
"Si..., siapa kalian?" teriak Tang Chen tersentak kaget melihat wajah Evan dan Sea Lin yang telah berubah.
"Hanya beberapa menit, dan kamu sudah tidak mengenali kami lagi?" ujar Evan sembari tersenyum.
Tang Chen terdiam sesaat. Dan kemudian menyadari kalau mereka adalah Evan dan Sea Lin yang sedang menyamar.
"Ah, sialan kalian berdua. Lagi-lagi keterampilan khusus itu!" kata Tang Chen merasa kesal.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya kini giliran mereka bertiga untuk membayar biaya masuk kepada Para Penjaga Gerbang.
Namun saat mereka sedang melakukan pembayaran kepada Para Penjaga Gerbang, tiba-tiba dari belakang mereka datang rombongan berkuda yang menerobos barisan dengan kasar. Rombongan tersebut dengan sombong menabrak orang-orang yang menghalangi jalan mereka.
"Jika kalian tidak ingin mati terinjak, segeralah minggir. Jangan menghalangi jalan Tuan Muda kami!" kata seorang pengawal dengan sombongnya.
Orang-orang yang sedang berbaris segera menepi dan membuka jalan untuk Rombongan Berkuda tersebut. Mereka yang ketakutan menundukkan kepala dengan wajah penuh keringat.
Sementara itu di atas kuda berwarna putih dengan tanduk perak tampak seorang Tuan Muda berpakaian putih. Dengan raut wajah sombongnya, Tuan Muda tersebut terus berjalan bersama para rombongannya. Tatapannya yang sombong menghina semua orang yang tunduk padanya.
Rombongan tersebut terus berjalan, hingga akhirnya melewati Evan dan kedua temannya. Dengan tatapan dingin Evan terus menatap rombongan tersebut, terutama Tuan Muda berwajah sombong yang berada di atas kuda berwarna putih tersebut.
"Bajingan itu, sombong sekali!" kata Tang Chen merasa geram.
"Kakak Besar, dari tadi kamu terus menatap orang itu tanpa berkedip. Apakah Kakak Besar mengenalnya?" tanya Sea Lin kepada Evan.
"Dia adalah Su chen. Salah satu pemuda berbakat dari Sekte Laut Biru!" jawab Evan memberitahu Sea Lin.
"Melihat dari cara Kakak menatapnya, apakah Kakak Besar punya masalah dengannya?" tanya Sea Lin sekali lagi.
"Yah, dendam pribadi!" jawab Evan.
Sea Lin dan Tang Chen tersenyum diam mendengar jawaban Evan.
Setelah selesai membayar biaya masuk kepada Para Penjaga Gerbang. Evan, Sea Lin dan Tang Chen segera berjalan memasuki Ibukota.
Di tengah jalan utama Ibukota Kerajaan, Evan, Sea Lin dan Tang Chen terlihat kagum melihat keramaian dan orang-orang yang lalu lalang di sekeliling mereka.
"Kita sudah berhasil memasuki Ibukota Kerajaan tanpa ada masalah. Sekarang apa yang akan kita lakukan, Tang Van?" tanya Tang Chen.
__ADS_1
"Kita akan mencari informasi tentang situasi yang terjadi di Ibukota. Kalian berdua, ikut aku pergi ke suatu tempat di tengah Ibukota. Kita bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari tempat itu!" jawab Evan.
Setelah selesai menikmati waktu sesaat mereka, kemudian Evan mengajak kedua temannya untuk pergi ke suatu tempat di tengah Ibukota.
Namun setelah sampai di tempat tujuan di tengah Ibukota Kerajaan, Sea Lin dan Tang Chen dikejutkan dengan Evan membawa mereka ke sebuah Rumah Bordil.
Rumah Bordil tersebut bernama Gedung Baiyuan. Yang mana merupakan Rumah Bordil terbesar dan terbaik yang ada di Ibukota Kerajaan.
Sea Lin dan Tang Chen ternganga melihat Papan nama yang bertuliskan Rumah Bordil Gedung Baiyuan. Wanita-wanita cantik dengan pakaian menggoda memenuhi Rumah Bordil tersebut. Mereka melambai-lambai menyambut kedatangan Evan dan kedua temannya.
"Bukankah kita akan mencari informasi? Mengapa kita malah ke tempat seperti ini? Kamu tidak sedang mencari wanita kan, Tang Van?" kata Tang Chen melihat ke arah Evan dengan tatapan heran.
"Kita memang sedang mencari wanita. Tapi bukan wanita yang ada di dalam pikiranmu!" kata Evan. Dan Tang Chen memasang ekspresi kesal.
"Kalau begitu, kita akan mencari wanita seperti apa di tempat seperti ini?" tanya Sea Lin merasa heran.
