
Ayunan suara sendok dan garpu, yang kini saling bergantian untuk mengambil isi makanan yang berada di dalam piring di atas meja makan, membuat suasana acara makan malam yang sunyi menjadi sedikit bersuara, sepertinya keluarga gunawan hari ini dengan formasi lengkap berkumpul untuk makan malam di rumah .
Di pertengahan acara makan malam ratna menyampaikan pesan kepada riki.
"Riki nanti abis makan malam, mami sama papi mau bicara sama kamu", ucap ratna di sela-sela aktivitas makannya. "Bicara apa mi? Sepertinya serius sekali?", tanya riki penasaran. "Iya nanti mami bicarakan selesai makan", ucap ratna dan riki meresponnya hanya manggut-manggut.
Selesai makan ratna meminta risti untuk memanggil riki ke ruang keluarga, karena saat ini riki sudah naik ke kamarnya.
"Titi mami minta tolong, panggilkan abang mu suruh ke ruang keluarga sekarang yak nak", ucap ratna yang saat ini sedang duduk di ruangan itu. "Iya mih", jawab risti dari dapur lalu pergi ke kamar riki.
"Abang... kata mami di suruh turun ke bawah, mami sama papi nunggu di ruang keluarga", teriak risti dari pintu luar kamar riki karena pintu di kunci. "Abang... Denger gak?", tanya risti yang kini mengetok-ngetok pintu kamar dengan keras. "Iya... Iya... Denger kok de..", ucap riki sedikit teriak karna baru keluar dari dalam kamar mandi kamarnya.
"Clek..." pintu kamar terbuka dan memperlihatkan riki yang keluar kamar. "Udah kaya nagih utang aja gedor-gedornya, Gak tau apa tadi ada panggilan alam", ucap riki meninggalkan risti lalu pergi menemui orang tuanya. "Lagian mana aku tau kalo lagi berak!!", gerutu risti sambil mengikuti riki dari belakang.
"Ada apa sih mih?", tanya riki yang menghampiri maminya. "Sini duduk dulu mami mau bicara serius sama kamu", ucap ratna menyuruh riki duduk di sebelahnya dan membuat riki bingung.
"Jadi mami mau bicara apa sama riki? Dari tadi riki tanya gak di jawab-jawab!", ucap riki sedikit kesal. "Gimana yak ngomongnya sama kamu", ucap ratna sedikit ragu.
"Ehm... Riki anak mami yang ganteng, jadi gini dua bulan yang lalu mami gak sengaja ketemu sama tante santi di mall xxx, eh... Lalu cerita-cerita ni mami sama tante santi, jadi singkat ceritanya tante santi itu punya keponakan perempuan yang masih singel kemudian mami sama tante santi inisiatif mau jodohin kamu sama keponakannya tante santi, kamu mau yak nak", ucap ratna seperti berharap.
__ADS_1
Riki yang mendengar ucapan maminya sangat kaget!. "Mami bercanda yak?, pokoknya riki menolak!", ucap riki dengan tegas.
"Riki tolong dengerin mami dulu nak, mami sama tante santi tidak langsung akan menjodohkan kamu, kita hanya akan melakukan pertemuan saja, jika nanti menurut mu tidak cocok mami tidak akan memaksa", ucap ratna setenang mungkin.
"Ayolah nak kali ini saja, memangnya kamu tidak kasihan dengan mami dan papi yang sudah tua ini", ucap ratna mengeluarkan jurus air mata buaya.
Riki yang melihat maminya napak sedih, mulai berfikir sebentar.
"Yasudah ok, riki mau tapi hanya ketemuan saja gak ada acara-acara lain dan satu lagi kalau riki tidak cocok jangan paksa-paksa riki", ucap riki sedikit masam. "Iya... iya... baiklah nak terimakasih", ucap ratna senang memeluk riki.
Papi rinto dan risti yang hanya mendengarkan ikut bahagia atas jawaban yang riki berikan kepada ratna.
"Ok kalau kamu setuju hari minggu sore kita akan bertemu dengan kelurga keponakan tante santi", ucap ratna memberi tahu riki. "Apa... Kenapa cepat sekali mami?", tanya riki terkejut. "Lebih cepat lebih baik", ucap ratna yang tersenyum bahagia.
######
Di dalam kamarnya kini riki yang sedang duduk di sofa memikirkan dirinya, tentang perjodohan yang sudah di siapkan oleh maminya dan tante santi.
