
Rosy, Nawa , Aqila dan Hanif berdiri didalam ruangan itu. Mendengar ceramah dan beberapa teguran , sudah memenuhi telinga mereka. Hari ini mereka telah melakukan hal yang sangat konyol. Bahkan baju mereka yang masih basah dengan warna kecoklatan dan beberapa rerumputan kering . Mereka terpaksa harus dipulangkan dan tak memungkinkan untuk tetap bertahan disekolah 2 jam lamanya .
"Kelakuan kalian hari ini sangat memalukan!!!" ucap guru BK dengan tegas
Mereka yang mendengarkan itu hanya tertunduk pasrah dan merenungi kesalahan mereka.
"Lain kali...jangan ulangi lagi!!!" lanjutnya
Anggukan demi anggukan dibuat oleh mereka agar guru merasa yakin dengan jawabannya. Meskipun hanya isyarat.
" Hari ini Hanif dan Aqila harus saya pulangkan!"
Wajah yang dipasang para murid itu kaget tak karuan. Mapel yang masuk hari ini tinggal 2 , kurang lebih 2 jam lagi baru terdengar bunyi bel pulang.
Sedangkan Rosy dan Nawa saling menatap satu sama lain. Perasaan bersalah terukir dihati mereka.
Aqila kembali mendengkus kesal. Tak ia sangka kelakuannya hari ini membuat dirinya tak masuk belajar dimapel terakhir. Ya , ketinggalan materi adalah hal yang tidak menyenangkan.
"Kenapa bu?" tanya Hanif dengan suara sendunya
" Tak mungkin kelian belajar dengan keadaan seperti itu. Menunggu bel pulang selama 2 jam bisa membuat kalian masuk angin. Sebaiknya, kalian pulang saja!"
Hanif merasa bersalah cukup besar. Karena , baru saja ia pindah kesini sudah membuat ulah. Padahal ia masih dalam proses menyesuaikan diri dengan temannya dan pelajaran yang sudah ketinggalan.
Gadis nakal itu berusaha menahan tawaanya. Ia menahan nafas kuat-kuat agar tawaannya tidak keluar. Bukan karena aqila senang atas kepulangannya yang sangat cepat , tetapi ekor matanya sempat menangkap wajah Hanif. Matanya mulai berkaca-kaca dan berusaha menahan Air matanya agar tidak keluar. Aqila kembali menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Gilaa...nih anak cengeng juga ya...bisa juga ia menangis hahahaha. batin Aqila
Setelah mendengar ceramah sekaligus nasehat dari guru , Rosy dan Nawa mengantar Aqila dan Hanif ke gerbang sekolah.
"Maaf ya...kami tidak bermaksud seperti itu" ucap Rosy dengan menunduk merasa bersalah
" Tadi, kami mau bilang ke kamu supaya menjauh...eh malah kamu sendiri yang mendesak kami untuk segera menyiramnya" lanjut Nawa
Ucapan teman-teman Aqila membuat hatinya sedikit tersentuh. Ia mulai merekahkan senyumnya.
" Gak apa-apa kok...karena ada satu yang membuatku senang hahahah"jawab Aqila dengan tertawa kecil
Sedangkan Hanif tengah mengarahkan motor itu menuju gerbang. Tas dan buku paket sudah ada disana sebab guru BK telah menyuruh salah satu teman mereka untuk membawakan tas dan barang-barangnya
Mereka segera pulang kerumah. Lambaian demi lambaian dilontarkan kedua sahabatnya digerbang.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama , akhirnya suara motor berbunyi didepan rumah. Menandakan kepulangan Aqila dan Hanif.
Rumah yang sunyi senyap tak ada orang. Sebab Ibu Aqila sedang ada dikantor sedangkan Ayah Aqila belum pulang juga karena acara Keluarga yang cukup lama.
__ADS_1
Tanpa Basa basi , Aqila langsung menerobos masuk kedalam tanpa mengucap salam. Kelakuan buruk Aqila membuat hanif menggeleng-gelengkan kepalanya.
"hmm...hmm..Assalamu'alaikum" ucap Hanif dengan melangkahkan kaki kanannya terlebih dahulu
Agar tidak terjadi perebutan toilet lagi , Aqila segera berlari masuk kedalam dan menguncinya dengan cepat.
Aqila Membersihkan diri dan mencuci pakaiannya. Begitupun hanif meski harus antri.
Setelah merasa cukup segar dan bajunya telah dijemur , Aqila langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Tak lupa ia sudah mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu. Ya , karena itu adalah kebiasaannya.
Baru beberapa menit merebahkan tubuhnya, Mata gadis itu langsung terpejam. Pandangannya ke langit kamar mulai menggelap. Ia tertidur pulas setelah aktifitas yang sangat melelahkan.
