JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
17


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah santi yang sedang duduk termenung di teras rumah zaki terlihat memikirkan sesuatu, sebab ia sudah hampir 4 minggu menginap di rumah kakaknya yaitu zaki ayahnya desti. Dengan menghela nafas panjang yang sedikit berat nampaknya santi benar-benar bingung dengan pikirannya sendiri.


"Hemp... Kenapa ratna belum mengabari ku, ini sudah hampir 3 minggu ratna belum juga mengabari ku! Bahkan aku mengirim pesan dan menelponnya tidak di angkat", ucap santi yang kini melihat kearah ponselnya.


"Setidaknya kau memberi ku kabar rat, apa riki setuju atau tidak tentang permintaan yang di ajukan desti agar aku tidak pusing seperti ini", ucap santi sedikit kesal.


"Kenapa Tuhan niat baik harus saja ada hambatannya di setiap langkahnya?", ucap santi yang bangkit berdiri ingin kembali ke kamarnya tanpa sengaja berpapasan oleh desti di depan pintu masuk rumah.


"Mau kemana kamu pagi-pagi sudah rapih des?", tanya santi. "Aku mau ke salon tante arum biasa ada bisnis tan", jawab desti bersemangat. "Semangat bangat kamu", ucap santi melihat raut wajah desti yang terlihat senang. "Iya dong harus semangat demi mendapatkan uang", ucap desti.


"Aduh kamu ini ada-ada saja, ya sudah tante ke kamar dulu mau istirahat", ucap santi. "Iya tante kalau begitu istirahat saja", jawab desti yang melihat kepergian santi masuk kedalam rumah menuju kamarnya dan desti pun langsung pergi menuju salon arum.


######


Di tempat lain riki yang kemarin baru saja pulang dari tugasnya bersama haikal sekarang sedang berada di kantor untuk menyampaikan hasil soal pekerjaan yang mereka lakukan selama 3 minggu di luar kota.


Waktu menunjukan jam 12:00 hari ini adalah hari sabtu pekerjaan yang mereka lakukan hanya setengah hari saja, haikal melihat riki terlihat buru-buru untuk pulang tidak seperti biasanya.


"Mau kemana lo ki?", tanya haikal melihat riki yang sudah siap-siap untuk pulang. "Pulang ke rumahlah kal emang mau kemana lagi", jawab riki.


Haikal menatap curiga kepada riki sepertinya bukan seperti riki yang biasanya, kalo setiap sabtu pasti dia akan mengajak haikal bermain badminton bersama teman-teman yang lain, karena itu kegiatan yang mereka lakukan setiap hari sabtu dan minggu.


"Yang bener lo mau pulang atau ada hal yang lain?", tanya haikal sedikit curiga. "Ya pulang ke rumah emang menurut lo w mau kemana lagi", jawab riki mengelak sebab kalau riki jujur ia takut nanti di ledekin oleh haikal.


"Oh... Begitu ya sudah hati-hati deh pulangnya", ucap haikal terseyum dengan penuh arti. "Iya", jawab riki meninggalkan haikal dengan cepat.


Haikal melihat kepergian riki yang kini sudah tidak terlihat lagi, "w tau lo pasti menyembunyikan sesuatu di belakang w ki", ucap haikal.


######

__ADS_1


"Ehm... Akhirnya kelar juga tan", ucap desti yang kini duduk rebahan di kursi salon arum. "Iya ni des capek sekali", jawab arum yang duduk di sebelah desti.


"Sepertinya sudah siang kita belum makan siang ni des kamu mau makan apa?", tanya arum kepada desti. "Ehm... Apa ya tan, kayanya makan iga bakar teh yuyun enak tan", jawab desti.


"Iga bakar yak des, boleh kalau begitu tante hubungin teh yuyun dulu", ucap arum langsung menelpon yuyun untuk memesan.


Sementara itu desti yang sedang memegang ponselnya melihat banyak pesan yang masuk di grup wa smanya.


"Cih... Malas banget w datang ke pernikahan si rido sama nita nanti mereka berdua pasti akan ledekin w, tapi nanti kalau w gak dateng mereka lebih parah nyepam di akun sosmed w", ucap desti dalam hati dengan raut wajah yang kesal. "Ehm... Kalau di pikir-pikir ngapain w menghindar lebih baik w datangin aja mereka nanti w amplop 10 ribu aja isinya", ucap desti dalam hati terseyum jahat. "Awas aja lo ya berdua w balas nanti", ucap desti menggebrak meja yang ada di depannya dan membuat arum kaget.


