Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
BAB 1 : Kabar Gembira


__ADS_3

***Hai readers... udah baca perkenalan karyanya belum? kalau belum, gih buruan dibaca. Biar kalian paham sama alurnya😘. Oke love you all guys❤...


☆Happy Reading☆***



"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihanku, tapi jatuh cinta denganmu itu diluar kemampuanku" batin Hanif.


Lelaki itu termenung sembari menatap langit biru yang cerah. Tak disangkanya sebentar lagi ia pasti akan bertemu dengan gadis kecil yang pernah dijodohkan dengannya.


"Apakah dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa?" tanya Hanif pada dirinya sendiri.


Ini adalah pertemuan kedua dengan dirinya, yang sebelumnya telah terpisah selama 10 tahun lamanya. Kebayang gak sih? , pasti ada saja perubahan yang drastis.


Hanif menghela nafasnya, " Huh... Astagfirullah sudahlah, sebaiknya aku latihan dulu" ucapnya, lalu pergi meninggalkan teras masjid yang sedari tadi ia jadikan tempat untuk merenung.


Perayaan HUT NKRI yang ke-75 akan menjadi saksi bisu, dimana akan terjadi sebuah pertemuan antar kedua insan yang sebelumnya telah terpisah oleh waktu dan keadaan.


Hanif yang telah di didik dipesantren selama 10 tahun lamanya , kini tumbuh menjadi seorang lelaki yang baru saja beranjak dewasa. Diusianya yang baru menginjak 17 tahun membuatnya menjadi lebih bijaksana dalam berpikir dan bertindak. Ia juga bahkan selalu menjaga sikapnya terhadap lawan jenisnya, apalagi disana ia selalu menjadi idola bagi para santriwati. Tak jarang bagi dirinya menerima surat cinta. Lelaki itu juga harus mengurungkan niatnya untuk mencintai seseorang yang bukan takdirnya. Ia tahu bahwa orang tuanya telah memilihkan jodoh untuk dirinya. Dimana itu adalah yang terbaik untuknya, itulah yang selalu ia pikirkan.


Sedangkan, Aqila tumbuh menjadi gadis remaja yang usil dan terbuai akan perkembangan zaman saat ini. Gadis yang merupakan idola disekolahnya ini, selalu menjadi incaran para lelaki playboy.


"Aqilaaa!!!"


"Aqilaa...."


Teriakan itu menggema pada koridor kelas yang mulai sepi. Seorang gadis berseragam SMA lari kocar-kacir, kesana dan kemari sembari mengecek setiap ruangan kelas.


Gadis itu bernama Nawa. Ia adalah salah satu sahabat dekat dari Aqila Az zahra. Sikapnya yang konyol dan cerewet sering tertular penyakit Aqila. Ya, penyakit Aqila adalah keusilannya. Namun terkadang Aqila bersikap sesuai moodnya setiap saat. Gadis itu tak mudah untuk ditebak bahkan oleh sahabatnya sendiri.


"Aqilaaaa...." teriakannya kali ini membuahkan hasil. Nawa menemukan Aqila diruangan kelasnya.


Kondisi sekolah saat ini telah sepi, sebab bel pulang telah berbunyi 15 menit yang lalu. Jadi, tinggal mereka yang masih memiliki keperluan untuk menetap disekolah lebih lama.


Aqila dan Nawa juga teman sekelas. Mengingat sebentar lagi merupakan penglulusan, membuat mereka lebih berpartisipasi dalam setiap kegiatan.


"Hei !!!" teriak Nawa berusaha mengagetkan Aqila.


Namun kejahilan sahabatnya tak membuahkan hasil. Aqila tak kaget sedikit pun. Ia bahkan masih sibuk dengan gitar kesayangannya. Dengan memetik beberapa senar dan memegang salah satu kunci gitar, agar menghasilkan nada yang indah.


"Hikss... Aqilaaa, kamu dipanggil dari tadi gak nyahut-nyahut. Kesel deh!" gerutu Nawa sembari memegang pinggangnya dengan kedua tangannya. Seolah mengekspresikan betapa lelahnya dirinya.


Tapi gadis itu hanya berdehem. Tak menghiraukan sikap gadis yang ada disampingnya.


"hemmm...."


Ekspresi yang sederhana namun menyakitkan dan menjengkelkan.


