
Pada saat ini desti sedang serius mendengarkan mira yang sedang bercerita tentang masalah perjodohannya, "Aku akan membagikan cerita perjodohan ku kepada mu desti, mana tau dengan ini kamu bisa mendapatkan jawaban dari cerita ku", ucap mira sambil tersenyum. Desti yang mendengar itu hanya diam dan mulai memperhatikan mira.
"Aku penasaran apa benar mira pernah di jodohkan", ucap desti dalam hati dan fokus memperhatikan mira.
"Jadi tuh sebenernya aku dan mas indra itu menikah karena perjodohan", ucap mira membuat desti sangat kaget. "Apa! Yang benar mir?!", tanya desti menuntut jawaban dari mira. "Iya benar, aku selama ini bohong sama kamu, kalau aku putus dari doni itu karena dia sudah bosan pacaran sama aku, tapi yang sebenernya aku sudah di jodohkan oleh orang tua dengan mas indra", ucap mira membuat desti terdiam karena selama ini mira menyimpan cerita seperti ini.
"Tapi kamu bilang kamu ketemu mas indra saat doni mencampakkan kamu dan kamu membuka hati dan move on dari doni", ucap desti. "Hehe... semua itu hanya kebohongan, aku juga dulu gak tau mau cerita ke siapa? kamu tau sendiri aku gak punya teman dekat kecuali kamu dan kamu pada saat itu juga sedang banyak kerjaan jadi aku gak mau bikin kamu tambah pusing di tambah dengan masalah ku", ucap mira membuat desti merasa bersalah.
"Maaf yak mir aku gak peka dulu", ucap desti memegang tangan mira. "Iya gak papa lagian juga itu sudah masa lalu", jawab mira.
"Lalu bagaimana bisa kamu dan mas indra seperti tidak ada masalah dalam rumah tangga kalian, seperti yang aku lihat kalian nampak serasi satu sama lain", ucap desti.
"Ahh... Soal itu, dulu sebelum sampai titik dimana aku mengerti tentang pengorbanan yang mas indra lakukan kepada ku, aku selalu menolaknya dan membuat dia marah di awal-awal kami menikah. Aku selalu mencacinya, tidak bersikap sebagai istri yang baik untuknya dan selalu mengabaikannya", ucap desti sedikit merasa bersalah saat mengingat kejadian itu.
"6 bulan berlalu dalam pernikahan aku dan mas indra, aku... aku selalu membuat masalah demi masalah dan ingin meminta mas indra untuk menceraikan ku, karena pada saat itu aku masih menjalani hubungan dengan doni. Tapi kamu tau tidak des, mas indra tidak mau menceraikan ku walau dia tau aku masih berhubungan dengan doni, aku tidak habis pikir dulu kenapa dia tidak mau menceraikan ku padahal aku selalu berbuat kasar dan kurang ajar sebagai istri kepadanya tetapi dia tidak pernah marah atau membalas ku, mas indra selalu tersenyum dan berbuat baik meski aku selalu membuat dia terluka", ucap mira.
"Terus apa yang membuat mu berubah pada saat itu?", tanya desti.
__ADS_1
"Aku di butakan oleh cinta doni, padahal orang tua ku sudah melarang diri ku berhubungan dengannya, Aku dulu bingung kenapa orang tua ku melarang aku mempunyai hubungan dengan doni, padahal yang aku tau doni itu pekerja keras, baik, sopan dan tidak neko-neko. Dan pada akhirnya aku mengetahui fakta kalo doni sudah menikah dan memiliki istri yang sedang hamil, orang tua ku sengaja menutupinya karena mereka takut nanti aku akan bunuh diri kalau aku mengetahui itu semua kata mereka", jawab mira dengan raut wajah yang kesal.
"Apa... Kurang ajar banget tu si doni", ucap desti ikut kesal.
"Ya memang dia kurang ajar, bahkan aku juga baru tau dia menduakan ku dari jaman dia pacaran dengan diri ku, untung saja aku mengetahuinya jadi tidak jatuh ke jurang bersama dengan si doni itu", ucap mira geram.
