
Namun Evan yang benar-benar ingin menyelamatkan Istri dan Adik Iparnya, kemudian mencoba cara lain untuk mendapatkan informasi dari Nyonya Baiyuan.
"Nyonya Baiyuan, aku peringatkan kepadamu. Aku bukanlah orang yang penyabar. Sebelumnya aku terus bersikap lembut padamu karena mengingat hubunganmu dengan Ayah di masa lalu. Jika kamu terus seperti ini dan tidak ingin memberikan jawaban atas pertanyaan ku, maka aku terpaksa akan menggunakan metode kasar untuk memaksamu bicara!" kata Evan memperingatkan Nyonya Baiyuan untuk yang sekian kalinya.
"Hahaha...., apakah kamu sedang mengancam ku? Memang apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu? Apakah kau akan membunuhku, bajingan kecil?" kata Nyonya Baiyuan meremehkan peringatan yang diberikan oleh Evan.
"Sepertinya Nyonya Baiyuan benar-benar meremehkan aku. Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan metode kejam ini untuk mendapatkan informasi dari Nyonya. Tetapi karena Nyonya Baiyuan terus memaksaku, maka aku terpaksa menggunakan metode kejam ini untuk mendapatkan informasi dari Nyonya!" kata Evan.
Mendengar perkataan Evan, Nyonya Baiyuan merasa penasaran dengan metode apa yang akan digunakan oleh Evan untuk memaksanya bicara.
Kemudian Evan mengeluarkan satu tetes racun dari ujung jarinya. Dan setelah itu Evan meneteskan racun tersebut ke atas perut Nyonya Baiyuan.
"Kau..., apa yang kau berikan padaku?" tanya Nyonya Baiyuan.
"Hanya sejenis racun biasa yang akan membunuhmu secara perlahan. Saat Racun ini bereaksi, Racun ini akan mulai memberikan rasa gatal dan rasa sakit yang sangat luar biasa pada kulit perut anda. Dan setelah Racun tersebut mulai menyebar, Racun tersebut akan dengan perlahan menggerogoti organ pencernaan dalam perut anda. Dan jika dalam tiga jam Racun tersebut tidak segera diatasi, Racun tersebut akan membuat seluruh organ pencernaan di dalam perut Nyonya Baiyuan hancur dan membusuk. Kalau saat itu sampai terjadi, maka dapat dipastikan Nyonya Baiyuan yang cantik bak bidadari akan mati mengenaskan dengan perut yang membusuk!" kata Evan menjelaskan dengan ekspresi kejam.
Mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Evan, seketika membuat Nyonya Baiyuan berubah ekspresi dalam sekejap.
"Dasar bocah bajingan gila. Apakah kamu benar-benar ingin membunuhku?" kata Nyonya Baiyuan merasa sangat geram melihat Evan.
"Yah, tentu saja. Tapi jika Nyonya Baiyuan memberikan aku jawaban yang memuaskan, aku tidak hanya tidak akan membunuh Nyonya tetapi juga memberikan kompensasi untuk permintaan maaf ku. Jadi Nyonya Baiyuan, bisakah anda menjawab pertanyaan dariku sekarang?" kata Evan dengan senyumnya yang kejam.
"Berhentilah bermimpi. Aku tidak akan memberikanmu jawaban apapun, bahkan jika kau benar-benar membunuhku!" kata Nyonya Baiyuan tetap menolak untuk memberikan jawaban.
Namun sesaat setelah Nyonya menolak untuk menjawab pertanyaan Evan, tiba-tiba racun mulai bereaksi dengan memberikan rasa gatal dan sakit yang luar biasa pada perut Nyonya Baiyuan.
Merasakan racun yang diberikan oleh Evan telah mulai bereaksi, seketika membuat Nyonya Baiyuan berubah ekspresi karena menahan rasa gatal dan rasa sakit yang luar biasa pada kulit perutnya.
Sementara Nyonya Baiyuan menahan rasa sakit dan gatal pada kulit perutnya, Evan yang melihatnya pun kemudian tersenyum.
__ADS_1
"Sepertinya racunnya sudah mulai bereaksi. Nyonya, apakah kamu benar-benar tidak ingin menjawab pertanyaan dariku? Asalkan Nyonya menjawab pertanyaan dariku, aku tidak hanya akan memberikan penawar racunnya tetapi juga kompensasi untuk permintaan maaf ku. Jadi Nyonya, bisakah kamu menjawab pertanyaan dariku agar kita dapat mengakhiri semua ini?" kata Evan mencoba tawar menawar dengan Nyonya Baiyuan.
