KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 21 : Bertahan dan Tetap Bertahan


__ADS_3

"Rintangan Pil?" tanya Tetua Xianyi.


"Benar, itu adalah Rintangan Pil!" jawab Tetua Obat meyakinkan.


"Bukankah Evan hanya meracik obat tingkat delapan? Mengapa dia bisa memunculkan Rintangan Pil?" tanya Tetua Xianyi sama sekali tidak mengerti.


"Yah, seharusnya Evan memang sedang meracik obat tingkat delapan. Tapi sepertinya, Evan mengubah obat yang seharusnya tingkat delapan menjadi obat tingkat suci. Maka dari itu, Rintangan Pil akhirnya muncul!" kata Tetua Obat.


*****


Sementara itu di dalam ruangan Alkemis. Tampak Evan yang sedang memurnikan pil dengan Api Ajaib miliknya.


Walaupun keadaan di luar ruangan Alkemis sangatlah ribut, tetapi Evan tetap memurnikan pil dengan fokus tanpa adanya rasa terganggu.


*Kakak Petir, apakah kamu tahu apa yang sedang terjadi di luar? Mengapa ribut sekali?* tanya Evan kepada Para Elemen melalui kesadarannya.


*Bukan apa-apa. Itu hanya Rintangan Pil yang akan kamu hadapi karena berhasil memurnikan Pil tingkat suci!* jawab Elemen Petir.


*Rintangan Pil? Aku belum pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya. Bisakah Kakak Petir menjelaskan padaku, apa Rintangan Pil itu?* tanya Evan.


*Rintangan Pil adalah fenomena alam yang jarang terjadi, apa lagi di dunia fana ini. Saat sebuah Pil Tingkat Suci akan terbentuk, maka akan memunculkan Rintangan Pil yang akan menguji seberapa tinggi kualitas Pil tersebut. Rintangan Pil terdiri dari lima sambaran petir yang akan mewakili setiap tingkatan. Tingkat rendah, sedang, tinggi, sempurna dan super!* jawab Elemen Petir menjelaskan.


*Di sini aku memiliki dua kabar baik dan satu kabar buruk. Kamu mau dengar yang mana dulu?* lanjut Elemen Petir bertanya kepada Evan.


*Tiga kabar sekaligus? Baiklah, aku ingin mendengar kabar baiknya terlebih dulu!* kata Evan.


*Kabar baiknya yang pertama. Dari kekuatan petir yang aku rasakan saat ini kamu berpeluang besar untuk menciptakan Pil tingkat suci dengan kualitas sempurna. Sedangkan kabar baik yang kedua. Sepertinya kamu dapat meningkatkan kekuatan ragamu ke tingkat empat dengan memanfaatkan kekuatan petir dari Rintangan Petir" kata Elemen Petir memberitahu Evan.


Mendengar dua kabar baik tersebut, Evan merasa senang. Namun di tengah rasa senang tersebut, Evan merasa cemas dengan kabar buruk yang akan dikatakan oleh Elemen Petir.

__ADS_1


*Baiklah, kalau begitu, bagaimana dengan kabar buruknya?* tanya Evan tanpa mengalihkan perhatiannya dari Tungku Alkemis.


*Kabar buruknya adalah, kamu memiliki 90 persen tingkat kegagalan!" jawab Elemen Petir membuat Evan merasa sangat terkejut.


*Sembilan Puluh Persen Kegagalan?!*


*Yah. Pada saat itu, kamu tidak hanya akan menghancurkan Pil Obatnya, tetapi juga gagal meningkatkan kekuatan ragamu!* ucap Elemen Petir.


*Sial! Mengapa bisa menjadi seperti ini?* ujar Evan sungguh tidak menyangka dengan apa yang terjadi.


*Hmm, siapa suruh kamu begitu serius?* ujar Elemen Api tersenyum menertawakan Evan.


Mendengar perkataan Elemen Api, Evan merasa sedikit kesal.


"Baiklah Kakak Petir. Sebelum Rintangan Pil dimulai, bisakah Kakak jelaskan padaku, mengapa tingkat keberhasilan pemurnian pil-nya begitu rendah?" tanya Evan merasa bingung dan bertanya-tanya.


