
Mendengar ucapan meremehkan yang keluar dari mulut Tang Chen, seketika membuat semua orang yang mendengarnya merasa sangat marah.
"Nyonya Bai, apakah Gedung Baiyuan tidak pernah mengajarkan kepada pelayanannya sebuah tata krama? Sepertinya pelayanmu sedikit sombong terhadap kemampuannya!" kata Kepala Sekte Gang Suai.
"Hoho..., benarkah? Tapi menurutku, asalkan seseorang memiliki kemampuan untuk mengungguli lawannya maka orang itu pantas untuk bersikap sombong. Bukankah begitu, Tetua Gang?" ujar Nyonya Bai sembari tersenyum sombong dan meremehkan.
"Heh! Karena Nyonya Bai terlalu percaya diri dengan kemampuan pelayanannya, maka kalau begitu kita lihat saja setelah mengujinya. Su Chen, kamu naik ke atas panggung, beri pelajaran pada pelayan rendahan itu agar tidak bersikap sombong!" kata Pemimpin Sekte Gang Suai kepada Su Chen.
"Baik Guru, murid berjanji tidak akan mengecewakanmu!" jawab Su Chen sembari memberi hormat kepada Gurunya.
Su Chen yang berdiri di samping Kepala Sekte Gang Suai, kemudian melompat dan naik ke atas panggung untuk berhadapan dengan Tang Chen yang masih menggunakan Topeng.
Segera setelah Su Chen naik ke atas panggung, semua orang segera bersorak dan memberi semangat kepada Su Chen.
Namun disisi lain, melihat orang yang naik ke atas panggung untuk berhadapan melawan dirinya adalah Su Chen, orang yang sebelumnya membuatnya kesal, Tang Chen yang terlalu gembira seketika tersenyum dan tertawa.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Su Chen merasa kesal melihat Tang Chen yang tertawa di hadapannya.
"Ada orang yang ingin mempermalukan dirinya sendiri, bagaimana mungkin aku tidak tertawa?" kata Tang Chen sembari melihat Su Chen dengan tatapan sombong.
Melihat Tang Chen yang terus bersikap sombong, sungguh membuat Su Chen yang berdiri di hadapannya merasa sangat kesal.
"Dasar pelayan rendahan! Kamu terus bersikap sombong saat dirimu tidak tahu seberapa tingginya langit. Jika hari ini aku tidak memberimu pelajaran dan mengajarimu apa itu tata krama, maka nama keluarga ku bukan Su!" kata Su Chen sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah Tang Chen.
"Haha..., kalau begitu bersiaplah, kamu akan mengganti nama keluargamu hari ini!" kata Tang Chen masih mempertahankan sikap sombongnya.
"Huh! Kita lihat, apakah kamu masih bisa tertawa dan bersikap sombong setelah menerima serangan ku ini?" kata Su Chen langsung maju menyerang ke arah Tang Chen dengan jurus pedangnya.
"Dasar bodoh! Serangan lemah seperti itu tidak akan dapat melukai diriku! Jurus Pukulan Guntur!" kata Tang Chen memberi serangan balasan terhadap Su Chen dengan Teknik Tinjunya.
__ADS_1
Kemudian hanya dengan satu Teknik Tinju sederhana, Tang Chen langsung menghancurkan jurus milik Su Chen dan melukainya dengan parah.
Su Chen yang terluka kemudian jatuh ke lantai dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Melihat Su Chen yang merupakan salah satu jenius terbaik di Kerajaan Li kalah hanya dengan satu serangan, sontak membuat semua orang yang ada di dalam Istana merasa sangat terkejut.
"Dasar lemah! Aku bahkan belum mengeluarkan pedangku. Jika kamu selemah ini, lebih baik kau berhentilah menjadi kultivator dan jadilah petani. Oh ya, dan satu lagi, mulai hari ini kau harus mengganti nama keluargamu menjadi Hou (Monyet)" kata Tang Chen sembari melihat Su Chen dengan tatapan sombong.
Mendengar ucapan Tang Chen yang sangat menghina dan meremehkan dirinya, Su Chen yang terluka dilantai benar-benar merasa sangat marah.
Dengan hati dan pikiran yang telah terbakar oleh amarah, Su Chen yang terluka kemudian bangkit berdiri dan melepaskan Tingkat Pencapaian miliknya.
