Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 14 : Beraksi...


__ADS_3

Aksi panjat-panjatan pun terjadi. Dua kuntilanak merah dan putih itu tengah berusaha menaikan kaki mereka ke sela-sela bata yang menyusun pagar itu. Aqila yang berperan sebagai pocong berada dibelakang sembari menertawakan mereka sepuasnya. Adegan yang jarang ia lihat. Setelah merasa cukup terhibur , Gadis itu langsung saja membuka bicara.


"Ha...ha..ha..ha...sudah cukup...kalian sepertinya kesulitan" ucapnya disertai tawaan yang tak kunjung berhenti


Suara Aqila berhasil mengusir keheningan pikiran mereka. Rasa marah karena menjadi bahan ejekan dan hiburan temannya yang satu itu membuatnya sedikit kesal. Seandainya dia bisa dikerjai! , sudah mereka lakukan sejak lama.


"Gak lihat apa?! orang lagi capek-capek usahain biar sampe..malah di ketawain!" bentak Rosy yang penuh kekesalan


" Iya!!! gak punya hati kamu!!!" timpal Nawa


Gadis itu mengernyitkan keningnya. Rasanya ingin marah tapi suasana hatinya sedang bahagia. Tak ada waktu untuk marah saat ini.


" Terserahlah..aku cuma pengen bantuin kalian kok...disamping pohon itu ada tangga...ambil gih...kita pakai itu" pinta Aqila sembari menunjuk salah satu pohon dengan dagunya


Rosy bergidik ngeri saat melihat pohon yang diarahkan Aqila , " Hisshh seram amat sii..kenapa gak dari tadi aja?!"


Seketika mendorong Rosy, "Sanaaa..buruan!!!" pinta Nawa


Dengan terpaksa gadis itu berjalan mendekati pohon yang itu dan mengambil tangganya. Kemudian , Nawa mendapat giliran pertama yang naik. Langkah yang terus bergetar tak sanggup untuk meneruskannya namun dipaksa oleh kedua temannya.


Dan yang mendapat giliran kedua adalah Rosy. Gadis itu segera menaikinya. Namun dicegah oleh Aqila.


Menatap Dengan sendu , " Kamu mau ninggalin aku , dalam keadaan begini?" tanya Aqila dengan memasang wajah kasihan


Memutar bola matanya seakan peka dengan maksud licik Aqila , " jadi??? aku harus gendong kamu gitu??"


Gadis yang menyamar sebagai pocong itu hanya mengangguk bodoh dengan polos , "Iya...masa tega sih..aku kan pocong..masa mau lompat di tangga-tangga itu sii?" .


Alasan Aqila membuat Rosy tersentuh. Mau tidak mau iya harus mengikui permintaan gadis itu walau merepotkan!.


Gadis yang bertubuh atletis itu menggendong Aqila dengan hati-hati menaiki tiap tangga mengerikan itu.


***


Setelah melewati pagar tinggi mereka akan masuk lewat jendela yang semula Aqila siapkan .


"Lewat sini! "ajaknya


Mereka bertiga berjalan mengendap-ngendap berusaha tak ada yang melihatnya. Ruangan yang mereka masuki tepat diruangan Apartemen Hanif.


***


Tiga sekawan itu menyusuri koridor apartemen tengah mencari seseorang yang mereka tuju. Seperti rencana , Mereka mengambil tempat masing-masing.


Nawa bertugas menjaga diarea dapur. Rosy menjaga diarea koridor yang menghubungkan dua ruangan. Sedangkan Aqila bertugas menjaga diarea toilet ke 2.


Jam sudah menunjukan pukul 02:45. Perjalanan yang memakan waktu cukup lama. Gadis itu berdiri menunggu kedatangan Hanif. Sesekali ia jongkok untuk menghilangkan pegal dikakinya. Kini rasa kantuknya tak cukup ia tahan. Rasanya ingin tidur sejenak.


15 menit kemudian...


