Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 18 : Siapa dia???


__ADS_3

"Masya Allah..." ucap hanif dalam hati


Namun lelaki itu menggeleng-gelengkan kepalanya , merasa bersalah. Dengan cepat ia menyusun buku-buku itu . Dan memohon pamit padanya.


"Maaf...saya tadi tidak sengaja..saya pamit" ucap Hanif dengan datar


Lelaki itu perlahan menjauh dan meninggalkan orang itu. Ia berbaris di tempat apel bersama teman-teman kelasnya. Menanti sambutan dan penyampaian dari guru piket.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" sambut guru piket


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab siswa dan siswinya kompak


Sambutan awal guru itu lontarkan dengan pelan. Hingga sampai ke inti kalimatnya. Guru itu tak mau berbasa basi lama-lama sebab ia memahami para muridnya berdiri di bawah sinar matahari dengan waktu lama sangat merepotkan tapi baik juga untuk kesehatan mereka. Karena sinar matahari pagi adalah vitamin D untuk tubuh.


" Anak-anak ada beberapa hal yang perlu bapak sampaikan... bahwa beberapa minggu ke depan , kalian akan menghadapi ujian praktek seni budaya dan Pendais . Tapi sebelum itu kalian terlebih dahulu melewati ulangan semester selama 6 hari . Saya harap kalian akan terus belajar tiada hentinya. Karena ini akan sangat membantu kalian untuk menghadapinya" menjeda sebentar


" Oke...anak-anak...ada kabar gembira yang ingin bapak sampaikan pada kalian..."lanjutnya


Semua siswa dan siswi tampak kacau karena penasaran. Suara mereka beraneka macam hingga membuat kebisingan tersendiri.


"Sudah..sudah..harap diam jika kalian ingin mendengarnya... Bapak cuma ingin sampaikan bahwa kita kedatangan murid baru hari ini. " ucapnya


Semua tampak riang gembira kecuali hanif. Ia hanya menatap wajah guru piket itu dengan dingin. Pikirannya sedang tertuju pada Aqila. Sikap Aqila mulai aneh pada dirinya.


" Seorang siswi cantik pindahan dari pesantren Miftahul Khair" lanjut guru piket di balas dengan tepukan tangan riang oleh siswa dan siswinya


Hanif tersontak kaget , matanya membulat saat mendengar kalimat tentang " Pesantren Mifhtahul Khair" dimana ia berasal.


Pesantren Miftahul Khair adalah pesantren besar dan penuh kedisiplinan baik para santri maupun santriwati. Asrama mereka sudah jelas dipisahkan. Namun dalam beberapa aktifitas terkadang mereka bertemu. Baik dalam acara keagamaan dan lain sebagainya.


Siswi cantik yang dahulunya santriwati itu mulai memberanikan diri keluar dari ruang guru , saat ia di sambut dengan gembira.


Wajahnya selalu menunduk ke bawah. Tak berani menatap mereka yang menatapnya. Aneh bagi beberapa siswi lain yang melihatnya.

__ADS_1


Ya , dia tidak lain adalah wanita bercadar. Balutan kain penutup wajahnya membuat beberapa siswa dan siswi penasaran akan wajah dibalik cadar itu.


Usianya masih terbilang muda namun ia sudah masuk ke sekolah dengan cepat. Hingga umurnya satu tahun lebih muda dari Aqila. Namun bukan masalah baginya. Ia tetap bersikeras agar masuk ke kelas 12.


"Perkenalkan dirimu nak" ucap guru piket sembari memberikan pengeras suara padanya


ffiiuuuhhh...prok....prookk...prokk


Aneka suara siulan centil dan tepukan tangan menghiasi lapangan apel itu. Rasanya risih sekali. Dia tidak terbiasa dalam keadaan seperti ini.


Wanita itu menelan salivanya. Ia berusaha memberanikan diri untuk memperkenalkan dirinya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" sambutnya dengan suara yang di pelankan namun lembut


"Wa'alakumussalam warahmatullahi wabarakatuh ukhtyy" jawab beberapa siswa dan siswi kompak


Menghela nafas , " Perkenalkan nama saya An Nissa...Saya berasal dari pesantren Miftahul Khair...Dan Alhamdulillah saya di terima di sekolah ini dan sesuai apa yang guru katakan bahwa saya di terima di kelas 12 C...semoga kita bisa berteman baik . " ucapnya


Semua siswa dan siswi berhura kesal sebab berharap murid baru itu masuk ke kelas mereka namun keberuntungan bukan berada dipihaknya.


