
Jakarta, 16 september 2016
"kak... Bangun bukannya hari ini kau harus berangkat", firda membangunkan desti yang masih tidur. "Memangnya sekarang jam berapa si de?", tanya desti setengah sadar."sudah jam 06:30", teriak firda keras. "Hah !! kenapa kau tidak bangunkan ku dari tadi, aku bisa telat ini", desti bergegas bangun dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.
"Ahh sudah ku bangunkan dari jam 05:00 tetap saja dia yang kebo", guman firda sambil bertolak pinggang.
Desti yang sudah rapih dan siap-siap membawa barang-barangnya ke bawah.sesampai di bawah di lihatnya barang-barang desti oleh firda.
"Kak kau ingin pergi liburan atau pergi pulang kampung?", tanya firda. "Ya liburan de, udah kece gini juga kaka", jawab desti.
"Desti gak sarapan dulu nak?", tanya mamanya baru datang. "sarapan di bandara aja kayanya nanti mah, gak keburu soalnya", jawab desti. "Yasudah kalo gitu hati-hati yak nak", ucap mamanya.
"Iya mah, kalo begitu desti berangkat dulu yak mah", ucap desti mencium tangan mamahnya dan di ikuti oleh firda, Aku juga yak mah berangkat.
"Firda langsung pulang yak nak, sehabis antar kakak mu", ucap mamahnya dan di jawab iya oleh firda.
Dalam perjalanan di dalam taksi, "kak jangan lupa yak bawa oleh-oleh buat aku", ucap firda. "Iya nanti kakak bawain kakak gak lupa, belum juga sampai udah di todong oleh-oleh", guman desti. Firda hanya tertawa hehehe...
Kini firda dan desti telah sampai di bandara, kemudian desti langsung turun dan menyuruh supir taksi itu mengantarkan firda untuk kembali pulang.
"Pak tolong antarkan kembali adik saya pulang, ke rumah yang tadi bapak awal jemput saya ya", ucap desti kepada supir taksi itu. "Baik bu", ucap supir taksi itu.
"Kakak hati-hati yak jangan lupa oleh-oleh", ucap firda dari dalam berteriak. "Iya iya, bawel udah sana pulang. hati-hati yak pak "ucap desti kepada supir taksi.
######
Di dalam bandara Desti sedikit berlari karena ia takut ketinggalan pesawat, tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
"Brakk"
"Aduh..."
"Maaf.... maaf saya tidak sengaja", ucap desti panik.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, lagian saya juga salah, berdiri di tengah jalan", ucap laki-laki itu. "Tidak ada yang luka atau patah ?", tanya desti memeriksa lelaki itu.
"Seperti tidak ada", ucap laki-laki itu melihat ke arah desti yang kini sibuk memeriksa tubuhnya.
"syukurlah kalo begitu, saya lega... oh iya maaf saya harua pergi duluan ya mas. takut tertinggal pesawat, saya minta maaf sekali lagi mas", ucap desti membungkuk dan berlalu pergi.
Lelaki itu memandangi kepergian desti. "Wanita itu lucu sekali", ucap lelaki itu.
"Woy... Riki", teriak haikal dari jauh. "Lo yak di cari-cari dari tadi malah bengong disini", ucap haikal kini di hadapan riki.
"Ahh itu tadi w bingung arah jalannya kemana", jawab riki.
"Yasudah lo gandeng tangan w sekarang biar gak tersesat", ucap haikal. Lalu riki menggandeng tangan haikal mesra.
"kita udah kaya homo aja yak kalo begini",ucap riki dan membuat mereka berdua tertawa.
######
"Aduh gimana ini kalo w telat, tiket w bisa hangus, udah ini mana beli dari uang gajian", guman desti dalam hati.
"huft... untung saja mereka belum pergi", guman desti lalu pergi menemui mereka.
"Yah desti kau sangat beruntung hari ini, karena keberangkatan pesawat di tunda 1 jam", ucap mira yang melihat desti datang ke arahnya. "Benarkah??", tanya desti kaget. Lalu di iyakan oleh yang lain.
"Jika hari ini, hari keberuntungan w lalu tadi kenapa w bisa menabrak orang, bukan itu sial namanya", guman desti dalam hati.
("Kalau masih nunggu satu jam w pergi makan dulu kali yak, sepertinya cacing-cacing w kelaparan", pikir desti.)
"Mira aku minta tolong titip koper ku ya, aku mau pergi sebentar cari makan, boleh yak mira", ucap desti memohon. "Iya baiklah, tapi jangan lama-lama", ucap mira memperingati. "Oke terimakasih mira", ucap desti berlalu pergi.
