
Para Tetua tersenyum senang.
"Setelah ini kamu akan pergi ke mana, Evan?" tanya Tetua Xianyi.
"Tentu saja menepati janjiku pada Bibi Xuanyi. Aku akan pergi ke Ibukota Kerajaan untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna." jawab Evan tanpa ragu.
"Apakah kamu butuh bantuan? Jika kamu butuh bantuan untuk menyerang Istana, kami akan dengan senang hati membantumu berperang melawan mereka!" kata Tetua Xianyi menawarkan bantuan.
"Tidak perlu. Para Tetua tetaplah berada di sini. Aku membutuhkan bantuan kalian untuk menjaga Nenekku dan Sekte Puncak Dewi Putih. Aku dan kedua temanku sudah cukup untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna!" kata Evan.
"Bukan aku tidak percaya padamu. Tapi Istana Kerajaan memiliki dua orang Master Tingkat Senior yang sangat kuat. Dan kita, juga masih belum tahu kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh Istana Kerajaan. Takutnya mereka masih menyembunyikan seorang Master Tingkat Senior lainnya di belakang mereka. Maka dari itu, sebaiknya kita bersikap waspada dan berhati-hati untuk melawan mereka!" ujar Tetua Xianyi.
"Tidak apa-apa Tetua Xianyi. Aku tahu kalian mengkhawatirkan diriku. Tapi itu tidak perlu. Jika Istana Kerajaan memang masih menyembunyikan Master Tingkat Senior lainnya di belakang mereka. Walaupun ada sepuluh orang Master Tingkat Senior. Jika mereka menghalangi aku, maka aku akan menghabisi mereka semua tanpa tersisa!" kata Evan percaya diri.
Para Tetua hanya diam mendengar perkataan Evan. Walaupun sebenarnya mereka merasa khawatir, tapi mereka mencoba untuk tetap percaya kepada Evan.
"Baiklah, kalau begitu kami tidak akan menghalangi kamu lagi. Sekarang, kamu silahkan ikut aku menemui kedua temanmu. Mereka berdua ada di Penginapan Sekte!" kata Tetua Xianyi memimpin jalan.
Kemudian Evan pergi meninggalkan Kediaman Pemimpin Sekte. Ia terbang mengikuti Tetua Xianyi menuju Penginapan Sekte. Tempat Sea Lin dan Tang Chen sedang menunggu.
Tak butuh waktu lama, Evan dan Tetua Xianyi tiba di Penginapan Sekte. Mereka berdua mendarat tepat di hadapan Sea Lin dan Tang Chen.
"Akhirnya kamu kembali. Aku pikir, kamu sudah mati tersambar petir!' ucap Tang Chen menyapa kedatangan Evan.
"Dasar bedebah. Apakah kamu pikir aku akan mati hanya karena tersambar petir? Kau terlalu meremehkan aku, brengsek!" kata Evan. Dan mereka saling tersenyum.
"Baiklah. Karena kamu sudah bertemu dengan kedua temanmu. Maka aku akan undur diri. Jika kalian butuh sesuatu, silahkan beritahu kami. Kami akan selalu siap membantu kalian kapanpun itu!" kata Tetua Xianyi dan kemudian terbang meninggalkan mereka.
Setelah Tetua Xianyi terbang menjauh. Evan, Sea Lin dan Tang saling menatap satu sama lain. Dan dalam sekejap suasana di antara mereka tiba-tiba berubah menjadi serius.
__ADS_1
"Kakak Besar, sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kamu pergi sangat lama? Apakah telah terjadi sesuatu saat kami berdua tidak ada?" tanya Sea Lin secara beruntun.
"Memang telah banyak terjadi sesuatu. Aku akan menceritakannya secara singkat pada kalian!" kata Evan.
Kemudian, satu per satu Evan mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Sea Lin dan Tang Chen. Hingga pada detik terakhir, di saat Evan memberitahu tentang Ruyin dan Yuna yang dibawa pergi ke Istana oleh Pasukan Kerajaan, Sea Lin dan Tang Chen merasa terkejut.
"Apa!? Kakak Ipar kelima dan Adiknya di culik!?" teriak Sea Lin tersentak kaget.
Evan mengangguk. Sedang Tang Chen hanya diam tidak berkata.
"Kenapa mereka menculik Kakak Ipar kelima dan Adiknya?" lanjut Sea Lin bertanya.
