Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 13 : Kuntilanak dan Pocong Manjat Pagar?


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 00 : 57 . Sebentar lagi Alarm yang di stel akan berbunyi. Tiga sekawan itu masih terlelap dalam tidurnya. Rasa kelelahannya membuat tidur mereka cukup nyenyak. Gerakan mereka yang sangat sempit membuat sesekali diantara mereka terbangun. Apakah itu cukup nyenyak?


Kringggg...kringgg...Kringgggg


Alarm berbunyi sangat keras berusaha membangunkan mereka. Tak ada respon sedikitpun. Mereka hanya menutup telinganya dengan bantal seakan tak peduli. Namun bukan berarti alarm itu akan berhenti berbunyi.


Kringgggg...kringggg...Kringggg


Rasa kaget mulai menghantui mereka. Dengan kompak para gadis itu terbangun. Rambut yang masih acak-acakan bukan penghalang bagi mereka. Mata yang masih terpejam enggan untuk membukanya. Rasanya badan ini cukup kelelahan dan sakit. Tidur bukan dengan gaya sempurna malah berantakan.


" Hoammmm " menutup mulut dengan tangannya


Aqila kembali tidur tak peduli dengan Alarm yang ada disampingnya. Sedangkan Nawa hanya menatap temannya yang satu ini walau masih buram . Tangannya mulai meraih jam itu karena posisi Nawa berada ditengah. Matanya masih enggan untuk menatap seisi ruangan yang berantakan.


Keburaman yang ia lihat masih menutupi permukaan jam itu. Namun respon dari otaknya mulai bekerja sempurna.


" Pukul 01.05...heiii bangunnnn!!!" teriaknya


Suara Nawa yang menggelegar seisi ruangan mampu menganggu gendang telinga Rosy dan Aqila. Mau tidak mau mereka harus bangun.


"Aaaaa...paaa...jam berapa sekarang?" tanya Aqila yang masih mengantuk


" Lihat ...sekarang sudah jam 01.05 jadii atau tidakk?!" bentaknya


Rasa kantuk Nawa perlahan hilang dalam sekejap. Sebab semangat dan tekadnya terus membara dilintasan pikirannya. Mendapat tranfer energi dari Nawa , Rosy bangkit dan berdiri diatas kasur dengan memasang gaya bagai spidermen.


" Siap..melaksanakan tugas" suaranya masih parau layaknya orang bangun tidur tapi semangatnya seperti api yang menyala


Aqila kalah semangatnya dengan mereka. Ia lebih memilih untuk tidur kembali. Matanya seperti terlekat oleh lem. Namun bukan penghalang bagi sahabatnya. Mereka menarik aqila dari kasur hingga jatuh ke lantai yang masih dingin.


Gubraakkk...


Rasa panik mereka membuat bola mata cantik Rosy dan Nawa membola takut. Bukannya karena apa? Takutnya gadis itu mengamuk habis-habisan.


Namun dugaan mereka salah , dua sahabat itu hanya menatap Aqila lekat. Gadis itu sama saja tak bergeming sedikit pun. Entah apa yang ia lakukan kemarin hingga jatuh dari kasur setinggi ini tak ada rasa sakit sedikitpun.


Sepucuk ide singgah ke pikiran mereka. Ternyata apa yang dipikirkan Nawa sama dengan yang dipikirkan oleh Rosy. Mereka berdua mengedipkan mata dan memulai aksinya. Tangan mereka memegang masing-masing kaki Aqila dan menariknya ke seluruh ruangan kamarnya. Hingga gadis itu tersadar.


" Apaan siih " bentak Aqila yang masih mengantuk


Rosy dan Nawa mendekatkan mulutnya pada telinga Aqila dan berteriak.


" JADIII ATAU TIDAAKKK AQILAAA?!!" teriak mereka kompak


Gadis itu terkaget dan berlari kesana kemari seperti orang panik yang tak tau jalan keluar.


" Jadii...manaaaa diaa..mulai sekarang" ucap Aqila yang tidak jelas


Dua sahabat itu hanya menatap satu sama lain merasa heran dengan ucapan Aqila.


Mereka memegang kepala Aqila dan mengarahkannya ke cermin.


" Rencana kita kali ini harus berhasil " ucap Rosy

__ADS_1


Gadis itu mulai bergidik ngeri membayangkan dirinya menjadi pocong . Sudahlah saatnya memulai rencana. Mereka mencuci muka dan mengenakan pakaiannya masing-masing.


Namun sebelum itu , Aqila memakai make up terlebih dahulu. Karena nanti tangannya akan terikat berbeda dengan kedua temannya yang hanya memakai daster.


Wajah Aqila sudah ia lapisi bedak setebal mungkin. Matanya ia hias dengan pensil cila membentuk mata panda. Tak lupa pula dengan bibirnya yang ia olesi dengan liptint berwarna merah.


" Aqila..yang namanya pocong mana ada kek gitu...sinii" sahut Rosy dengan tangan yang merampas liptint gadis itu


Rosy memulai aksinya dengan menghambur dan mencoret-coret liptint itu pada sebagian wajah Aqila. Mulai dari pelipis , pipi dan dagu.


Warna liptint merah itu seperti darah .