"Kalian akan segera tahu. Jadi tidak usah terlalu banyak bertanya. Ayo kita masuk!" kata Evan kepada Sea Lin dan Tang Chen.
Kemudian tanpa bertanya lagi, Sea Lin dan Tang Chen berjalan mengikuti Evan memasuki Rumah Bordil tersebut.
Namun saat sudah diambang pintu, tiba-tiba dua orang penjaga yang menjaga pintu menghalangi mereka untuk masuk.
*Hahaha..., sepertinya aturan tempat ini masih belum berubah. Tapi untungnya, aku masih menyimpan benda itu* batin Evan dalam hatinya.
Kemudian Evan mengeluarkan sesuatu berupa lencana dari dalam cincin penyimpanannya. Setelah Evan menunjukan lencana tersebut, seketika Para Penjaga tersentak kaget.
"Aku ada sedikit urusan memasuki Gedung Baiyuan. Kedua temanku membutuhkan beberapa gadis untuk bersenang-senang. Mohon Tuan Penjaga membiarkan kami untuk masuk!" kata Evan sembari menunjukkan lencana tersebut kepada para penjaga.
"Ternyata Anda adalah Pelanggan VIP Gedung Baiyuan. Maafkan kami karena sudah menunda waktu berharga ketiga Tuan Muda. Silahkan ketiga Tuan Muda untuk masuk dan bersenang-senang di dalam Gedung Baiyuan!" kata kedua penjaga tersebut mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk.
Setelah dipersilahkan oleh kedua penjaga, kemudian Evan dan kedua temannya pun masuk ke dalam Gedung Baiyuan tanpa ada halangan.
"Evan, bisakah kamu jelaskan kepada kami token apa itu? Mengapa kedua penjaga tadi menyebutmu sebagai Pelanggan VIP?" tanya Tang Chen sembari tersenyum kepada Evan.
"Tang Chen, bisakah kamu diam? Jika kamu berbicara sedikit lagi, aku bersumpah aku pasti akan merobek mulutmu!" kata Evan merasa kesal.
Melihat reaksi Evan yang merasa kesal, Sea Lin dan Tang Chen tersenyum menahan tawa mereka.
__ADS_1
Kemudian setelah masuk ke dalam Gedung Baiyuan, mereka bertiga segera melihat keadaan sekeliling yang dipenuhi oleh para wanita berpakaian tipis.
Melihat kedatangan mereka bertiga, Para wanita itu tampak melihat mereka seperti sebuah santapan. Evan, Sea Lin dan Tang Chen segera dikerumuni oleh Para Wanita yang ada di dalam Gedung Baiyuan. Dengan berbagai macam teknik menggoda, Para Wanita tersebut merayu Evan dan kedua temannya.
Namun dengan tingkat Kultivasi yang dimiliki oleh Evan, Sea Lin dan Tang Chen, teknik menggoda yang digunakan oleh Para Wanita tersebut sama sekali tidak berpengaruh kepada mereka.
"Kalian semua menyingkir!" kata Evan mengeluarkan gelombang aura yang seketika menggagalkan teknik menggoda para wanita tersebut.
Para wanita itu terkejut dengan mengerutkan alis mereka.
*Mereka bisa membatalkan Teknik menggoda kami?* batin Para Wanita tersebut merasa terkejut.
Melihat kekuatan yang dimiliki oleh Evan, Sea Lin dan Tang Chen, Para wanita itu segera merubah sikap mereka menjadi sopan.
"Maaf Tuan, atas sikap kami yang kurang sopan. Kalau boleh tahu, siapa nama ketiga Tuan Muda?" tanya seorang wanita sembari memberi hormat.
"Maaf gadis kecil, nama kami harus dirahasiakan!" kata Evan.
"Hmm, kalau begitu, bolehkah Tuan Muda memberitahu kami, tipe gadis seperti apa yang Tuan Muda sukai?" tanya wanita itu sambil mendekatkan tubuh bagian depannya ke hadapan Evan.
"Gadis kecil, kamu terlalu nakal. Kalau kamu ingin tahu maka mendekatlah, biar aku beritahu padamu!" kata Evan.
Mendengar perkataan Evan, kemudian wanita tersebut mendekatkan telinganya ke mulut Evan.
"Beri ini pada Nenek Tua itu. Dan katakan padanya, aku butuh informasi dari mulutnya!" bisik Evan sambil memberikan lencana miliknya secara diam-diam kepada wanita tersebut.
Setelah menerima dan menyembunyikan lencana milik Evan kedalam pakaiannya, wanita tersebut tersenyum menjauhkan diri dari Evan.
"Baiklah. Kalau begitu, mohon ketiga Tuan Muda untuk menunggu di sini!" kata wanita tersebut dan kemudian pergi meninggalkan Evan dan kedua temannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................