"Tentu saja, karena mereka ingin memancing Aku dan Evan untuk pergi ke Istana!" jawab Tang Chen.
"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?" Sea Lin bertanya lagi.
"Karena mereka sudah memberi umpan, maka ayo kita makan umpannya!" kata Evan.
"Kamu tenang saja. Aku sudah punya rencana. Dan rencananya sangat sederhana. Setelah kita mendapatkan umpannya, kita akan makan pemancingnya!" kata Evan.
"Maksudmu?" tanya Tang Chen kurang mengerti.
"Maksudku, setelah kita menyelamatkan Ruyin dan Yuna. Kita akan membantai seluruh Istana tanpa tersisa!" kata Evan menjelaskan.
"Bicara saja memang mudah. Sudahkah kamu pikirkan, bagaimana cara kita menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana? Aku tidak ingin mereka terlibat dalam pertarungan. Apalagi sampai terluka!" ujar Tang Chen.
"Kamu tenang saja. Masalah menyelamatkan Ruyin dan Yuna, kamu bisa menyerahkannya padaku. Aku dapat menjamin keselamatan mereka!" kata Evan percaya diri.
"Benar Tang Chen. Kamu bisa menyerahkannya pada Kakak Besar. Dia bisa melakukan teleportasi secepat kilat. Kamu tidak perlu merasa khawatir!" kata Sea Lin membantu Evan meyakinkan Tang Chen.
__ADS_1
"Teleportasi?" Tang Chen merasa bingung sambil melihat ke arah Evan.
"Benar. Aku bisa melakukan teleportasi. Atau lebih tepatnya, aku bisa secara langsung memindahkan suatu objek dari satu tempat ke tempat yang lain!" kata Evan menjelaskan.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal? Kalau tahu begitu, aku tidak akan terlalu banyak bicara. Jadi, kapan kita berangkat ke Ibukota Kerajaan Li?" tanya Tang Chen.
"Tentu saja Sekarang. Kita tidak boleh membuang waktu terlalu lama. Karena bagaimanapun, Ruyin dan Yuna sedang menunggu bantuan dari kita!" kata Evan.
Kemudian, setelah selesai berdiskusi, Evan, Sea Lin dan Tang Chen langsung mengepakkan Sayap Aura mereka dan terbang pergi meninggalkan Sekte Puncak Dewi Putih. Dengan kecepatan penuh, mereka bertiga terbang melesat menuju Ibukota Kerajaan Negara Li. Dan sembari terbang, mereka bertiga pun menyusun strategi untuk menyelamatkan Ruyin dan Yuna dari dalam Istana.
*******
Empat hari kemudian. Evan, Sea Lin dan Tang Chen telah sampai di depan gerbang Ibukota Kerajaan Li. Mereka bertiga, tampak sedang bergabung ke dalam kerumunan orang yang sedang berbaris masuk ke dalam Ibukota kerajaan.
Di depan gerbang, tampak Para Prajurit sedang bertugas mengumpulkan biaya masuk. Ramainya orang yang berbaris masuk ke dalam Ibukota membuat mereka saling berdesakan.
"Sial! Mengapa di sini ramai sekali?" keluh Tang Chen setelah tertabrak oleh seseorang.
"Yah. Keramaian di sini memang tidak sama seperti biasanya!" kata Evan membenarkan perkataan Tang Chen yang sedang berjalan di depannya.
"Tidak sama seperti biasanya?" tanya Sea Lin yang berada di samping Evan.
"Yah, ini sepuluh kali lebih ramai dari hari biasanya. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di dalam Ibukota Kerajaan!" kata Evan menjawab Sea Lin.
Kemudian untuk menghindari masalah, Evan dan Sea Lin menggunakan keterampilan khusus Tubuh Bayangan Pengganti untuk merubah penampilan mereka. Dan hanya dalam waktu sekejap mata, Evan dan Sea Lin telah merubah wajah mereka menjadi orang lain yang tidak dikenali oleh Tang Chen.
Secara bersamaan, Evan dan Sea Lin memegang bahu Tang Chen. Dan dengan gagah mereka berjalan melewati Tang Chen sambil berkata.
"Tang Chen, mulai sekarang kamu harus memanggil kami : Tang Van (Evan) dan Gan Tang (Sea Lin)!" kata Evan dan Sea Lin dengan kompak.
__ADS_1
"Si..., Siapa kalian?!" teriak Tang Chen merasa sangat terkejut.