KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 29 : Kekalahan Nyonya Baiyuan


__ADS_3

"Tidak aku sangka, ternyata kamu lebih hebat dari yang aku duga. Kamu berhasil menghindari semua serangan dariku yang tertuju padamu!" kata Nyonya Baiyuan sembari menarik kembali kesembilan selendangnya.


"Nyonya Baiyuan, aku katakan sekali lagi padamu, aku datang ke sini untuk mendapatkan informasi bukan bertarung denganmu. Jika kamu terus memaksaku seperti ini, aku tidak dapat memastikan kalau aku tidak akan menyakitimu!" kata Evan memperingatkan Nyonya Baiyuan sekali lagi.


Namun dengan hati yang telah dipenuhi amarah dan kebencian, Nyonya Baiyuan sama sekali tidak mendengarkan peringatan yang diberikan oleh Evan.


"Kamu jangan bercanda denganku. Dengan kekuatanmu yang hanya segini, kamu bahkan tidak akan bisa menyentuh sehelai rambutku!" kata Nyonya Baiyuan menyombongkan dirinya.


Akan tetapi belum tiga detik Nyonya Baiyuan menyelesaikan kalimatnya tersebut, seketika Evan telah berada di belakang punggungnya.


Merasakan keberadaan Evan dibelakang tubuhnya, Nyonya Baiyuan merasa sangat terkejut dan dengan ekspresi panik di wajahnya. Kemudian saat mata pedang sudah hampir menebas lehernya, Nyonya Baiyuan berbalik dan menghindari serangan tersebut dengan cepat.


Setelah berhasil menghindari serangan Evan tepat waktu, Nyonya Baiyuan segera melangkah mundur menjauhi Evan hingga belasan meter.


"Kau, bagaimana bisa......." Nyonya Baiyuan memasang ekspresi terkejut sembari menyentuh lehernya yang telah menerima luka goresan.


*Bocah bajingan ini memiliki kecepatan yang sangat tidak masuk akal. Untung tadi aku bisa menghindari serangan pedangnya tepat waktu. Jika aku terlambat satu detik saja, mungkin sekarang aku sudah mati di tangannya!* lanjut Nyonya Baiyuan berbicara dalam hati.


"Tentu saja bisa. Sebelumnya aku memang lengah karena meremehkan serangan milikmu. Sebenarnya jika aku ingin, aku bisa memotong lehermu kapanpun aku mau!" kata Evan sembari merubah kekuatannya menjadi Elemen Logam..


"Dasar bajingan kecil, beraninya kau meremehkan aku? Hari ini aku pasti akan mencabik-cabik tubuhmu sampai mati!" kata Nyonya Baiyuan, dan kemudian langsung menyerang Evan dengan kesembilan selendangnya.


Melihat Nyonya Baiyuan telah melancarkan serangan, kemudian Evan membentuk pertahanan dengan Sepuluh Ribu Pedang Terbang yang berputar membentuk perisai di hadapannya.


Sembilan Ujung Selendang menyerang dinding pertahanan Evan dengan penuh kekuatan. Namun dengan kecepatan sepuluh ribu pedang terbang yang terus berputar tanpa henti, sembilan kain selendang tersebut sama sekali tidak bisa menembus dinding pertahanan Evan.


"Bajingan kecil, apakah kamu hanya bisa bersembunyi di balik perisai itu? Jika kamu berani, keluarlah dari sana dan bertarung denganku. Jangan terus bersembunyi seperti pengecut!" kata Nyonya Baiyuan mencoba memprovokasi Evan.


Namun di saat Nyonya Baiyuan sedang fokus menyerang dinding pertahanan dan memprovokasi Evan, Nyonya Baiyuan secara sekilas melihat satu jarum logam melintas dari samping kanan wajahnya.


Kemudian hanya dalam waktu satu kedipan mata, seketika Evan bertukar posisi dengan jarum logam tersebut dan berpindah tempat ke samping kanan Nyonya Baiyuan.


Melihat Evan tiba-tiba berpindah tempat di samping kanannya, Nyonya Baiyuan seketika merasa sangat terkejut dengan mata terbuka lebar.

__ADS_1


Kemudian dengan posisi tersebut, Evan dengan cepat menangkap wajah Nyonya Baiyuan dan menekannya ke bawah.


"Tekanan Gravitasi!" kata Evan dan kemudian menghantamkan tubuh dan kepala Nyonya Baiyuan ke lantai dengan penuh kekuatan.


Dengan kekuatan tubuh yang dimiliki Evan serta ditambahkannya kekuatan Gravitasi, Nyonya Baiyuan dihantamkan ke lantai dengan sangat keras hingga memuntahkan darah dari dalam mulutnya.


Hantaman yang sangat kuat menghancurkan lantai dan menciptakan sebuah lubang yang cukup besar. Lantai yang terbuat dari bahan spiritual langka yang sangat keras, benar-benar hancur akibat pertarungan Evan dengan Nyonya Baiyuan.


