
"Oh begitu kah? Tapi mengapa aku merasa kalau kamu sedang memakiku?" ujar Evan.
"Tidak tidak, bagaimana mungkin aku berani memaki mu? Aku benar-benar mengatakannya dari lubuk hatiku yang paling dalam!" kata Tang Chen sembari berkata dalam hatinya. *Sialan, mengapa kamu sangat peka?* kata Tang Chen memaki Evan dalam hatinya.
Melihat mereka sudah cukup bercanda, kemudian Evan mulai bersikap dan berbicara serius kepada mereka.
"Baiklah, berhenti bercanda. Aku akan perkenalkan kalian bertiga sekali lagi. Meng'er, perkenalkan mereka berdua adalah teman Kakak, Sea Lin dan Tang Chen. Sea Lin dan Tang Chen, perkenalkan dia adalah adik kandungku, Bai Meng!" kata Evan saling memperkenalkan mereka secara resmi.
"Baiklah, aku sudah mendengarnya tadi. Tapi Evan, aku ingin bertanya. Tujuanmu membawa Meng'er ke sini tidak hanya untuk memperkenalkannya kepada kami bukan? Apakah kamu memiliki sesuatu yang lain yang belum kamu beritahukan kepada kami?" ujar Tang Chen bertanya kepada Evan.
"Kamu benar, tujuanku membawa Meng'er ke sini tidak hanya untuk memperkenalkannya kepada kalian. Tujuanku membawa Meng'er ke sini adalah untuk memberitahu kalian, bahwa Meng'er akan ikut berpartisipasi dalam rencana menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana bersama kita!" kata Evan memberitahu dan menjelaskan kepada Sea Lin dan Tang Chen.
"Tunggu, bukankah kita belum memiliki informasi apapun tentang kekuatan musuh? Mengapa tiba-tiba kamu sudah memiliki rencana?" tanya Tang Chen merasa heran.
"Maaf, aku lupa memberikan ini kepada kalian!" kata Evan sembari memberikan secarik kertas berisi informasi kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Dengan perasaan penasaran, Sea Lin dan Tang Chen menerima secarik kertas yang diberikan oleh Evan tersebut.
"Di dalam kertas itu ada semua informasi yang kita butuhkan untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana. Kalian berdua bacalah semua informasi itu terlebih dahulu. Setelah kalian selesai membaca informasinya, baru aku akan menjelaskan rencananya kepada kalian!" kata Evan kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Setelah mendengar penjelasan dari Evan, kemudian Sea Lin dan Tang Chen bersama-sama membaca semua informasi yang terdapat dalam secarik kertas tersebut.
__ADS_1
Namun setelah beberapa saat Sea Lin dan Tang Chen membaca informasi yang terdapat dalam secarik kertas tersebut, Sea Lin dan Tang Chen menemukan satu informasi yang membuat mereka merasa terkejut dan heran.
"Evan, nama orang ini bukankah sedikit familiar?" kata Tang Chen sembari menunjukkan kepada Evan sebuah nama bertuliskan Wu Zhou di secarik kertas tersebut.
"Yah, aku sudah melihat nama orang itu. Pertama kali saat aku melihat namanya aku juga merasa terkejut sama seperti kalian!" kata Evan setelah melihat nama yang ditunjukkan oleh Tang Chen di secarik kertas tersebut.
"Wu Zhou, bukankah nama orang ini sama dengan nama orang yang pernah bertarung denganku di pertandingan Sekte Matahari Merah tiga setengah tahun yang lalu? Jika orang ini benar-benar adalah Wu Zhou, bukankah berarti dia telah mengkhianati Sekte Matahari Merah?" ujar Sea Lin penuh tanda tanya.
"Aku tidak tahu itu. Walaupun aku masih belum yakin, apakah nama musuh yang tertera di kertas itu adalah Wu Zhou yang kita kenal atau tidak, tetapi jika Wu Zhou benar-benar telah mengkhianati Sekte Matahari Merah dan menjadi Prajurit Kerajaan Xiao, maka mau tidak mau kita harus membunuhnya!" kata Evan.
