Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 15 : Menyesal


__ADS_3

Fajar mulai menyinari bumi . Kicauan burung menghangatkan suasana lingkungan yang masih asri. Setelah menunggu hanif menyelesaikan salat subuhnya , mereka pun di antar pulang kerumahnya masing-masing.


Didalam taksi itu , Mereka duduk berderet dan Aqila yang mengantarai mereka. Sedangkan Hanif tengah asyik duduk disamping supir. Mulutnya tak kunjung berhenti berkomat-kamit melantunkan dzikir dengan pelan. Tangannya yang sedari tadi menghitung jumlah tasbih tak kunjung berhenti. Ia tak menghiraukan mereka yang sedang bertengkar dibelakang.


" Ini salah kamu Aqila...gara-gara kamu aku gak tidur!" sesal Rosy dengan kantung mata yang menghitam seperti panda.


" Lain kali...aku gak mau ikuti perintah kamu lagi!!! hoammmm" timpal Nawa yang terus menguap


Sedangkan Aqila tengah berusaha menahan matanya yang memerah agar tidak tertutup. Kulitnya yang putih sangat menampakkan mata pandanya.


Suara risih kedua sahabatnya sangat menganggu pendengarannya.


" Haahhh berisik!!!" teriaknya sembari menutup telinganya dan menyandarkan tubuhnya


Setelah tiba di rumah masing-masing mereka merebahkan tubuhnya yang kelelahan. Tak peduli dengan matahari yang sudah mulai menampakkan sinarnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 08:00...


Matanya terasa sangat berat. Rasanya ingin sekali tidur sepanjang hari. Namun suara-suara sumbang yang didengarnya sangat mengganggu. Akan tetapi Aqila dikalahkan dengan alam bawah sadarnya. Suara yang didengarnya tadi hanya di anggap sebagai nyanyian tidur belaka.


Tak lama kemudian air naik ke permukaan rumah. Apakah ini banjir? . Air ini membasahi sekujur tubuhnya. Aqila terus berlari sekuat mungkin. Berusaha mencari tempat tertinggi di sana. Namun hujan malah mengguyurnya. Awan hitam serta petir yang menggelegar di langit sangat menakutkan. Suasana yang semula terang mulai menggelap.


" AQILAAAAA!!!"


Suara teriakan orang-orang menyeru dirinya agar berlari dengan cepat. Sebab Aqila berlari begitu lambat .Langkahnya sulit untuk berpindah. Tubuh ini terasa berat , Namun mau tidak mau harus ia paksakan karena air mulai mendekatinya dari belakang. Gadis itu terus berusaha.


" AQILAAAAAAA!!!"


Bbyyurrrr... Air yang memenuhi ember hitam itu di siram ke sekujur tubuh Aqila.


" Aaaaaah...." , gadis itu tersontak kaget . Jantungnya berdegup begitu cepat. Rasanya seperti mimpi tapi nyata.


"AQILAA...BANGUN!!! Kamu gak ke sekolah hah?!" teriak ibu Aqila penuh kemarahan

__ADS_1


Rasa kantuknya pun dalam sekejap menghilang. Matanya melihat suasana sekitarnya dan ternyata ia masih berada dikamar. Kasur yang ia rasakan basah kuyup. Ternyata banjir itu adalah air yang di siram oleh ibunya.


" Mamahhh...kok jahat banget siih...kan aku jadi basah!!!" ucap Aqila dengan mengibaskan tangannya yang basah


" Dari tadi mamah bangunin gak sadar-sadar...tuh hanif udah nungguin kamu dari tadi!!!"


Hah ternyata hari ini masih sekolah...siaallll aku telatttt....


Gadis itu berlari kesana kemari memperisiapkan dirinya untuk ke sekolah. Mandi dengan cepat yang penting bersih tak masalah baginya. Berpakaian dengan rapi dan menyisir rambutnya yang acak. Langkahnya begitu terburu-buru. Bahkan memakai sepatu pun kocar kacir.


"Aqila...kamu gak sarapan dulu?" teriak mama


Berlari keluar , "Gak..mah. Aku buru-buru...udah telat nih" .


Langkahnya yang terburu-buru , tiba-tiba saja terhenti kaku. Menatap ke arah depan dengan kosong. Semangatnya kali ini hancur dalam sekejap. Waktu terus berputar , menunjukkan setiap detik yang terus mengejar. Rasanya ingin menangis tapi tak bisa.


