JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
16


__ADS_3

Desti dan firda saat ini sedang membereskan meja makan dan terlihat desti yang akan mencuci piring kotor.


"Kak semua sisa makanan ini sudah ku sisihkan", ucap firda menaruh pering kotor itu di wastafel. "Iya taruh saja", jawab desti yang kini sedang mencuci piring.


"Kak terimakasih yak", ucap firda terseyum sambil mesem-mesem. "Terimakasih untuk apa?", tanya desti dengan raut wajah yang bingung.


"Untuk bebek yang tadi aku masak, ya walaupun kakak yang membuat bumbunya", ucap firda. "Oh... Untuk itu sama-sama, tapi lain kali kamu yang harus mencoba buat bumbunya", ucap desti. "Iya siap tapi kakak yang mengajarkannya yak", ucap firda. "Iya tenang saja nanti kakak jadi guru kamu dan kamu dapat les dari kakak gratis tis tis tis... ", ucap desti dan membuat mereka berdua tertawa.


"Hehehe... Kakak ini bisa saja, ya sudah aku ke depan dulu yak kak", pamit firda dan di jawab "iya" oleh desti.


Tak lama firda pergi, Kemudian santi yang dari ruangan depan datang ke dapur untuk minum dan melihat desti sedang mencuci piring, desti yang menyadari kedatangan santi langsung berhenti mencuci piring dan berjalan mendekatinya.


"Tante", panggil desti dan berjalan kearah santi lebih dekat. Santi yang terlihat lagi minum menghentikan aktivitasnya.


"Ada apa", jawab santi. "Eh... Itu aku mau ngomongin jawaban soal perjodohan yang kemarin", ucap desti sedikit canggung dan membuat santi yang mendengarnya tampak bersemangat. "Jadi bagaimana jawabannya kamu setuju?", tanya santi semangat.


"Iya tapi aku ada permintaan", jawab desti ragu dan membuat santi bingung. "Permintaan apa?", ucap santi. "Nanti saja aku sampaikan sehabis cuci piring, tante tunggu saja di ruang tamu sama mama dan bapak, aku juga mau menyampaikannya sekalian", ucap desti. "Oh... Ya sudah kalo begitu. "jawab santi. "Ok aku lanjut cuci piring dulu tante", ucap desti pergi melanjutkan pekerjaannya lalu santi juga pergi meninggalkan desti untuk ke ruang tamu menunggu desti.


"Apa si permintaannya desti, kenapa harus nanti memberitahu ku tidak sekarang saja", ucap santi dalam hati sambil berjalan.


######


"Akhirnya kelar juga", ucap desti kini sedang mencuci tangannya. "pasti tante santi sudah menunggu, aku harus menemuinya dan meyelesaikan ini semua", ucap desti pergi berjalan ke ruang tamu.

__ADS_1


Di ruang tamu terlihat santi, rindu dan zaki sedang mengobrol sangat seru, terlihat desti datang menghampiri mereka dan duduk di sebelah rindu.


"Ngobrolin apa si keliatan seru sekali", ucap desti. "Biasa ngobrolin kelakuan tante kamu masih muda dulu", ucap zaki. "Memang tante mudanya kaya apa pak?", tanya desti penasaran.


"Bandel sering kena omel sama kakek dan nenek kamu dulu, sudah begitu sering pulang malam ngakunya belajar malah pergi jalan sama pacarnya", ucap zaki tertawa. "Jangan percaya desti itu semua bohong", ucap santi menyangkal dan membuat desti tertawa.


"Hehe... Keliatan si tan sampai sekarang tante juga masih bandel", ucap desti mengedipkan matanya pada santu dan membuat zaki dan rindu tertawa.


"Kamu yak bukan belain tante malah ikut-ikutan sama bapak mu", ucap santi sedikit kesal.


"Sudah-sudah itu hanya kenangan saja tidak apa-apa sesekali kita kenangan", ucap zaki dan di iyakan oleh rindu. "Lalu bagaimana desti kata santi tadi kamu ingin membahas masalah perjodohan mu dengan riki", tanya zaki dan buat desti sedikit ragu.


