
"Bajingan kecil, bisakah kamu melepaskannya?" pinta Nyonya Baiyuan pada Evan untuk melepaskan Putrinya.
"Maaf Nyonya, aku tidak akan melepaskan Gadis ini sampai kamu menjawab semua pertanyaan dariku!" kata Evan sembari meletakkan tangannya dengan lembut di kepala Gadis itu.
Melihat tangan Evan menyentuh kepala Putrinya, Nyonya Baiyuan hanya diam dan kemudian menghela nafasnya.
"Baiklah, aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Tetapi sebelum itu aku ingin kamu mengabulkan satu permintaanku terlebih dahulu!" kata Nyonya Baiyuan ingin mengajukan persyaratan.
"Baiklah, asalkan permintaan Nyonya Baiyuan masih dalam jangkauan kesanggupan ku, aku berjanji akan mengabulkan permintaan tersebut tanpa ragu!" kata Evan.
"Bagus, kalau begitu, aku ingin kamu berjanji. Setelah semua urusanmu di sini selesai, maka kamu harus berjanji untuk memutuskan semua hubunganmu dengan Gedung Baiyuan dan Putriku!" kata Nyonya Baiyuan.
Evan yang mendengar permintaan tersebut seketika langsung tertegun.
"Nyonya, bisakah kamu mengganti permintaanmu?" pinta Evan merasa keberatan dengan permintaan yang diajukan oleh Nyonya Baiyuan.
"Tidak! Aku tidak akan mengganti permintaanku. Jadi sekarang bagaimana, apakah kamu masih tetap ingin aku menjawab semua pertanyaanmu?" tanya Nyonya Baiyuan sembari menunjukkan senyum licik di wajahnya.
"Nyonya Bai, kamu benar-benar sangat licik dan tidak berperasaan. Aku dan Bai Meng baru bertemu hari ini, tetapi kamu sudah ingin aku memutuskan hubunganku dengannya?" kata Evan merasa kesulitan.
"Aku tidak peduli. Jika kamu tidak ingin memutuskan hubunganmu dengan Meng'er, maka kamu jangan harap bisa mendapatkan satu pun informasi dariku!" kata Nyonya Baiyuan dengan tegas.
Mendengar perkataan Nyonya Baiyuan yang tetap bersikukuh, Evan benar-benar kesulitan dalam membuat pilihan.
*Bai Meng, tidak diragukan lagi adalah Adik kandungku. Tidak mungkin bagiku memutuskan hubungan kami sementara kami baru saja bertemu. Tetapi, jika aku tidak melakukannya, mungkin akan sulit bagiku untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna tanpa adanya informasi tentang kekuatan yang dimiliki musuh. Sial, aku benar-benar tidak bisa mengambil keputusan antara keduanya!* batin Evan merasa sangat bingung.
Kemudian di saat Evan sedang berpikir untuk membuat keputusan dan Nyonya Baiyuan menunggu keputusan dari Evan, Bai Meng yang sedari tadi terus diam akhirnya berbicara kepada mereka.
"Ibu, sebenarnya apa yang sedang kamu bicarakan dengan orang ini? Mengapa ibu ingin dia memutuskan hubungannya denganku? Aku dan dia, apakah memiliki hubungan?" tanya Bai Meng membuat Nyonya Baiyuan kebingungan untuk menjawabnya.
"Maaf Meng'er, Ibu tidak bisa menjawab pertanyaanmu sekarang. Tidak enak rasanya memberitahumu dalam posisi seperti ini. Jika kamu ingin tahu, maka kamu harus menunggu setelah orang ini melepaskan ikatan Ibu!" kata Nyonya Baiyuan menolak untuk menjawab pertanyaan dari Bai Meng.
__ADS_1
Melihat Nyonya Baiyuan tidak ingin menjawab pertanyaan dari Bai Meng, Evan benar-benar merasa sangat kesal.
"Nyonya Bai, apakah kamu tidak ingin memberitahu Bai Meng siapa aku?" ujar Evan dengan ekspresi kesal.
"Itu bukan urusanmu, apakah aku ingin memberitahu Bai Meng atau tidak!" kata Nyonya Baiyuan.
"Bukan urusanku? apakah Nyonya benar-benar tidak berperasaan? Aku adalah Kakak kandungnya!" kata Evan berteriak dengan perasaan marah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Evan, seketika membuat Bai Meng merasa terkejut dan bingung. Namun berbeda di sisi lain, Nyonya Baiyuan yang mendengar itu hanya diam dengan ekspresi tidak senang menatap Evan.
