
Sekitar jam 17:30 riki dan keluarganya telah sampai di kediaman rumah hermawan. Suara mobil memasuki pekarangan rumah itu dan memperlihatkan satu keluarga turun dari mobil.
"Akhirnya sampai juga, sudah lama aku tidak ke rumah ini", ucap ratna turun dari mobil dan di susul oleh suami dan anaknya. "mih ini bawaannya mau di apain?", tanya risti yang kini membuka bagasi mobil. "Ya di bawalah titi sayang anak mami, abang riki bantuin adik mu, jangan diem saja", ucap ratna sambil mengambil barang-barang yang ada di bagasi. Riki yang nampak males akhirnya membantu risti dan maminya.
Di depan pintu rumah keluarga hermawan, terlihat firda keluar dari dalam rumah dan kaget melihat ada empat orang yang berdiri di depan pintu rumahnya, sambil membawa banyak bingkisan dan firda datang menghampiri mereka.
"Maaf kalian ini siapa? Kenapa berdiri depan rumah saya?", tanya firda menyelidik. "Ah... Maaf saya mencari santi hermawan", ucap ratna. ("apa mungkin ini keluarga yang inging di jodohkan oleh kak desti", ucap santi dalam hatinya sambil melihat ke arah mereka.) "Oh... Tante santi ada di dalam, kalo begitu masuk saja dulu", ucap firda memberikan izin masuk ke rumahnya.
"Silakan duduk tante dan keluarga, saya panggilkan tante santi dulu", ucap firda berlalu kebelakang. "Abang... Apa itu wanita yang akan di jodohkan sama abang, terlihat masih muda sekali", ucap risti berbisik pada riki. "Tidak tau", jawab riki tidak peduli. ("Masa iya wanita itu? Dia mah lebih pantas jadi adik ku, ku rasa umurnya malah di bawah risti", ucap frans dalam hati terlihat kesal.)
"Tante ada yang nyariin tuh, kayanya si keluarga yang mau di jodohkan oleh kakak", ucap firda. "Oh ya berarti mereka sudah dateng, cepat panggil orang tua mu dan kakak mu, tante ke depan dulu untuk menyambut mereka", ucap santi mencuci tangannya lalu pergi ke depan.
Tak lama santi datang dari dari belakang menemu calon besannya di ruang tamu.
"Hello", sapa santi lalu duduk di dekat ratna. "Aduh maaf yak menunggu", ucap santi. "Ah tidak apa-apa kami juga baru sampai", balas ratna. "Tante santi mana calonnya istri abang riki", tanya risti semangat dan mendapatkan tatapan tajam dari riki. "Oh itu lagi di panggilkan oleh firda, tunggu sebentar yak titi", ucap santi.
Sambil menunggu ke datangan desti dan orang tuanya, santi melihat banyak bingkisan di meja tamu. "Ratna kamu yang buat ini semua", ucap santi terlihat kaget. "Hehe.. Iya dong", ucap ratna tertawa. "Iya tan dari jam empat pagi mami udah masak, katanya buat menyuap calon besan", ucap risti dan membuat yang lain tertawa tidak dengan riki.
"Santi ngomong-ngomong ini bukannya rumah kedua orang tua mu dulu yak, kayanya banyak perubahan di rumah ini", ucap rinto. "Iya mas hampir 90% rumah ini di renovasi sama mas zaki, sudah lama yak kalian tidak main kesini", ucap santi. "Iya yak pih terakhir kali kita kesini pas aku hamil riki, sebelum papi di tugasin ke kalimantan", balas ratna.
__ADS_1
"Wah itu sudah lama banget tau", ucap santi. "Aku kira rumah orang tua mu pindah, kan sempat waktu itu kita kesini lagi panas-panasnya penggusuran, jadi aku dan ratna tidak pernah datang kesini kalau singgah ke jakarta", ucap rinto. "Ya sudahlah itu sudah berlalu dan kita lihat masa sekarang saja", ucap santi. Riki dan resti hanya menyimak pembicaraan kedua orang tuanya dan tante santi.
Disaat santi dan keluarga gunawan asik mengobrol, muncul zaki, rindu dan firda menemui mereka. "Hello pak jendral", sapa zaki memberi hormat kemudian duduk di ikuti firda dan randu. "Mas zaki awet muda banget loh, gimana keadaan mas dan mba randu?", ucap rinto sambil berjabatan tangan. "Iya seperti yak kamu lihat, harus tetap sehat dong", ucap zaki membalas jabatan tangan rinto. "Apanya yang sehat-sehat setiap malem aja bapak minta di pijit kalo gak sama aku sama kakak", ucap firda pelan tapi masih bisa di denger dan membuat orang di sana tertawa.
"Ngomong-ngomong mana calon mantu saya ni mas? Apa yang ini?", tanya rinto sambil menunjuk firda. Firda yang di tunjuk rinto kaget langsung berkata, "Bukan saya om yang mau di jodohin tapi kakak saya, saya masih di bawah umur", ucap firda membuat suasana menjadi ramai. "hehe... Kira om kamu", ucap rinto tertawa.
