Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 11 : Rencana


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang mengguncang adrenalin akibat hujan yang mengguyur begitu deras dan angin yang bertiup kencang, taksi itu memberhentikan mobilnya pada bangunan besar yang ada disampingnya.


Bangunan mewah itu diselimuti cahaya lampu yang membuat hati terpukau saat melihatnya.


Setelah membayar Hanif keluar dari mobil sembari menutup kepalanya dengan kedua tangannya sedangkan Aqila enggan untuk keluar.


" Aqila...keluar , kita sudah sampai"


" Tidak mau...aku tidak ingin basah "


" ouh..kalau begitu aku carikan dulu payung"


" Ya sudah...sanaa cepaatt!!"


Setelah pergi beberapa lama meninggalkan Aqila yang masih berada dimobil , lelaki itu tiba dan memberikan payung hitam untuknya.


" Ini...pakai " ucapnya


" hanya satu??? kamu??"


" iya..tidak apa-apa..lagian aku sudah basah memang...sekalian aja mandi kan sebentar lagi aku mau ke masjid"


ouh gitu...tapi kalau kamu sakit gimana???...ehh ngapain aku perhatian sama dia?!.. lagian kalau dia sakitkan lebih bagus . Batin Aqila


Tanpa pikir panjang Aqila langsung mengambil payung itu dengan paksa. Dan berjalan meninggalkan hanif yang sudah basah kuyup. Gadis itu berlalu menerjang guyuran Hujan itu.


Selama perjalanan hujan begitu deras tak kunjung berhenti hingga saat ini. Dan angin bertiup kencang membuat payung yang dipegang Aqila hampir menerbangkan dirinya.


Aqila memegang pangkal payung itu dengan erat , sesekali gadis itu menjinjitkan kedua kakinya , " aaagghhh...akuu tidaaakk kuuaatt lagiii... Hanifff tolonggg!!!"


Sedangkan dari belakang , Hanif hanya tertawa kecil saat melihat tingkah Aqila yang tak kuasa menahan payung yang dikenakannya. Bobot tubuh Aqila yang ringan Hampir saja terbawa oleh angin.


Sudah...sudah cukup tertawanya. batin Hanif


Dengan segera Hanif berlari menerjang derasnya guyuran hujan dan angin yang masih bertiup kencang.


Tangannya langsung menahan pangkal payung Aqila tanpa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Hanif tak sedikitpun menyentuh Aqila . Haram baginya menyentuh wanita yang belum halal untuknya. Lelaki itu tak mempedulikan Aqila yang sudah basah kuyup akibat payung yang dikenakannya sudah terbalik dan menjulung keatas.


"huuhhhh...percuma pakai payung kalau ujung-ujungnya basah juga!!!" sambil mengebaskan pakaiannya yang basah dan berair


Mendengar sindiran Aqila , Hanif hanya menunduk bersalah.


" Maaf... aku tak bermaksud seperti ini sebelumnya"


Aqila kembali mendengkus kesal dan berlari meninggalkan Hanif . Tubuhnya yang sempoyongan berusaha menahan tiupan angin dan hujan itu.


Keras kepala. Gadis itu tetap saja berlari . Tak memperdulikan apa yang dihadapannya. Karena pikirnya hanya satu yaitu teras bangunan itu.


Namun kesialan tetap menjadi sahabat Aqila. Dirinya tersungkur jatuh pada tanah yang sudah dilapisi semen. Permukaan jalan yang dilaluinya sangat licin akibat genangan air yang mengalir menuju pembuangan.


Aqila terduduk menatap lututnya yang berdarah.


Hiksss..hiksss saakittt...eh kalau aku menangis , Hanif pasti berpikiran yang aneh-aneh...Tidak!!! aku harus bangkit lagi...dan berlari..meskipun ini sakit...Tapi taak apa!!! . batin Aqila


Gadis itu bangkit dan kembali menerjang hujan dan Angin yang sedari tadi menganggunya.


Hanif dari tadi diam ditempat menatap gadis itu dengan sendu.


Tenyata dia tak secengeng apa yang aku kira.


batin Hanif dengan senyuman tipis merekah di bibirnya


Kini , gadis itu berhasil sampai ditujuannya . Ia bertedu pada teras apartemen itu meskipun tubuhnya mulai menggigil kedinginan.


Hanif kembali melanjutkan langkahnya dengan santai meskipun hujan menerpanya berulang kali dan tiupan angin yang berusaha menumbangkannya. Tapi , bagi Hanif itu hanyalah gangguan kecil untuknya. Tubuhnya yang berisi tampak kekar terus berjalan tanpa rasa takut sedikitpun.


Setelah tiba , lelaki itu menutup dan mengibaskan payung hitam yang semula ia kenakan.

__ADS_1


Ehhh...kalau masuk dalam keadaan basah kuyup begini...bisa atau tidak ya? . batinnya


Tak lama kemudian satpam menghampiri mereka.


" Mau masuk ya?" tanyanya


" Iya pak...kira-kira bisa gak?" jawab Hanif


" Aduh...kalau basah gitu..lantai jadi licin...tapi jangan khawatir...ikuti saja saya...nanti akan kuberi jalan lain"


Mereka membalas dengan anggukan dan mengikuti setiap langkah satpam yanga ada didepannya.


Satpam itu membawa mereka melewati halaman belakang . Suasananya gelap sebab hanya ada beberapa lampu yang menyinarinya.


"Uhhh seram banget sih" gumam Aqila


" Ini dia...kalian bisa menggunakan tangga ini...menuju ruangan kalian..." menjeda sedikit


" ruanganmu berada dilantai berapa?" lanjutnya


"Lantai 14 pak..."


