KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 37 : Menyelinap


__ADS_3

Sementara itu di suatu tempat di luar pagar tembok Istana, tampak Evan yang diam-diam sedang memata-matai para penjaga yang sedang berkeliling di luar istana.


Dengan menggunakan teknik Mata Langit miliknya, Evan dapat melihat dengan jelas sebuah Array Formasi raksasa yang terpasang di seluruh dinding pagar Istana.


*Seluruh pagar Istana telah di pasang Array Formasi. Jika aku dengan gegabah melompat dari atas pagar dan masuk ke dalam Istana, aku bisa saja tanpa sengaja mengaktifkan Array Formasinya atau diketahui oleh para penjaga. Aku tidak boleh membuat kesalahan. Karena jika aku membuat sedikit kesalahan saja, maka rencana yang telah kami susun untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna akan gagal. Sekarang yang harus harus aku lakukan adalah menyelinap ke dalam Istana tanpa ketahuan oleh siapapun. Dan satu-satunya cara untuk menyelinap masuk ke dalam Istana tanpa harus melewati pagar Istana adalah melewati pintu belakang Istana. Tapi, bagaimana caranya aku melewati pintu belakang Istana tanpa harus dicurigai?* pikir Evan dalam benaknya.


Kemudian saat Evan sedang berpikir bagaimana cara untuk masuk ke dalam Istana tanpa ketahuan, di saat itu pula Evan melihat salah seorang penjaga berpisah dari kelompoknya. Melihat ada satu orang penjaga bergerak dan berkeliling sendirian, Evan segera bergerak mengambil kesempatan tersebut.


Dengan berjalan tanpa menimbulkan suara, Evan yang telah di berada di belakang penjaga tersebut kemudian memutar dan mematahkan leher penjaga tersebut hingga tewas.


Setelah penjaga tersebut jatuh mati, Evan segera menyerap mayat penjaga tersebut sampai bersih tak bersisa. Dan setelah mayat penjaga tersebut lenyap, Evan pun segera menyamar dan merubah penampilannya menjadi penjaga tersebut.


*Dengan penampilan ini seharusnya aku tidak akan mudah dicurigai oleh para penjaga. Sekarang yang harus aku lakukan adalah masuk ke dalam Istana dan mencari tahu dimana Ruyin dan Yuna di sekap* pikir Evan.


Setelah memastikan tidak ada yang kurang dalam penyamarannya, kemudian Evan segera bergerak memasuki Istana. Dan setelah berhasil masuk ke dalam Istana tanpa ketahuan, Evan segera menelusuri semua tempat yang memiliki kemungkinan besar menjadi tempat dikurungnya Ruyin dan Yuna.


******


Sementara itu di waktu yang sama, kereta kuda yang dikendarai oleh Bai Meng dan yang lainnya masih dalam perjalanan menuju Istana.


Dalam perjalanan menuju ke Istana, mereka dapat melihat dengan jelas keramaian yang ada di sepanjang jalan Ibukota Kerajaan Li. Semua orang yang muda maupun tua, tampak dengan sukacita merayakan hari pernikahan tersebut.


Melalui jendela kecil yang ada di samping kereta kuda, Nyonya Baiyuan dengan tatapan iba selalu memperhatikan orang-orang (masyarakat) yang mereka lalui di sepanjang jalan.


"Hahh...., Sungguh kasihan....." ucap Nyonya Baiyuan sembari menghela nafas.


Bai Meng yang mendengar helaan nafas dan ucapan Ibunya kemudian bertanya.


"Ada apa, Bu?" tanya Bai Meng.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa. Ibu hanya merasa kasihan pada orang-orang ini. Orang-orang yang tidak tahu kalau mereka telah dibodohi oleh rajanya sendiri!" kata Nyonya Baiyuan.


"Dibodohi oleh rajanya sendiri? Apa maksudnya?" tanya Tang Chen ikut penasaran.


"Apakah kalian ingin tahu?" tanya Nyonya Baiyuan.


"Jika itu sesuatu yang menarik, kami akan dengan senang hati mendengarkannya!" kata Tang Chen.


"Hmmm...., baiklah. Sembari menunggu sampai kita tiba di Istana, aku akan menceritakan sebuah cerita menarik yang terjadi di Ibukota Kerajaan Li selama satu tahun belakangan ini. Kalian berdua sebagai teman Bajingan Kecil itu harus mendengarkan cerita ini baik-baik. Karena jika Bajingan Kecil itu sungguh berhasil mengambil kembali Tahta miliknya, mungkin cerita ini akan dapat membantu kalian membenahi sistem Kerajaan ini!" kata Nyonya Baiyuan.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya Baiyuan barusan, Sea Lin dan Tang Chen seketika merasa harus mendengarkan cerita tersebut.