"Karena kamu masih sangat lemah. Pada umumnya Pil tingkat suci hanya bisa dibuat oleh seseorang Kultivator Tingkat Senior ke atas atau seseorang yang memiliki kekuatan Jiwa Tingkat Empat. Inilah yang disebut dengan batasan. Sekarang kamu mungkin bisa menjaga ketenangan dan fokus mu saat meracik sambil berbicara dengan kami. Tetapi, nanti, saat Petir Rintangan Pil menghantam tubuhmu dengan rasa sakit yang luar biasa. Bisakah kamu tetap tenang dan mempertahankan fokus mu sambil membuat Pil?" ujar Elemen Petir menjelaskan kepada Evan.


"Hah, sialan. Kalau begitu sudah tidak ada jalan mundur lagi. Akan aku pertaruhkan semuanya disini. Kita lihat, aku yang gagal, atau petir dari Rintangan Pil itu yang akan aku taklukkan!" kata Evan dengan penuh optimis.


Sementara itu di atas langit, pusaran awan gelap yang dipenuhi sambaran petir telah berkumpul sepenuhnya.


Kemudian, tanpa menunggu lagi, Petir pertama dengan warna biru terang, langsung menghantam tubuh Evan dengan sangat kuatnya.


Suara petir menggelegar dengan sangat keras dan hampir memekakkan seluruh telinga orang-orang Sekte Puncak Dewi Putih.


Semua orang sangat terkejut dan tercengang melihat fenomena alam tersebut. Rasa takut serta kagum tercampur dalam pikiran kalut semua orang.


Evan mengeratkan giginya dengan sekuat tenaga. Mencoba menahan rasa sakit yang hampir tak tertahankan.

__ADS_1


Sembari fokus meracik Pil dan mempertahankan gelora Api Ajaib, Evan mencoba mempertahankan ketenangan dan fokusnya dibawah tekanan dan rasa sakit yang luar biasa hebatnya.


Namun selang beberapa detik, Petir kedua dengan warna kuning terang dan kekuatan yang dua kali lipat lebih kuat dari petir sebelumnya, segera menyusul dan menghantam tubuh Evan dengan sangat kuatnya.


Tubuh Evan seakan dihantam pukulan keras dengan kekuatan puluhan gajah yang dijadikan satu. Seperti palu emas raksasa yang sedang menghantam tubuh tanpa henti.


Namun walau tubuh seakan ingin hancur, Evan masih tetap bertahan dalam ketenangan dan kefokusannya.


*Sungguh pertahanan kesadaran dan tekad yang sangat kuat. Mungkin aku sendiri tidak akan bisa melakukannya sehebat itu!" kata Elemen Petir merasa kagum kepada Evan.


Kemudian Petir ketiga dengan warna merah pekat dengan kekuatan yang jauh lebih kuat, mulai berkumpul di tengah pusaran awan gelap.


Suara petir yang menggelegar di pusaran awan gelap membuat hati merasa gemetar. Hingga tak butuh waktu lama, dengan diiringi suara kilatan petir yang menyambar, akhirnya Petir ketiga menghantam tubuh Evan dengan sangat kuat.


Tubuh Evan terasa seperti terbelah menjadi dua bagian. Rasa sakit seperti terbakar menjalar di seluruh tubuh dan aliran darah Evan


Perlahan darah mengalir dari pinggir bibir Evan. Ia benar-benar mengeratkan giginya dengan sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit.


Mungkin rasa sakitnya tidak seberapa, jika dibandingkan dengan rasa sakit saat kebangkitan Kekuatan Elemen Racun di wilayah hutan lembah. Namun kali ini, Evan dipaksa untuk tidak hanya menahan rasa sakit, tetapi juga menjaga ketenangan, konsentrasi, dan fokusnya dalam membuat Pil Obat.


*Aku tetap harus bertahan!* ucap Evan pantang menyerah dan tetap fokus mengendalikan Api Ajaibnya.


Kemudian, tidak seberapa lama setelah Evan berhasil mengontrol ketenangan, konsentrasi dan fokus yang sebelumnya hampir terpecah. Perlahan energi petir berwarna ungu yang sangat kuat mulai berkumpul di tengah pusaran awan gelap. Dan tak butuh waktu lama, kini awan gelap telah dipenuhi energi petir ungu yang menggelegar-gelegar di langit.


Suara kilatan petir ungu jauh lebih tenang dari pada suara kilatan ke tiga petir sebelumnya. Namun kekuatan dan energi yang terkandung di dalam petir ungu sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan ke tiga petir sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2