"Ih, nyebelin banget sih" gerutu Nawa semakin menjadi, ia bahkan tak segan menepis lengan tangan gadis itu, agar berhenti bermain gitar dan meresponnya.


Plaakkk

__ADS_1


"Auh... Hiksss. Iyaa Nawaaaa. Kenapaa?"


" Nah, kalau gini aja baru direspon. Lain kali gue lemparin kursi baru tau!" ucapnya dengan kesal.


" Iyaah kenapaa? maaf deh. Lagian udah tau juga orang lagi fokus, malah digangguin" balas Aqila dengan jutek.


"hmmm. Ya udah maaf juga! Kalau gitu udahan dululah main gitarnya. Udah telat nih!. Ntar kita kemalaman"


" Iyah, duluan aja. Ntar juga gue nyusul kok" jawab Aqila acuh tak acuh.


Mereka tergolong dalam kelompok marching band disekolahnya. Sangat populer dikalangan siswa dan siswi, sebab mereka beberapa kali mewakili sekolahnya dalam berbagai perayaan yang meriah. Aqila, si gadis bertubuh kurus dan tinggi itu, tetap juga terpilih sebagai salah satu dari kedua komandan lapangan dikelompok marching bandnya.


Setelah beberapa lama ditinggal oleh Nawa, Aqila pun mulai beranjak dari duduknya. Ia menyimpan gitar pada tas dan mengenakannya. Tak lupa pula tas yang berisi beberapa buku ia simpan pada salah satu lengannya.


Berjalan diantara koridor kelas yang terasa sepi membuatnya bosan. Sehingga Aqila mengeluarkan sebuah Earphone dari tasnya dan menempatkan pada kedua telinganya. Ia berjalan santai sembari mendengarkan lagu-lagu favoritnya.


Tak beberapa lama kemudian, suara yang menyebalkan pun muncul.


"Aqilaaa" teriak Raffa.


Hikss. Si menyebalkan muncul lagi. Bisa gak sehari aja aku gak digangguin dia?.


Aqila menggerutu didalam hatinya. Berusaha untuk menyibukkan diri dan tak menghiraukan suara aneh dan menyebalkan itu.


Namun itu bukan berarti penghalang bagi Raffa. Bahkan ia berlari menuju Aqila dengan semangat dan merangkul tubuh yang menurutnya mungil.


"Hei... kamu mau latihankan?. Barengan yuk" ajaknya tanpa berbasa basi.


Raffa berteriak kesakitan,


" Auuhh... ampun-ampun. Aku gak bakalan ulangi lagi. Plislah tolong lepasin, sakit tau! "


Setelah puas mendengar keluhan Raffa, Aqila melepasnya dengan santai dan menatap tajam lelaki itu.


"Berani ulangi lagi?"


"Gak... gak bakalan. Tobat aku" jawab Raffa sambil membenarkan tangannya yang kesakitan.


Kejam banget sih jadi cewek! . batin Raffa. Matanya bahkan menatap sinis gadis itu.


" Apa lihat-lihat? " bentak Aqila.


"Ih... jutek amat sih. Dasar pendek!" teriak Raffa sambil berlari meninggalkan Aqila.


Wajar saja. Bagi Raffa, Aqila itu pendek. Tingginya yang hanya 162 cm dengan berat badan 48 kg tak sebanding dengan Raffa dengan tinggi 180 cm dan berbobot 68 kg.


"Apaan loh bilang! gini-gini aku jadi komandan loh juga. Heh!" Aqila terkekeh.


Setelah beberapa lama berjalan menyusuri koridor kelas, akhirnya ia sampai diruangan khusus tempatnya latihan. Disana terdapat banyak peralatan marching band yang berserakan. Beberapa dari itu sudah dikenakan oleh temannya. Kecuali Nawa, gadis itu tampak kesusahan mengenakan bellyranya.


Aqila menempatkan barang-barang yang dibawanya disudut kelas. Dan pergi menuju Nawa. Ia bahkan membantu sahabatnya itu.

__ADS_1


" Udah 3 tahun latihan, masih aja susah pakai ini. Lihat sana yang lain gampang banget pakeknya, bahkan bisa hitungan detik" keluh Aqila.