"Terus saat kau mengetahui itu perasaan mu langsung berubah begitu saja terhadap mas indra?", tanya desti.
"Sebenernya si mas indra juga tau tentang itu, hanya saja dia butuh waktu untuk memberi tahu ku, kata mas indra si pas aku tanya kenapa dia tidak memberi tahu ku karena takut nanti aku tidak percaya", jawab mira.
"Oh soal itu bagaimana yak jelasinnya des, Ehm... Soalnya waktu aku tanya kenapa dia selalu sabar dan baik sama aku, padahal saat itu aku selalu bersikap tak pantas menjadi seorang istri, mas indra hanya menjawab karna dia jatuh cinta saat waktu pertama kali bertemu dengan diri ku", jawab mira sedikit malu.
"Apa? Jawaban macam apa itu!", ucap desti sedikit geli.
"Hehe.. Emang agak jijay sih jawabannya tapi pada saat itu jantungku berdetak cepat mendengarnya", ucap mira membuat kupingnya memerah. "Ah... macam drama korea aja kau mira", ucap desti merasa agak jijay.
"Iya namanya juga jatuh cinta, tapi percayalah des tidak ada yang namanya orang tua yang tidak perduli terhadap anaknya, sekalipun mereka hanya diam dan pura-pura merasa bahagia di saat mereka selalu menuruti mau kita", ucap mira dan membuat desti berfikir.
__ADS_1
"Iya kau benar mira", ucap desti tersenyum. "Aku berharap kamu mendapatkan jawaban dari sedikit cerita pengalaman ku", ucap mira.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi di sela-sela obrolan desti dan mira.
"Tunggu sebentar ya des sepertinya kenzi sudah bangun", ucap mira pergi meninggalkan desti. "Kenzi siapa? Apa mungkin anaknya mira dan mas indra", ucap desti sedikit kaget.
######
Di dalam kamar, "Eh... Anak mamah sudah bangun ya", ucap mira mengangkat kenzi dari tempat tidur dan membawanya keluar kamar. "Kenzi nanti kenalan yak sama tante desti di depan", ucap mira kepada kenzi yang hanya memandangi wajah mamanya.
"Kenzi lihat ini tante desti", ucap mira duduk di samping desti dan mendudukkan kenzi di pangkuannya. Kenzi yang terlihat bingung oleh sosok yang baru dia temui membuatnya sedikit takut dan membuat ekspresi wajah menjadi ingin menangis. Desti yang melihat mimik wajah kenzi berinisiatif menggodanya.
"Hello kenzi ini tante desti, kok kamu ganteng cekali ci, pipinya embul ci", ucap desti tersenyum dan menggodanya. Kenzi yang melihat itu akhirnya terdiam dan malah memperhatikan tingkah desti yang aneh. "Mira anak lo kenapa si susah banget senyumnya mahal banget dah", ucap desti capek menggodanya. "Hehe... Maklum baru kenal, makanya lo sawer duit 100 ribu baru dia ketawa", kata mira tertawa. "Idih kecil-kecil dah kenal duit", ucap desti menoel hidung kenzi.
"Sini w gendong dia", ucap desti menyodorkan tangannya dan di terima oleh kenzi ajakan desti. "Wah rupanya kamu baik juga ya walaupun senyum mu mahal", ucap desti seperti ibu yang sedang mengajak anaknya berbicara. "Sudah cocok des buruan gih nikah mumpung jodohnya sudah ada", ucap mira sedikit meledek dan mendapatkan kepalan tangan dari desti.
"Ya sudah kamu bermain dengan kenzi dulu, aku mau ambilkan dia makan dan kamu juga sudah makan belum?", tanya mira. "Belum nanti aku ambil sendiri", jawab desti yang kini asik mencubit-cubit pipi kenzi. "Ya sudah kalau begitu", ucap mira pergi meninggalkan mereka berdua ke dapur.
__ADS_1