Ketua osis pun mengantar An Nissa ke kelas 12 C. Gadis itu berusaha menjaga jarak dengannya sebab ia terbiasa dengan kebiasaan mereka saat di pesantren.


"ouh ya nama kamu An Nissa ya?" tanya ketos


" umm iya" jawabnya canggung


"umm perkenalkan nama saya Akhtar Ghaishan...biasa di panggil Akhtar" ucapnya dengan menyodorkan tangan kanannya namun tak dibalas dengan Nissa


Nissa hanya membalas dengan kedua telapak tangannya ia lekatkan ke depan . Berusaha memberi sinyal bahwa bersalaman dengan orang yang bukan mahram adalah haram.


" ouh...iya maaf..saya paham" jawab Akhtar dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Di dalam kepengurusan osis tahun lalu yang terpilih adalah Akhtar dan rosy. Namun suara terbanyak adalah Akhtar. Jadi , Rosy hanyalah wakil ke 1 Osis. Untuk sementara ini Akhtar masih menjabat sebagai ketua osis sebab waktu pemilihan pengurusan osis selanjutnya belum di atur. Mereka masih sangat sibuk dengan aktifitas belajarnya.

__ADS_1


"Ini kelasmu...silahkan masuk" usul Akhtar dengan pelan


Gadis itu hanya membalas dengan anggukan . Ia terus memandang ke lantai. Kedatangannya pun di barengi dengan guru yang mengajar hari ini. Karena beberapa waktu lalu bel sudah berbunyi.


Guru itu mengucap salam sebagai sambutan awalnya masuk. Sedangkan disamping bu guru itu terdapat An Nissa yang sedang ia rangkul.


" Nak...perkenalkan dirimu" ucap bu guru


"Baik bu...teman-teman perkenalkan nama saya adalah An Nissa..." ucapannya ia ulang seperti di tempat apel dahulu


"Saya harap kalian bisa berteman baik dengan dia ya... An Nissa...silahkan cari tempat dudukmu" usul guru dengan lembut


An Nissa kembali menghela nafas sebab ia melihat tempat duduk sudah pada penuh kecuali tempat duduk deretan ke 5 yang berada dibelakang. Tak ia sangka tempat duduknya berdekatan dengan Hanif , lelaki yang menabraknya tadi.


Langkah demi langkah ia tuju pada bangku kosong itu. Tatapannya tetap ke lantai . rasanya canggung untuk melihat teman barunya.


Setelah sampai An Nissa segera menduduki bangku itu. Ia sempat melirik hanif yang berada tak jauh di sampingnya.


Tak lama kemudian sepucuk kertas mendarat di meja hanif. Bagi lelaki itu rasanya enggan ingin membukanya namun kode dari siswi baru itu sangat mengganggu.


" Hanif kan???" ucapnya pada tulisan di atas kertas lusuh itu


Hanif hanya mengernyitkan kedua keningnya. Sebab yang ditabraknya tadi ternyata mengenalnya. Tatapan lelaki berkopiah hitam itu tetap menatap lurus ke depan namun anggukannya tertuju pada wanita itu.


Sebenarnya siapa dia??? ... di pesantren memang aku kenal seorang santriwati tapi aku tak mengetahui namanya...apa jangan-jangan itu dia? . batin hanif


Kemudian sepucuk kertas kembali mendarat dimejanya.


" Kakak masih kenal aku gak?" tanya Nissa berulang


Kembali lagi lelaki itu tersontak kaget saat membaca pesan kertas itu. Berarti apa yang dipikirkannya ternyata benar. Dia adalah santriwati yang sering teman-temannya ganggu.


Astagfirullah...kenapa dia ikut pindah juga kesini? . batin hanif

__ADS_1


Enggan rasanya membalas surat-suratan itu baginya. Hanif hanya membalas dengan anggukan namun tatapannya tetap tertuju pada papan tulis.


Nissa tersenyum tipis dibalik balutan cadar yang dikenakannya saat melihat anggukan dari hanif.


__ADS_2