Aqila sudah terlelap dalam tidurnya dengan keadaan tangan yang memeluk kedua lututnya. Sedangkan Hanif seperti biasa ia selalu bangun di sepertiga malam untuk menunaikan salat tahajudnya. Toilet 1 dan 2 berdampingan. Jadi , ketika Hanif berjalan ke toilet ia akan melihat sosok itu.


Matanya hampir tak menangkap sosok aqila yang duduk diantara toilet itu karena ia terlalu fokus pada tujuannya. Tangannya ingin memegang gagang pintu dan membukanya . Namun ekor mata lelaki itu sempat melihat sosok putih tapi tak ia hiraukan. Matanya serasa masih ingin terpejam namun ia paksa agar tetap terbuka.


Membasuh wajah dengan air wudhunya membuat kesegaran tersendiri. Sejuknya malam dan subuh seakan menjadi satu. Wajah yang memancarkan cahaya kealamian rohani mampu memikat hati yang melihatnya. Ia segera keluar dari toilet itu dan menghadap kiblat untuk berdoa.


Baru saja merasakan kesejukan air wudhu , kini jantungnya harus di latih dengan sosok yang dilihatnya.


Apa ini ??? si Ocong?? nginap atau cuma singgah???. Pikirnya


Sedangkan Aqila yang merasa ada bayangan yang menghalangi cahaya lampu membuat matanya ingin sekali terbuka.


Tatapan sayup Aqila masih terasa buram. Tak jelas apa yang dilihatnya tapi cahaya wajahnya mampu ia terawang dalam kekaburan penglihatannya.


S-siapa ini???. batin Aqila


Pocong itu mendongakkan wajahnya dengan lugu melihat seseorang yang berdiri di depannya . Ia mulai membulatkan matanya kaget. Ternyata rencananya akan dimulai. Aqila berusaha berpikir jernih agar rencananya kali ini tidak gagal.

__ADS_1


Tubuh hanif mulai bergidik ngeri saat melihat si pocong yang masih terduduk menatapnya.


Tangan yang masih gemetar ia angkat dengan berani dan memegang pucuk kafan pocong itu . Lelaki itu mulai melantunkan surah-surah pengusir syeitan. Yang dimulai dari Al-Fatihah, Al-ikhlas , Al-Falaq, An-nas, Ayat kursi dan beberapa dzikir .


Namun saat ia membuka matanya ia dikejutkan dengan tingkah pocong itu.


Astagfirullah...apa aku salah baca? . pikirnya


Sedangkan Aqila malah menikmati lantunan ayat-ayat yang diberikan Hanif.


Masya Allah...merdunya...kalau begini mah syetan mana kabur kali?. pikir Aqila


Akan tetapi , ia harus terus fokus pada tujuannya. Kali ini Hanif harus menyerah. Gadis itu memulai aksinya. Ia menatap Lelaki itu dengan intens dengan tersenyum lebar menampakkan giginya yang merah sehabis memakan buah naga.


Tidak. Iman Hanif harus kuat. Derajatnya lebih tinggi dibanding para jin atau syeitan . Ia terus beristigfar dan memohon perlindungan. Kali ini Hanif mulai membaca Ayat kursi dengan suara getarannya agar memberi kesan menakutkan.


Dari Awal sampai akhir , ia lantunkan tak ada respon sedikit pun dari pocong yang ada di dekatnya. Lelaki itu menelan salivanya.


Dia si Ocong atau apa ? kok bisa tahan ama lantunan ayat yang aku kasih si? apa ini pocong jadi-jadian???. pikir hanif


Aqila mulai senang dengan tingkahnya yang semakin menjadi-jadi. Agar memberi kesan lebih menakutkan . Gadis itu tertawa layaknya kuntilanak tapi dengan intonasi yang pelan.


"Hi...hi...hii...hiii"


Dengan membuat beberapa garis pada pertengahan keningnya , Hanif merasa heran dan mulai berpikir yang aneh-aneh.


