
Tidak lama Desti datang membawa minuman untuk Riki yang kini sedang menunggu di ruang tamu.
"Ini minumannya bang silakan di minum", ucap Desti meletakan minuman itu di depan meja Riki yang saat ini sedang duduk. Riki yang melihat itu langsung berterimakasih kepada Desti sambil terseyum. kemudian Desti duduk di hadapan Riki di susul oleh Santi yang duduk di samping desti.
"Riki kok datang ke rumah gak ngabarin Tante sih", tanya Santi yang baru datang langsung memberi pertanyaan kepada riki.
Riki yang mendapat pertanyaan itu hanya terseyum dan sambil menjawab dengan kikuk, "eh iya Tan aku lupa minta nomer Tante sama mami jadi gak bisa kasih tau tante kalau aku mau kesini", jawab Riki dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Owh begitu, terus kenapa itu mami kamu kok gak bisa Tante hubungi!, Tau gak Tante sampai kesal sama mami kamu?", ucap Santi bertanya dengan nada kesal dan melipat kedua tangannya.
"Oh masalah itu ya Tan, aku kira Tante udah di kasih tau mami. Aku juga baru tau ini pas mami telpon aku katanya si ponselnya rusak lagi di benerin, mami sama papi lagi gak di Jakarta tan sudah 2 Minggu lebih jadi aku gak tau juga kejadiannya seperti ini", jawab Riki.
"Kalau begitu kejadiannya mau di apain lagi Tante juga gak bisa bilang apa-apa, tapi Tante masih marah bilangin itu sama mami kamu kaya gak bisa beli ponsel baru aja", ucap Santi.
"Iya Tan nanti aku kasih tau mami, biar mami bisa minta maaf", ucap Riki terseyum kikuk.
Desti yang melihat tantenya Santi dan Riki asik mengobrol hanya terdiam memperhatikan mereka berdua.
"Asik banget mereka berdua ngobrol, w udah kaya patung aja", ucap Desti dalam hati.
Desti yang sedang manggut-manggut seorang diri tak sengaja Riki melihat kearahnya dan membuat mereka saling menukar pandangan sebentar dan membuat Desti gugup.
"Ehm silahkan di minum, minumannya bang", ucap Desti yang sedikit salah tingkah. "Iya" jawab Riki yang mulai meminum minuman itu.
"Jadi sekarang kamu mau kemana Riki sama Desti?", Tanya Santi lalu membuat Riki dan Desti kaget sambil melihat kearah santi.
"Mau kemana apanya Tan?", Tanya Desti polos karena belum mengerti maksud perkataan santi. "Kamu ini yak Desti, bukannya kamu yang minta waktu itu kalau mau bertemu dulu sama Riki sebelum menikah sebayak 5 kali", jawab Santi sedikit kesal.
Desti yang mendengar jawaban Santi langsung mengerti, "Aduh bego banget w bisa-bisanya lupa soal itu", ucap Desti dalam hati sambil terseyum kaku.
__ADS_1
"Hehe... Oh iya Tan sampai lupa aku", ucap desti.
"Terus Riki sekarang kamu bagaimana mau ngobrol-ngobrol kaya begini aja di rumah atau mau pergi keluar sama Desti biar kalian saling kenal lagi?", Tanya Santi langsung ke intinya.
"Aku ikut Desti aja gimana enaknya Tan", jawab Riki sambil melihat kearah Desti.
Desti yang mendengar jawaban Riki langsung berfikir dengan cepat, "Oh iya w hari ini ada undang sampai lupa, kayanya w ajak aja si Riki ke sana", ucap Desti dalam hati.
"Aku sih ada acara hari ini kalau bang Riki gak keberatan pertemuan pertama kita hari ini ikut ke acara teman aku mau gak?", ucap Desti bertanya pada Riki.
"Iya gak apa-apa aku ikutin kamu aja", jawab Riki terseyum.
