Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 7 : Hukuman


__ADS_3

Mereka memasuki gerbang utama sekolah yang sebelumnya Hanif mendengar arahan dari Aqila.


Baru saja tiba , bel apel berbunyi sangat keras agar menjangkau kelas terjauh. Sekolah sudah ramai dengan para siswa dan siswi yang berlalu lalang dikoridor kelasnya.


Apel pagi dimulai setelah semua siswa dan siswinya berbaris rapi dilapangan. Hanif hanya mengikuti Aqila dari belakang. Ya, karena ini adalah hari pertamanya. Dia belum mengetahui dimana kelasnya dan siapa temannya?


Merasa cukup berbasa basi di pengeras suara , Pak kepala sekolah langsung menggantikan guru yang piket untuk hari ini karena ada beberapa hal yang harus ia sampaikan.


"Assalamu'alaikum" sambutnya


"Wa'alaikumussalam" balas mereka kompak


Kepsek memberi sambutan sedikit dan langsung pada inti kalimatnya karena beliau adalah orang yang kurang suka basa basi .


"Tentunya kalian sudah mengetahui jenjang kelas kalian saat ini" menjedanya sedikit


"Saya hanya sekedar mengingatkan pada kalian , bahwa sebentar lagi kalian akan menghadapi penglulusan dan tentunya harus melewati beberapa tahap. Tak perlu lagi saya ucapkan. Saya harap kalian mengerti apa yang saya maksud" Lanjutnya


Mata kepsek sempat tertuju pada lelaki yang masih mengenakan Switer hitam pada barisan paling belakang.


"Saya harap kalian jangan melupakan aturan dan kedisiplinan sekolah kita. Dan kita kedatangan seorang siswa pindahan dari pesantren . Saya harap kalian akan berteman dengan dia. Yang merasa siswa baru , ayo maju ke depan . Perkenalkan dirimu pada teman-teman barumu"


Semua para siswa dan siswi menerawang teman-temannya mencari siapa murid baru itu.


Hanif berjalan maju kedepan. Pandangannya selalu ke bawah yang tidak lain adalah tanah dan rerumputan hijau. Kenapa? karena ada pandangan yang harus ia jaga. Para gadis disana hampir semua menggunakan rok pendek ada yang sebatas lutut dan ada yang diatas lutut.


Astagfirullah...bisa gila aku kalau begini terus. batinnya


Setelah sampai didepan ia mulai memperkenalkan dirinya.


" Assalamu'alaikum" sambutnya


"Wa'alaikumussalam"


Semua orang menjawabnya tapi lebih dominan perempuan.


Berbagai teriakan genit oleh mereka menghiasi lapangan.


"Tampann sekaliii" gumam para siswi kompak


Hanif tak memghiraukan apa yang terjadi saat ini. Menarik nafas dalam adalah jalan satu-satunya agar tidak canggung .


" Perkenalkan nama saya , Hanif Alfarezi . saya dari pesantren Miftahul Khair"


Semua orang mengangguk dan mulai berbisik pada sesamanya. Kepsek merasa tidak nyaman , ia segera mengambil pengeras suara itu setelah hanif memberikannya.


"sebentar jangan dulu bubar , datang dulu ke ruangan saya oke" bisiknya


Hanif hanya mengangguk dan kembali ke barisannya. Semua pasang mata tertuju pada hanif hingga panggilan centil merasuki pendengarannya.


Astagfirullah...Laa Haula Huwala Quwwata illabillah . batinnya


***


"Hanif...aku merekomendasikanmu masuk ke 12 C...bagaimana?"


"ouh...baik pak"


Kepsek memanggil ketos yang tidak lain adalah Rosy.

__ADS_1


"Rosy...tolong antarkan Hanif ke kelas 12 C ya"


"Baik pak..."


Mereka berjalan beriringan , tak ada komunikasi diantara mereka. Bahkan , Hanif sempat mengatur jarak dengannya. Hingga suara membuyarkan lamunannya.


"Kelas 12 C ya, berarti kita tetangga dong" kata Rosy


" I-ya"


Hanif agak gugup saat berbicara dengan seorang wanita , apalagi yang ia belum mengenalinya sama sekali.


Meskipun mendapat jawaban singkat dan datar , gadis cantik itu sesekali mencuri pandang sembari tersenyum kecil pada Hanif.


" Ini dia..silahkan masuk" ucapnya


"B-baik"


Hanif melangkahkan kaki memasuki ruangan dengan mengucapkan salam. Semua wanita di dalam berteriak bagai orang yang kesurupan. Entah apa yang terjadi. Rosy baru saja melangkah meninggalkan ruangan itu harus mengurungkan niatnya sebab ia penasaran apa yang terjadi disana?.


Teriakan aneh dan kemeriahan memenuhi kelas itu hingga beberapa siswa dan siswi dari kelas A dan B ikut berlari menuju kelas C.


***


Jam istirahat...


Hanif membereskan bukunya dengan cepat dan berusaha lari dari kelas itu. Kenapa? kalau terlambat sedikitpun para siswi dikelasnya akan mengurungnya didalam.


