JODOH YANG DI JODOHKAN

JODOH YANG DI JODOHKAN
04


__ADS_3

Jakarta, 27 februari 2021


Ada seorang wanita yang sedang duduk sendirian di antara tamu undangan, dan terlihat sedang menikmati makanannya.


"Ehm... Kondangan lagi, sepertinya tahun ini banyak yang menikah", ucap desti yang kini sedang makan di pernikahan teman sekolahnya. "Tidak terasa dua hari lagi ulang tahun ku yang ke 28 tahun dan aku masih seperti ini saja", ucap desti dalam hati.


Dari arah belakang datang seseorang yang mengngagetkan desti.


"Dorr...", ucap melva membuat desti kaget.


"Hayo... Ngelamunin apaan lo", ucap melva duduk di sebelah desti. "Gak ada !, lama banget si lo datangnya, gak tau apa w udah kaya orang ling lung sendirian di sini", ucap desti.


"Iya... ya maaf w telat, lo kaya gak tau suami sama anak w aja! ribetnya minta ampun", ucap melva membela diri. "Ehm... Ya pasti jadi emak-emak repot", ucap desti. "Makanya cari cowo sana biar kemana-mana ada yang temenin, gak kaya gini sendirian", ucap melva meledek dan tak di tanggapi desti.


("Emang cari cowo itu tinggal mungut di jalan apa, enak banget ni emak-emak ngomong, kalo bukan temen udah w gantung ni orang", ucap desti dalam hati").


"W udah mau balik ni, tinggal foto aja ama pengantin", ucap desti. "Yaelah cepet amat baru juga w dateng, ngobrol-ngobrol dulu sebentar bisa kali", ucap melva. "Lo si kelamaan datangnya, w udah ada janji di tempat lain", ucap desti. "Yasudah deh kalo gitu, w ikut foto aja dulu sama lo baru makan", balas melva mengikuti desti.


Kini desti dan melvan bersalaman dan berfoto bersama pengantin.


"Desti, melvah makasih ya sudah dateng", ucap nisa sang pengantin wanita. "Iya nis sama-sama", ucap desti dan melva bersamaan. "Kalo gitu w pamit duluan nis, kalau melva masih di sini soalnya baru dateng dia", ucap desti.


"Oh... Begitu, Desti juga jangan lupa kasih kita undangan selanjutnya ya", ucap nisa dan di iyakan saja oleh desti. "Kalo begitu, aku duluan yak nis", ucap desti berlalu pergi.


"Selalu-selalu saja seperti ini", gerutu desti meninggalkan pesta pernikahan itu.


######

__ADS_1


Kini desti sudah sampai di rumah, dan sedang menonton tv di ruang tengah tak lama kemudian firda menghampirinya.


"Lah cepat banget udah pulang dari kondangan kak? ", tanya firda yang turun dari atas menghampiri desti. "Lagian juga ngapain lama-lama, nih yak yang penting dateng kasih amplop, makan pulang dah", jawab desti simpel. "Ihh... Gak asik banget kakak, jalan-jalan dulu dong sama besti-bestinya", ucap firda.


"Mereka tuh pada sibuk, ngurusin anak sama suami mereka jadi gak ada waktu tuh buat jalan-jalan", ucap desti sambil fokus menonton naruto dan makan pop corn. "Oh begitu, makanya kakak juga sana cari cowo biar ada yang ngajak jalan, jangan kaya gini ni makan pop corn sambil nonton naruto", ucap firda mengejek lalu mematikan televisi dan pergi keluar rumah.


"FIRDA...", teriak desti dari dalam. "Rese banget ni anak, awas aja lo ya firda", gerutu desti lalu pergi ke kamar.


######


Di luar rumah firda tertawa sambil memegangi perutnya.


"Aduh w yakin tadi kak desti pasti ngamuk", ucapnya sambil tertawa. Tanpa firda sadari ada tantenya santi yang mengawasinya dari tadi di belakangnya.


