JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
20


__ADS_3

Dalam perjalanan Riki dan Desti hanya diam satu sama lain tidak ada obrolan antara mereka di dalam mobil.


"Duh kenapa jadi diem begini", ucap Riki yang saat ini sedangeyetir mobil sambil berpikir untuk membuka percakan seperti apa.


Desti yang kini sedang fokus terhadap ponselnya tidak memperdulikan keberadaan Riki di dalam mobil.


Riki yang memperhatikan Desti yang sibuk dengan ponselnya merasa seperti seorang supir yang sedang mengantarkan penumpang pikirnya.


"Ehm... Kita mau kemana ini Des", ucap Riki yang mulai percakapannya dan Desti yang mendengar itu langsung melihat kearah Riki.


"Kitakan mau ketempat acara temen ku bang", jawab desti. "Iya aku tau kamu mau kesana, tapi masalahnya aku itu gak tau jalannya mau kesana", ucap Riki karena dari tadi Desti tidak memberikan arah malah sibuk dengan ponselnya.


"Oh iya lupa aku bang!, Aduh maaf ya hehe...", ucap Desti yang terlihat malu sambil cengngengesan. "Kamu ini ya fokus sekali sama ponsel mu dari tadi jadi gak ngeliatin aku di sini.


"Hehe iya bang maaf, ini soalnya rame banget chat dari grup jadi fokus liatin ponsel aja aku", jawab desti. " Ya sudah terus kemana ini tujuannya?", Tanya Riki


"Ke hotel citra indah bang tujuannya, Deket kok dari sini lurus saja nanti lampu merah yang kedua kita belok ke kanan, gak jauh dari situ nanti hotelnya kelihatan", jawab desti memberi tahu dengan rinci. "Oke", jawab Riki langsung melajukan mobilnya ke tempat yang di beritahukan oleh desti.


######


Waktu menunjukan jam 18:45 Riki dan Desti sudah berada di dalam lobby hotel dan berjalan menuju lift, terlihat Desti seperti orang yang sedang memperhatikan area sekitar mencari sesuatu.


"Sepertinya tidak ada teman-teman sekolah ku di sekitar sini", ucap desti merasa lega. "Ehm sekarang tinggal datang saja dan langsung pulang, malas sekali lama-lama di tempat ini", ucap desti dalam hati.


Taklama kemudian Riki dan Desti telah sampai di depan pintu lift dan mereka sedang menunggu lift.


"Lama sekali lift ini", ucap desti dan Riki yang tiba-tiba merasakan perutnya tiba-tiba sakit memberi tahu Desti bahwa ia ingin ke toilet.


"Des kayanya kamu duluan aja nanti aku meyusul", ucap Riki menahan rasa sakit di perutnya. "Ehm memangnya Abang mau kemana?", ucap desti bertanya terlihat sedikit kaget.

__ADS_1


"Aku mau ke toilet mau buang air kecil, kamu duluan aja nanti aku nyusul", jawab Riki berbohong. "Aku tungguin aja deh biar bareng kita, lagian juga aku gak buru-buru", ucap desti.


"Udah gak usah duluan aja, kamu kasih tau aku di lantai berapanya tempatnya", ucap Riki langsung menyuruh Desti masuk ke dalam lift karena pintu lift kini telah terbuka.


"Lantai 5 ruang serbaga guna pernikahan Nita dan Rido", ucap desti yang kini sudah di dalam lift. "Oke hati-hati", ucap Riki terseyum sambil melihat Desti pergi menaiki lift.


Riki yang melihat Desti sudah menghilang dari pandangannya langsung pergi dengan sedikit berlari ke toilet sambil menahan perutnya yang sudah kebelet.


"Untung w tadi ngeliat ada tulisan toilet, jadi gak keder kaya begini", ucap Riki yang kini sudah sampai di depan toilet dan dia langsung masuk ke dalam.


######


Di lantai 5 Desti yang sudah berada di depan pintu masuk gedung itu terlihat menghentikan langkahnya.


"Kayanya w tunggu bang Riki di sini aja deh biar bareng masuknya", ucap desti yang kini sedang melihat ponselnya karena banyak pesan masuk di grup. "Kayanya ramai banget deh di dalam, apa acara ini khusus anak muda", ucap Desti Karana mendengar suara musik cukup kencang.