Ini pocong kerasukan arwah kuntilanak??? emang bisaa??? . batinnya


Setelah merasa cukup puas dan belum ketahuan oleh hanif. Gadis itu ingin beranjak dari duduknya . Namun kakinya mati rasa . Keram seperti adanya semut yang mengerubungi kakinya.


Astaga bahaya nih...kalau aku gak bisa lompat gimana?.


Pocong itu mulai kebingungan . Bola matanya melihat kesana kemari berusaha mencari ide.


Sedangkan Hanif menaikkan salah satu alisnya. Ia mulai berpikir lagi.


Namun tak ada jalan bagi aqila. Kakinya tak kunjung membaik. Ia harus segera bertindak.


Nyesot...ya nyesot adalah jalan keluarnya!!!. batin Aqila


Pocong itu segera meluncur dengan kedua kaki sedikit ditekuk . Ia menyeret tubuhnya dengan cepat.


Astagfirullah...sekarang karasukan suster nyesot...ini hantu kenapa si?. Laa Haula Huwala Quwwata illah billah. batin Hanif


Lelaki itu mulai merinding ketika melihat sosok pocong yang menyeret sebagian tubuhnya ke lantai berusaha menjauh. Tubuhnya tampak kaku . Bingung apa yang harus ia lakukan.


Saatnya giliran si kuntilanak merah yang beraksi. Sesuai waktu yang ia tentukan. Pasti Hanif sudah selesai berwudhu . Gadis yang mengenakan daster merah itu menaruh skeatboardnya pada kaki agar lintasannya secepat angin. Ia mulai memainkan skeatboard itu dan menutupinya dengan daster panjangnya.


Rosy pun beraksi . Ia melewati beberapa koridor . Salah satu koridor yang ia lewati , matanya sempat menangkap sosok Aqila. Gadis yang menyamar sebagai pocong bukannya melompat malah menyesot.


Diawali dengan rasa kaget dan diakhiri dengan tawaan. Mulutnya tak sanggup untuk menahan tawaannya. Secara kebetulan ia berperan sebagai kuntilanak. Dan Aqila mendukungnya untuk tertawa.


Rosy melepaskan tawaannya dengan kuat hingga titik fokusnya bermasalah. Dirinya melihat hanif berdiri di belakang Aqila. Tatapan dan respon yang diberikan sangat aneh dan lucu baginya.


Skeatboard yang dikenakan Rosy pun hilang kendali. Gadis yang menyamar sebagai kuntilanak merah itu pun tumbang saat dirinya tertabrak oleh dinding yang persis ada di sampingnya.


Guuubbraakkk...


Suara bunyi itu mampu mengagetkan penghuni rumah. Hanif segera tersadar dari lamunannya . Ia berlari mencari sumber bunyi itu.


Kedatangannya sempat mendapati Aqila yang sedang membantu Rosy untuk berdiri.


Sebenarnya mereka itu hantu atau bukan?. Tapi masa sih hantu bisa jatuh. pikir hanif


Pikirannya yang sedari tadi itu sempat tertuju pada seseorang . Ya tidak salah lagi. Dia! si gadis usil itu. Jadi , kali ini rencananya adalah menakuti dirinya dengan sosok hantu?. Maaf! ... jangan panggil hanif kalau masih takut sama yang begituan.


Berjalan mendekat , " hmmm hmm hmm" lelaki itu menggeleng- gelengkan kepalanya beberapa kali .

__ADS_1


" Jadi ini kalian?... bukannya istirahat dirumah malah gangguin orang" tegurnya


Tubuh Aqila dan rosy yang masih dibaluti kostum mereka mulai bergetar habis. Tak apalah setidaknya rencana mereka sudah berhasil walau ujung-ujungnya ketahuan , pikirnya.


Gadis itu berbalik dan berkata "Surprise...makanya!!! jangan pernah gangguin aku!!!..."


Lelaki itu kembali mengernyitkan keningnya


" heh..siapa yang gangguin kamu? justru kamu yang gangguin aku"


Suara mereka sangat menganggu Rosy yang tengah kesakitan.