"Bener-bener gak masuk akal, udah jaman modern gini masih ada aja perjodohan. Mana w lagi yang jadi pemeran utama perjodohan itu" ucap riki memijit kepalanya sedikit pusing. "Ehm... Lebih baik w tidur dah, dari pada tambah pusing", ucap riki masuk kedalam selimut dan mulai terlelap.
__ADS_1
######
Akhirnya tiba saat hari pertemuan antara riki dan desti.
"Ehm... Sepertinya semua sudah beres", ucap ratna yang telah memasukan berbagai macam masakan buatannya ke dalam bagasi mobil. "Mami... Ini hanya acara pertemuan perkenalan saja, kenapa sampai bawa masakan sebanyak ini", ucap risti terlihat bingung. "Tidak apa-apa ti, ini yang dinamakan menjilat calon besan", ucap ratna tersenyum bangga. "Ishh... Mami ini ada-ada saja", ucap risti geleng-geleng kepala.
"Terus sekarang dimana abang mu, apa dia belum siap-siap dari tadi?", tanya ratna mencari keberadaan riki. "Tidak tau", jawab risti menaiki bahunya. "ya sudah kau panggil abang mu ti sekarang, karena kita akan berangkat sebentar lagi!", ucap ratna. Sebelum risti melaksanakan tugas yang di suruh maminya, dari dalam rumah keluar riki yang sudah rapih.
"Nah itu abang riki mih...", ucap risti ke maminya sambil menunjuk ke arah riki. Riki langsung menghampiri mereka bertiga. "Kamu ini lama banget", ucap ratna sedikit mengomel. "Sudah-sudah jangan ribut-ribut, sekarang kita berangkat nanti kemalaman", ucap rinto sambil memberi kunci mobil pada riki. "Riki kamu yang nyetir mobil yak nak", ucap rinto lalu masuk ke dalam mobil. "Iya pih", ucap riki lalu masuk juga kedalam mobil.
Riki yang kini fokus sedang menyetir hanya diam saja. "Abang tumben diem aja dari tadi, kenapa gugup yak?", tanya risti sedikit meledek tetapi tak di respon riki. "Gak asik banget si abang mah, kalau udah mode diem kaya gini", ucap risti sedikit manyun. "Risti sudah jangan ganggu abang mu, dia sedang menyetir", ucap papihnya dan risti hanya diam lalu memainkan ponselnya. "Dari sini, terus langsung kemana mih?", tanya riki. "Kamu masih ingat jalan pas nganterin tante santi? ", tanya ratna. "Iya masih mih", jawab riki. "Yasudah kalo masih ingat kamu langsung jalan aja kesana, tujuan kita ke sana sekarang!", ucap ratna dan kemudian riki melajukan mobilnya.
######
Di rumah kediaman hermawan desti yang saat ini sedang duduk di meja makan hanya memandangi kerepotan tante dan mamahnya. santi yang melihat desti hanya diam saja tak membantu sama sekali, langsung menyuruhnya.
"Desti kenapa diam saja, bereskan minuman ini dan kue-kue ini letakan di meja ruang tamu", ucap tantenya kepada desti. "Iya... Ya tante", ucap desti malas lalu membawa itu semua ke depan. Desti menyusun semua itu dengan rapih, tiba-tiba dari pintu depan firda menyampari desti. "Kakak rajin sekali", ucap firda sambil duduk di bangku ruang tamu. Desti yang melihat kedatangan firda langsung mendapatkan ide.
"Firda kamu mau bantuin kakak lagi gak?", tanya desti sedikit berharap. "Bantuin apa kak?", jawab firda sedikit bingung. "Sini kakak bisikin", ucap desti membisikan sebuah rencana di kuping firda. "Ah... gak mau ah, nanti kalo tante santi tau aku bisa di gantung!", ucap firda menolak. "Tenang aja kamukan sedikit licik masa takut, ada imbalannya tau kalau kamu setuju 300 ribu ni mau gak?", ucap desti memperlihatkan uangnya.
__ADS_1
("Aduh gimana ini, lumayan 300 ribu buat nongki-nongki malam minggu sama besti", ucap firda dalam hati.)
"Jadi gimana setuju gak?", tanya desti. Firda berfikir sebentar, "Iya aku mau", jawab firda yang tak tahan godaan uang. "Hehe... Jawaban yang bagus, ini kakak kasih depe dulu 100 ribu biar kamu semangat", ucap desti memberikan uang itu kepada firda dan meninggalkannya.