KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 42 : Terkejut dan Senyap


__ADS_3

Melihat Su Chen yang merupakan salah satu jenius kerajaan mati begitu mudahnya di tangan Tang Chen, seluruh mata penonton benar-benar dibuat terkejut.


Suasana yang tadinya senyap dalam sekejap menjadi ricuh. Orang-orang nampak sulit untuk mempercayainya apa yang baru mereka lihat.


"Apa yang baru saja terjadi? Pelayan itu membunuh Su Chen? Bagaimana mungkin?" batin Kepala Sekte Ren Shaoyang dalam hatinya.


Sementara para penonton masih terbelalak melihat kejadian yang baru saja terjadi, di sisi lain Penatua Gang Suai tampak telah terlepas dari Teknik Ilusi yang di ciptakan oleh Sea Lin.


Segera setelah Penatua Gang Suai terlepas dari Teknik Ilusi tersebut, Penatua Gang Suai segera di kejutkan oleh pemandangan yang ada di depan matanya.


Di atas arena yang bergenang oleh darah, Penatua Gang Suai melihat Su Chen yang telah tergeletak dengan kepala terpisah dari tubuhnya.


"Su Chen?...." ucap sepenggal Penatua Gang Suai.


Penatua Gang Suai yang baru saja terlepas dari teknik ilusi itu nampak hanya diam dengan ekspresi linglung melihat kematian muridnya.


Di saat semua orang masih tercengang dengan apa yang terjadi di atas arena, Penatua Gang Suai tiba-tiba langsung melompat ke atas arena.


"Dasar Pelayan rendahan! Beraninya kau membunuh muridku? Ku bunuh kau!"


Dengan berteriak Penatua Gang Suai yang dipenuhi oleh amarah hendak membunuh Tang Chen dengan sebuah teknik telapak tangan yang sangat kuat dan mematikan.


Orang-orang yang mendengar suara teriakkan Penatua Gang Suai seketika terkejut. Mereka semua dengan cepat menoleh arah Penatua Gang Suai yang hendak membunuh Tang Chen.


Namun sekali lagi, Tang Chen yang sudah menebak akan terjadi hal tersebut kemudian tersenyum dengan bibir rapat.


Tang Chen segera mengeratkan genggaman pedangnya. Dan saat Penatua Gang Suai sudah berada dalam jangkauan pedangnya, Tang Chen dengan satu ayunan pedang langsung memotong tangan Penatua Gang Suai dalam sekejap.

__ADS_1


Hanya sebuah kilatan putih yang terlihat melintas dengan cepat di depan mata Penatua Gang Suai.


Semburan darah keluar sebelum rasa sakit sampai ke syaraf otak. Penatua Gang Suai yang belum sempat bereaksi, terkejut saat melihat darah yang terbang keluar dari salah satu tangannya yang terpotong.


Setelah rasa sakit terkirim sampai ke syaraf otak, Penatua Gang Suai seketika langsung memasang ekspresi kesakitan.


Ketika kedua lutut Penatua Gang Suai sudah terjatuh dan berlutut di lantai arena, Penatua Gang Suai segera mengerang dengan penuh kesakitan sambil memegang tangannya yang telah terpotong.


Erangan Penatua Gang Suai yang benar-benar memenuhi seluruh ruangan perjamuan yang kala itu sangat senyap.


Orang-orang yang melihat kejadian tersebut benar-benar dibuat terkejut dan terdiam untuk kedua kalinya.


Suasana di ruang perjamuan benar-benar menjadi senyap dan hening. Hanya suara rintihan dan erangan Penatua Gang Suai yang terdengar di dalam ruangan tersebut.


Semua orang di dalam ruangan tampak hanya membisu dengan mata tertuju pada Penatua Gang Suai dan Tang Chen yang ada di atas arena.


Dari atas singgasananya tersebut, Li Danrui nampak ikut terkejut sekaligus marah melihat pemandangan yang terjadi di atas arena.


"Tanganku...Tanganku...." rintih Penatua Gang Suai sambil memegang lengannya yang terpotong.


"Kau...., Pelayan rendahan! Beraninya orang sepertimu memotong tangan ku?" teriak Penatua Gang Suai memarahi Tang Chen.


