
***
Udara panas sore itu entah kenapa terasa sejuk bagi Dinda, saat dia membaca pesan dari seseorang bernama Dhani itu.
__ADS_1
Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Dinda memutuskan untuk membalas chat itu seperlunya saja. Ia yang sudah lama tidak pernah dekat dengan laki-laki, merasa agak kurang nyaman saat mendapatkan chat dari pria asing yang bahkan baru ditemuinya beberapa hari lalu, itupun hanya tatapan beberapa detik dan tanpa sengaja.
"Iya bener aku Dinda, maaf ada perlu apa ya?" jawab Dinda sekenanya.
__ADS_1
"Jadi, waktu pertandingan futsal hari itu, awalnya aku nggak sengaja liat kamu, aku lihat pembawaanmu ceria dan itu membuatku penasaran sama kamu. Lalu aku nanya ke sepupuku apakah dia mengenalmu, dan dia bilang kalian saling mengenal, lalu dia memberitahu namamu. Aku juga tertarik saat melihatmu berkeliling lapangan untuk mengabadikan momen pertandingan futsal. Aku pikir dengan menanyakan tentang foto itu, membuatku bisa mengenalmu."
Dinda yang sudah lama tidak pernah dekat dengan pria manapun, merasa kurang nyaman saat didekati oleh Dhani, terlebih hati Dinda masih terpaku pada seseorang di masa lalunya. Seorang pria tampan yang Dinda kenal 5 tahun lalu saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Pria itu bernama Zayn, umurnya 2 tahun lebih tua dari Dinda. Pria yang merupakan cinta pertama Dinda, tapi sayang, ia tak pernah berani mengungkapkan perasaannya karena menyadari bahwa dia seorang wanita terlebih mereka bersahabat baik. Dinda tidak ingin persahabatan mereka hancur hanya karena Dinda mengungkapkan perasaannya kepada Zayn.
__ADS_1
Sebulan setelah perkenalan, mereka berubah menjadi sahabat akrab, bahkan sudah seperti kakak adik. Setelah lulus SMA, Zayn memutuskan untuk berkuliah di salah satu Universitas ternama di Ibukota. Awal Zayn masuk kuliah, komunikasi mereka masih lancar dan persahabatan mereka pun semakin berat, tapi memasuki tahun kedua kuliah, Zayn mulai sibuk dengan segala kegiatan di kampusnya, terlebih dia merupakan ketua BEM saat itu. Perlahan komunikasi diantara keduanya pun berkurang bahkan hilang sama sekali, entah bagaimana ceritanya, mereka tidak lagi saling menghubungi. Terakhir Dinda mendengar bahwa Zayn saat itu diterima kerja di salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Tapi hanya sampai disitu saja kabar tentang Zayn, selebihnya tak ada lagi berita yang Dinda tau. Meskipun sudah lama tidak pernah bertegur sapa ataupun bertemu, tapi jauh di lubuk hati Dinda yang paling dalam, nama Zayn masih terpatri dan ia simpan baik-baik, mungkin sebagai kenangan akan cinta pertama yang pernah ia rasakan.
Bukan tidak ada pria yang mendekati Dinda, tapi memang dirinya seperti menjaga jarak dari pria manapun, terlebih prioritasnya saat ini adalah Ibu dan adiknya, Dinda hanya ingin bekerja dengan baik agar bisa membantu meringankan beban sang Ibu, juga untuk membiayai sekolah adiknya. Jadi, saat ini dia tidak ada pikiran sama sekali untuk menjalin hubungan dengan pria manapun, hatinya sedingin es.. perpisahan kedua orang tuanya juga menimbulkan trauma tersendiri di hati Dinda sampai saat ini.
__ADS_1