"Uwuwww...si Ocong ngeriii deh" ejek Nawa yang masih sibuk dengan make upnya


Setelah itu Aqila melihat wajahnya ke cermin. Teriakannya mampu merusak gendang telinga yang mendengarnya. Syukur saja mama Aqila sedang tidak ada dirumah .


"Rosyyy...apaan ini haaa?!!!" teriaknya


Gadis yang mengenakan daster merah itu tak bergeming sedikit pun. Lututnya sedikit bergetar. Kemarahan Aqila bisa saja merusak suasana yang ia rencanakan. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu.


Untuk mencairkan suasana , Nawa segera mencari ide untuk meredam amarah Aqila.


Baru saja ia kembali dari dapur sempat terlintas dipikirannya agar menambahkan make upnya. Ia segera berlari menuju dapur dan mengambil buah Naga yang masih tersisa satu.


Kuntilanak merah dan Si Pocong sedang asyik bertengkar saling menjambak rambut.


Mereka terdiam saat melihat nawa sedang membawa satu buah naga dengan wajah polosnya .


Aqila dan Rosy menatap satu sama lain diakhiri dengan tawaannya. Tingkah mereka membuat gadis itu merasa tersendiri. Apa yang ada dipikirannya tak terlintas dipikiran mereka. Sudahlah sebaiknya diberitahu saja.


" Kita akan makan ini bersama..agar kesannya seperti makan darah gituuu" jelasnya


Ucapan nawa seakan menjadi penjelasan rinci dari rencananya. Sepertinya itu bukan ide yang buruk. Mereka mencobanya dengan membagi buah itu menjadi tiga dan memakannya. Untuk menciptakan hasil yang diinginkan , mereka harus memakannya dengan berantakan agar kesannya sempurna.


1 jam berlalu...


Mereka menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bersiap dengan make up dan fashionnya masing-masing. Tampilan mereka sangat sempurna .


Saatnya berangkat menuju tempat tujuan.


" Tunggu..." ujar Aqila


Seketika mereka memberhentikan langkahnya.


"Ada apa?" tanya Nawa dan Rosy kompak


" Kita berangkat pakai apa? dandanan kita aja kek gini mana ada yang mau anter?"ucapnya


"Eh iya juga yaa?" sahut Nawa dengan menunjuk dagu bawahnya


Sedangkan Rosy mulai berpikir dan mendapat ide , " Aku ada ide. Gimana aku pesan aja taksi langganan aku..."


" umm benar juga tuh...ya udah ayo berangkat" jawab Aqila

__ADS_1


Mereka sangat terburu-buru. Mengejar waktu yang terus berputar. Tak lama menanti datangnya taksi mereka langsung saja disambut dengan klakson mobil.


Piiittttt...


"Astagfirullah...dosa apa yang aku lakukan?" ucap supir


Tiga sekawan itu mengetuk jendela mobil berharap supir taksi yang mereka pesan membukanya.


Tookk..tookkk...tookkk


Gemetar disekujur tubuh supir taksi itu. Tak pernah ia bayangkan , langganannya ternyata salah memesan. Peluh mulai membasahi wajahnya. Lelaki tua itu menelan salivanya saat mendengar suara ketukan jendela beserta suara-suara sumbang. Ia berusaha memberanikan dirinya.


" Pak...cepet anterin kita dong" ucap Rosy


Supir itu kaget , " Haaa??" . Kemudian membenarkan kalimatnya , " Kalian siapa? " .


" Eh...aku rosy..langganan bapak...tolong anterin kita ya"


" A-adaa acara apa ?" tanyanya dengan merinding


"ehhh..Ha-Halloween" jawab Aqila dengan alasan yang akurat


" u-um bener tuh pak...tolong anter yaa ..soalnya kita lagi reuni nih kalau telat kan percuma udah dandan kek gini lagiii" timpal Nawa dengan sempurna


Mendengar alasan dari mereka yang sedikit masuk akal , supir itu segera mengantar mereka ke tempat tujuannya.


***


Mereka bertiga menatap lekat bangunan tinggi itu yang semula sepi. Rasa bingung mulai terselimut di diri mereka.


" Aqila...gimana caranya kita masuk? "


" Aku udah rencanain..ikut aku " ajaknya


Gadis itu melompat selayaknya pocong sungguhan. Ini benar-benar melelahkan.


Mereka sampai pada gedung bagian belakang yang terdapat pagar tinggi disana. Karena Gerbang jam segini sudah jelas ditutup.


" Ini dia.." ucap Aqila


" haaa??? ceritanya kita manjat tembok nih?" tanya mereka kaget


" I-iya...seperti itu..." jawabnya ragu


"hissshhh Aqilaaaaaaaa...masa kuntilanak manjat tembok siii?" kesal Nawa


" Iyaa beneer tuh...aku kuntilanak merah bisa hancur reputasiku...masa sih manjat tembok..aku kan pakai daster..gimana siii" timpal Rosy


" Yaaa...kalian masih untung pakai daster...lah aku...kain kafan yang diiket jalan aja aku lompat apalagi pagar haa!!"


" Jadi?? kamu mau lompat pagar yang setinggi 6 meter ini haa?" tanya Rosy


" Hahhahahaha...ada antraksi baru nih dari si ocong cantikk" lanjut Nawa dengan tawaannya yang mengguncang perutnya

__ADS_1


__ADS_2