KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 34 : Pertemuan Bai Meng


__ADS_3

Kemudian di pagi hari, Evan segera mengumpulkan kedua temannya untuk diperkenalkan pada Bai Meng.


Di perjalanan menuju tempat Bai Meng berada, tampak Evan yang berjalan memimpin kedua temannya. Terlihat di antara mereka bertiga, hanya Tang Chen yang masih merasa sangat kantuk dan tidak bersemangat.


"Hei Evan, mengapa kamu membangunkan kami berdua sepagi ini? Apakah kamu tahu, kamu sudah merusak mimpi indah ku?" ujar Tang Chen sembari menguap dan mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Aku minta maaf, jika aku sudah merusak mimpi indah kalian. Aku membangunkan kalian berdua sepagi ini, karena aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian!" kata Evan memberitahu kedua temannya.


"Memperkenalkan seseorang kepada kami?" tanya Tang Chen dan Sea Lin bersamaan.


"Kalau boleh tahu siapa orang itu? Apakah dia seorang gadis?" lanjut Tang Chen bertanya dengan sangat antusias.


"Aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian sekarang. Kalian akan tahu sendiri saat melihatnya nanti. Saat ini orang itu sedang menunggu kita di halaman belakang Penginapan. Jadi ayo, jangan bermalas-malasan dan membuat orang itu menunggu lama!" kata Evan memberitahu kedua temannya tersebut.


Mendengar perkataan Evan yang bersikap misterius, Sea Lin dan Tang Chen pun menjadi sangat penasaran siapakah orang yang akan diperkenalkan oleh Evan kepada mereka di halaman belakang Penginapan.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka bertiga sampai di halaman belakang Penginapan. Tentu saja, sesaat mereka sampai di halaman belakang Penginapan, mereka langsung melihat Bai Meng yang sedang menunggu mereka.


Melihat orang yang akan diperkenalkan oleh Evan kepada mereka adalah seorang gadis, Tang Chen yang sangat bersemangat segera mengucek mata dan merapikan seluruh penampipannya yang berantakan.


"Evan, mengapa kamu tidak mengatakan kalau orang yang akan kamu perkenalkan kepada kami adalah seorang gadis? Seharusnya kamu memberitahuku saat kamu membangunkan aku tadi pagi. Jika kamu memberitahu aku dari awal, aku pasti akan bisa bersiap-siap lebih dulu sebelum datang ke sini!" kata Tang Chen memberi protes kepada Evan.


"Dasar bajingan. Mengapa kamu jadi menyalahkan aku? Bukankah tadi pagi sudah kukatakan padamu agar bersiap-siap lebih dulu sebelum pergi?" ujar Evan merasa kesal karena disalahkan.


"Benarkah kamu ada mengatakan hal seperti itu?" tanya Tang Chen merasa kurang percaya.


"Tentu saja ada!" jawab Evan tanpa ragu.


"Kalau benar kamu ada mengatakan hal seperti itu, kenapa aku tidak ada mendengarnya sama sekali?" ujar Tang Chen.


"Tentu saja karena kamu tidur seperti babi, bajingan!" kata Evan terlampau kesal kepada Tang Chen.


"Sudahlah, Kakak Besar. Berhenti memarahi Tang Chen. Jika kamu terus memarahinya seperti itu, aku takut bukan Tang Chen yang sadar tetapi Kakak yang akan terkena darah tinggi lebih dulu!" kata Sea Lin mencoba menenangkan Evan yang sedang kesal.

__ADS_1


"Kamu benar, Sea Lin. Aku tidak boleh membuang tenaga hanya untuk berbicara dengan bajingan ini. Karena bagaimanapun itu hanya akan merusak kesehatanku!" kata Evan kembali meredam emosinya.


"Apa maksud perkataan kalian berdua? Apakah berbicara denganku akan membuat kalian mati lebih cepat? Dan juga, kenapa kamu terus menyebutku bajingan? Bukankah kamu juga tidak lebih baik dariku?" ujar Tang Chen menyela Evan.


Sementara Evan, Sea Lin dan Tang Chen saling bertengkar dan beradu mulut, Bai Meng yang sedang menunggu merasa tidak sabar.


Melihat mereka bertiga yang malah beradu mulut namun tidak segera menghampiri dirinya, Bai Meng yang sudah tidak sabar akhirnya memutuskan untuk menghampiri mereka.