"Baiklah, berhenti membahas tentang Wu Zhou. Sekarang prioritas utama kita adalah menyelamatkan Ruyin dan Yuna. Kita tidak boleh membuang waktu dengan membahas sesuatu yang masih belum pasti!" lanjut Evan.
"Kakak Besar benar, Kakak Ipar ke-lima dan Adiknya masih menunggu untuk kita selamatkan. Kita tidak boleh menunda waktu lebih lama lagi. Kita harus segera menyelamatkan mereka!" kata Sea Lin membenarkan perkataan Evan.
"Baiklah kalau begitu, karena semua orang sudah mengetahui informasinya, maka aku akan menjelaskan rencana ku untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana. Pertama-tama, karena kalian sudah membaca informasinya, kalian berdua pasti sudah tahu bahwa besok adalah hari pernikahan Pangeran Mahkota, Li Jianfeng dengan Cucu Kepala Keluarga Fang, Fang Yiyi. Karena ini adalah pernikahan antara Keluarga Kerajaan dengan Salah satu Keluarga Besar Ibukota, maka pesta pernikahan kali ini pasti akan diadakan dengan sangat meriah. Aku yakin, orang-orang besar dari Kerajaan Xiao maupun Li pasti akan di undang untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Besok aku ingin kalian berdua membuat sedikit keributan di pesta pernikahan itu untuk mengalihkan perhatian mereka!" kata Evan.
"Sedikit keributan? Aku yakin yang kamu inginkan sebenarnya adalah kekacauan yang cukup besar!" kata Tang Chen.
"Membuat keributan di tempat seperti itu memang cukup mudah. Tapi Kakak Besar, bagaimana cara kami membuat keributan di dalam pesta pernikahan itu? Pesta pernikahan keluarga kerajaan pasti akan dijaga dengan sangat ketat oleh Para Penjaga. Kita tidak bisa masuk ke dalam Pesta Pernikahan di dalam Istana tanpa adanya undangan. Jika kita ingin membuat keributan, kita tidak mungkin melakukan serangan atau menggunakan Ledakan Darah untuk mengalihkan perhatian mereka. Karena jika kita melakukan itu hanya untuk membuat keributan, takutnya akan ada banyak korban dari orang-orang yang tidak bersalah!" kata Sea Lin.
"Kamu tenang saja. Kita tidak akan menggunakan cara seperti itu untuk mengalihkan perhatian mereka. Karena jika kita menggunakan cara seperti yang kamu katakan, kita tidak hanya tidak akan mengalihkan perhatian mereka tetapi malah akan membuat mereka menjadi waspada!" kata Evan.
__ADS_1
Sea Lin yang mendengar penjelasan tersebut merasa lega.
"Jadi, bagaimana cara kita membuat keributan di dalam Istana? Tidak mungkin kita membuat keributan tanpa masuk ke dalam Pesta Pernikahan di dalam Istana. Kita bahkan tidak memiliki undangan untuk masuk ke dalam Pesta Pernikahan itu!" ujar Tang Chen.
"Jika masalah masuk ke dalam Pesta Pernikahan di dalam Istana, kalian berdua bisa menyerahkannya kepada Adikku. Dia memiliki undangan. Jadi dia bisa membawa kalian masuk ke dalam sana tanpa takut dicurigai!" kata Evan.
Mendengar itu, Sea Lin dan Tang Chen tersenyum lega.
"Pantas saja...., jadi ini tujuanmu membawa Adikmu ke sini!" kata Tang Chen.
"Yah, kamu benar. Tapi masih ada satu masalah lagi, aku harap kalian berdua tidak keberatan!" kata Evan membuat Sea Lin dan Tang Chen merasa cemas.
"Di karenakan Adikku hanya memiliki satu undangan, jadi jika dia ingin membawa kalian berdua masuk ke dalam Istana, maka kalian berdua harus bersedia berpura-pura menjadi pelayan Adikku!" kata Evan.
"Aku pikir masalah apa. Hanya menjadi pelayan saja, aku dan Sea Lin tidak akan keberatan sama sekali!" kata Tang Chen percaya diri, begitu juga dengan Sea Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................