Desti yang mendengar jawaban Riki dengan terseyum kepadanya membuat jantungnya berdebar - debar, "oke tenang jangan gugup", ucap Desti dalam hati dan tetap Tetang.
"Kalau gitu aku siap-siap dulu yak bang", ucap Desti dan pergi meninggalkan Riki dan Santi di ruang tamu.
######
"Riki kamu benar-benar mau menikah dengan Desti bukan? Tante hanya takut kamu menerima perjodohan ini hanya karena status saja dan tuntutan dari orang tua mu", ucap Santi dengan serius.
"Ehm... Gimana ya Tan buat jawabnya, aku juga bingung sama perasaan aku, tapi aku mau menerima perjodohan ini bukan karena status atau karena mami dan papi. Aku mau karena diri aku sendiri", jawab Riki dengan serius.
Santi yang mendengar jawaban Riki hanya terseyum dan mengerti maksud perkataan Riki.
"Kalau karena kemauan mu sendiri, Tante akan mempercayai Desti sama kamu karena Tante tau kamu pasti akan mempertanggung jawaban semua tindakan mu", ucap Santi terlihat terseyum karena sedikit lega dengan jawaban yang diberikan Riki.
"Iya pasti Tan", jawab Riki terseyum.
######
__ADS_1
Di dalam kamarnya Desti yang sudah selesai dengan penampilannya, sekarang sedang memandangi dirinya di kaca meja rias kamarnya.
"Cantik juga w kalau dandan tipis-tipis kaya gini", ucap Desti dengan pede sambil membenarkan pakaiannya.
"Sepertinya sudah rapih lebih baik w turun takut bang Riki menunggu terlalu lama dan w harus datang ke acara pernikahan Nita dan Rido sebelum pestanya bubar", ucap Desti berjalan keluar kamarnya.
Desti yang sudah sampai di ruang tamu melihat keberadaan Riki dan Santi yang masih asik mengobrol satu sama lain, tanpa mereka berdua sadari Desti sudah berdiri memperhatikan mereka.
"Ehm... Asik banget ngobrolnya sampai-sampai aku datang gak sadar", ucap Desti yang kini sedang berdiri.
Santi dan Riki yang mendengar itu langsung melihat kearah sumber suara dan Riki yang melihat penampilan berbeda Desti langsung terdiam seakan terpana.
"Kamu sudah selesai Des, kok Tante gak denger suara langkah kaki", ucap Santi.
"Ya gimana mau denger orang Tante aja ngobrolnya suaranya kenceng sampai ke kamar aku kedengaran suara", ucap Desti sedikit meledek.
"Huh kamu ini bisa aja ledekinnya, sudah sana Riki sekarang langsung jalan aja sama Desti nih kamu liat dia udah dandan cantik buat jalan sama kamu", ucap Santi meledek dan membuat Desti sedikit cemberut.
"Sudah bang ayok kita pergi nanti keburu malam", ucap Desti dan membuat Riki langsung bangkit berdiri.
"Kalau begitu kita pamit dulu ya Tan", ucap Riki dan di ikuti oleh Desti.
"Iya hati-hati kalian berdua", jawab Santi.
######
Di halaman rumahnya terlihat Desti menghentikan langkahnya dan terdiam sambil memperhatikan mobil milik Riki.
"Kenapa diam saja ayok kata takut kemalaman", ucap Riki yang melihat Desti berhenti berjalan. "Ehm... kita naik mobil ini bang?", ucap Desti bertanya. "Iya naik mobil, memangnya kenapa kamu gak mau naik mobil", jawab Riki sedikit bingung. "Ah gak mau kok ya sudah ayok", ucap Desti masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Bukannya w gak mau naik mobil Lo bang Riki, tapi ini mobil kenapa mewah banget! nanti apa kata temen-temen w kalau w keluar dari dalam mobil ini", ucap Desti dalam hati sambil memakai sabuk pengaman dengan suara hati yang menangis.