
Suasana yang cukup rame nampak di kediaman keluarga Elin. Ya, tiga hari lagi Elin akan menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya. Tepat sebulan yang lalu, ayah Dirman mengabarkan pada Angga, langsung diputuskan bahwa pernikahannya akan dilaksanakan satu bulan lagi.
Hari ini semua orang nampak sibuk, mempersiapkan hari bahagia Elin. Namun, apakah Elin bahagia dihari pernikahnnya? Entahlah, dihatinya masih ada nama mantan kekasihnya. Tapi dia tidak ingin mengecewakan semua keluarganya yang terlihat sangat bahagia.
"Nak, gaun pernikahannya sudah cocok kan? gak ada yang kurang kan ?'' tanya Bunda Wati
''Tidak bun, semuanya sudah beres'' jawab Elin
'' Tin, gimana urusan catering sudah beres semuanya kan?'' tanya Bunda Wati pada adiknya
''Tenang mba, semuanya aman terkendali'' jawab Tini sambil memperlihatkan jempolnya
'' Baguslah'' ucapnya. ''Nat, soal gedung dan yang lainnya aman ? '' tanyanya lagi pada adik bungsunya
''Aman mba'' Jawab Nata
'' Hah, syukurlah kalau semua aman, tinggal nunggu hari H saja'' ucap Bunda Wati
'' iya mba, semoga diberi kelancaran'' ucap adik Bunda Wati yang nomer tiga
'' Aamiin '' jawab mereka serentak
__ADS_1
Tak jauh berbeda dengan kediaman Angga, semua keluarga besarnya sudah berkumpul dan tengah sibuk mempersiapkan keperluan untuk acara pernikahannya Angga. Karna Dua hari lagi akan diadakan proses lamaran terlebih dulu sebelum ke akad nikah.
'' Ma, apa barang-barang yang kita perlukan sudah semua kan ? gak ada yang kurang kan ?'' tanya Angga pada Mama nya
''kurang perhiasan untuk mahar Nak'' jawab Mama Angga
'' yasudah nanti biar Angga yang urus Ma" ucap Angga
'' Baiklah Nak'' Jawab Mama Angga
" yasudah Ma, Angga pamit mau langsung ke toko perhiasan '' pamit Angga
'' iya, Hati-hati Nak'' jawab Mama Angga
Disana Angga disambut dengan ramah. Angga langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Setelah menemukan barang yang cocok Angga langsung pulang karena dia harus istirahat sebelum acara pernikahannya dimulai.
...----------------...
Hari ini tepat acara lamaran akan dilaksanakan. Tampak keluarga dua belah pihak sibuk dengan urusan masing masing.
Keluarga Elin nampak sibuk menata rumah dan yang lainnya. Sedangkan di keluarga Angga nampak sibuk mempersiapkan barang yang hendak di bawanya.
__ADS_1
Pukul dua siang, nampak semua anggota keluarga Angga sudah bersiap. Hanya menunggu orang yang hendak melakukan acara lamaran, siapa lagi kalau bukan Angga tentunya.
Kini seluruh keluarga besar duduk di ruang keluarga sembari nunggu Angga turun. Ketika mereka sedang asik bercengkrama, terdengar langkah kaki menuruni tangga
Tap Tap Tap
"MasyaAllah anak mama, ganteng sekali " ucap Mama Angga
" Iya, mama bener,, kak Angga tampan pake banget " timpal saudara sepupu Angga Vanya
"Iya dong, siapa dulu Angga " ucap Angga dengan percaya diri yang over
"Yaudah kita langsung berangkat sekarang, nanti telat" ucap Papa Angga
Semua nampak melangkahkan kaki keluar, setelah dipastikan tidak ada yang ketinggalan, sang sopir langsung menjalankan mobil yang akan membawa mereka ke rumah sang mempelai wanita.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya sampai dirumah sang mempelai wanita. Mereka turun dan langsung disambut hangat oleh kelurga Elin. Mereka mulai masuk ke kediaman Elin setelah dipersilahkan masuk.
Setelah semua berkumpul, Kakek Bastra menyampaikan niatnya datang pada keluarga Elin.
"Begini Tuan Nyonya sekalian, Saya mewakili keluarga dari saudara Angga, bahwa kedatangan kami kemari untuk menyerahkan seserahan sebelum pernikahan dari keluarga mempelai pria untuk mempelai wanita. Ini barang-barang yang cucu saya bawa untuk diberikan kepada cucu dan anak kalian, sebagai adat di keluarga kami" ucap Tuan Bastra
__ADS_1
" Baik Tuan Bastra, Saya sebagai keluarga dari mempelai wanita menerima semua yang mempelai pria bawa untuk cucu dan putri kami sebagai hadiah sebelum pernikahan atau bisa disebut adat sebelum pernikahan. Dan saya mewakili keluarga besar saudari Elin, mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang telah kalian berikan pada cucu dan putri kami" ucap Kakek Elin
Setelah beberapa menit berbincang-bincang, kini mereka harus pulang karena besok adalah hari pernikahan untuk Angga.