######
Didalam restoran desti selesai membayar makanannya. "Harga apa ini, makan nasi goreng dan minum teh manis bisa sampai Rp. 60.000", guman desti. "Apa ini yang di namakan ada harga ada kualitas, hidup ini memang begitu sulit mau enak harus keluar duit", ucap desti berlalu pergi ketempat mira.
__ADS_1
"Kau ini lama sekali", ucap mira saat desti baru sampai. Maaf mira, tadi aku mampir sebentar ke toilet", jawab desti. "Oh begitu, ya sudah ayok kita check in, yang lain sudah pada duluan" ucap mira berjalan pergi. "Baiklah kita harus menyusul", balas desti mengikuti mira.
Kini desti dan teman-teman kantornya yang lain sudah di dalam pesawat, untuk mengadakan libur bersama karyawan kantor , ya walaupun 50% dari biaya liburan ini mereka yang menanggung, "guman desti". Tidak masalah yang penting kami bisa refreshing sebentar, "ahh... Jogja tunggu aku, kita akan membuat cerita yang takan terlupakan", ucap desti begitu senang.
######
Kini desti dan rombongan telah sampai di sebuah villa yang cukup besar dan luas. Villa ini memiliki segala fasilitas yang mereka perlukan.
"Wah pantesan saja, satu bulan gaji kita untuk menambahkan anggaran liburan tidak sia-sia", ucap desti. "Iya kau benar sekali desti", di setujui oleh mira.
"Oke team, perhatian !! Saya akan menyampaikan sesuatu. Setiap kamar di villa ini di huni oleh 2 orang, jadi setiap kamar sudah di tempel nama-nama siapa saja yang sekamar dengan kalian, kemudian kalian boleh menggunakan semua fasilitas di sini tanpa terkecuali", ucap pak boss desti.
"Wah bagus sekali kalo begitu", ucap semua karyawan. "Oke kalo begitu kalian boleh bubar, besok pagi kita akan mulai perjalanan kita", ucap pak boss.
"Tunggu dulu pak, berarti hari ini kami bebas dong untuk pergi?", tanya mira dan di jawab iya oleh bossnya.
"Yesss, kalo begitu kita jalan-jalan des ke malioboro saja", ucap mira bersemangat. "Iya ya ya... baiklah mira", balas desti tak semangat karena ia saat ini mengantuk.
"Baiklah kalo begitu kita ke kamar untuk menaruh barang-barang kita, keliatannya kita akan sekamar des", ucap mira yakin. "ah... Sepertinya mira", balas desti tidak tau harus berbuat apa.
######
Di dalam mobil riki dan haikal sedang menuju ke sebuah tempat untuk pembangunan gedung baru, mereka harus meninjau dan melihat tempat itu sebelum memulai pembangunannya.
"Yah sepertinya jalanan ini membuat ku mual, seperti di kocok-kocok perut ku", ucap haikal menahan mual. "Bertahanlah, kau seperti bayi saja", ucap riki meledek.
"Apa lokasi itu masih jauh dari sini pak ?", tanya riki. "Oh tidak mas, sedikit lagi sampai kok", jawab darno.
"Haikal kata pak darmo sebentar lagi kita sampai, jadi jangan lebay dan bertahanlah !!", ucap riki lalu tertawa melihat haikal seperti itu. "Awas saja kau riki akan ku buat kau menjadi homo", ucap haikal dalam hati sambil menahan mual.
"Ini tempatnya mas riki, pak darmo menghentikan mobilnya". Lalu mereka bertiga turun. "Wah tempat ini luas sekali pak darmo", ucap riki. "Ya kira-kira ini ada 25 hektar luas tanah ini", ucap darmo.
"Sepertinya tempat ini bagus untuk membuat pabrik, kemudian jauh dari lingkungan penduduk", ucap riki asal. "Wah bagaimana mas riki tau kalo tempat ini akan di bangun pabrik?", tanya darmo. "Ahh... Itu hanya asal saja pak", jawab riki. "Oh seperti itu, saya kira pihak perusahaan mas riki sudah memberitahu", ucap darmo.
__ADS_1
"Bapak darmo ini jangan kaget, teman saya ini setengah cenayang dia", ucap haikal yang sudah sadar dari rasa mualnya. "kau ini ada-ada saja, jangan percaya dia pak", ucap riki menginjak kaki haikal. "Yak sakit, dasar gila", ucap haikal dan ditertawakan riki.
"Ahh... Kalian ini sudah-sudah lebih baik kita meninjau tanah ini", ucap darmo mengajak mereka berdua pergi melihat-lihat bagaimana keadaan lokasi saat ini.