
Suara angin berhembus bergantian, menyelipkan bau asin air laut di tengah teriknya matahari, ada dua orang wanita yang sedang menikmati pemandangan di sekitar pantai itu.
"Wah gak kerasa yak kita sudah tiga hari di sini des", ucap mira. "Iya nanti malam kita harus kembali pulang, seperti belum rela untuk kembali saat pergi berlibur seperti ini", balas desti.
"Iya kau benar, Ehm.. sepertinya aku haus kita beli es kelapa di sana yuk des", ajak mira sambil menunjuk kedai es kelapa. "Ah boleh aku juga haus, sepertinya matahari siang ini sangat terik", ucap desti. Lalu mereka berdua berjalan ke kedai itu.
"Pak es kelapa mudanya dua yak", ucap desti pada pedagang kelapa. "Iya mba di tunggu sebentar", balas bapak pedagang es.
Sambil menunggu pesanannya datang, desti dan mira duduk di tempat yang di sediakan kedai itu. "Ahh... panas sekali cuacanya", ucap mira sambil mengikat rambutnya. "Ya namanya juga pantai mira", jawab desti.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka langsung meminumnya, membuat haus di tenggorokan mereka menghilang.
"Segarnya es kelapa muda ini", ucap mira dan desti menyetujuinya. "Ehm... des ngomong-ngomong kamu gak dapat cogan di sini?", tanya mira. "Jangan ngawur deh mir, kita kesini buat liburan bukan mencari yang begituan", balas desti. "Haha... kirain ada satu gitu buat oleh-oleh mamah dan bapak kamu, untuk jadi calon mantu", ucap mira meledek.
"Kamu itu ada-ada aja, mentang-mentang udah nikah ledekin terus yang jomblo", ucap desti sedikit kesal. "Hehehe... maaf yak kelepasan, abisan kamu sih dari awal aku kenal sampai sekarang, kamu gak pernah kenalin aku cowo kamu", ucap mira. "Ya gimana mau kenalin orang gak ada", balas desti cemberut.
Mira yang melihat wajah bete desti langsung berinisiatif menghibur desti, karena ulahnya yang membuat desti seperti ini.
"Udah jangan bete-bete nanti cantiknya hilang, kita foto aja yuk buat kenang-kenangan, kayanya di sana ada tukang foto yang langsung bisa di cetak", ajak mira menggandeng tangan desti pergi.
######
Di bawah teriknya panas matahari ada dua orang yang baru sampai di pantai.
"Yah haikal kenapa kau membawa ku kemari?", tanya riki. "Kau ini yak tidak bosan seharian di kamar, lebih baik kita menghabiskan sisa liburan yang tinggal sebentar lagi di tempat ini", jawab haikal.
__ADS_1
"Ck... Liburan sudah tau kita sedang melakukan pekerjaan disini", ucap riki. "Lagian juga pekerjaan kita sudah selesai, tidak ada salahnya kita hanya meluangkan waktu sebentar, kau tidak ingin meminum es kelapa sepertinya segar", ucap haikal. "Iya baiklah w juga mau es kelapa sepertinya segar", ucap riki mengikuti haikal.
Mata haikal seperti seseorang yang sedang mencari sesuatu, ia melihat kesana kemari.
"kenapa dengan mata mu, apa kau sedang cacingan?", tanya riki. "Sembarangan aja kalo ngomong, w lagi nyari tukang foto tau", balas haikal. "Owh... kirain cacingan, tuh tukang fotonya", ucap riki sambil menunjuk kearah sana.
Haikal yang melihat itu langsung menarik bangun riki dan menggandeng tangannya, riki yang bingung hanya mengikutinya. Setelah sampai haikal langsung meminta di fotoin oleh abang-abang tukang foto.
"Bang fotoin kita berdua yak", ucap haikal sambil merangkul riki. "Yah haikal apa-apaan kau ini", ucap riki berbisik. "Kita berfoto buat kenang-kenangan", ucap haikal tersenyum. "kau ini bisa-bisanya", balas riki.
"Nah Sekarang kita sendiri-sendiri berfoto, bergayalah jangan sia-siakan wajah tampan mu itu", ucap haikal dan di balas senyuman oleh riki. "Nah sekarang giliran mu berfoto, bergayalah agar terlihat tampan", balas riki mengejek dan membuat haikal kesal. "awas kau yak riki", ucap haikal dalam hati.