"Ah... iya pak", jawab desti. "Terus apa jawaban mu untuk itu?", tanya zaki.


Perkataan desti membuat zaki, rindu dan santi tampak terdiam lalu mencerna semua itu. "Sepertinya syarat kamu masuk akal nak", ucap zaki memecahkan keheningan. "Bagaimana santi, kamu beritahu dulu kepada ratna apa anaknya riki mau menyetujui syarat dari desti", tanya zaki pada santi.


Santi nampak berfikir, "Kalau aku menolak permintaan desti dia akan bersikeras tidak mau menerim perjodohan ini, lebih baik aku terima saja lagian hanya bertemu", ucap santi dalam hati.


"Ok tante akan memberitahu syarat mu pada ratna dan jika keluarga mereka menyanggupinya kau tidak boleh menolak lagi", ucap santi dengan tegas. "Iya tante", jawab desti dengan sedikit cemberut.


"sepertinya permasalahan ini sudah selesai mama dan bapak pergi dulu yak des, mau melihat warung", ucap rindu mencairkan suasana. "Santi kau mau ikut atau tidak?", tanya zaki kepada santi. "Tidak dulu sepertinya mas, aku mau membicarakan ini pada ratna dulu", ucap santi.


"Ya sudah aku ke kamar dulu yak", ucap santi pergi ke kamarnya kepada mereka bertiga dan di jawab "Iya" oleh zaki.

__ADS_1


"Kalau begitu mama dan bapak pergi juga yak des", pamit rindu lalu pergi berjalan bersama zaki keluar.


Desti yang kini tinggal sendirian di ruang tamu menjatuhkan dirinya ke atas sofa seperti sangat lelah. "Ah... Bicara seperti itu saja dapat membuat ku lelah", ucap desti duduk lemas. "Sekarang tinggal bagaimana aku menghadapi syarat yang akan ku berikan", ucap desti yang terperangkap oleh syaratnya sendiri.


"Sudahlah mau bagaimana lagi aku hanya tinggal menjalankannya saja, lebih baik aku kembali kemar saja", ucap desti pergi ke kamarnya.


######


"Tut..." panggilan telpon berbunyi, santi yang sedang menghubungi ratna dari dalam kamarnya.


"Kenapa tidak di angkat", ucap santi yang berusaha menghubungi ratna kembali.


"Tut...", taklama terdengar suara.


"Hello san", ucap ratna menjawab telpon santi. "Hello ratna, kamu kemana si lama banget jawab telpon ku?", tanya santi. "Oh itu aku lagi di dapur tadi tidak dengar ada panggilan telpon", jawab ratna. "Oh", ucap santi.


"Kamu kenapa telpon aku san?", tanya ratna. "Aku mau kasih tau kamu soal perjodohan yang kita buat kemaren, desti menyetujuinya tapi dia meminta 1 syarat", jawab santi. "Syarat? Maksudnya bagaimana?", tanya ratna bingung.


"Iya keponakan ku desti minta 1 syarat sebelum dia dan riki melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, desti ingin bertemu dengan riki sebanyak 5 kali", jawab santi. "Oh begitu ternyata, syaratnya si mudah tapi aku gak tau kalau riki bisa melakukannya tidak", ucap ratna.


"Ya sudah aku hanya menyampaikan itu saja rat, tapi bagaimanapun itu ada di keputusan riki dia ingin melanjutkannya atau tidak, karena desti ingin bertemu untuk supaya lebih mengenal dia dan desti tidak mau yang langsung menikah begitu saja", ucap santi.


"Iya san aku tau, nanti aku akan hubungi kamu lagi kalau sudah mendapatkan jawaban dari riki", ucap ratna. "Iya aku akan menunggu kabar mu rat, kalau begitu aku tutup dulu sorry mengganggu waktu kamu", ucap santi. "Iya", jawab ratna menutup telpon dari santi.

__ADS_1


__ADS_2