
"Padahal sekarang hari senin nampaknya banyak pengunjung yang datang kemari", ucap desti yang kini sedang duduk sendiri di bangku taman sambil melihat orang-orang di sekitarnya. "Ah... Rasanya ingin kembali ke masa lalu saja, maafkan aku mira berbohong karena aku butuh waktu sendiri untuk menemukan jawaban ini", ucap desti kini menundukkan kepalanya.
"Apa yang harus aku katakan ketika nanti pulang bertemu dengan tante santi?", tanya desti pada dirinya. "Aku benar-benar merasa bingung, apa mungkin aku harus mencoba berkenalan dengan riki dulu saja, Apa mungkin orang tuanya riki juga akan setuju kalau w sama anaknya penjajakan dulu gitu", ucap desti yang membuatnya pusing.
"Sepertinya mereka tidak mungkin mau, yak namanya perjodohan maunya sat set aja kaya jalan tol", ucap desti yang kini makin pusing.
######
Di sisi jalan taman ada tiga orang yang sedang duduk di sebuah tikar yang di gelar oleh pedagang kaki lima, sepertinya sepasang di antara mereka memiliki hubungan dan satu orang berstatus jomblo.
"Ah... Tau jadinya begini w pulang aja, ucap riki. "Yaelah ki kaya baru aja kita jalan seperti ini", ucap haikal. "Tau ni mas riki kan kita udah biasa kaya gini dari jaman kuliah", ucap sindi pacar haikal. "Iya ya ya w tau selalu menjadi seorang nyamuk tampan", jawab riki pede.
"Mas riki absrud banget yak mas ikal", ucap sindi membisikan di telinga haikal membuat mereka tertawa berdua. "Ngapain lo ngomongin w lo yak berdua", ucap riki sambil makan batagor menunjuk kearah haikal dan sindi.
"Iya bener w ngomongin lo, jadi lo mau apa?", tanya haikal menantang dengan ledekan. "Ya gak papa, tapi lo yang bayarin semua makanan yang w pesan ini ok", ucap riki. "Yaelah murah banget, pesan lagi jangan kaya orang susah", ucap haikal. "Iya yak bener yak entar w traktir ni semua orang yang ada disini terus lo yang bayar", ucap riki menantang. "Iya gak gitu juga Konsepnya ki", jawab haikal kalah telak. "Hehe... Bercanda-bercanda, udah makan-makan", ucap riki kini memakan lagi makanan yang lain dan di ikuti haikal.
"Ini mereka berdua benar-benar aneh", ucap sindi dalam hati dan mulai memakan pesanannya.
"Jadi bagaimana tentang perjodohan yang lo ceritakan kemarin kepada w, apa lo menerima itu?", tanya haikal di sela-sela kegiatan makan mereka. "Soal itu sih w menerimanya tapi w tidak terlalu yakin wanita yang di jodohkan sama w bisa menerimanya dengan mudah", jawab riki.
Sindi yang kaget dengan pembicaraan riki dan haikal hampir tersedak mendengarnya. "APA MAS RIKI DI JODOHKAN?", tanya sindi kencang dan membuat pengunjung yang lain memperhatikan mereka. "Usht kamu ini berisik sekali pelan-pelan", ucap haikal. "Hehe... Maaf keceplosan", jawab sindi sedikit nyengir.
"Iya gak papa lagian juga sudah terjadi", ucap riki. "Jadi benar mas riki di jodohkan?", tanya sindi dan mendapat anggukan oleh riki yang berarti benar.
"Wah hebat banget dong, kan mas riki udah lama jomblo eh tiba-tiba langsung dapat jodoh", ucap sindi meledek. "Ledekin aja terus", ucap riki menyindir lalu haikal dan sindi hanya tertawa.
__ADS_1
"Emang lo yak berdua benar-benar cocok", ucap riki langsung meminum air mineralnya. "Hati-hati entar tersedak mas", ucap sindi tertawa. "Sudah sin jangan di ledekin nanti dia murka berabe kita", ucap haikal. "Oh iya bener juga mas haikal", ucap sindi kini menutup mulutnya.
"Awas aja lo ya berdua, kalau w duluan yang nikah dari pada kalian berdua, kalian harus hadiahi liburan honeymoon w ke bali dan akomodasinya", ucap riki menantang.
"Oke kalo begitu buktiin nanti w sponsori", jawab haikal menantang. "Iya ya liat aja tanggal mainnya", balas riki.
"Eh... Sudah-sudah kita main uno aja dari pada ribut mulu soal nikah", ucap sindi kini memberikan kartu uno di tengah-tengah mereka.
"Sini biar w yang kocok", ucap haikal memulai permainan itu bersama riki dan sindi.
######
"Kayanya jalan-jalan menyelusuri taman ini sebentar bisa menghilangkan sedikit beban di kepala w", ucap desti kini mulai bangkit berdiri dan mulai berjalan dengan ringan.
"Ehm... Memang jalan-jalan malam sendirian bisa membuat rileks sebentar", ucap desti yang masih berjalan menyelusuri taman.
