Jodohku Titipan Dari Surga

Jodohku Titipan Dari Surga
Bab 17 : Perasaan apa ini???


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat .Tak ia sadari telah menjalani hari-hari itu dengan membosankan. Rasa kantuk yang menghantui mereka membuat kesadaran hati tersendiri. Tak ada gunanya menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan semata. Waktu yang terbuang sia-sia rasanya rugi. Sebab dalam persoalan pelajar , waktu adalah ilmu. Barang siapa yang menggunakan waktu dengan sebaik mungkin , maka kelak kemudian hari mereka akan merasakan nikmatnya kehidupan dengan pengetahuan.


Hidup itu ibarat seperti tanaman. Kapan selalu di siram dengan tepat waktu , akan ada hari dimana kamu menikmati hasilnya. Itulah rahasia kehidupan. Ada banyak makna di bumi yang bisa kita petik. Tergantung dari mana kamu memandangnya.


Tak terasa hari sudah menjelang pagi kembali. Perasaan Aqila kurang tenang. Sebab ia tak memperhatikan dan menjalankan aktifitasnya dengan sebaik mungkin. Namun untuk hari ini , ia siap untuk menjalankan aktifitas sebagaimana biasa. Tidur selama 8 jam rasanya sudah cukup memuaskan. Setidaknya mata pandanya sudah mulai memudar dengan perlahan.


"Ah, sudah pagi. Aku harus siap-siap" pikirnya


Selang beberapa lama menyiapkan diri , Aqila memohon pamit pada orang tuanya.


" Mah..aku pamit ya" ucap Aqila dengan mencium punggung tangan ibunya


Hari ini sudah ada perkembangan walau sedikit. Batin mama Aqila


Tersenyum bahagia , " Iya nak...sekolah baik-baik ya" balasnya


Aqila mengangguk dan berjalan ke luar. Dari balik gerbang matanya sempat mendapati hanif yang sedang menunggunya sedari tadi.


Rasa Bahagia yang telah terukir di pagi hari ini kembali muncul kekesalan dengan sendirinya. Entah mengapa hatinya selalu kesal saat melihat sosok lelaki itu.


"ngapain disini?!" ketus Aqila dengan tatapan intensnya


Namun tatapan itu tak akan pernah memudarkan hati hanif. Lelaki berhati bersih selalu memandang dari sisi positif saja. Pantas saja wajahnya selalu bersih dan bercahaya. Apabila memandangnya hati terasa sejuk.


Membalas dengan senyuman kecil , " Jemput kamu...hehehe " ucapnya


Suara itu sangat menyebalkan . Seakan menusuk pendengaran Aqila. Rasanya sesak, entah mengapa ada rasa benci yang tersembunyi di hatinya.


" Ini motor aku!!!... kamu gak malu pakai motor aku hah?!" senyuman menyeringainya mulai terukir


Lelaki itu hanya menunduk sesaat. Meratapi rasa malunya saat ini.


"hmm iya... aku tau...sebentar lagi motor ini akan berada di tanganmu kembali...aku akan usahakan itu" ucapnya dengan lembut sembari tersenyum kecil


Senyuman menyeringai tadi mulai menghilang. Ia menatap hanif dengan lekat.


Apa yang ia katakan benar-benar serius? . batinnya


Tak lama kemudian motor melintas di depan rumah Aqila. Bagi gadis itu motor yang di kenakan orang itu rasanya tidak asing.


Ppiiipppp... bunyi klakson mengagetkan mereka. Lelaki bermotor besar itu berhenti di depan rumah Aqila.

__ADS_1


" belum ke sekolah???... udah mau telat nih" ucapnya yang tidak lain adalah Akhtar


Aqila membulatkan matanya saat melihat lelaki itu membuka helmnya , " Akhtar???" panggilnya canggung


Di balas dengan senyuman , " heheh iya...cuma kebetulan aja lewat" jawabnya


" ouh kamu masih tinggal di rumah lama kamu?" tanya Aqila dengan semangat


Sedangkan Hanif hanya menjadi perantara mereka. Ia sibuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Rasanya aneh dan penuh kebingungan.


" humm iya Aqila... jadi , kalau ada waktu aku bisa mampir juga ke sini..." balas Akhtar


Memasang wajah kesal , " kenapa dari dulu kamu gak bilang sama aku???... kamu malah menjauh sama aku!... sebenarnya kamu ini mulai lupa ya sama aku hah?!... Umm atauuu kamu udah punya sahabat baru lagi!!" timpal Aqila dengan penasaran


Sahabat??? sejak kapan mereka bersahabat???. batin Hanif


Hanif mengernyitkan kedua keningnya , hingga membentuk beberapa garis kecil di perantara alisnya.