Tanpa di sadari dari arah belakang desti ada yang memupuk pundaknya. "Desti kenapa berdiri diluar", ucap Eka dan membuat Desti kaget. "Eh Eka", ucap desti melihat kearah Eka dan pasangannya.


Di dalam gedung kini Desti berkumpul bersama teman-teman seangkatannya waktu sekolah SMA dulu. "Duh males banget w sama mereka semua, w kan gak terlalu akrab sama Meraka kalau bukan karena mama dan Tante Devi sahabatan w juga males datang kesini", ucap desti dalam hati yang kini duduk di antara tari dan Eka.


"Des datang kesini sendirian aja?, Gak bawa gandengan udah cantik-cantik juga dandan", ucap tari bertanya. Desti yang mendengar itu hanya terseyum masan sambil minum.


"Banyak cowo-cowo cakep ni di sini, mana tau Lo pulang bawa gandengan, sayangkan udah dandan gak dapet gandengan nanti pulang", ucap tari sedikit meledek.


"Tar gak sopan banget Lo tar bicara kaya begitu ini kan privasi orang tau", ucap Nuri. "Yaelah nur kan w cuma nanya gak salah kali nanya doang, lagian Desti juga gak baper", jawab tari tak peduli. "Tapi itu gak sopan tar", ucap Nuri.


"Sudah-sudah kalian berdua ini jangan ribut, Desti yang kalian bicarakan reaksinya biasa saja", ucap Eka.


"Iya kan Des?", Tanya Eka. "Iya", jawab desti malas. "Sudah kita makan saja", ucap Eka melanjutkan makannya.

__ADS_1


######


Riki yang sedang mencuci tangannya di dalam toilet merasa lega karena sudah tidak merasa sakit perut. "Untung w bisa menahannya kalau gak gagal kecan pertama w", ucap Riki sambil mengeringkan tangannya.


"Sekarang tinggal datang nemui Desti saja", ucap Riki berjalan keluar toilet menuju lantai 5 ruangan serba guna hotel itu.


Riki yang sudah sampai di lantai 5 langsung mencari ruangan itu, "kalau gak salah Desti tadi bilang pernikahan Rido dan nita", ucap Riki dalam hati.


"Sepertinya ini karena ada foto dan namanya", ucap Riki masuk dan tanpa di sadari ia tidak di perbolehkan masuk karena tidak membawa undangan.


"Maaf pak karena bapak tidak bisa menunjukan undangan tidak di perbolehkan masuk, atau ada rekan bapak di dalam boleh menjemput anda keluar", ucap penjaga di depan pintu masuk itu.


"Oh iya pak tidak apa-apa saya menunggu di luar saja", ucap Riki yang baru ingat karena tidak mempunyai nomer ponsel Desti.


"Terpaksa deh w nunggu di sini", ucap Riki berjalan ke pinggir.


######


Desti yang kini sedengan menikmati makanannya melihat kearah jam tangan yang ia gunakan, ia merasa cemas karena Riki yang tidak kunjung datang, "sudah 30 menit kok belum kesini juga bang Riki, apa dia kesasar yak", ucap desti terlihat sedikit gelisah.


"Aku harus buru-buru ni agar mencarinya", ucap desti sambil menghabiskan makanannya.


Desti yang terlihat begitu cepat sekali makannya membuat Eka yang memperhatikannya merasa heran, "kenapa kau cepat sekali makannya, tidak takut tersedak?", Tanya Eka.


"Ah tidak aku harus kembali duluan makannya aku harus cepat menghabiskan makanan ini", jawab desti yang saat ini meminum minumannya.


"Kenapa buru-buru Des, kau juga baru datang tadi?", Tanya Nuri. "Iya benar", ucap Eka menyahuti perkataan nur.


"Aku ada janji dengan teman ku, kurasa dia sudah menunggu ku dirumah", jawab desti melihat suasana di dalam sudah terlihat tidak ramai.

__ADS_1


"Kalau begitu aku duluan yak lain kali kita bertemu lagi", ucap desti pergi meninggal meja tersebut dan memberi ucapan selamat kepada Nita dan Rido.


__ADS_2