
Sinar matahari menyelinap masuk melalui jendela kamar desti, suara ketukan pintu kini terdengar berbunyi ditelinga desti yang kini sedang terlelap tidur.
"Tok... Tok... Tok..."
"Kak.. kakak", panggil firda dari luar kamar desti tapi tidak ada jawaban. "Benar-benar ni orang kalau tidur sama kaya kebo susah banget bangunnya, udah mana pakai di kunci segala pintunya", ucap firda yang kini mulau mengetuk pintu kamar jean lebih keras.
"Kakak... Kak desti", panggil firda lebih keras dan membuat desti langsung terbangun.
"Ada apa si berisik banget", ucap desti bangun melihat ke arah jam di kamarnya dengan satu mata terbuka. "Masih jam 8 juga, ngapain si ni bocah ", ucap desti langsung bangkit berdiri dan membuka pintu kamarnya.
"Clek... ", pintu terbuka.
"Ada apa si dek masih pagi juga", ucap desti dengan wajah baru bangun tidurnya. "Ih kakak ini, itu di cariin sama tante arum katanya ada bisnis", ucap firda. "Oh tante arum, ya udah suruh tunggu aja sebentar kakak mau mandi dulu", ucap desti dengan suara serak dan menutup pintu kamarnya serta menguncinya.
"Jangan lama-lama yak kak", ucap firda teriak dari luar kamara desti dan Kemudian firda turun ke bawah menemui arum.
"Tante kata kak desti tunggu sebentar dia sedang mandi", ucap firda kini duduk di bangku depan arum. "Ok deh firda", ucap arum mengerti dan mulai memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Tante emang mau bisnis apa si sama kak desti sekalian ajak-ajak aku juga dong", ucap firda menawarkan dirinya. "Beneran mau di ajak bisnis juga, tapi kamu nanti jangan nyesel yak", ucap arum.
"Iya beneran, memangnya bisnis apa tante? bukan barang terlarangkan Tante? ", tanya firda semangat. "Bisnisnya catering", jawab arum tersenyum. "Ah gak deh skip aja dulu", ucap firda langsung menolak. "Yah kamu gimana firda tadi minta di ajak giliran sudah di ajak menolak", ucap arum.
"Hehe... Tante tau sendiri aku tuh gak bisa masak yang ada nanti aku malah mengacau, tante gak ingat kejadian yang dulu waktu aku ngebantuin tante sama kak desti", ucap firda mulai membuka memori kelam. "Iya ingat! gak usah di ingetin juga semua itu membekas di otak dan itu kejadian yang paling lucu campur kesel dan campur ngakak", ucap arum.
"Makanya tante jangan, cukup sekali saja aku langsung sadar diri hehe... ", ucap firda tertawa dan membuat arum ikut tertawa juga.
######
Di dalam kamar desti yang baru selesai mandi dan telah rapih melihat kearah bunga yang semalam di berikan kepadanya oleh anak kecil penjual bunga dan tidak tau juga dari siapa.
"Oh iya w sampai lupa sama tante arum, jangan sampai cuan w menghilang begitu saja ini", ucap desti langsung pergi turun kebawah.
######
"Hello tante", sapa desti datang menghampiri arum dan firda yang asik mengobrol. "Eh desti ternya kamu sudah datang, kirain tante masih lama datangnya", ucap arum meledek. "Hehe... Maaf kelamaan nunggu ya tante", ucap desti kini menggandeng lengan arum. "Iya di maafin", ucap arum. "Hehe... Jadi gimana bisnis kita tante jadi tidak? ", tanya desti. "Jadi dong, kaya biasa ya nanti tante kasih dpnya lewat transfer ok", jawab arum. "Ok deh tante bisa diatur", ucap desti sangat senang.
__ADS_1
Firda yang hanya mendengar pembicaraan arum dan desti terdiam. "Coba saja w bisa kaya kak desti, pasti bakal dapat cuan juga", ucap firda dalam hati sambil melamun.
"Kayanya aku butuh seseorang yang bisa bantu aku", ucap desti melihat kearah firda.
"Dek nanti temenin kakaknya ke pasar", ucap desti. "Ngapain kak?", tanya firda. "Bantuin kakak mau cuan gak?", jawab desti. "Iya mau dong kak", ucap firda cepat. "Oke nanti kamu ikut kakak ke pasar", ucap desti.
"Yasudah kalau begitu desti, tante pergi dulu mau buka salon soalnya udah ada pelanggan tante yang janjian pagi ini buat something rambut", ucap arum. "Oh yasudah tante, nanti aku infokan soal buat catering lusa ya", ucap desti. "Oke tante percayakan semua sama kamu, kalau begitu tante pergi dulu ya desti", ucap arum bangkit berdiri dan meninggalkan rumah desti.
Kini tersisa desti dan firda di ruang tamu, "De nanti kamu jadi asisten kakak ya", ucap desti dan membuat firda kaget. "Kakak yakin?!", ucap desti bertanya. "Yakinlah kalo gak yakin ngapain juga kakak jadiin kamu asisten", ucap desti. "Yasudah kalo kakak yakin tapi jangan salahkan aku ya kalau misalnya terjadi sesuatu oleh makanan yang kakak buat", ucap firda memperingatkan desti. "Iya ya ya udah sana cepat ganti baju nanti keburu ke siang ke pasarnya", ucap desti mengusir firda. "Iya tunggu jangan kemana-mana, aku ganti baju dulu", ucap firda kini pergi ke kamarnya.
Desti yang sedang menunggu firda terlihat mencari keberadaan tante santi di rumahnya namun tidak ada. "Sepertinya tante santi pergi sama mama dan bapak ke warung", ucap desti. "Nanti kalau tante santi sudah di rumah sebaiknya aku harus memberi jawaban agar semua ini beres tidak ada yang mengganggu", ucap desti.
"Oh iya sampai lupa bawa dompet", ucap desti yang saat ini sedang tidak membawa apa-apa di dirinya. "Ambil dulu ah dompetnya nanti lupa lagi", ucap desti menaiki tangga menuju kamarnya. Desti yang baru masuk kedalam kamar terlihat oleh firda. "Ngapain kakak ke kamar", ucap firda kini berjalan ke depan kamar desti. Firda yang ingin membuka pintu kamar desti tiba-tiba dikagetkan oleh desti yang ingin keluar kamar.
"Loh ngapain kamu di depan kamar kakak?", tanya desti yang baru saja keluar. "Oh itu tadi aku abis dari kamar ganti baju, eh ngeliat kakak masuk kedalam kamar jadi aku mau samperin", jawab firda. "Oh yasudah ayo kita jalan sekang ucap desti kini menutup pintu kamar dan menguncinya. Firda yang melihat itu merasa aneh, "Tumben kak pintunya di kunci?", tanya firda. "Oh itu, ya gak papa kepengen aja di kunci", jawab desti dan di balas "Oh" oleh fida.
"Yasudah ayo buruan ke pasar", ucap desti yang kini berjalan mendahului firda.
__ADS_1
"Aneh banget kakak tumben banget kunci kamarnya, pasti ada yang di sembunyikan ni di dalam kamarnya", ucap firda dalam hati penuh curiga. "Biarin aja nanti w menyelinap masuk ada apa didalam kamarnya", ucap firda dalam hati dan mengikuti desti dari belakang.