JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
12


__ADS_3

Sudah pukul 17:30


"Ahh akhirnya aku bisa bernafas lega", ucap desti yang kini sedang berbaring di karpet ruang tengah rumah mira. "Kau ini baru menangani kenzi sebentar saja sudah jompo", ucap mira sedikit mengejek. "Lagian kenapa anak mu aktif sekali baru berusia 1 tahun, seperti belut susah di tangani", ucap desti kini memperhatikan kenzi yang sedang tertidur pulas. "Iya itu namanya lagi masa pertumbuhan jadi wajar kalau kenzi sedang aktif-aktifnya, nanti kamu juga merasakannya kalau sudah punya anak", jawab mira.


"Anggap saja ini pembelajaran atau permulaan", ucap mira tertawa. "Iya ya ya", jawab desti malas.


"Mira ngomong-ngomong kok mas indra belum pulang kerja? Bukankah kantor mas indra dekat dari sini?", tanya desti. "Biasalah dia sekarang hobi mencari main untuk anaknya", ucap mira kesal karena sudah banyak mainan yang di beli oleh mas indra. "Wah benar-benar menjadi ayah yang baik", jawab desti.


"Iya jadi ayah yang baik benar, tapi aku juga suka ribut karena terlalu banyak mainan yang tidak terpakai dan menjadi menumpuk", ucap mira malas mengingat-ingatnya. "Hehe... Anggap saja mas indra lagi balas dendam dengan mu", ucap desti meledek. "Kamu ini ya benar-benar gila", ucap mira dan membuat mereka tertawa bersama.


"Ushtt jangan kencang-kencang nanti kenzi bangun, males w ladenin dia main", ucap jean membuat mira geleng-geleng kepala karena ucapan desti.


Dan tidak lama terdengar suara ketukan pintu.


"Tok... Tok... Tok... "


"Pasti itu mas indra", ucap mira. "Ya sudah sana bukain", balas desti dan mira pergi untuk membuka pintu.


"Clack" pintu terbuka menampakan wajah indra.


"Sudah pulang mas, mas bawa apa?", tanya mira sambil meyalim tangan indra. "Ini mas beli bebek madura, kamu tadi bilang tidak masak jadi mas belikan ini", ucap indra meyerahkan bingkisan itu kepada mira.


"Kayanya ada tamu, ada teman kamu datang ke rumah?", tanya indra. "Ah itu mas pasti kaget siapa tamunya yang dateng", ucap mira kini mengajak indra masuk kedalam. "Memangnya siapa si?", tanya indra penasaran dan tidak di jawab mira.

__ADS_1


"Loh kemana dia", ucap mira mencari keberadaan desti. "Dimana tamunya", tanya indra. "Tadi disini mas", jawab mira dan dari arah belakang desti mengagetkan mira serta indra.


"Dor", ucap desti membuat indra dan mira kaget dan berteriak bersama.


"Yah kau desti", ucap mira memegangi dadanya. "Hehe... Kalian berdua kaget yak", ucap desti tertawa. "Kau ini membuat jantungan saja", ucap mira. "Hehe.. Usht nanti kenzi bangun", ucap desti pelan.


"Desti", ucap indra kaget. "Hello mas indra", sapa desti. "Jadi kamu tamunya mira?", tanya indra. "Hehe... Iya abisan aku kangen mau ketemu mira", jawab desti.


"Huh bohong itu mas si desti, soalnya dia lagi melarikan diri makanya datang kesini", ucap mira meledek. "Bawal banget lo", ucap desti cemberut. "Sudah-sudah saya bersih-bersih dulu nanti kita cerita lagi", ucap indra kini pergi kedalam kamar. "Iya mas indra sekalian ni bawa istrinya dari pagi belum mandi", ucap desti. "Awas lo yak", ucap mira kini pergi meninggalkan desti.


######


Desti yang kini lagi menonton tv merasa bosan.