"Ibu, benarkah yang dikatakan olehnya? Apakah dia adalah Kakakku?" tanya Bai Meng yang masih merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Evan.
"Tidak, dia bukanlah Kakakmu!" jawab Nyonya Baiyuan dengan ekspresi dinginnya.
"Nyonya Bai, beraninya kau berbohong pada Bai Meng? Apakah kau akan terus menyembunyikan semua kebenarannya dari Bai Meng?"
"Jadi apa yang kau inginkan? Apakah kau ingin aku memberitahu Bai Meng bahwa Ibunya adalah seorang La cur? Atau kau ingin aku memberitahunya, bahwa dirinya adalah anak dari hubungan gelap antara aku dan Ayahmu?! Apakah kau ingin kebenaran seperti itu diketahui oleh Bai Meng!? Jawab aku, Evan!" teriak Nyonya Baiyuan dengan penuh amarah.
Mendengar teriakkan Nyonya Baiyuan, Evan yang sebelumnya marah seketika langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Sialaaaann......., bukankah aku hanya ingin informasi? Mengapa semuanya menjadi rumit seperti ini!?" teriak Evan sembari memukul tembok besar tersebut dengan penuh amarah.
Setelah berteriak dengan suara yang amat keras, Evan yang masih merasa kesal kemudian mengucapkan beberapa kalimat makian sambil memukuli tembok tersebut untuk melepaskan amarahnya.
Kemudian setelah puas melepaskan seluruh amarahnya, Evan kembali menghampiri Bai Meng dan Nyonya Baiyuan. Dengan tatapan mata yang sayu, Evan menatap Nyonya Baiyuan dengan perasaan yang kacau dan sulit di jelaskan.
"Nyonya Bai, kamu menang!" ucap Evan dan kemudian membebaskan tubuh dan selendang Nyonya Baiyuan dari semua logam yang mengikatnya ke lantai.
Setelah Evan membebaskan tubuh Nyonya Baiyuan, Evan tanpa berkata-kata langsung berbalik badan dan berjalan pergi menuju pintu keluar.
"Bajingan kecil, kau ingin pergi ke mana?" tanya Nyonya Baiyuan sembari bangkit berdiri.
__ADS_1
"Mau ke mana lagi, tentu saja pergi ke Istana untuk menyelamatkan Istriku!" jawab Evan tanpa menoleh.
"Apakah kau ingin pergi begitu saja? Kau belum memberikanku obat penawarnya!" kata Nyonya Baiyuan.
"Tidak ada obat penawar. Itu hanya racun ulat bulu biasa!" kata Evan menjawab dengan santai.
Kemudian saat sudah berada di dekat pintu gerbang, Evan menarik kembali bayangannya yang masih menekan para bawahan Nyonya Baiyuan. Dan setelah bayangan tersebut kembali ke dalam tubuhnya, Evan segera membuka pintu gerbang dan keluar dari ruangan tersebut.
Setelah Evan keluar dari Aula Utama, tampak Sea Lin dan Tang Chen yang langsung menyambutnya dengan penuh senyuman di depan pintu gerbang.
"Akhirnya kamu keluar. Bagaimana, apakah kamu mendapat informasinya?" tanya Tang Chen.
Mendengar pertanyaan Tang Chen, Evan hanya menggelengkan kepalanya dengan perlahan.
"Hmm...., sudah kuduga. Dengan suara pertarungan sebesar itu, tidak mungkin bagimu mendapatkan informasi dari mereka. Jadi, apakah kamu sudah membunuh Pemimpin Sekte mereka?" tanya Tang Chen.
Mendengar semua ocehan dari mulut Tang Chen, Evan yang pikirannya sedang kacau semakin merasa kesal.
"Tang Chen, bisakah kamu diam? Kepalaku sedang kacau! Jika kamu terus mengoceh seperti burung beo, mungkin saja aku akan tidak sengaja membunuhmu!" kata Evan memarahi Tang Chen.
Melihat Evan yang sedang dalam perasaan kacau, Tang Chen pun segera menutup mulutnya dan berhenti berbicara.
"Sekarang, ayo kita keluar dari tempat ini. Kita akan berbicara setelah aku menenangkan diri, mengerti?" ujar Evan kepada kedua temannya.
Mendengar itu, Sea Lin dan Tang Chen langsung mengangguk menuruti perkataan Evan. Kemudian dengan suasana yang hening, Evan, Sea Lin dan Tang Chen menyusuri jalan keluar bersama-sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................