Ia menghela nafas panjang saat berhasil keluar dari sana.


Tempat itu seperti Neraka bagiku. batinnya


Hanif berjalan mencari kelas B yang tidak lain adalah kelas dari Aqila. Ia membawa sekotak bekal yang dititipkan oleh mama Aqila.


Dia tampak familiar.


"eeehhh Kang santrii yaa?...kenapa??? adaa apa???" ucapnya dengan berbagai pertanyaan


Dia adalah Nawa. Pertemuannya dengan Nawa pertama kali saat dilapangan upacara.


Mata Nawa sempat melirik sekotak bekal yang berwarna pink. Ia menaikkan kedua alisnya sembari senyam-senyum sendiri.


"untuk Aqila ya?"


Belum sempat hanif menjawabnya Rosy keluar dari kelas itu dan menghampiri mereka setelah mendengar potongan kalimat dari Nawa.


"Hanifff....ini bekall buatt Aqilaa? siniiii biar aku bawaa...tenang gak usah takuutt...akuuu bakalan kasih ke Aqilaa kok" ucapnya dengan kegirangan


Nawa dan Rosy berusaha merebut kotak makanan itu dari tangan Hanif.


"B-benarkah?" tanya hanif tak percaya yang berusaha menahan kotak makanan itu


"Tenang ajaaaa...kitaa bakalaan kasiii kok" jawab mereka kompak sambil sesekali saling menatap muka satu sama lain


Hanif terpaksa mengiyakan apa yang terjadi dengannya , Ia memberikan kotak makanan itu dengan penuh harapan agar bisa diberikan pada Aqila.


"Tolong berikan padanya ya"


"Siappp!!!"

__ADS_1


Dua sejoli itu masuk dengan riang. Mereka langsung berjalan ke bangku Aqila.


"Aqilaaa...ini bekal dari Kang santrii..." ucapnya sembari menyodorkan kotak makanan itu


Aqila menatap lekat apa yang dihadapannya.


"Kamu gak mau?...ya udah kami makan aja yaa...makasihhh Aqilaaa" jawabnya dengan cepat padahal Aqila belum sempat menjawab


Aqila menautkan kedua alisnya dan mulut yang membentuk huruf O namun ditahannya saat melihat kedua temannya membawa kotak makanan miliknya ke bangku terdepan dan mulai menyantapnya.


Ia mengurungkan niatnya dan memegang perut yang berbunyi karena lapar. Kantin saat ini tutup karena pemiliknya pulang kampung untuk sementara waktu.


Setelah menyantap habis makanannya Rosy dan Nawa datang kembali ke bangku Aqila sembari menyodorkan kotak bekal yang sudah ludes habis.


" Enak..." ucap mereka kompak


Aqila menatap sinis kedua temannya sembari mengepal kuat telapak tangannya.


"Ini bekalku...kenapa kalian menyantapnya!!!!" bentak Aqila sembari memukul mejanya sekuat tenaga


Dua sekawan itu hanya menelan salivanya bingung untuk berkata apa.


Aqila mengamuk dikelas karena kelaparan , hingga guru masuk kedalam kelas.


Mereka tak menyadari bahwa bel masuk sudah berbunyi


Rambut Aqila , Rosy dan Nawa acak-acakan karena saling menjambak rambut satu sama lain.


Pak guru masuk dan menggeleng-gelengkan kepala tak percaya apa yang terjadi. Aksi mereka dihentikan oleh teman lelaki sekelasnya namun tak mempan hingga pak guru harus turun tangan.


***


Bel pulang berbunyi keras...


Sorakan kebahagiaan meramaikan suasana. 3 Sekawan tadi tak berbicara satu sama lain mereka hanya berlalu saja tanpa menegur. Aqila tak memusingkan apa yang terjadi , ia hanya keluar dari kelas dan mendapati hanif yang menunggunya sedari tadi.


" Aqilaa..." panggilnya


Aqila cuek dan terus berjalan lemas dengan rambut yang acak-acakan.


Hanif mendekatinya dan berusaha menyelaraskan langkahnya.


" Aqila..bekalmu habis? kau sudah memakannya?"


Aqila menghentikan langkahnya. Ia memegang kuat kotak bekal itu dan menghempaskannya ke lantai dengan keras. Mereka kembali menjadi sorotan mata dari teman-temannya.


Mata hanif kembali membola kaget. Ia berusaha untuk menenangkan Aqila,


namun tak bisa.


"Ini semua salahmu...Aku lapar...bekalku dimakan sama mereka!!!" teriak Aqila dengan kemarahan penuh sembari menunjuk dua temannya yang menjauh


" Berarti aku tidak amanah..." gumamnya


"Tanggung jawab!!! aku lapar...kalau gak ? aku bakalan laporin kamu ke mamah!!!" ancamnya


Hanif kaget , ia merasa cemas dan takut. Keringat mulai bercucuran disekujur tubuhnya.


"Aku bakalan traktir kamu! ayo..." ajak Hanif setelah mendapat ide

__ADS_1


Aqila terdiam dan berpikir sejenak.


Ini adalah hukuman pertamamu. batinnya.


__ADS_2