"Oh, apakah kau masih merasa kurang? Apakah perlu aku memotong tanganmu yang satunya lagi? Atau aku kirim kau ke tempat yang sama dengan muridmu?" kata Tang Chen mengangkat Pedangnya.


Namun segera Li Danrui berteriak dan menghentikan tindakan Tang Chen.


"Cukup! Kalian berdua benar-benar tidak menganggap keberadaan diriku!" kata Li Danrui dengan penuh amarah.

__ADS_1


Mendengar perkataan Li Danrui tersebut, Tang Chen segera menoleh dan menyimpan pedangnya.


"Maafkan kelancangan saya, Tuan Kaisar! Saya hanya mencoba melindungi diri saya dari Guru dan Murid yang tidak mematuhi peraturan ini!" kata Tang Chen membela diri.


Mendengar perkataan Tang Chen, kemudian Li Danrui langsung melihat ke arah Penatua Gang Suai. Dengan tatapan penuh amarah Li Danrui langsung memberikan aura penindasan yang sangat kuat kepada Penatua Gang Suai.


Sangking kuatnya aura penindasan yang dikeluarkan oleh Li Danrui kepada Penatua Gang Suai efeknya dapat dirasakan oleh Tang Chen dan yang lainnya.


"Sungguh aura penindasan yang sangat kuat. Tapi apabila dibandingkan dengan milik bajingan itu ini seperti mainan anak-anak. Mungkin sebentar lagi orang itu akan sampai ke sini" pikir Tang Chen dalam hatinya.


Kemudian Tang Chen melirik dan melihat ke arah Penatua Gang Suai yang berlutut menghadapi Li Danrui.


"Penatua Gang, kamu tidak hanya melanggar peraturan dengan menyerang peserta tetapi juga berniat membunuhnya secara terang-terangan. Aku akui tindakan pelayan dari Gedung Baiyuan memang berlebihan karena membunuh muridmu, tetapi orang yang pertama kali melanggar aturan di atas arena adalah muridmu, sedangkan Pelayan dari Gedung Baiyuan hanya melakukan tindakan pertahanan diri. Kamu tidak bisa menghakimi tindakan Pelayan dari Gedung Baiyuan secara pribadi. Penatua Gang, apakah kamu sudah tahu hukuman apa yang pantas untuk orang yang melanggar peraturan di istanaku?" tanya Li Danrui.


"Di depan banyaknya saksi yang melihat kejadian ini, aku terpaksa mengakui kesalahan terlebih dahulu dan menerima hukuman dari kaisar. Lagi pula, Sekte Laut Biru masih menyimpan beberapa rahasia milik Kaisar, jadi mustahil baginya untuk memberikan hukuman yang berat apa lagi hukuman mati kepadaku. Setelah keluar dari sini, aku bersumpah aku pasti akan membunuh pelayan ini dan memberikannya kematian yang paling menyakitkan untuk membalaskan dendam kematian Su Chen!" kata Penatua Gang Suai penuh amarah dan dendam kepada Tang Chen yang berdiri di sebelahnya.


"Maafkan atas perbuatan Saya, Kaisar! Melihat murid saya dibunuh dalam pertarungan membuat saya tidak bisa mengendalikan amarah saya. Saya tanpa sadar menyerang pembunuh murid saya dan melanggar peraturan istana. Mohon Kaisar memberikan hukuman untuk menebus kesalahan saya!" kata Penatua Gang Suai yang dengan terpaksa mengakui kesalahannya.


"Namun sebelum Kaisar memberikan hukuman kepada saya, saya ingin kaisar melihat dengan jelas dan memberikan keadilan pada Sekte Laut Biru. Pelayan dari Gedung Baiyuan tidak hanya telah membunuh Su Chen yang merupakan salah satu murid utama Sekte Laut Biru tetapi juga telah memotong satu tanganku. Mohon Kaisar tidak memihak dan memberikan keadilan pada Sekte Laut Biru!" lanjut Penatua Gang Suai meminta keadilan pada Li Danrui.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Penatua Gang Suai, Li Danrui dibuat dalam posisi yang sulit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2