Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 12 : Menyusun Rencana


__ADS_3

Sebuah rencana yang terlintas dipikirannya. Ia susun sedetail mungkin kemudian mendiskusikan kepada para sahabatnya. Apakah rencana kali ini akan berhasil?


Gadis bersurai hitam kecoklatan yang hanya sebatas bahu menggulung-gulungan ujung rambutnya dengan jari seakan larut dalam lamunannya. Semenjak pulang dari rumah tunangannya , eh kapan Aqila menganggap hanif adalah tunangannya?. Ia mulai luluh dalam rencana yang ia susun.


Tapi alangkah lebih baik jika mendiskusikan dengan sahabatnya. Rasa lelah yang ia rasakan digantikan dengan udara dingin yang menguasai bumi usai hujan mengguyur. Gadis itu merebahkan tubuhnya ke kasur sembari menelpon mereka.


Telepon yang ia sambung menjadi tiga. Agar lebih mudah untuk berdiskusi dan memanggil mereka kerumahnya. Sayang sekali , aneka penolakan yang diuraikan temannya sedikit membuat rencananya kali ini akan hangus percuma. Tapi itu bukanlah tipe Aqila.


Dasar keras kepala! . Aneka bujukan yang dilontarkan Aqila membuat para sahabatnya merasa resah. Gadis itu sesekali menggulingkan tubuhnya kekasur beberapa kali yang menandakan kekesalannya.


Kalimat-kalimat yang ia ucapkan sangat lembut. Namun tetap saja ditolak. Hei? Amarah mulai menusuk ubun-ubunnya. Kalimat lembut yang ia lontarkan terganti dalam sekejap menjadi ucapan yang kasar penuh keegoisan.


Kemarahan Aqila bagai perang dunia ke 3 yang mengajak dalam waktu singkat. Ragam ancaman yang ia sandingkan dalam perkataannya.


Mendiskusikan rencana itu memakan waktu yang cukup lama , akhirnya mereka mewujudkan keinginan Aqila walau terpaksa.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.


Rosy dan Nawa menaiki taksi malam yang masih berlalu lalang. Dari jendela mobil nampak begitu banyak kendaraan yang masih berlalu lintas. Cahaya mobil dengan clakson yang terus berbunyi , separuh dari mereka lebih memilih berjalan kaki. Negeri yang mereka tinggali ini tak lama lagi akan menjadi kota. Banyak orang luar yang lebih memilih tinggal didaerah itu. Untuk mencari nafkah dengan dagangan dan bisnis yang akan diwujudkan.


Menempuh perjalanan cukup lama membuat tenaga mereka terkuras penuh kelelahan. Kalau ini bukan Aqila pasti telah mereka tolak mentah-mentah , untuk apa membuang waktu istirahatnya hanya karena mewujudkan rencana konyol gadis itu.


Suara ketukan pintu menyambut rumah Aqila. Mereka berusaha berakting agar tak menampakkan rasa lelahnya. Kegirangan yang mereka raut bersama membuat hati gadis itu mulai ceria. Diajaknya mereka untuk masuk ke kamar Aqila.


Mengunci pintu dengan teliti. Syukur saja gadis itu sudah mengganti baju yang semula dikenakannya dengan baju tidur berwarna merah muda. Itu adalah warna kesukaannya.


Keheningan menyekimuti ruangan kecilnya. Aqila menyandarkan tubuhnya pada pintu dengan melipat kedua tangannya agar merasa rileks.


Rosy menelan salivanya . Yang diinginkan gadis itu membuat dirinya resah . Mulut kakunya berusaha untuk ia gerakkan , " Aqila...

__ADS_1


rencanamu kali ini terlalu berlebihan..."


Tatapan intens gadis itu merajut pandangannya pada Rosy . Ia menghela nafas dan membuka bicara , " Kali ini kita akan berhasil... Aku sudah menyusunnya dengan sedetail mungkin!"


Ucapan Aqila berusaha menenangkan para sahabatnya. Tidak dengan Nawa , "Aqila...besok kita ada ulangan...kamu gak belajar?"


Anggukanlah yang dibalas oleh Rosy . gadis itu berusaha agar rencana yang dibuat Aqila kali ini tidak jadi. Namun , aqila sangat keras kepala. Jika itu yang dia inginkan maka harus terwujud.


"Tidak!!!... kalian harus bantu aku!" ujar Aqila


Sekali lagi mereka menghela nafas . Sudahlah terlalu berlebihan , Laksanakan saja rencananya bagai air yang mengalir di sungai. Penolakan yang mereka lontarkan tak ada gunanya.