"Brak"... bunyi suara yang terdengar lumayan keras.


"Desti kamu kenapa?", tanya arum kaget. "Aduh maaf tante kelepasan", jawab desti malu.


"Kamu ini ya buat tante jantungan saja", ucap arum geleng-geleng. "Hehe... Maaf ya tan sekali lagi, soalnya tadi emosi aku abis baca pesan grup wa", ucap desti.


"Permisi", ucap seseorang dari luar salon. "Iya tunggu sebentar', jawab arum dari dalam dan datang menghampiri orang tersebut.


"Ada apa ya pak?", tanya arum. "Saya mau mengantarkan pesan atas nama arum salon", jawab kurir tersebut. "Oh iya saya sendiri, ini pesanan warung teh yuyun yak", ucap arum. "Iya bu ini pesanan dari warung teh yuyun", ucap kurir itu meyerahkan makanan tersebut dan arum menerimanya.


"Terimakasih pak", ucap arum dan di iyakan oleh kurir itu.


Sesudah arum menerima paket makanan itu ia langsung masuk kedalam dan menaruhnya di atas meja untuk makan bersama dengan desti.


"Des ayok makan, pesanan kita sudah datang ini", ucap arum yang kini sedang menyajikan makan itu. "Iya tante", ucap desti datang menghampiri arum.


"Waw wanginya", ucap desti yang menghirup aroma iga bakar dan duduk di samping arum.


"Iya ni des ayok kita makan tante sudah sangat lapar", ucap arum yang kini menyantap makanan itu dan di ikuti desti.

__ADS_1


######


Riki yang kini sudah sampai di rumah terlihat sedang memilih-milih baju di kamarnya ia mengacak-acak lemarinya seperti bingung harus memakai baju apa.


"Kenapa tidak ada yang bagus baju-baju ini", ucap riki yang kini menaruh semua bajunya di kasur dengan bertumpuk-tumpuk dan sebagian ada yang terjatuh. "Kalau mau beli baju tidak ada waktu lagi", ucap riki yang mulai berfikir.


"Oh iya lebih baik aku tanya risti saja, dia kan sedang libur hari ini", ucap riki mulai mengambil ponselnya dan mulai memencet nomer risti untuk menelponnya.


"Tut".... Suara panggilan telpon.


"Hello", ucap risti menerima telpon riki. "De ke kamar abangnya sekarang", ucap riki langsung mematikan telpon.


"Ih... Benar-benar ni abang ganggu aja hari libur w", ucap risti kesal dan berjalan ke kamar riki.


"Clek" pintu kamar riki terbuka dan betapa kagetnya risti melihat keadaan kamar riki yang begitu berantakan.


"Abang! ini kamar atau tempat sampah?", tanya risti benar-benar syok. "Kamarlah de, sini kamu bantuin abang pilihkan baju yang bagus untuk abang pakai", ucap riki menyuruh risti lebih dekat dengannya.


"Baju memangnya abang mau kemana? gak kaya biasanya ni abang", tanya risti yang kini sudah di samping riki. "Mau malam mingguan", jawab riki singkat.


"Hah... malam mingguan, kaya ada pacar aja", ucap risti meledek dan kini ia mulai memilih pakaian untuk riki. Riki yang hanya diam sambil melihat ke arah risti sambil melipat tangannya membuka suara, "Cari yang gayanya simpel tapi tetap keren yak de", ucap riki.


"Iya", jawab risti malas.


"Ini aja ni bang", ucap risti memberikan riki kemeja tangan panjang biru dongker dan celana chino warna hitam. "Ini aja de", ucap riki menerima pakaian yang di pilih oleh risti.


"Iya itu aja abang pakai cocok untuk apa saja", ucap risti bangkit berdiri dan berjalan keluar kamar. "Kamu yakin de?", tanya riki yang kurang percaya. "Seterah abang aja mau pakai apa gak? Yang penting aku sudah memilihkannya", ucap risti dari luar pintu kamar riki dan pergi ke kamarnya.


"Riki yang tidak punya waktu lagi akhirnya memilih pilihan risti dan ia bergegas untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2