JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
23


__ADS_3

"Kita istirahat sebentar ya teman-teman", ucap Hendra memberhentikan permainan yang kini menjadi wasit".


"Ah... Gila si Riki gak ngasih nafas kita main dari tadi", ucap Haikal yang terlihat kelelahan sambil meneguk air mineralnya.


"Iya bener banget Kal, udah kaya kerasukan Dajjal tuh si Riki mainnya. Udah begitu gak kasih kesempatan kita menang lagi", ucap Fais yang sama kelelahannya seperti Haikal.


"Haha lo berdua baru kaya begitu aja udah kaya pemuda jompo, noh kalian liat aja si bagus adem ayem aja gak kaya kalian", ucap Hendra memprovokasi.


"Lo mah bisa ngomong gitu Ndra soalnya Lo cuma jadi wasit, coba aja kalau kaki Lo gak cidera Lo pasti ngerasain apa yang kita rasa", ucap Haikal.


"Iya iya ya... W tau apa yang kalian rasa", ucap Hendra sambil cengar-cengir. "W juga baru ngeliat Riki mainnya kaya begitu, kaya orang lagi punya amarah mainnya terus di lampiaskan sama kalian", Ucap Hendra seperti memikirkan sesuatu.


"Lo berdua gak buat salahkan sama si Riki, terus dia jadi kaya gitu?", Tanya Hendra.


"Iya gaklah", ucap Haikal dan Fais bersamaan.


Tanpa di sadari mereka bertiga muncul Ardi menghampiri mereka, "Woy ngapa tu si Riki mainnya kaya begitu, w sampai gak di kasih main", ucap Ardi duduk di sebelah Fais.


"Entahlah kita juga gak tau", ucap Hendra mengangkat bahunya.


"Udah jam 19:30 ni kayanya kita makan aja dah w udah gak sanggup kalau main lagi", ucap Haikal.


"Iya bener w juga laper, yaudah w ajak si Riki sekalian dah", ucap Hendra pergi menemui Riki.


Riki yang terlihat sedang duduk sambil memainkan ponselnya dengan serius, seperti nampak gelisah.


"Harusnya semalem w langsung menghubunginya, tapi kenapa kelihatannya w begitu kesal dengan kejadian semalem. Sampai-sampai w kaya galau begini, "ucap Riki dalam hati seperti frustasi dan menghela nafas panjang. Tanpa Riki sadara Hendra duduk di sampingnya.


"Kayanya ada persoalan yang berat banget sampai menghela nafas panjang kaya begitu", ucap Hendra dan membuat Riki sedikit terkejut.


"Hendra bikin w kaget aja Lo ya", ucap Riki.


"Haha... lagian serius banget Lo menatap ponsel dari tadi sampai-sampai gak sadar w Dateng, Lo lagi ada masalah?", Tanya Hendra. "Iya cuma sedikit kesal", jawab Riki spontan dan membuat Hendra sedikit terseyum.


"Masalah percintaan ni kayanya", ucap Hendra asal menebak. "Entahlah", jawab Riki.


"Wah wah wah bentar lagi kayanya akan ada yang melepas masa jomblonya ni", ucap Hendra sedikit kencang dan membuat Haikal, Fais dan Aldy mendengar itu langsung datang menghampiri Riki.


"Siapa yang melepas masa jomblonya Ndra?", Tanya Aldy penasaran. "Siapa lagi pastinya Riki dong masa w Al", ucap Hendra sedikit kencang sambil tertawa.


"Yang bener Ki? Lo udah punya pacar?", Tanya Haikal dengan serius. "Gak ada, si Hendra ngarang aja itu dia", ucap Riki santai.

__ADS_1


"Jadi gimana ini lanjut main lagi gak ni?", Tanya Riki. "Gak deh ki, kita mau pada udahan gak sanggup main lagi", ucap Fais.


"Kenapa memangnya?", Tanya Riki dengan polosnya. "Kenapa lagi ni bocah nanya, Lo gak liat pinggang sama badan kita pada sakit gara-gara Lo!", Jawab Haikal kesal.


"Sakit emang w mukulin Lo pada?", Tanya Riki bingung. "Ya mukulin si kayanya gak Ki cuma Lo mainnya terlalu over hari ini", ucap Fais.


"Ahh... Begitu yak", jawab Riki. "Emangnya w mainnya kaya gimana tadi perasaan biasa aja", ucap Riki dalam hati.


"Udah selesai belum ni bicaranya? jadi makan gak ni kita, w udah laper banget ini sekarang", ucap Hendra.


"Giliran makan aja cepat ni si Hendra, main aja gak tapi udah kelaparan dia", ucap Haikal membuat yang lain tertawa.


"Yaudah ayok berangkat kita", ucap Hendra santai lalu berjalan mendahului rekannya dan di ikuti yang lain.