"Haaaa!!!" teriak Aqila dan satpam kompak


" B-berarti...kalian harus melewati tangga ini sebanyak 14 kali " ucapnya gugup


***


Berjuang melewati tangga yang cukup panjang membuat mereka kelelahan.


Hanif berhasil membuka pintu apartemen miliknya setelah menekan sandinya.


Aqila menerobos masuk lagi. Dia mengamuk habis.


" Manaaaa Toiletnyaaa...aku sudah masuk angin!!!!" teriaknya dengan pergi kesana kemari


" Assalamu'alaikum" menjeda sebentar ,


Lelaki itu mangajak Aqila melewati koridor ruangannya yang yang berhimpit. Ia menunjukan salah satu ruangan yang berada diujung.


" sepertinya itu? " tunjuknya


" hmm baik!!!"


Aqila langsung memasuki ruangan itu dan membersihkan dirinya cukup lama. Sebab disana tersedia air hangat jika hujan. Setelah membersihkan diri , ia kebingungan ingin mengenakan pakaian apa? .


" Hiksss...apa yang akan aku kenakan? sedangakan pakaianku basah"


Matanya menerawang luasnya kamar mandi itu. Tatapannya sempat tertuju pada balik pintu. Ia melihat ada kimino dan handuk yang tersedia. Tanpa pikir panjang Aqila langsung mengenakannya.


Gadis itu menyusuri ruangan itu dengan sedikit canggung dan penuh rasa takut. Bukan takut karena sesuatu tetapi ia takut karena koridor itu cukup seram.


Matanya sempat menangkap sesosok wanita yang melewati dua ruangan dengan perlahan.


" Aaaaaaaa!!!!" teriaknya


Gadis itu berlari dengan cepat . Tak peduli tembok yang harus ia tabrak dan beberapa perabotan yang harus ia rusaki. Aqila melemparkan beberapa hiasan kaca pada wanita yang mengenakan daster putih itu.


" Stop!!!" bentak wanita tua yang mengenakan daster putih


Aqila menghentikan pergerakannya. Tubuhnya bergetar habis. Dan pada saat yang tepat hanif datang dan menghampiri mereka setelah pulang dari salat magrib dan Isyanya.


" Ada apa ini?"


Gadis itu langsung bersembunyi dibelakang tubuh Hanif , " I-itu...Ada Kun-Kun!?"


Hanif mengernyitkan kedua alisnya merasa heran akan ucapan Aqila.

__ADS_1


" Apa???... Kukun???" tanya Hanif sembari tertawa kecil


" Hikss...Kun-kun... bodoh!" gumam Aqila


Mereka berdua tengah asyik berbisik yang membuat wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan menatap mereka dengan tatapan kosong.


"Kukun..eh kun-kun itu apa?" tanya Hanif keheranan


Aqila mendengkus kesal dan tak segan menjitak kepala Hanif dengan keras , "Bodoh!!


Kun-kun itu bahasa tren sekarang...yang artinya kuntilanak!!!"


Wanita paruh baya itu tertawa terbahak-bahak , sama dengan Hanif yang bingung dan keheranan .


Aneh zaman sekarang hantu pun punya julukan . batinnya dengan tertawa kecil


" Tunggu...hahahaha...aku ini adalah pengurus apartemen tuan Hanif...Aku sebenarnya sudah dipekerjakan oleh ayahnya telah lama tapi hanif baru datang sekarang..."


Aqila melirik keduanya dengan tatapan sinis dan kesal. Sedangkan hanif hanya tersenyum menahan tawaannya .


" Mulai sekarang..aku yang akan merawat apartemen ini dan memasakkan Tuan Hanif makanan jika ia kesekolah" lanjutnya


Hanif mengangguk paham dan kembali menatap Aqila.


" Bagaimana??" tanya Hanif


" Hikss..kamu gak boleh langsung percaya...kalau dia orang jahat gimana!!" bisik Aqila


" hummm gak tuh...aku percaya " jawabnya kembali berbisik


" Heii!!!... apa yang bisa kamu percaya...memangnya ada bukti?!"


" umm ada..."


" hikss ya sudahlah...!!!" jawab Aqila dengan keras


Aqila izin ingin pulang kerumah dan langsung berjalan ke pintu.


" Hei..." halang Wanita parih baya itu


" Ada apa!!!" bentak Aqila


" Pakaianmu..."


Hanif baru saja menyadari pakaian aqila dari tadi.


" Astagfirullah..." ucap Hanif yang langsung menurunkan pandangannya merasa bersalah


"Astagaaa!!!!" teriak Aqila yang langsung berlari kocar-kacir kesana kemari


"kalau begitu..pakai saja pakaianku" usul Hanif


Aqila berhenti dalam gerakannya menatap lekat hanif.


" Pakaian laki-laki?? " sesalnya


" Iya...mau atau tidak? daripada pakai kimino sama handuk gitu"


Gadis itu terdiam dan berpikir sejenak.


" Hmm baiklah" Ucapnya


Hanif dengan segera berlari kecil ke kamarnya mencari pakaian yang cocok dikenakan Aqila dan memberikannya.


Menghela nafas , " Terima kasih " .


Ia segera menuju ke toilet dan segera mengganti pakaiannya. Setelah selesai , ia menatap wajahnya dicermin. Gadis itu berpikir saat melihat wajahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba ia tersenyum kecil bahkan tertawa lekat.


" Hahahahha...aku punya rencana!!!"


__ADS_2