Selesai berfoto tidak lama abang-abang yang memfoto tadi memberikan hasil cetakan foto kepada haikal. "Ini hasil fotonya mas", ucap abang foto memberikannya. "Oh iya terimakasih yak bang", lalu haikal menerimanya serta memilih-milih foto yang akan ia ambil dan memberikan sisanya ke riki.
"Lebih baik kita kembali ke hotel, karena nanti sore kita harus kebandara", ucap riki. "Oh iya benar juga, jangan sampai kita ketinggalan pesawat nanti", ucap haikal. Kemudian mereka pergi meninggalkan pantai itu.
######
"Wah fotonya bagus-bagus yak mir", ucap desti melihat hasil cetakan foto itu. "Iya bener des w kaya gadis di sini", ucap mira pede. "Iya mir gadis tapi udah gak ting-ting hehe...", ucap desti tertawa kecil. "Iya juga yak des dan membuat mira tertawa, "ada-ada aja kamu ini".
Mira yang kini asik memilih-milih foto dan desti kini melihat hpnya seperti ada pesan masuk, kemudian ia melihat pesan wa grup dari bossnya dan isi pesan itu menyuruh mereka semua berkumpul di bus, untuk pergi ketempat perbelanjaan membeli oleh-oleh.
"Sepertinya kita harus kembali ke bus mir, karena ada satu tempat yang harus kita tuju lagi", ucap desti. "Oke kalo begitu kita pergi dan ini untuk mu", balas mira menyerahkan foto-foto yang tidak ia pilih. "Oke", ucap desti menerimanya. Kemudian mereka berjalan bersama ke bus.
#######
__ADS_1
Di hotel haikal dan riki sedang membereskan barang-barang mereka, untuk bersiap-siap berangkat ke bandara, tanpa sengaja riki menjatuhkan foto yang di berikan haikal tadi.
"Segala pake jatuh lagi, jadi berantakan gini", ucap riki sambil memunguti foto itu.
Riki melihat hasil foto itu satu persatu dan ia kaget memegang salah satu foto itu. "Ini bukannya wanita yang menabrak w di bandara waktu itu", ucap riki bingung. "kenapa wanita ini bisa satu frame foto sama w, tapi kenapa perasaan w seperti senang sekali, mana di foto ini dia senyum", ucap riki heran melihat foto itu. "Aneh banget w cuma liat foto ini senyum-senyum gak jelas", ucap riki membereskan foto itu dan menaruhnya di koper.
Kini riki dan Haikal sedang dalam perjalanan ke bandara untuk segera kembali ke jakarta.
######
Di dalam kamar ada seorang wanita yang sibuk dengan kopernya.
"Desti sepertinya kau membawa koper hanya untuk mengisinya dengan oleh-oleh saja", ucap mira melihat ke arah koper desti yang penuh dengan oleh-oleh. "Hehehe... Mau gimana lagi ini semua titipan", ucap desti sambil menyusun oleh-oleh itu di koper. "kau ini selalu saja merepotkan diri mu sendri, aku sudah selesai ku tunggu di bawah yak", ucap mira lalu pergi kebawah membawa barang-barangnya.
Kini semua karyawan sudah berkumpul termaksud desti yang baru saja datang.
"Oke team sepertinya semua sudah berkumpul, kita akan langsung pergi menuju ke bandara, kalo begitu periksa lagi ada barang-barang kalian yang tertinggal atau tidak?", tanya boosnya dan tidak mendapat jawaban.
"Sepertinya tidak ada yang menjawab, jadi saya anggap tidak ada yang tertinggal,oke kita akan pergi ke bandara sekarang", ucap bossnya lalu pergi ke bus di ikuti oleh karyawan yang lain.
Setibanya di bandara semua karyawan berlari langsung chek in, sebab 15 menit lagi pesawat berangkat. "Wah benar-benar liburan ini membuat adrenalin ku bergejolak ", ucap desti dalam hati yang kini sedang mengejar waktu.
Setelah dengan drama kejar-kejaran pesawat, sampailah mereka semua di dalam pesawat untuk kembali ke jakarta.
Desti yang kini duduk di bangku paling pinggir, melihat keluar dari dalam kaca pesawat dan berkata dalam hatinya, "Terimakasih jogja kau membuat liburan yang berkesan untuk ku, di saat hiruk piruk pekerjaan yang menumpuk", kemudian desti tersenyum bahagia.
__ADS_1