" Mamah...mana Hanif?" tanya Aqila dengan datar


Gadis itu mengernyitkan kedua keningnya. Genggaman tangan yang dibentuknya mulai mengeras. Rasanya ingin memukul sesuatu.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08:25 . Mata gadis itu mulai berkaca . Seperti ingin meluapkan tangisannya.


Berlari masuk dengan marah , " Maksud mamah apa sih?!... Tau-tau sudah jam begini bukannya suruh nungguin malah dibiarin pergi!!!...jadi aku ke sekolah naik apa hah!... motor aku dia yang pakai...masa aku mau jalan kaki sih!!!.... hari ini aku ada ulangan mah!!!....huhuhuhu..."(menangis dengan tersedu-sedu)


Berbalik dengan santai , " Mama sudah tau semuanya!... lagian kenapa kamu juga terlambat bangun???... kalau kamu masih buang-buang waktu sekarang... kamu terlambat!"


Hatinya seperti retak tak berbentuk. Ternyata inilah tingkah asli dari seorang ibu. Ketegasannya datang disaat yang tidak tepat. Rasanya keadilan sedang tak berpihak padanya. Apa yang harus ia lakukan? Kesekolah tapi sudah telat? jauh... dengan berjalan? mana mungkin!!! . Jika tak ke sekolah rasanya ketinggalan jauh dan ulangan harian tentunya akan tertinggal.


Gadis itu menangis tersedu-sedu. Badannya tak mampu menopang tubuhnya hingga ia jatuh ke lantai dengan setengah terduduk.


Berharap bisa diantar atau di beri uang saku agar menyewa taksi.


" Mah..." panggilannya dengan serak

__ADS_1


Namun tak ada respon sedikit pun . Ibu Aqila tak memperhatikan anaknya .


Dia sudah besar dan beranjak dewasa . Seharusnya dia sudah bisa berpikir secara jernih dan bijak. Tingkahnya yang kekanak-kanakan...apa salahnya diberi pelajaran sehari saja? . pikirnya


Air mata penyesalan rasanya sudah mengering. Saatnya bangkit untuk mengejar waktu yang terus berputar. Tak peduli telat atau tidak. Aqila punya banyak alasan untuk bisa masuk gerbang.


Sesampainya di jalan raya , ia terus berlari secepat mungkin . Matanya serius melihat jam yang terus berputar. Berharap agar bisa berhenti untuk sementara. Uang saku Aqila sudah habis ia gunakan dalam rencananya semalam. Memang dia memiliki kebiasaan yang buruk. Uang yang dipegangnya selalu saja habis untuk hal yang tidak berguna.


Rasa kesal dan amarah semakin mengotori hatinya di pagi hari ini. Ingin sekali ia luapkan emosinya. Apalagi matahari semakin meninggi menjangkau area yang masih gelap hingga dibuatnya menjadi terang dengan sinarnya.


Peluh membasahi keningnya. ia lap dengan suka rela . Rasanya menyesal tapi lega. Perasaan kesal yang ia simpan beberapa hari itu bisa ia luapkan dengan rencananya semalam. Setidaknya rencananya kali ini berhasil walau hanya 50 % .


Aqila terus berlari hingga terhenti di langkahnya yang terakhir . Sulit sekali mengatur nafasnya . Berhenti sejenak bukan masalahkan?.


Tiba-tiba motor besar berwarna merah berhenti tepat di sampingnya. Entah dia siapa , wajahnya masih di balut dengan helm.


Namun pakaiannya bisa mendeskripsikan statusnya saat ini. Ya , dia adalah pelajar. Terlihat dari celana yang ia kenakan berwarna abu-abu. Meskipun bajunya masih ia lapisi dengan jaket hitamnya.


Aqila membulatkan matanya saat melihat orang yang berada di sampingnya.


" Naik..." ajaknya


" heh?... siapa kamu???" tanya Aqila dengan penasaran


Lelaki itu menoleh dengan tampilan sok kerennya. Helm itu masih saja menutupi wajahnya hingga sulit untuk dikenali.


Tampaknya orang ini familiar...tapi siapa ya? . batin Aqila


"Naik aja dulu..." pintanya dengan baik dan sopan


Aqila mengernyitkan kedua keningnya . Menatap orang itu dengan intens. Takutnya dia adalah penjahat yang akan menculiknya.


" Jangan pikiran macam-macam...kayak gak kenal aja" ucap lelaki itu sembari membuka helmya dengan perlahan

__ADS_1


__ADS_2