Akhtar merasa kaget akan kalimat yang baru saja di lontarkan Aqila secara terang-terangan , " eh?!... gak kok...gak ada apa-apa" ucapnya dengan menjeda kalimatnya sebentar untuk berpikir


" Kalau begitu aku dulaun ya..." lanjutnya seakan lari dari masalah


Hanif membalasnya dengan senyuman. Dengan beberapa kali menganggukkan kepalanya agar sopan dengan orang lain.


Lelaki itu kaget tak karuan. Jantungnya berdegup begitu cepat.


"A-ada apa???" tanya Akhtar


"Hmmm...sebenarnya aku lagi malas berangkat ke sekolah bareng Hanif... sibuk jaga jaraklah... buku paket disimpan di tengah seakan jadi perantara... Tau gak??? aku kadang rasa takut juga...pada saat ada tanjakan rasanya aku pengen jatuh...humm sengsara sekali!..." Aqila menjeda kalimatnya


"Ekhem...kalau boleh..aku nebeng di kamu aja ya?" lanjut Aqila dengan mata yang berbinar


Ucapan Aqila seakan menyindir dirinya. Hanif merasa terpencil akan kalimat Aqila. Perasaannya campur aduk. Tapi tujuan sebenarnya adalah memberikan yang terbaik untuk Aqila. Sebab baginya wanita yang belum halal jika di sentuhnya akan haram. Jadi dengan hati-hati ia menjaga jarak dengan gadis itu. Namun aqila salah paham dengan dirinya. Rasanya bingung untuk menjelaskan ini pada Aqila.


Tertunduk , " Maaf...tapi bukan itu sebenarnya" belum sempat melanjutkan kalimatnya yang terpotong mata Hanif menangkap sosok Aqila yang menatapnya dengan intens.


Menelan salivanya. Rasa bersalah terukir di hati Akhtar. Sebenarnya ia tidak mau menjadi perantara di antara mereka . Namun Aqila masih saja lekat dengan dirinya. Tujuannya singgah di sini hanya sekedar menyapa bukan mengajak timbulnya masalah.


"A-aku...tidak bisa Aqila..." jawabnya dengan sedikit tersedak


"hissh...tidak bisa bagaimana???" balas Aqila dengan kesal

__ADS_1


"Ha- hanif sudah lebih dulu menjemputmu...sebaiknya kamu pergi sama dia aja"


Menatap lekat hanif seakan memberi isyarat ,


"gak apakan hanif???..." tanya Aqila


Hanif yang dari tadi tunduk , mulai memberanikan mengangkat wajahnya walau dengan berat hati .


" iya...tidak apa-apa" jawab Hanif


Setelah mendapat izin dari hanif , Aqila dengan cepat naik ke motor Akhtar.


"jalan!!!" ajak Aqila dengan menepuk pungggung Akhtar


Tersontak kaget , " Hanif...kami duluan ya" pinta Akhtar dengan hati-hati


"i..iya..." balas hanif dengan terpaksa


Pemikiran Hanif sempat tertuju pada Aqila.


" Aqilaa...jagaa jaraakk!" teriak Hanif pada mereka yang sudah menjauh


Menghela nafas , " sabar hanif...ini adalah ujianmu" pikirnya dalam hati


***


Jam berputar sesuai waktu. Hingga bel apel berbunyi dengan keras tepat disaat hanif memasuki gerbang.


Memarkir motor dengan hati-hati dan kemudian berlari kecil dengan membawa buku paketnya dan milik aqila dengan jumlah banyak.


BRUUKKK...


Hanif yang terburu-buru dengan waktu , tak sengaja menabrak orang yang berada di belakangnya.


"Astagfirullah... maaf..maaf...saya tidak sengaja...saya tadi tidak lihat kamu..maaf yaa" ucap hanif dengan hati-hati


Ia tidak sempat menatap orang yang ditabraknya. Hanif hanya sibuk menyusun sejumlah buku paket yang berserakan di tanah berlapis semen itu.


Tak lama kemudian orang yang ditabraknya turun ke bawah membantu hanif menyusun buku yang berserakan itu.


Mata Hanif kaget saat melihat tangan yang membantunya adalah seorang wanita. Tangan dengan kulit putih bersih di lapisi dengan hanshok rajutan berwarna hitam menyembunyikan auratnya. Jilbab panjang menjuntai kebawah serta kain hitam menutup setengah dari wajahnya.

__ADS_1


Jantung hanif berdengup dengan cepat. Entah ini pertanda apa , tapi rasanya orang itu tak asing baginya.


__ADS_2