"Hahaha..., berhentilah bermimpi! Apakah kau pikir aku akan menyerah hanya dengan siksaan seperti ini? Bahkan jika aku mati sekalipun, aku tidak akan pernah menyerah dan memberikanmu informasi!" kata Nyonya Baiyuan tetap keras kepala menolak tawaran Evan.
"Nyonya Baiyuan, sebaiknya kamu pikirkan kembali apa yang kamu katakan. Jika kamu tidak segera mendapat penawar racun dariku, kamu akan mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa dan kemudian mati dengan sangat mengenaskan!" kata Evan mencoba memaksa dan menakut-nakuti Nyonya Baiyuan.
"Mati ya tinggal mati. Apakah kamu pikir aku akan takut dengan kematian? Aku adalah Pemimpin Sekte Bawah Tanah Gedung Baiyuan yang merupakan organisasi pembunuh nomor satu di Kerajaan Li. Jika aku menyerah hanya karena ancaman seperti ini, bagaimana aku akan menghadapi anggota Sekte ku?" kata Nyonya Baiyuan tetap tidak menyerah dengan pilihannya.
Mendengar perkataan Nyonya Baiyuan yang tetap teguh dan tidak menyerah, Evan benar-benar merasa geram dan kehabisan cara untuk mendapatkan informasi dari Nyonya Baiyuan.
"Nyonya Baiyuan, aku akan tanya sekali lagi. Apakah kamu tetap tidak akan menyerah?" tanya Evan memasang ekspresi geram melihat Nyonya Baiyuan.
"Bukankah kamu sudah tahu jawabanku? Aku tidak akan menyerah, bahkan jika aku mati sekalipun!" jawab Nyonya Baiyuan.
"Baiklah, kalau begitu maafkan aku. Nyonya akan mati di sini hari ini!" kata Evan menggenggam tangannya dengan erat.
Kemudian saat Evan mengangkat tangannya dan bersiap akan memukul Nyonya Baiyuan, tiba-tiba teriakkan seorang gadis menghentikan dirinya.
Mendengar suara teriakkan tersebut, Evan dan Nyonya Baiyuan merasa terkejut dan langsung menoleh ke arah seorang Gadis yang datang dari arah pintu rahasia (bukan pintu gerbang).
"Kamu berhenti! Jangan pukul Ibuku!" kata Gadis itu mencoba menghentikan Evan.
"Meng'er, cepat lari!" teriak Nyonya Baiyuan pada Gadis itu.
Mendengar teriakkan Nyonya Baiyuan, Gadis itu seketika merasa bingung. Kemudian saat Gadis itu ingin berbalik badan untuk melarikan diri, tiba-tiba dalam sekejap mata Evan telah berada di belakang tubuhnya.
"Jangan bergerak atau kau dan ibumu akan mati!" kata Evan mengancam Gadis itu.
Melihat Putrinya telah tertangkap oleh Evan, Nyonya Baiyuan merasa putus asa sembari menggertakkan giginya.
__ADS_1
Setelah Evan menangkap Gadis tersebut, kemudian Evan kembali berpindah tempat ke tempat semula sembari membawa Gadis tersebut. Namun saat Evan akan mulai bertanya, tiba-tiba Nyonya Baiyuan meminta waktu untuk berbicara dengan Putrinya.
"Tunggu! Sebelum kita berbicara, bisakah kamu memberiku waktu untuk memarahi Gadis ini?" pinta Nyonya Baiyuan pada Evan.
"Baiklah, silahkan Nyonya memarahi Putri Anda sampai puas!" kata Evan mempersilahkan dengan senang hati.
"Meng'er, kamu sudah tahukan apa kesalahanmu?" tanya Nyonya Baiyuan pada Putrinya.
"Ma-Maafkan Meng'er, Ibu. Meng'er hanya khawatir Ibu kenapa-napa!" jawab Gadis itu merasa bersalah.
"Ibu tidak meminta penjelasan darimu. Ibu hanya tanya, apakah kamu tahu apa kesalahanmu?" tanya Nyonya Baiyuan sekali lagi pada Putrinya.
"Tahu, Ibu!" jawab Gadis itu.
"Baguslah, kalau kamu tahu. Setelah masalah ini selesai, kamu harus menerima hukuman dan merenungkan kesalahanmu!" kata Nyonya Baiyuan pada Putrinya.
"Baik, Ibu!" jawab Gadis itu dengan patuh pada Ibunya.
Melihat Putrinya yang amat patuh, Nyonya Baiyuan kemudian tersenyum dan menghela nafas.
"Baiklah, kamu tidak usah merasa takut. Dia tidak akan berani menyakiti kita, terutama dirimu!" kata Nyonya Baiyuan mencoba menenangkan Putrinya.
Melihat keakraban Nyonya Baiyuan dengan Putrinya, kemudian Evan diam-diam tersenyum senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1
......................
......................