"Brengsek! Beraninya pelayan rendahan seperti kau meremehkan aku? Akan aku tunjukan padamu kekuatan ku yang sebenarnya!" kata Su Chen sembari melepas gelombang kekuatan miliknya hingga menyebar ke seluruh ruangan.
Melihat Su Chen yang tiba-tiba melepas Tingkat Pencapaiannya, bahkan sampai mengeluarkan gelombang kekuatan yang amat besar, sontak membuat sebagian orang yang ada di dalam Aula Perjamuan Istana merasa terkejut, sedangkan sebagian orang lainnya tersenyum licik dan merasa senang.
*Hehe.., Sepertinya akan ada kejadian menarik yang terjadi!* batin Kepala Sekte Ren Shaoyang sembari tersenyum licik.
Namun di saat Kepala Sekte Gang Suai ingin bangkit berdiri, secara tidak sengaja dirinya melihat Sea Lin yang sedang menatapnya dari seberang panggung.
"Teknik Mata Hantu!" ucap Sea Lin dalam hatinya.
Kemudian hanya dengan satu tatapan mata, Sea Lin seketika langsung berhasil membuat Kepala Sekte Gang Suai yang berada di seberang panggung masuk ke dalam Teknik Ilusi miliknya.
Kepala Sekte Gang Suai yang tiba-tiba masuk ke dalam Ilusi seketika kehilangan kesadaran dan kendali atas tubuhnya. Tubuh Kepala Sekte Gang Suai yang tadinya ingin berdiri kemudian kembali duduk atas kemauan Sea Lin.
Sementara itu disisi lain, Nyonya Baiyuan tampak terkejut dan tidak menduga, bahwa Sea Lin, teman yang dibawa oleh Evan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menahan Kepala Sekte Gang Suai dengan sebuah Teknik Ilusi.
"Sepertinya..., aku terlalu meremehkan kedua Bajingan ini. Sea Lin, walaupun memiliki otak yang sedikit bodoh tetapi dirinya memiliki kemampuan yang tidak boleh diremehkan. Sedangkan Tang Chen, walaupun dirinya tidak terlalu kuat, tetapi dirinya memiliki otak yang licik. Apalagi, mulutnya benar-benar tajam membuat orang kesal. Hari ini, Istana benar-benar akan dibuat kacau oleh kedua orang ini!" gumam Nyonya Baiyuan sembari tersenyum tipis.
__ADS_1
Sementara itu di atas panggung, tampak Su Chen yang sedang bersiap dan mengumpulkan energi pedang untuk menyerang Tang Chen.
"Dasar pelayan rendahan! Akan aku buat kau menyesal karena telah meremehkan diriku! Matilah!" teriak Su Chen sembari berlari dan menyerang Tang Chen dengan serangan pedangnya.
Namun di saat Su Chen berlari dan akan menyerang, Tang Chen yang hanya berdiri diam di tempat kemudian tersenyum menyeringai kepadanya.
"Bodoh! Matilah kau!" ucap Tang Chen melalui gerak bibir.
Su Chen yang melihat apa yang dikatakan oleh Tang Chen melalui gerak bibir, seketika sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam perangkap yang di buat oleh Tang Chen.
Kemudian sebelum Su Chen sempat mengayunkan pedangnya untuk menyerang, Tang Chen dengan sangat cepat menebas leher Su Chen dengan satu kali ayunan pedang.
Setelah pedang Tang Chen menebas melintasi leher Su Chen, kepala Su Chen langsung melayang ke udara dan berpisah dari tubuhnya.
Tubuh Su Chen terjatuh ke lantai dengan bersimbah darah, sedangkan kepalanya menggelinding di atas lantai panggung yang dihiasi bercak darah.
Di detik-detik terakhir sebelum kematiannya, Su Chen menatap Tang Chen yang membelakanginya dengan mata melotot.
Melihat tatapan mata Su Chen yang sangat tidak mengenakkan, Tang Chen hanya tersenyum mengejek atas kebodohan Su Chen.
"Hou Chen (Monyet Chen)!" ucap Tang Chen melalui gerak bibir.
Melihat Tang Chen yang menghinanya melalui gerak bibir, Su Chen kemudian mati dengan penuh rasa marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................