"Hayo... Lagi ngapain kamu?", tanya santi. Firda yang kaget mendengar suara langsung menengok ke belakang, "Aduh tante bikin jantungan aja", ucap firda memegangi dadanya. "Lagian kamu tu ngapain ketawa-tawa sendirian, mulai gila kamu yak?", tanya santi. "Enak aja gak lah, aku tadi abis ngerjain kak desti di dalam, makanya aku kabur keluar", jawab firda tertawa. "Kamu ini gangu kakak kamu aja terus-terusan, udah ayok-ayok masuk", ucap santi masuk ke rumah di ikuti oleh firda.


######


"Desti... Tante santi dateng ni", ucap santi mencari keberadaan desti di dalam rumah. "Loh kok gak ada kakak mu firda, katanya tadi di dalam?", tanya santi.


Firda yang bingung mencari keberadaan desti , "tadi tuh kakak di sini tan lagi nonton naruto, mungkin pergi ke kamarnya tan", Jawab firda. "Yasudah kamu suruh turun tante mau bicara, sebentar lagi orang tua kamu akan pulang", perintah tantenya kepada firda.


Firda terdiam saat tantenya menyuruh ia memanggil desti. "Firda... kenapa diam saja, cepat panggil kakak mu!", ucap santi. "Iya tante", balas firda tak semangat berjalan menuju kamar desti.


("matilah w kalo begini ceritanya", ucap firda dalam hati).


######

__ADS_1


Di depan pintu kamar desti, firda terdiam dan mengumpulkan kekuatannya untuk mengetok dan berbicara. Sebelum firda mengetok pintu kamar itu, tampak pintu itu terbuka dan membuat firda diam tak berkutik.


"Clak..." Pintu terbuka memperlihatkan desti yang berdiri di depan firda. "Ehm... Ngapain kamu di depan kamar kakak?", tanya desti bingung. " Ah... itu kak ada tante santi dateng, katanya tante ada perlu sama kakak", ucap firda sedikit takut. "Oh ada tante santi, yasudah kakak ke bawah dulu turun", ucap desti meninggalkan firda.


("Selamet-selamet w", ucapnya mengelus dada lalu ikut turun kebawah).


######


Di ruang tengah di lihatnya tante dan kedua orang tua desti lagi mengobrol.


"Hello tante", ucap desti datang dan duduk di sampingnya. "Ni dia ni pemeran utamanya di perjodohan baru dateng", ucap santi. "Apaan si tante pemeran utama, memangnya aku siti nurbaya", ucap desti tertawa.


"Ihh... kamu ini yak, tante serius tau mau ngejodohin kamu lagi, sama anaknya temen tante waktu sekolah dulu", ucap santi membuat desti kaget. "Apa tante mau ngejodohin aku lagi?", tanya desti kesal.


"Aku pokoknya gak mau di jodoh-jodohin lagi !!", ucap desti menolak. "Bapak sama mama jangan diam aja dong bantuin aku, kasih tau tante santi jangan jodoh-jodohin aku lagi !", ucap desti kepada orang tuanya meminta bantuan, tetapi mereka hanya diam.


"Desti dengerin tante dulu, kali ini yang terakhir tante janji serius, misalkan kamu gak suka yasudah gak papa, tante gak bakal ngejodoh-jodohin kamu lagi", ucap santi serius. Desti berfikir sebentar, "Beneran yak ini yang terakhir, kalo tante masih jodoh-jodohin aku, aku gak mau kenal sama tante lagi", ucap desti serius. "Iya tante janji", ucap santi tersenyum.


"Oke kalo begitu tante akan memberitahu teman tante, untuk datang minggu depan kesini", ucap santi berlalu pergi.


######


Desti yang nampaknya pasrah dengan kelakuan tantenya, kini meminta penjelasan terhadap orang tuanya.


"Bapak sama mama kenapa si gak pernah belain aku, kalo tante santi datang ke rumah buat ngejodoh-jodohin aku lagi!", ucap desti marah ke pada dua orang tuanya. "Bukannya bapak atau mama diam aja, tapi kami tau kamu akan memilih pilihan yang terbaik untuk mu sendiri nak, jadi kami hanya mengikuti dirimu saja, semisalnya kamu suka kami juga senang kalau tidak ya tidak apa-apa juga", ucap pak zaki bapaknya desti.


Desti yang mendengar ucapan bapaknya hanya terdiam, "Yasudah aku ke kamar dulu",ucap desti meninggalkan kedua orang tuanya dan firda.

__ADS_1


__ADS_2