" Ih apaan sih kan aku lagi pegang minuman nih, makanya kesusahan"


Aqila hanya mendengkus kesal ketika mendengar keluhan salah satu sahabatnya itu.


" Gimana yang lain udah siap?. Rosy siapkan?"


Didalam kelompok marching bandnya, Aqila dan Rosy sebagai komandan lapangannya.


"Siap!" jawab semua anggotanya termasuk Raffa dan Rosy.


Aqila pun beranjak dan pergi mengambil tongkat mayoretnya. Ia dan Rosy tampak lihay dalam memainkannya. Bahkan gerakan mereka membuat semua anggotanya semakin bersemangat untuk menghasilkan nada yang indah. Mereka berlatih sangat keras akhir-akhir ini. Sebab memberikan yang terbaik adalah impian dari mereka.


****


Setelah pulang dari sekolah, Aqila lebih memilih untuk masuk ke kamar. Tanpa berpikir panjang, ia langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang favoritnya. Rasa lelah fisik maupun batin sudah menjadi hal biasa baginya. Anak yang sebentar lagi berusia 17 tahun ini tampak mulai terbiasa dengan berbagai kegiatan dijadwal hariannya.



"Nak... kenapa pulang sampai selarut ini lagi? lihat sekarang sudah jam 18:45. Kalau Ayah kamu tau, dia pasti marah lagi" ucap mama Aqila yang tak ia sadari sudah berdiri dan bersandar dipintu kamarnya.


Aqila sudah memejamkan matanya dan bersiap masuk kedunia mimpi, namun suara itu kembali menganggunya.


Mendengkus kesal, " Hufft. Mah... Aqila pulang telatkan karena baru selesai latihan. Ini juga buat perayaan upacara HUT NKRI dilapangan. "


" Terserahlah... Mamah capek bilangin kamu terus. Makin hari makin keras kepala! "


Tak beberapa lama , Ayah Aqila pun muncul. Ia baru saja pulang dari kantor setelah mama Aqila mendahuluinya. Wajar saja, Ayah Aqila adalah seorang menejer diperusahaan, jika pulang telat pasti habis meeting atau ada kepentingan lain berbeda dengan Mamah Aqila yang hanya sebagai pekerja kantor biasa diperusahaan yang sama. Terlihat ditangan yang hampir keriput itu , ia membawa sebuah undangan. Tampak senyum mulai merekah di bibir manis sang Ayah. Kali ini suasana hati Ayah Aqila sedang baik.


" Ada apa nih ribut-ribut. Udahlah gak apa mah selagi itu baik , Papah gak bakalan marah kok " kalimat yang dilontarkan sang Ayah membuat Mama Aqila membentuk kerutan dikeningnya.


" Tumben Pah? kesambet apa? "


"Hehehe... lihat nih. Ini undangan dari pesantren tempat Hanif berada. Katanya mereka bakalan tampilkan berbagai antraksi di perayaan HUT NKRI itu. Wahh gak sabar deh bisa ketemu Hanif lagi"


Ungkapan sederhana dari surat yang sederhana mampu mencairkan suasana hati yang remuk dan lelah akan urusan dunia kecuali Aqila.


"Wah beneran Pah?. Gak sabar banget lihat pertumbuhan Hanif kayak gimana" balas Mama yang mulai merampas surat itu.


" Iya. Pokoknya harus hadir nih gak boleh gak "


Di sisi lain, Aqila tengah berguling kesana kemari. Ia merasa kesal. Di pikiran Ayah dan Ibunya tidak lain hanyalah Hanif belaka. Bahkan, setiap perayaan HUT NKRI yang sebelumnya, mereka jarang sekali hadir padahal Aqila selalu mendapat berbagi penghargaan dan pujian dari pemerintah, karena kelompok marching bandnya sangat memukau dan selalu memberikan yang terbaik.


" Huh... tau ah " ucapnya dengan suara pelan.


Jum'at , 29 Januari 2021


******Oke sampai disini dulu ya guys.


CATATAN : Novel ini masih dalam tahap reviuw ulang, jadi setiap episodenya aku masih perbaiki. Trus kalau kalian mau baca , jangan lupa lihat tanggal updatenya yah... Love youu

__ADS_1


Jangan Lupa kasih like dong, Koment and Vote yah**** >///<


__ADS_2