"Duaaarr!!...." teriak Bai Meng yang tiba-tiba muncul di dekat mereka.


"Meng'er!?" ucap Evan merasa terkejut, begitu juga dengan Sea Lin dan Tang Chen yang berada di dekatnya.


Melihat reaksi Evan, Sea Lin dan Tang Chen yang terkejut saat melihat kedatangannya, kemudian Bai Meng tersenyum sembari melambaikan tangannya dengan ramah kepada Sea Lin dan Tang Chen.


Melihat Bai Meng yang sangat manis dan cantik saat tersenyum, Tang Chen yang tergila-gila akan wanita seketika langsung terpesona dengan mulut terbuka.


"Kakak, mengapa kamu malah bertengkar dengan kedua temanmu di sini? Apakah Kakak tidak ingin memperkenalkan mereka pada Meng'er?" ujar Bai Meng membuat Sea Lin dan Tang Chen yang mendengarnya merasa sangat terkejut.


"APAA!!? KAKAK!!??" teriak Sea Lin dan Tang Chen bersamaan.


"Benar Evan, kamu harus menjelaskan kepada kami!" kata Tang Chen ikut mendesak Evan.


"Santai....Santai...., aku tidak akan kabur, aku akan menjelaskannya kepada kalian!" kata Evan mencoba menenangkan Sea Lin dan Tang Chen terlebih dahulu.


Setelah Sea Lin dan Tang Chen tenang dan berhenti mendesaknya, kemudian Evan mulai memberikan penjelasan kepada mereka.


"Sebenarnya apa yang dikatakan oleh gadis ini tidak bohong. Dia adalah Adik perempuan ku, Bai Meng!" kata Evan memperkenalkan Bai Meng kepada Sea Lin dan Tang Chen.


"Ti...tidak mungkin! Sejak kapan kamu punya adik perempuan sebesar ini? Apakah dia adalah adik angkat mu?" tanya Tang Chen sangat tidak percaya.


"Tidak, dia bukan adik angkat ku. Dia adalah adik kandungku. Kami satu Ayah beda Ibu!" kata Evan semakin membuat Sea Lin dan Tang Chen merasa terkejut dan bingung.


"Hahh?? Yang benar saja? Sejak kapan Kaisar Li Xiaohan punya dua Istri?" ujar Tang Chen benar-benar merasa heran dan bingung.

__ADS_1


Mendengar Tang Chen bertanya tentang hal tersebut, Evan dan Bai Meng yang tidak bisa menjawab kemudian langsung terdiam.


"Maaf, Tang Chen, bisakah kamu mengganti pertanyaannya? Itu adalah masalah keluarga kami. Kami tidak ingin memberitahukan hal ini kepada siapapun untuk saat ini!" kata Evan menolak menjawab pertanyaan Tang Chen.


"Ah, maafkan aku. Sepertinya aku sudah menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya aku tanyakan. Aku benar-benar minta maaf atas pertanyaan ku barusan!" kata Tang Chen seketika merasa bersalah.


"Hahaha...., tidak apa-apa. Sebelumnya Kamu tidak tahu, jadi kamu tidak perlu minta maaf!" kata Evan sembari tersenyum.


Melihat senyuman Evan saat memaafkannya, kemudian Tang Chen ikut tersenyum membalas senyuman Evan.


"Ngomong-ngomong, Adikmu cantik juga. Bisakah kamu....."


"Tentu saja bisa!" kata Evan langsung memotong kalimat Tang Chen.


"Benarkah?" ucap Tang Chen merasa sangat senang.


"Yah, tentu saja kamu bisa menggali kuburan mu besok!" kata Evan dengan senyum ramahnya.


"Ah, kalau begitu sebaiknya tidak usah!" kata Tang Chen langsung keringat dingin mendengar jawaban Evan.


"Lah, kenapa tidak usah? Bukankah kamu ingin bersama dengan Adikku?" ujar Evan.


"Hahaha ..., tidak tidak, aku masih tetap pada tujuan utamaku. Aku masih ingin bersama Yuna saja!" kata Tang Chen dengan keringat dingin memenuhi wajahnya.


*Masa bodoh bersama dengan adikmu. Aku masih ingin hidup lebih lama, dasar psikopat bajingan!* batin Tang Chen dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2