
Pada malam hari setelah pergi meninggalkan Gedung Baiyuan, Evan, Sea Lin dan Tang Chen pergi ke sebuah tempat Penginapan untuk tinggal dan beristirahat.
Di halaman belakang Penginapan yang mereka tinggali, tampak Evan yang sedang meminum arak untuk menenangkan diri. Namun sebanyak apapun Evan menghabiskan arak di tangannya, Evan sama sekali tidak bisa membuat dirinya mabuk.
"Kakak Elemen, mengapa aku masih belum mabuk? Bukankah biasanya, aku akan mabuk setelah minum dua cangkir?" tanya Evan dengan perasaan galau.
*Yah, sebelumnya kamu memang akan mabuk setelah meminum dua cangkir. Tapi sekarang berbeda. Karena kamu sudah membangkitkan kekuatan Elemen Racun, maka tubuhmu akan dengan sendirinya mengubah alkohol yang terkandung dalam arak yang kamu minum menjadi energi spiritual. Jadi intinya, sebanyak apapun kamu minum, kamu tidak akan pernah bisa mengalami mabuk lagi!* kata Elemen Petir menjawab pertanyaan Evan.
"Hmm.... begitukah? Jadi, bukankah yang aku lakukan sekarang ini menjadi sia-sia?" kata Evan sembari menatap genangan arak yang ada di dalam kendi yang dipegangnya.
*Jika kamu tahu apa yang kamu lakukan saat ini adalah perbuatan yang sia-sia, kenapa kamu masih tidak berhenti melakukannya? Dari pada kamu terus berusaha mabuk-mabukan dengan minum arak seperti ini, bukankah lebih baik kamu melakukan persiapan untuk menyelamatkan Istrimu?* kata Elemen Petir.
Mendengar perkataan Elemen Petir, Evan yang sedang kacau seketika terdiam sesaat.
"Yah, yang Kakak Petir katakan memang benar. Seharusnya aku berhenti melakukan hal yang sia-sia seperti ini. Seharusnya aku melakukan persiapan untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana. Tetapi hal-hal yang terjadi hari ini membuatku merasa bingung dan sulit untuk berpikir dengan jernih. Aku ingin menenangkan pikiranku untuk membuat rencana. Aku ingin melupakan semua masalah yang terjadi hari ini untuk mendinginkan kepalaku. Tetapi kenapa..., kenapa semuanya menjadi sangat sulit untuk di lupakan?" kata Evan berkeluh kesah kepada Para Elemen yang ada di dalam tubuhnya.
*Sebenarnya tidak sulit untuk melupakan semua masalah yang kamu hadapi. Namun kamu terlalu memikirkan masalah tersebut, hingga membuat kamu sulit untuk melupakannya. Jika di bandingkan dalam hal perasaan, aku akui sebenarnya Tang Chen jauh lebih kuat dari pada dirimu!* kata Elemen Api.
*Evan, di saat seperti ini kamu tidak boleh membuang waktu dengan masalah yang ada di pikiranmu. Karena semakin banyak kamu membuang waktu, maka akan semakin banyak pula hal buruk yang terjadi pada Istrimu. Kamu tidak boleh kalah di saat Istrimu sedang sangat membutuhkanmu. Kamu harus segera menyelamatkan Istrimu apapun yang terjadi!* kata Elemen Petir.
*Benar yang dikatakan oleh Petir.. Jika kamu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Istri dan Adik Ipar mu, mau tidak mau kamu harus melupakan semua masalah yang memenuhi pikiranmu. Karena setiap kamu membuang satu detik waktumu, mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi pada Istri dan Adik ipar mu di satu detik tersebut!* kata Elemen Kegelapan ikut memotivasi Evan.
Mendengar perkataan Para Elemen yang sedang memotivasinya, Evan yang sedang kacau perlahan menggenggam erat tangannya. Dan setelah menguatkan hati dan pikiran, Evan langsung meletakkan kendi araknya dan bangkit berdiri.