"Apa laki-laki itu ingin berkenalan dengan wanita dengan cara seperti itu", ucap desti dalam hati. "Apa wanita itu tidak menolaknya?!", ucap desti dalam hati terlihat kaget dan bertanya-tanya. "Benar-benar luar biasa anak muda jaman sekarang", ucap desti dalam hati terlihat tersenyum dan meninggalkannya.
Tidak terasa desti sudah hampir setengah jalan mengelilingi taman ini dan mulai lelah.
"Ah... Lelah juga jalan-jalan keliling taman ini sendirian", ucap desti kini duduk di bangku taman meluruskan kakinya dan mulai meminum air mineral yang ia beli tadi.
######
Riki yang sudah bosan dengan permainan uno kini memilih mengakhiri permainannya. "Udahan ah w bosan", ucap riki meletakan kartu uno dan bangkit berdiri. "Mau kemana lo?", tanya haikal. "Cari angin sebentar", ucap riki meninggalkan haikal dan sindi berdua.
__ADS_1
Ditengah jalan riki berjumpa dengan seorang anak kecil yang menjual bunga. "Bang bunganya bang", ucap anak kecil itu menawarkan bunga yang ia jual. "Gak de", jawab riki menolak dan anak kecil itu pun pergi meninggalkannya.
Riki yang sedang memperhatikan suasana di sekitarnya tak sengaja melihat seseorang yang tak asing buatnya.
"Bukannya itu desti keponakannya tante santi", ucap riki kini mulai berjalan dan menegaskan pengelihatannya. "Lah iya bener ngapain dia disini", ucap riki kini mengamati desti yang terlihat sedang memijat-mijat kakinya. "Sepertinya dia sendirian", ucap riki yang kini melihat tidak ada siapa-siapa di dekat desti.
"Ah iya aku punya ide", ucap riki kini mencari keberadaan anak kecil penjual bunga dan ia menemukannya.
"Dek sini dek", panggil riki dan anak penjual bunga itu datang menghampirinya. "Iya kenapa bang, abang jadi mau beli bunga saya?", tanya anak penjual bunga itu. "Iya abang beli semua", ucap riki. "Wah yang bener bang", ucap anak itu terlihat senang. "Iya abang beli semuanya tapi nanti abang tambahin uangnya kalo kamu mau bantuin abang", ucap riki. "Bantuin apa bang?", tanya anak itu bingung. "Sini kamu ikut abang nanti abang baru kasih tau bantuannya apa", ucap riki menggandeng tangan anak itu menuju tempat desti.
"Dek kamu liat ada perempuan duduk di sana?", tanya riki menunjuk keberadaan desti dan anak penjual bunga itu melihat ke arah yang riki tunjuk. "Liat bang kenapa emangnya?", jawab anak itu bertanya. "Ni kamu kasih semua bunga itu sama perempuan di sana dan jangan bilang dari abang yak", ucap riki. "Oh jadi ini bantuannya", ucap anak itu. "Iya, sudah sana buruan ni abang kasih tambahannya sekalian bayar lunas", ucap riki memberi beberapa lembar uang terhadap anak itu. "Oke deh bang saya pergi dulu", ucap anak itu pergi meninggalkan riki dan berjalan menuju desti.
Desti yang kini ingin pergi meninggalkan tempat duduknya karena sudah memesan ojol, lalu tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan seorang anak penjual bunga.
"Kakak ini bunga untuk kakak", ucap anak itu. "Ah tidak dek, saya tidak ingin membelinya", ucap desti menolak. "Ah bukan kakak, ini ada yang memberikan mu bunga", ucap anak itu menyerahkan semua bunga kepada desti dan berlari.
Desti yang menerima itu nampak kaget dan berteriak memanggil anak itu, "Hey tunggu dek siapa yang memberikan bunga ini?", tanya desti berteriak memanggil anak penjual bunga itu dan anak itu pergi berlari dengan cepat meninggalkan desti. Desti yang bingung lalu melihat kanan dan kiri tapi tidak ada orang.
"Aneh banget siapa yang kasih ini ya", ucap desti bingung dan riki yang melihat dari balik pohon hanya tersenyum seperti merasa bahagia.
"Tang" bunyi pesan masuk oleh ojol dan desti langsung melihat ponselnya, "Mba saya sudah di depan pintu masuk, mba dimana?", isi pesan ojol dan membuat desti pergi menemui ojol itu.
"Mau kemana dia", ucap riki mengikuti desti.
Desti yang sudah sampai di depan langsung menghampiri ojol yang ia pesan, "mba desti ya?", tanya ojol. "Iya" jawab desti. "ke stasiunnya ya mba?", tanya ojol lagi meyerahkan helm. "Iya bang", jawab desti kini sudah naik dan ojol telah melajukan motornya.
__ADS_1
"Naik ojol, apa dia mau pulang", ucap riki yang terlihat sedikit sedih melihat kepergian desti. "Kenapa w kaya sedih gini", ucap riki berjalan kembali ketempat haikal dan sindi.