"Baiklah aku akan mulai bercerita. Kalian berdua harus mendengarkan cerita ini baik-baik. Selama satu tahun belakangan ini, semenjak Kerajaan Li bekerja sama dengan Kerajaan Xiao, Li Danrui selaku Kaisar baru Kerajaan Li, menggunakan metode licik dan kejam untuk memperoleh keuntungan dari rakyatnya. Dengan menggunakan nama Perampok untuk memeras rakyat dan nama Pahlawan yang melindungi rakyat, Li Danrui tidak hanya berhasil mendapatkan keuntungan tetapi juga reputasi baik dari rakyatnya. Walaupun kejadian ini baru memakan korban dari rakyat kelas menengah ke bawah, tetapi dalam waktu satu tahun ini Li Danrui telah berhasil meraup keuntungan lebih dari tiga miliar kristal spirit!" kata Nyonya Baiyuan bercerita.


Setelah mendengar cerita Nyonya Baiyuan tentang apa yang dilakukan oleh Li Danrui kepada rakyat Kerajaan Li, Sea Lin, Tang Chen dan Bai Meng seketika merasa sangat geram dan kesal.


"Itulah mengapa tadi aku mengatakan kalau rakyat Kerajaan Li telah dibodohi oleh rajanya sendiri. Jika hal ini tidak segera dihentikan, takutnya rakyat yang menjadi korban akan bertambah semakin banyak. Dan maka dari itu, sesungguhnya aku berharap Bajingan Kecil itu berhasil merebut kembali Kerajaan ini dari tangan Li Danrui!" kata Nyonya Baiyuan.


"Kalau masalah itu, Nyonya Baiyuan tenang saja. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Evan saat ini, ia pasti akan berhasil merebut kembali Kerajaan ini!" kata Tang Chen.


"Benar yang dikatakan oleh Tang Chen. Apalagi dengan adanya bantuan dariku, semua hal yang seharusnya menjadi milik Kakak Besar maka akan kembali ke tangan Kakak Besar. Aku jamin itu!" kata Sea Lin menambahi.


Mendengar perkataan Sea Lin dan Tang Chen yang begitu percaya kepada Evan, kemudian Nyonya Baiyuan menunjukkan senyumannya.


"Baiklah.., walaupun aku tidak berekspektasi tinggi kepada kalian, tetapi aku menaruh harapan kepada kalian. Sekarang kita hentikan pembicaraan ini dan fokus pada rencana. Kita sudah hampir tiba di gerbang Istana!" kata Nyonya Baiyuan.


Setelah mereka menghentikan pembicaraan mereka, akhirnya kereta kuda yang mereka kendarai telah sampai di depan gerbang Istana.


Sebelum mereka turun dari kereta kuda, Sea Lin dan Tang Chen segera mengenakan topeng yang sebelumnya telah mereka persiapkan. Dan setelah semua persiapan selesai, mereka berempat satu per satu turun dari kereta kuda.

__ADS_1


Di depan gerbang Istana, dengan adanya Nyonya Baiyuan bersama mereka, mereka berhasil masuk ke pesta pernikahan di Istana tanpa ada halangan.


Seperti yang telah direncanakan oleh mereka sebelumnya. Sea Lin dan Tang Chen berjalan mengikuti Bai Meng dan Nyonya Baiyuan sebagai pelayan (pengawal).


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Nyonya Baiyuan bersama dengan yang lainnya sampai di depan pintu Aula Pernikahan.


Melihat kedatangan Nyonya Baiyuan dan Putrinya, Li Danrui sebagai Tuan Rumah segera datang menyambut kedatangan mereka.


"Nyonya Bai, terima kasih telah datang ke pesta pernikahan Putra ku. Kami sangat menghargai kedatangan anda!" kata Li Danrui menyambut kedatangan Nyonya Baiyuan dan yang lainnya.


"Sama-sama. Saya juga berterimakasih kepada Kaisar karena sudah merepotkan diri menyambut kedatangan kami!" kata Nyonya Bai.


"Tidak masalah. Tamu terhormat memang harus diberi sambutan dengan hormat. Sekarang mari kita masuk. Tamu yang lainnya pasti sedang menunggu kedatangan Nyonya dan Nona!" kata Li Danrui mempersilahkan mereka untuk masuk.


Setelah di persilahkan untuk masuk oleh Li Danrui, kemudian Nyonya Baiyuan bersama dengan yang lainnya pun masuk ke dalam Aula Istana tanpa ada halangan apapun.


Namun sementara Nyonya Baiyuan dan yang lainnya menjalankan rencana tanpa ada masalah, di sisi lain Evan yang sudah menelusuri semua tempat di Istana masih belum menemukan keberadaan Ruyin dan Yuna.


"Sebenarnya dimana Ruyin dan Yuna di sembunyikan? Aku sudah mencari dan menelusuri seluruh tempat di Istana, tapi aku tetap tidak bisa menemukan keberadaan mereka. Jika aku tidak segera menemukan Ruyin dan Yuna, aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka!" kata Evan penuh rasa khawatir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2