Santi yang tidak melihat keberadaan desti langsung bertanya pada firda, "Dimana kakak kamu, kok tidak ada?". "Sebentar lagi turun kok tante, tadi kakak ketiduran makanya dia lagi cuci muka", ucap firda dan santi yang mendengarnya hanya mengangguk.
"Firda mama minta tolong buatin minuman untuk tamu kita yak nak, ada air panas di termos buatin teh saja", ucap rindu dan firda langsung ke dapur untuk membuatnya. "Setelah selesai membuat teh, firda meletakan cangkir itu di nampan, satu nampan terisi lima cangkir dan satu lagi empat cangkir. "Duh males banget w bolak balik", ucap firda.
Desti yang baru turun dari atas melihat firda sedang di dapur seperti orang linglung. "Ngapain lo de?", tanya desti menghampiri firda. "Wah kebetulan banget ni ada kakak, bawain satu yak nampannya kak soalnya buat tamu", ucap firda pada desti. "Iya", jawab desti yang kini minum air putih lalu mengikuti firda dari belakang.
("Wanita ini kenapa aku bisa bertemu dengan dia di sini? jangan bilang dia yang akan di jodohkan dengan ku?", ucap riki dalam hati).
Risti yang melihat riki terdiam lalu mengambil tindakan, "Abang... Abang riki", ucap risti berbisik sambil menyenggol tangan riki dan membuat riki sadar dari lamunannya. "Ah... iya", ucap riki meminum tehnya. "Ngelamun aja bang, kayanya kaget banget", ucap risti berbisik menggoda riki dan tidak mendapat tanggapan dari riki.
"Duh... Desti kamu lama banget datangnya udah di tungguin lo sama yang lain", ucap santi. "Maaf tadi saya ketiduran", ucap desti tersenyum. "Oh jadi ini yang namanya desti keponakan kamu san, hallo saya ratna temennya tante kamu", ucap ratna memperkenalkan diri. "Iya hello tante", ucap desti tersenyum.
######
__ADS_1
Tiba-tiba rinto membuka suara, "Jadi kedatang keluarga kami kesini, ingin memperkenalkan anak kami yang bernama riki kepada anak mas zaki yang bernama desti", ucap rinto dengan tegas. "Riki", panggil papinya dan riki tau harus melakukan apa.
"Hello nama saya riki", ucap riki tersenyum dan menjabat tangan desti. "Iya hello juga, saya desti", jawab desti sedikit kikuk dan membalas jabat tangan riki.
"Kalo boleh tau nak riki kerja apa?", tanya zaki. "Oh... Itu om saya sebagai ahli kontruksi", jawab riki sedikit ragu. "Wah hebat sekali yak nak riki, kalo desti dia tidak bekerja sudah menganggur dua tahun di rumah", ucap zaki terlihat ingin membantu desti. Desti yang mendengar itu langsung membuat kontak mata dengan firda seperti menyuruhnya untuk berbicara.
("Apa ini maksud kakak, matanya seperti itu melihat ku, apa jangan-jangan ini saatnya", ucap firda dalam hati.)
"Iya bener tuh yang di bilang bapak, kakak udah pengangguran bangunnya siang, makanya banyak terus hobi nonton naruto lagi", ucap firda yang mendapat tatapan tajam dari santi lalu firda pura-pura tidak lihat. Desti yang mendengar jawaban firda tersenyum walaupun sakit hatinya di kata-katain firda.
"Sepertinya sudah jam 19:00 lebih baik kita makan malam", ucap santi mengganti topik. "firda sama desti tolong bawa ini ke dapur dan tata di meja makan, sebentar lagi kita akan makan malam", ucap mamanya". Kemudian desti dan firda membawa semua bingkisan itu kebelakang.
Terlihat semua masakan yang di bawa oleh ratna di susun rapih di atas meja makan. "Cantik bukan", ucap firda. Desti yang sedang mengeluarkan piring, gelas dan sendok dari lemari piring hanya menatap firda yang kelihatan aneh dengan tingkahnya. "Dek... Bantuin ini kaka gak bisa bawa semuanya", ucap desti dan membuat firda datang membantunya. "Lemah banget kakak ini", ucap firda membawa gelas-gelas itu.
######
Diruang tamu kini terlihat dua keluarga itu saling bercerita satu sama lain, kemudian riki yang ingin ke toilet permisi sebentar.
"Tante santi dimana toilet?", tanya riki. "Oh kamu mau ke toilet, nanti kamu masuk saja kedalam, belok kanan ada tangga di samping nah di samping tangga nanti ada toilet jawab santi. "Ok thanks", ucap riki berjalan ke arah toilet. Tak jauh dari tangga riki melihat firda dan desti yang sedang menyusun piring-piring di meja makan seperti sedang berbicara, lalu riki tanpa sadar menghampiri mereka dan mendengar pembicaraan mereka berdua secara diam-diam".
__ADS_1