
"Aku kira Nyonya Baiyuan tidak akan menyadarinya. Nyonya memang pantas dijuluki sebagai Wanita Terkuat di Ibukota!" kata Evan.
"Hanya trik kecil murahan saja, aku sudah sering melihatnya. Sekarang bisakah kamu menunjukkan wajah aslimu?" kata Nyonya Baiyuan Sang Pemimpin Sekte Gedung Baiyuan.
"Tentu saja aku bisa menunjukkan wajah asliku. Tapi aku sarankan sebaiknya itu tidak dilakukan. Karena aku khawatir, Nyonya Baiyuan akan merasa kurang nyaman saat melihat wajahku. Dan jika itu terjadi, maka itu akan mengganggu tujuan utama aku datang kesini!" kata Evan.
"Memang seburuk apa wajah kamu itu sampai bisa membuat aku kurang nyaman. Aku, Nyonya Baiyuan, sudah melihat semua jenis wajah, bahkan yang paling buruk sekalipun. Jadi kamu tenang saja. Seburuk apapun wajah kamu itu, itu tidak akan menggangu pembicaraan kita selanjutnya!" kata Nyonya Baiyuan.
"Baiklah kalau begitu, karena Nyonya sudah memaksa maka jangan salahkan aku karena tidak mengingatkan" ujar Evan.
Kemudian dengan perlahan Evan merubah kembali wajah aslinya didepan mata Nyonya Baiyuan. Sontak saat melihat wajah asli Evan, seketika Nyonya Baiyuan merasa sangat terkejut dan sangat marah.
"LI XIAOHAN !!" teriak Nyonya Baiyuan sembari melompat keluar dari ranjangnya dan menyerang ke arah Evan dengan memasang ekspresi penuh amarah dan kebencian.
Serangan yang dilancarkan oleh Nyonya Baiyuan sangat kuat, yang mana serangan tersebut merupakan serangan dari seseorang Tingkat Senior Level Empat.
Melihat Nyonya Baiyuan datang menyerang, Evan dengan cepat mengumpulkan kekuatan pada tinju kanannya. Dan dengan tinju kanannya yang telah terselimuti kekuatan elemen tanah, Evan menahan serangan Nyonya Baiyuan yang menuju ke arahnya.
Kemudian kedua serangan mereka berdua saling menghantam dengan sangat kuat, hingga menciptakan ledakan yang membuat seluruh labirin terasa bergetar.
Sementara itu di sisi lain, Sea Lin dan Tang Chen serta Para Penjaga yang berada di luar Aula Utama, merasa sangat terkejut mendengar suara ledakan yang terjadi akibat pertarungan Evan dan Nyonya Baiyuan.
"Pantas saja, Kakak Besar menyuruh kita berdua untuk tetap menunggunya di sini. Pertarungan di dalam bukanlah sesuatu yang bisa kita ikuti!" kata Sea Lin.
"Yah, itu memang suara ledakan yang sangat kuat. Tapi entah mengapa, aku merasa ada sesuatu yang lain yang membuat Evan tidak bersedia membawa kita bersamanya!" kata Tang Chen.
"Sesuatu yang lain? Apakah kamu mencurigai Kakak Besar?"
"Tentu saja tidak. Hanya saja semenjak kita datang ke tempat ini, aku merasa ada sesuatu yang sedang Evan sembunyikan dari kita!" kata Tang Chen.
__ADS_1
"Hmm...., benarkah? Tapi mengapa aku tidak merasakan kalau Kakak Besar sedang menyembunyikan sesuatu?" ujar Sea Lin.
"Tentu saja. Dengan otak bodoh kamu itu, mana mungkin kamu menyadarinya!" kata Tang Chen membuat Sea Lin merasa kesal.
"Tang Chen, kamu jangan cari gara-gara denganku. Kau tahu bukan aku tidak se-sabar Kakak Besar?" kata Sea Lin sembari tersenyum kesal kepada Tang Chen.
"Cih, emosian!" ucap Tang Chen tidak berani menyinggung lagi.
Sementara itu di dalam Aula Utama, tampak sebuah lubang besar yang memisahkan jarak antara Evan dan Nyonya Baiyuan. Dan di samping lubang besar tersebut, terlihat ada beberapa mayat Pelayan dan Prajurit yang mati akibat terkena efek ledakan.
Karena melihat Evan sebagai bahaya yang mengancam, kedua Pengawal terkuat segera berdiri di samping Nyonya Baiyuan, sedangkan Para Prajurit dan Pelayan yang masih hidup segera bergerak mengepung Evan dari belakang.
"Li Xiaohan, beraninya kau datang ke sini?! Aku tidak tidak akan membiarkan kau keluar dari sini hidup-hidup!" kata Nyonya Baiyuan penuh kebencian.
"Maaf Nyonya Baiyuan, Aku bukan Li Xiaohan, aku adalah Putranya, Li Evan!" kata Evan memberitahu Nyonya Baiyuan.