Nyonya Baiyuan yang telah dihantamkan ke lantai sampai muntah darah, kemudian mencoba menyerang balik dengan Sembilan Kain Selendangnya.


Namun sebelum Sembilan Kain Selendang bergerak menyerang, Evan dengan cepat menancapkan Puluhan Pedang Logam untuk menekan Sembilan Kain Selendang tersebut ke dalam lantai. Dan Setelah mengikat kedua tangan dan kaki Nyonya Baiyuan dengan ikatan logam, serta menekannya dengan kekuatan gravitasi ke bawah lantai, kemudian Evan mulai berbicara santai dengan Nyonya Baiyuan.


"Nyonya Baiyuan, sekarang kamu sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi, bisakah kita mulai berbicara santai?" kata Evan dengan berdiri di atas tubuh Nyonya Baiyuan.


"Dasar bocah bajingan! Cepat lepaskan aku! Jika kamu tidak segera melepaskan aku, aku pasti akan membunuhmu dengan kejam!" kata Nyonya Baiyuan mengancam Evan.


"Apakah kamu pikir aku bodoh? Jika aku melepaskan kamu, kamu pasti akan menyerang ku seperti sebelumnya!" kata Evan, dan Nyonya Baiyuan hanya diam sembari memasang ekspresi marah.


Kemudian Evan mulai bertanya kepada Nyonya Baiyuan untuk mendapatkan informasi.


Mendengar pertanyaan Evan tersebut, seketika Nyonya Baiyuan langsung tertawa.


"Hahahaha..., aku pikir kau akan bertanya tentang apa. Sekarang aku mengerti apa tujuan kamu datang ke Ibukota. Kau ingin menyelamatkan Istri dan Adik ipar mu yang tertangkap oleh Keluarga Kerajaan. Benar bukan, Topeng Perak?" kata Nyonya Baiyuan sembari tersenyum menyeringai.


Namun Evan yang mendengar jawaban Nyonya Baiyuan tersebut, kemudian tersenyum hingga membuat Nyonya Baiyuan merasa heran.


*Ada apa dengan bajingan kecil ini? Mengapa dia tersenyum?* batin Nyonya Baiyuan merasa heran melihat Evan.


Sementara Nyonya Baiyuan sedang merasa heran, Evan menyadari sesuatu dari jawaban yang diberikan oleh Nyonya Baiyuan.


*Dari apa yang dikatakan oleh Wanita Tua ini, sepertinya keluarga kerajaan belum mengetahui tentang identitas Topeng Perak yang sebenarnya. Mereka hanya mengetahui kalau suami Ruyin Li adalah Topeng Perak. Mereka tidak tahu, kalau Topeng Perak sebenarnya adalah diriku!* batin Evan.


Sementara Evan diam berfikir, Nyonya Baiyuan yang melihatnya merasa kesal.

__ADS_1


*Hei bajingan kecil, apa yang kau pikirkan? Jika kau tidak segera melepaskan aku, aku pasti akan membuatmu mati dengan tragis!" kata Nyonya Baiyuan kembali mengancam Evan.


"Nyonya Baiyuan, kamu berhentilah meminta sesuatu yang tidak mungkin. Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu menjawab semua pertanyaan ku.


"Berhentilah bermimpi! Aku tidak akan menjawab pertanyaan apapun darimu!" kata Nyonya Baiyuan.


Mendengar perkataan Nyonya Baiyuan, kemudian Evan mulai mengerutkan keningnya.


"Nyonya Baiyuan, aku akan mengulangi pertanyaan-ku sebelumnya. Aku ingin kau menjawab pertanyaan ini dengan serius. Berapa jumlah orang Kerajaan Xiao yang datang ke Ibukota?" tanya Evan dengan pertanyaan yang sama.


Namun mengingat Evan tersenyum saat mendengar respon yang diberikan olehnya sebelumnya, kali ini Nyonya Baiyuan memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.


Melihat Nyonya Baiyuan yang tidak ingin memberikan jawaban ataupun respon terhadap pertanyaan yang diberikan, Evan hanya diam dan kemudian melanjutkan pertanyaan selanjutnya.


"Baiklah, kita lanjut pertanyaan kedua. Aku harap Nyonya Baiyuan dapat memberikan jawaban atas pertanyaan selanjutnya!" kata Evan.


Namun Nyonya Baiyuan yang melihat respon Evan kemudian tersenyum puas.


"Seberapa kuat orang-orang Kerajaan Xiao yang datang ke Ibukota? Apa tujuan mereka datang kemari?" tanya Evan dengan dua pertanyaan sekaligus.


Namun sama seperti sebelumnya. Nyonya Baiyuan hanya diam tanpa memberikan jawaban atau respon apapun.


Melihat Nyonya Baiyuan yang tidak ingin memberikan jawaban atau respon apapun, Evan mulai menatap Nyonya Baiyuan dengan ekspresi dinginnya.


*Wanita tua ini benar-benar sulit di ajak bicara* batin Evan mulai merasa kesal.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


__ADS_2