***
Suara - suara dari luar membuat aqila terbangun.
" Apaan sii? bunyi apa sii?" gumam Aqila sembari menutup telinganya menggunakan bantal
"Hanif...Kamu yakin?" tanya ibu Aqila didepan pintu
" ya...bu" jawabnya
Aqila merasa tidak nyaman. Ia keluar dari kamar dengan rambut yang masih acak-acakan. Sesekali ia mendengkus kesal.
Ibu kembali masuk kedalam mencari sesuatu. Sedangkan Aqila membolakan matanya kaget saat melihat koper dan barang-barang hanif sudah berada diluar.
" Hanif...jangan pergi..aku gak bermaksud untuk membuat kamu tersiksa...tolong jangan pergi ya...maaf..aku minta maaf " ucap Aqila merengek agar permintaannya dikabulkan oleh hanif
Hanif hanya tersenyum kecil tak menyangka tingkah Aqila sedikit berubah.
"A-aku..." ucapan Hanif terpotong saat Aqila memajukan langkahnya seraya ingin memeluk dirinya
Dengan cepat ia memundurkan langkahnya. Hanif kembali menautkan kedua Alisnya. Saat melihat Aqila hampir tersungkur jatuh kebawah. Kepalan tangan mulai dibuat Aqila. Namun ia hanya menghela nafas agar amarahnya terpejam.
" Aku mau pindah ke Apartemen Ayahku karena sandinya berhasil aku pecahkan" ucap Hanif agar Aqila paham
Aqila kembali menggerutukan giginya tak kuasa menahan amarahnya. Ia mendendang koper dan barang-barang hanif hingga terpental beberapa kali.
" Ya...udah pergi sana... pergii!!!" bentak Aqila
Tingkah Aqila tak sengaja disaksikan oleh ibunya yang baru saja kembali dari dapur.
" Aqila!!!" teriak ibunya
Hanif hanya mematung . Bingung apa yang harus ia katakan. Sedangkan Aqila tersontak kaget dan terdiam saat mendengar suara ibunya.
__ADS_1
Astaga ibu melihatku...? . batin Aqila
Ia berbalik dan tersenyum kembali. Sesekali gadis itu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
Ibu hanya menggelengkan kepalanya. Dan menyerahkan sekotak bekal pada hanif.
" Ini kalau kamu lapar...makan ya..." menjedanya sebentar
" Kamu sudah mengetahui sandinya?" lanjutnya
" Ya bu...Sandinya itu ternyata tanggal ulangtahunku dan aqila serta tanggal pertunangan kami saat kecil" jawab Hanif
Sedangkan ibu Aqila hanya mengangguk mengerti.
"Terima kasih bu" ucap Hanif saat menerima sekotak bekal untuknya
"Aku pergi dulu ya...soalnya mau beres-beres sebelum magrib nih" lanjut Hanif
"Ouh iya...silahkan" balas ibu Aqila
Hanif mencium punggung tangan Ibu Aqila dan mulai beranjak pergi. Namun pergerakannya ditahan.
" Tunggu nak..." panggilnya
"Aqila...kamu ikut Hanif..bantu dia beres-beres" pintanya
Gadis itu kaget dan mendengkus kesal. Melipat kedua tangannya mengisyaratkan bahwa ia tidak mau. Hanif mengerti dengan apa yang dimaksud Aqila.
" Tidak perlu bu...Aku bisa sendiri heheh" jawab Hanif
Namun dibalas dengan gelengan kepala dari Ibu Aqila.
" Hehhh..jangan!" menjeda kalimatnya
" Aqila!!!... ikut Hanif...kamu bantu dia!!! Ini hukuman untukmu atas perbuatanmu hari ini!!!.... kalau tidak, Mamah bakalan lapor ke Ayah atas tingkahmu di sekolah dan saat ini...PAHAM!!!" lanjutnya
Mata Aqila kembali membola kaget , tak ia ketahui bahwa ibunya sudah tau perbuatannya hari ini.
" eehh..jangan bu...baik-baik , Aqila bakalan ikut Dia!" ungkap Aqila merasa terpaksa
Mendengar ucapan Aqila membuat Hanif dan ibu Aqila tertawa kecil.
Hikss pasti hanif udah lapor ke Mamah...AWAS KAMU!!! . pikir Aqila
Ia membantu Hanif membawa barang-barangnya walau terpaksa melakukannya.
__ADS_1
" Ssharusnya aku tidak perlu melakukan ini!!" bisik Aqila pada hanif disela-sela ia berjalan menuju taksi yang sudah berada disana
Ucapan Aqila membuat hanif tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya beberapa kali.