" Okelah..." ucap mereka Kompak


Senyuman mulai terukir di bibir Aqila. Rasa senangnya kali ini tak terbayang oleh dirinya.


Hei? apa rencana mereka. Sampai-sampai membentuk keringat pada dua gadis itu. Menenggak salivanya adalah jalan keluar mereka. Agar rasa takut yang mereka rasakan hilang dengan sendirinya.


Melihat dua sahabatnya yang merasa ragu , Aqila langsung duduk diantara mereka dan merangkulnya , " tenang saja...kali ini kita hanya bermain peran okee"


Mengangguk " Kalau begitu aku mau jadi kuntilanak putih aja!" Usul Nawa . Kemudian dilanjutkan dengan Rosy , " kalau aku mau jadi kuntilanak meraha ajaa!" teriaknya menggoyahkan rasa takutnya


Bulatan mata kaget terukir sempurna. menghela nafas panjang , dan mengikut saja. Jika harus dibarengi dengan keegoisannya tak mungkin rencana ini akan berakhir sempurna.


" hmmm baiklah..sebenarnya aku pengen jadi itu , tapi tak apalah..aku jadi pocongnya aja" ucapnya sedikit sesak


Sorakan kebahagiaan mulai meraut keadaan. Rosy segera mengambil handphone dan memesannya. Seutas senyum mulai tersimpul dibibirnya. Baiklah cukup kali ini saja...


Tak lama kemudian pesanan tiba. Mereka segera mengambil dan memasangkannya diluar tubuh mereka . Mengetes apakah cocok atau tidak?. Kecuali Aqila yang hanya memasang wajah murung . Sebenarnya rencananya kali ini adalah ia ingin menjadi salah satu kuntilankanya tapi sudah direbut oleh kedua temannya.

__ADS_1


" Bagaimana cocok?" tanya Rosy


" Coocookk...kalau akuu?" jawab Nawa dengan riang


" Cocok juga.." sahut Rosy


Mereka meloncat kegirangan . Bahagia mulai terukir diwajahnya. Kecuali Aqila yang masih murung. Ah sudahlah , percuma !


menghela nafas , " Oke...rencana kita akan mulai pada jam 02.00 , Jadi make upnya mulai jam 01.00 " usul Aqila


Anggukan mereka mulai menjadi saksi bahwa Rosy dan Nawa mulai menikmati rencana ini. Bayangan lucu mulai mereka khayalkan. Apa itu? Akting yang akan mereka perankan . Hahaha...


Apakah Aqila akan terus melompat seperti pocong sungguhan? bagaimana ekspresinya nanti jika merasa kelelahan? . Ouh ya trik pocong yang mereka susun untuk Aqila akan sempurna. Mengapa? Mereka akan mengikat talinya dengan kuat pada kaki Aqila. Agar rencananya berhasil dengam sempurna.


Rasa bahagia dengan rencana kali ini akan menghibur mereka . Bagaimana tidak? Aqila terkenal dengan gengsinya dan rasa manjanya. Apakah kali ini akan berubah hanya untuk mengerjai tunangannya itu?. Apakah mulai timbul benih suka diantara mereka?.


Heiii...itu bukanlah tingkah Aqila. Gadis manja itu tak akan mungkin merubah sifat aslinya. Ya..kenakalannya. Apakah ini semua akan berakhir?.


Bayangan-bayangan itu mulai terukir dipikiran Rosy dan Nawa . Bahkan sesekali mereka tertawa terbahak-bahak bersamaan. Sedangkan gadis itu hanya menjadi penonton.


Aqila mendengkus kesal , " huuufft..sudahlah . Entah apa yang mereka bayangkan terserah karena itu tidak akan terjadi!" gumamnya


Gadis itu mengambil sebuah jam Alarm agar menyetelnya sesuai waktu yang mereka tentukan.


Menatap mereka dengan tajam " cukup tertawanya...sebaiknya istirahat dulu sekarang sudah pukul 21 : 25...nanti kita gak bisa bangun" ucapnya datar


Mereka berdua terdiam , membalas dengan anggukan . Untuk menjalankan rencana yang diberikan Aqila , mereka harus bermalam dirumah gadis itu. Kasur yang hanya muat untuk dua orang harus mereka bagi menjadi tiga. Biarlah , yang penting rencana kali ini akan berhasil dengan sempurna


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2