"Clak", suara pintu terbuka.


"Lama banget dah ada tamu juga di anggurin aja", ucap desti yang fokus ke tv matanya. "Hehe... Kepo yak", ucap mira duduk di samping desti dan di ikuti indra.


"Sudah lama yak des tidak bertemu, kayanya kamu gak berubah", ucap indra. "Aelah mas indra basi banget dah nanyanya", ucap desti meledek. "Hehe... Kamu ini bisa aja, saya kan gak tau caranya ngomong basa basi", jawab indra. "Iya ya maklum pengacara gak ada basa basi", ucap desti.


"Jadi bagaimana kabar calon om buat kenzi sudah diterima lamarannya?", tanya indra. "Ah mas indra jangan bahas-bahas itu, pasti mas indra udah tau semua dari mira, aku males banget bahasnya lagi", jawab desti.


"Oh ya sudah kalau begitu kalau kamu gak mau bahas masalah ini lagi, kita makan saja aku sudah lapar ni", ucap indra dan bangkit berdiri. "Iya des kita makan malam dulu mas indra tadi beli bebek madura kesukaan kita waktu kerja", ucap mira. "Ah yang benar mir ayo kita makan kalau begitu", ucap desti nampak senang.

__ADS_1


######


Di meja makan saat ini mereka bertiga sedang menikmati makan malam mereka bersama.


"Ehm... Sepertinya bebek madura pak iwan tidak ada lawan dari dulu", ucap desti dan di setujui mira. "Makan dulu nanti bisa ngobrol lagi", ucap indra dan di acungi jempol oleh desti.


Selesai makan malam desti langsung membereskan piring-piring di atas meja makan.


"Sudah taruh saja biar aku yang bersihkan kamu kan tamu", ucap mira. "Udah biar aku aja kamu ke depan aja sana", ucap desti mengusir mira.


"Cuma cuci piring doang, ini balasan untuk bebek madura pak iwan", ucap desti mulai mencuci piring dengan ahli.


"Tara selesai tidak butuh waktu lama w akhirnya kelar, kayanya w punya skil buat jadi tukang cuci piring di restoran", ucap desti bangga dengan hasil cuciannya.


Tak sengaja desti melihat jam dinding. ternyata sudah jam 19:30 sebaiknya aku harus pulang kalau tidak nanti aku sampai rumah terlalu malam, yang ada nanti orang rumah pada panik lagi nyariin w", ucap desti kini keluar dapur dan menemui mira dan indra yang kini sedang nonton tv.


"Sudah selesai", tanya mira yang melihat desti datang menghampiri mereka berdua. "Sudah mir, kayanya aku harus pulang takut kemalaman sampai rumah", jawab desti. "Yah aku kira kamu mau menginap disini", ucap mira. "Kapan-kapan saja lagian juga aku harus menyelesaikan masalah ku kepada tante dan orang tua ku", ucap desti.


"Ya sudah kalau begitu, kamu diantar sama mas indra saja sampai stasiun ya", Ucap mira dan di iyakan oleh indra. "Tidak usah aku naik ojol saja lagi pula masih jam segini", tolak desti kini mulai memesan ojol. "Iya baiklah kalau kamu sudah bilang kaya begitu gak mungkin bisa di ubah", ucap mira dan hanya di balas senyuman gemes oleh desti.


"Sepertinya abangnya sudah di depan", ucap desti kini ke depan rumah mira dan di ikuti oleh mira serta indra. "Itu dia ojolnya, kalau begitu aku pamit dulu yak", ucap desti kini mulai cipika cipiki dengan mira dan menjabat tangan mas indra. "Sampai ketemu lagi yak hati-hati di jalan", ucap mira melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan oleh desti.


Kini desti telah menaiki ojol dan pergi ke alamat yang ia tuju bukanlah stasiun tetapi ke sebuah taman di tengah kota jakarta.

__ADS_1


__ADS_2