#####


Di dalam mall terlihat Firda dan Desti sedang berada di tempat kosmetik dan sedang memilih-milih barang untuk mereka beli.


"Udah kali dek jangan tambah lagi barangnya, dirumah juga kamu belum pakai semua lipstik kamu, sekarang mau nambah lagi! malah masih ada yang di dalam kemasan juga belum di buka dikamar kamu", ucap Desti mengomeli Firda.


"Kan aku buat koleksi aja kak hehe...", Jawab Firda tertawa. "Koleksi ya koleksi tapi sayang nanti gak bisa di gunakan buang-buang uang saja", ucap Desti berjalan kearah kasir di ikuti oleh firda.


Setelah selesai berbelanja Firda dan Desti pergi dari toko tersebut!


"Kita makan disitu saja kak", ucap Firda sambil menunjuk kearah rumah makan Bali. "Iya boleh juga kita kesana aja", jawab Desti berjalan ke rumah makan tersebut.


Didalam restoran yang sama Riki bersama teman-temannya sedang menunggu pesanan mereka datang dan terlihat Firda dan Desti yang baru datang duduk di meja yang cukup jauh dari Riki juga sedang menunggu pesanan mereka.


"Dek kakak ke toilet dulu yak", ucap Desti.


"Oke jangan lama-lama yak kak ke toiletnya", jawab Firda kemudian Desti pergi meninggalkan Firda.


Dalam perjalanan ke toilet Desti tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang sedang berjalan membawa minumannya yang sedang di minum serta memainkan ponselnya di persimpangan jalan.


"Brukk"


"Aduhh", ucap mereka berdua dengan serempak.


"Aduh gimana ini jadi basah baju saya", ucap Desti melihat bajunya yang terkena minuman.


"Maaf.... Maaf mba saya gak sengaja", ucap laki-laki tersebut karna telah menumpahkan minumannya ke baju Desti.

__ADS_1


"Ya gak apa-apa lain kali hati-hati mas, Jangan minum sambil berjalan dan memainkan ponsel disini banyak orang bukan anda doang", jawab Desti sedikit ketus.


"Iya mba saya minta maaf sekali lagi, kalau tidak mba boleh memilih baju yang baru karna saya lalai", tawar laki-laki itu.


"Gak usah!, nanti saya Cuci di toilet saja yasudah saya duluan", ucap Desti pergi meninggalkan laki-laki tersebut dengan mengoceh sambil berjalan.


"Ya ampun cantik-cantik ketus banget", ucap laki-laki itu pergi meninggalkan tempat kejadian.


#####


Ditempat makan terlihat Riki dan teman-temannya sudah menyantap makanan yang mereka pesan dan datang seseorang menghampiri mereka langsung duduk di samping Riki.


"Lama banget cuma beli kopi aja is?", Tanya Haikal sambil makan.


"Tadi ada insiden kecil jadi kelamaan", jawab Fais memakan makanannya.


"Terus kopi mana kok gak ada?", Tanya Hendra.


"Tumpah, tadi w nabrak orang cuma orangnya jutek banget pas w mau gantiin bajunya yang ketumpahan kopi w", jawab Fais.


"Kaki apa perempuan?", Tanya Haikal.


"Perempuan, ya cuma gitu jutek tapi cantik coy tipe w banget dah nanti kalau ketemu lagi w gak bakal loloskan", ucap Fais.


"Yang ada nanti itu perempuan ilfil sama Lo lagi", ucapan Bagus membuat semuanya tertawa tapi berbeda dengan Riki dia hanya diam saja mendengarkan obrolan teman-temannya.


Di meja yang lain terlihat Desti yang baru datang langsung duduk dan meminum minumannya, "loh Kakak udah duduk aja aku gak liat", ucap Firda.


"Ehmm...", Balas Desti merasa masi kesal dengan orang yang menumpahkan kopi ke bajunya.


"Dek nanti langsung pulang yak sehabis makan", ucap Desti.


"Yahh kenapa memangnya kak?", Tanya Firda yang masih ingin di mall.


"Nih baju kakak ke tumpah kopi orang, mana lengket sampe badan", ucap Desti menunjukan bajunya yang masih tercium aroma kopinya dan bekas tumpahnya walau sudah di basuh pakai air seadanya.


"Kok bisa sih, pantas saja kakak lama banget di toilet", balas Firda.


"Panjang ceritanya, kakak males ceritainnya bikin kesel aja", ucap Desti.


Firda yang telah mengerti maksud Desti kalau sudah berbicara seperti itu berarti sangat menjengkelkan dan dia tidak mau membahasnya lagi takut membuatnya semakin kesal.

__ADS_1


"Yasudah kita pulang kalau sudah selesai makan", ucap Firda.


__ADS_2