatakan di depan semua orang.
sakit, sakit dan malu yang dirasa Elin saat ini ketika Angga mengatakan kalo dia terganggu dengan kehadirannya, apalagi saat ia mengatakan kalo ia tak mencintai Elin,,, hancur rasanya hati Elin saat ini seakan dunianya terhenti saat itu juga dan tanpa sadar Elin meneteskan air hujan dari matanya.
'' maaf Ngga, kalo selama ini gue ganggu hidup elo. Tapi gue gak bermaksud untuk menganggu hidup elo, gue akui gue suka sama elo tapi kalo emang lo terganggu dan gak suka sama gue tak bisakah elo bicaran ini baik-baik gak usah teriak-teriak apalagi sampe bicara dihadapan orang banyak'' ucapnya menahan isak tangisnya
'' awalnya gue berpikiran begitu tapi sekarang gue udah terlanjur ngomong karena gue sangat sangat terganggu dengan kehadiran lo di hidup gue''
'' lagi pula semuanya sudah terjadi dan gue minta tolong sama elo jangan pernah kasih gue perhatian lagi'' sambungnya lagi
'' yah,,, gue gak akan ganggu hidup lo lagi dan gue akan menjauh dari hidup lo, semoga elo bahagia dan hidup tenang setelah ini '' ucapnya sambil terisak
'' yah gue akan hidup tenang setelah ini dan akan bahagia''
'' terima kasih karna selama beberapa bulan ini sudah mau menjadi teman gue, dan maaf sekali lagi kalo selama ini gue jadi orang tak diharapkan elo'' ucapnya dengan tersenyum kecut
''Dan elo gak usah khawatir setelah ini gue gak akan ganggu lo lagi dan kalo suatu saat kita ketemu lagi anggap saja kita orang asing yang tak saling kenal'' sambungnya
Setelah mengatakan itu Elin langsung masuk ke dalam kelas menumpahkan tangisnya karena rasa sesak di dadanya. Teman-teman Elin pun dengan cepat menyusul Elin masuk kelas dan mereka melihat Elin menangis dipojokan. Ada rasa sakit ketika melihat sahabatnya menangis seperti itu, padahal yang mereka kenal Elin tak pernah menunjukkan kesedihannya pada orang lain bahkan pada sahabatnya sekalipun.
__ADS_1