"Sial, aku memang seorang pria yang buruk. Bisa-bisanya aku melupakan masalah utama yang lebih penting dengan memikirkan masalah yang terjadi hari ini. Kakak Elemen, katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?" tanya Evan kembali bersemangat.
__ADS_1
Melihat Evan yang telah bersemangat kembali, Para Elemen ikut merasa senang dan bersemangat.
*Begini baru benar. Evan yang kami kenal haruslah orang yang bersemangat seperti ini!" kata Elemen Api merasa senang.
*Karena kamu sudah bertanya, maka aku akan dengan senang hati menjawabnya. Untuk menebus kesalahan yang kamu lakukan hari ini, maka kamu harus berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti hari ini di masa depan!* kata Elemen Petir.
"Baiklah, aku berjanji, setelah hari ini aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti hari ini di masa depan!" kata Evan berjanji kepada Para Elemen.
*Cih, menurutku terlalu mudah jika hanya mengucapkan beberapa kalimat untuk menebus kesalahannya!* kata Elemen Tanah merasa kurang puas.
"Oh, kalau begitu, apa yang Kakak Tanah inginkan untuk menebus kesalahanku?" tanya Evan sembari tersenyum.
*Mudah saja, aku ingin kamu menggila di pertarungan kamu nanti. Aku ingin kamu membunuh dan menghabisi semua orang yang kamu benci. Aku ingin kamu melenyapkan mereka semua tanpa ada yang tersisa!" kata Elemen Tanah sangat antusias.
"Baik, aku akan melakukannya sesuai dengan keinginan Kakak Elemen Tanah!" kata Evan menuruti keinginan Elemen Tanah.
*Hahaha..., kalau begitu kamu yang terlalu lembek!" kata Elemen Tanah sembari tertawa.
Dengan adanya Para Elemen yang selalu menemani dirinya, pikiran Evan yang sebelumnya kacau perlahan menjadi tenang. Semua masalah yang memenuhi hati dan pikiran perlahan terlupakan oleh suara yang terus terdengar dalam pikirannya.
Mendengar suara Para Elemen yang terus memenuhi pikirannya, senyuman Evan perlahan merekah. Namun senyuman itu sayangnya tidak bertahan lama. Evan yang sedang berdiri sendirian di halaman belakang Penginapan, menyadari ada seseorang yang datang memata-matai dirinya.
Dengan kemampuan persepsi jiwa miliknya, Evan melihat ada seorang wanita berpakaian merah muda sedang memata-matai dirinya dari atas atap penginapan.
Kemudian dengan Teknik Langkah Kilat Surgawi, Evan dengan secepat kilat langsung berada di belakang wanita tersebut.
__ADS_1
Melihat Evan yang dalam sekejap mata telah berada di belakang tubuhnya, wanita tersebut seketika merasa sangat terkejut.
"Siapa kamu? Mengapa kamu datang memata-matai diriku?" tanya Evan sembari menekan dua jarinya ke leher wanita tersebut.
"Kakak, ini aku, Bai Meng!" jawab Bai Meng sembari mengangkat kedua tangannya.
"Bai Meng, mengapa kamu ada di sini?!" tanya Evan sembari membalikkan tubuh Bai Meng ke hadapannya.
"Ibu menyuruhku datang ke sini untuk memberikan surat ini kepada Kakak!" kata Bai Meng sembari memberikan secarik surat kepada Evan.
"Surat?" ucap Evan sembari menerima surat tersebut.
"Benar, surat ini berisi semua informasi yang Kakak butuhkan untuk menyelamatkan Kakak Ipar!" kata Bai Meng menjelaskan isi surat tersebut.
"Tapi kenapa? Bukankah Ibumu tidak ingin memberikan informasinya pada Kakak?" ujar Evan merasa heran.
"Aku tidak tahu. Ibu tidak mengatakan apa-apa tentang alasannya memberikan surat ini kepada Kakak!" kata Bai Meng.
Mendengar jawaban Bai Meng, seketika membuat Evan kesulitan untuk memberikan respon.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................