" Sudah-sudah...bukannya bantuin malah bertengkar...gak lihat apa! orang lagi kesakitan gini malah dibiarin!" keluhnya


Setelah mendapat teguran dari Rosy , Hanif dan Aqila segera membantunya.


" Eh dimana Nawa? kok gak muncul-muncul sih?" tanya Aqila


" Kan kamu yang tugasin dia untuk jaga di dapur!" jawab Rosy


Sedangkan hanif masih terdiam menatap dua gadis aneh ini. Entah dari mana mereka masuk. Pikirannya sedang kacau kalau memikirkan mereka.


Dengan cepat mereka berlari ke dapur. Setelah Aqila melepas tali kafannya yang dikaki. Matanya membola kaget ketika setibanya disana.


Gadis yang berperan sebagai kuntilanak putih malah tertidur di samping kulkas. Tangan dan mulutnya di penuhi dengan sisa-sisa makanan yang disantapnya.


" Astagaa...NAWAAAAA" teriak Rosy dan Aqila kompak sedangkan hanif menutupi telinganya dan menatap mereka dengan tatapan kosong


" Kamu ini ya!!! bukannya bantuin kita...malah enak-enakan makan di sini yaa!!" bentak Aqila


Tangan gadis itu mulai menjambak rambut palsu Nawa dengan keras hingga lemnya pun ikut terlepas.


" Awww...saakiitt..ampun Aqilaa...aku mengantuk banget...jadi aku makan aja boar gak tidur" sesalnya


" enak aja..kan sama saja juga ketiduran!!!" timpal Rosy


Gadis itu hanya menunduk menyesali perbuatannya. Tiba-tiba pikirannya sempat terlintas saat melihat wanita paruh baya itu.


" Aqila...mana pembantu tadi? bilang dia makasih ya udah mau bantuin kita"


Sebelum mereka memasuki apartemen hanif. Mereka sempat dikejutkan dengan wanita paruh baya yang sudah memang berada dijendela tempat mereka masuk. Mereka juga sempat berbicara dengannya . Bagaimana caranya agar rencana yang disusun Aqila berhasil. Wanita paruh baya itu adalah pembantu dari Hanif. Ia bekerja di apartemen hanif atas permintaan Ayahnya.


" Ouh iya...bener juga..kok gak kelihatan ya" pikir Aqila


Hanif membulatkan matanya saat mendengar wanita paruh baya yang dimaksud mereka.


" eh kalian salah orang kali...dia itu tadi sore udah minta izin pulang ke kampungnya... katanya ada acara kampung...jadi ia izin . Masa sih datang ke apartemen aku malam-malam hanya untuk cek kalian...kan lucu" ucap Hanif


Para gadis itu sama sekali tak mempercayai penjelasan dari hanif. Nah jelas-jelas dia tadi duduk dijendela kok.


"halahhhh..mau nakutin kita? maaf yeah...kita gak takut ama gituan!!!" timpal Nawa dengan semangat


" Sudahlah...terserah kalian...lihat!!! sekarang sudah jam 04.00 subuh...gara-gara kalian aku gak jadi salat tahajud!" lanjutnya dengan kesal


" eh bukan salah kita" jawab mereka kompak


Hati lelaki itu kian memanas, tingkah mereka sudah melewati batas.


Astagfirullah...sudahlah tak ada gunanya untuk berdebat dengan mereka. batinnya


" Sudah cukup...ikut aku...biar aku antar kalian pulang!" ajak Hanif


" Kita bisa sendiri kali!" jawab Aqila dengan tatapan intensnya


" terserahlah!!!" kesalnya sembari berjalan meninggalkan mereka


" Hei Aqila!... kenapa gak mau si? kan kalau dia yang anter hemat dong...gak usah bayar lagi" sambung Nawa dan rosy setelah berbisik

__ADS_1


"Eh iya juga ya...jadi dia dong yang bayar taksinya hahaha...kejar dia!"


__ADS_2