"Li Evan? Hahahaha...., benar juga, bajingan Li Xiaohan itu sudah mati. Jadi dia tidak mungkin bisa datang ke sini. Tapi aku benar-benar tidak menyangka, kau si sampah, anak dari bajingan itu masih hidup setelah di buang dari Kerajaannya sendiri. Bahkan kau telah berubah menjadi cukup kuat hanya dalam waktu beberapa tahun ini. Tapi, karena kamu sudah datang ke sini, maka jangan berharap kau bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup!" kata Nyonya Baiyuan dengan ekspresi kejamnya.
"Tunggu! Bukankah tadi Nyonya sudah berkata tidak akan terpengaruh dan mengganggu pembicaraan kita selanjutnya? Apakah Nyonya Baiyuan tidak bisa memegang kata-katanya sendiri?" ujar Evan mencoba menghindari adanya pertumpahan darah antara mereka.
"Memegang kata-kata? Apakah kau sedang bercanda denganku? Berhenti omong kosong. Ayahmu bahkan tidak pernah memegang kata-katanya. Semuanya serang, bunuh bocah itu!" perintah Nyonya Baiyuan pada para bawahannya.
Mendengar perintah tersebut, para bawahan Nyonya Baiyuan segera maju menyerang Evan. Namun sebelum mereka semua maju melangkah, tiba-tiba Evan menekan mereka dengan kekuatan jiwa miliknya. Dengan tekanan jiwa yang begitu kuat, selain dua pengawal terkuat yang berdiri di samping Nyonya Baiyuan, para bawahan lainnya seketika jatuh berlutut sebelum melangkah maju menyerang Evan.
Dua pengawal yang berdiri di samping Nyonya Baiyuan mencoba melawan tekanan jiwa yang diberikan oleh Evan. Namun walaupun kedua pengawal tersebut masih dapat berdiri tegak, tetapi tekanan jiwa yang diberikan oleh Evan membuat mereka tidak dapat bergerak.
Melihat semua orangnya tidak dapat bergerak dan maju menyerang Evan, Nyonya Baiyuan semakin merasa geram sembari menggertakkan giginya.
"Bajingan dan ****** sialan itu benar-benar memiliki putra yang hebat. Kau lepaskan mereka. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" ujar Nyonya Baiyuan.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku tidak mempercayai kata-katamu!" kata Evan menolak untuk melepaskan mereka dari tekanan jiwa miliknya.
Kemudian Evan segera menciptakan satu kloningan dirinya dengan Teknik Tubuh Bayangan Pengganti. Dengan kloningan Elemen Petir yang tetap menekan para bawahan tersebut dengan kekuatan jiwa, Evan maju melangkah untuk berhadapan dengan Nyonya Baiyuan secara langsung.
"Kau benar-benar berhasil membuatku merasa kesal. Hari ini kau harus mati!" kata Nyonya Baiyuan sembari mengeluarkan armor spiritnya.
"Sebenarnya aku tidak ingin bertarung denganmu, karena hubunganmu dengan Ayah. Tapi karena kamu yang memaksaku untuk bertarung, maka aku akan bertarung denganmu!" kata Evan ikut melapisi tubuhnya dengan armor spirit elemen kegelapan.
Kemudian tanpa basa-basi Nyonya Baiyuan langsung menyerang Evan dengan sembilan kain selendang berwarna merah muda.
Melihat Nyonya Baiyuan telah memulai serangan, Evan langsung mengeluarkan pedangnya untuk memulai pertarungan.
Dengan mengayunkan pedangnya yang diselimuti energi Kegelapan, Evan mencoba menebas satu kain selendang yang menyerang ke arahnya. Namun saat mata pedang dan ujung kain selendang tersebut saling menyerang, kain selendang tersebut terasa seperti besi yang sangat keras.
Setelah serangan pedang Evan tidak berhasil memotong kain selendang tersebut, Evan mencoba mengubah serangan menjadi pertahanan. Namun karena perubahan teknik yang tiba-tiba, serangan kain selendang tersebut berhasil mendorong Evan hingga beberapa meter ke belakang.
Setelah Evan berhasil menahan satu serangan kain selendang tersebut, kemudian delapan kain selendang lainnya lanjut menyerang ke arah Evan secara beruntun.
Dengan kecepatan dan teknik langkahnya, Evan bergerak menghindari semua serangan tersebut satu per satu. Dan dengan pedangnya juga, Evan mencoba menahan dan membelokkan semua serangan yang tidak berhasil ia hindari. Namun dengan banyaknya serangan yang tertuju padanya, Evan tetap menerima beberapa luka goresan di wajah dan tubuhnya.
Setelah beberapa kemudian, Evan yang melihat adanya celah segera melompat mundur dan menjauh dari jangkauan serangan.
*Sial, aku lengah. Kain selendang ini terlalu keras. Pedangku sama sekali tidak bisa memotongnya!* Evan yang berhasil bertahan dari semua serangan menggenggam erat pedangnya yang hampir patah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................