
Setelah tiga puluh menit menuruni tangga, akhirnya mereka berempat sampai di ujung tangga tersebut. Yang mana di ujung tangga tersebut terdapat sebuah tempat berbentuk labirin bawah tanah.
{Di sini Sea Lin dan Tang Chen masih belum mengetahui kalau tempat tersebut merupakan labirin bawah tanah}
*Sebuah lorong? Ini benar-benar mirip seperti lubang neraka!* batin Tang Chen sembari melihat satu lorong yang ada di hadapan mereka
Sementara itu, Evan yang melihat jalan berikutnya telah diterangi oleh cahaya obor api, kemudian mematikan api kecil yang ada di ujung jarinya.
"Hei, kau!" panggil Evan kepada wanita tersebut.
Mendengar suara panggilan Evan, wanita itu segera menoleh. "Ya, Tuan Muda!" jawabnya dengan perasaan takut.
"Akan aku peringatkan kau sekali lagi. Jika kamu berani membawa kami ke tempat yang salah, aku pasti akan membuatmu merasakan mati lebih baik dari pada hidup!" kata Evan memperingatkan wanita tersebut.
"Saya tidak berani Tuan Muda. Saya pasti akan membawa Tuan Muda ke tempat Nyonya Pemimpin berada!" kata Wanita tersebut.
"Baguslah. Kalau begitu, cepat jalan!" perintah Evan pada wanita tersebut.
Kemudian mereka bertiga lanjut berjalan mengikuti wanita tersebut. Di sepanjang perjalanan, mereka bertiga banyak melihat pintu ruangan di setiap lorong yang mereka lewati. Dan dapat dirasakan oleh mereka, kalau setiap ruangan merupakan suatu tempat yang dihuni oleh seorang manusia.
"Oh, astaga. Aku benar-benar tidak menyangka kalau ada tempat seperti ini di bawah tanah Gedung Baiyuan. Apakah ini sebuah Penjara Bawah Tanah?" ucap Tang Chen merasa takjub.
"Tidak. Tempat ini bukan Penjara Bawah Tanah, melainkan sebuah tempat persembunyian Organisasi Bawah Tanah. Atau lebih tepatnya, tempat ini merupakan wilayah Sekte Bawah Tanah Gedung Baiyuan!" kata Evan memberitahu Tang Chen dan Sea Lin.
"Sekte Bawah Tanah?!" Tang Chen dan Sea Lin merasa sangat terkejut mendengar jawaban Evan.
Melihat reaksi Sea Lin dan Tang Chen yang terkejut, kemudian Evan tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Kalian perhatikanlah tempat ini. Setiap pintu yang kita lihat adalah kamar setiap anggota Sekte Bawah Tanah Gedung Baiyuan. Selain itu, tempat ini juga merupakan sebuah labirin yang sangat besar. Tanpa adanya orang yang benar-benar memahami tempat ini, kita pasti akan tersesat!" kata Evan pada Sea Lin dan Tang Chen.
__ADS_1
"Oh, sekarang aku mengerti mengapa kamu tidak langsung membunuh wanita ini. Ternyata kamu ingin memanfaatkanya untuk menjadi penunjuk jalan kita. Kamu memang orang yang cerdas. Tapi Tang Van, sepertinya kamu benar-benar banyak mengetahui tentang Gedung Baiyuan. Apakah kamu benar-benar tidak pernah datang ke sini?" tanya Tang Chen merasa heran dan penasaran.
"Yah, aku memang tidak pernah datang ke sini. Aku banyak tahu tentang Gedung Baiyuan, karena ada seseorang yang memberitahuku!" jawab Evan.
"Kalau boleh tahu, siapa nama orang itu? Bisakah kamu memberitahu kami siapa dia?" tanya Tang Chen merasa penasaran.
"Tidak bisa!"
"Kenapa?"
"Karena aku tidak ingin!"
"Cih, sialan. Bilang saja kamu ingin merahasiakannya dari kami!" kata Tang Chen merasa kesal.
Melihat Tang Chen yang merasa kesal, Evan pun tersenyum dan tertawa kecil. Namun sedetik kemudian saat Sea Lin dan Tang Chen tidak memperhatikannya, seketika Evan kehilangan senyumannya.
*Maaf...., Bukan aku tidak ingin mengatakannya kepada kalian. Tapi ini adalah aib keluargaku. Jadi aku tidak bisa memberitahunya kepada kalian!* batin Evan merahasiakan sesuatu.
"Junior Lanli, siapa tiga pria yang ada di belakangmu? Mengapa kamu membawa mereka ke tempat Nyonya Pemimpin?" tanya salah satu prajurit kepada wanita tersebut.
"Maaf atas kelancangan Saya, Senior. Saya membawa mereka bertiga karena mereka ingin bertemu dengan Nyonya Pemimpin!" jawab Wanita tersebut.
"Hmmm......., apakah mereka sudah memberikan syaratnya?" tanya Prajurit wanita tersebut.
"Sudah Senior. Mohon Senior untuk mengeceknya!" kata wanita tersebut sembari membungkukkan badan dan memberikan lencana milik Evan kepada Prajurit wanita tersebut.
"Ini asli. Tapi karena hanya ada satu lencana, berarti hanya satu orang yang boleh masuk. Sedangkan untuk dua yang lainnya harus menunggu diluar!" kata Prajurit wanita tersebut.
"Baiklah, aku yang akan masuk. Gan Tang-Tang Chen, kalian berdua tunggu aku di luar sini. Dan ingat, apapun yang terjadi di dalam nanti kalian berdua tidak boleh menerobos masuk atau membuat kekacauan. Kalian berdua harus menunggu aku keluar dengan tenang. Ini Perintah!" kata Evan menegaskan di kalimat terakhirnya.
__ADS_1
"Baik!" jawab Sea Lin dan Tang Chen menuruti perintah Evan tanpa bertanya.
"Baiklah. Sekarang buka pintunya!" kata Evan kepada Para Prajurit Wanita tersebut.
Kemudian Para Prajurit Wanita tersebut membuka pintu gerbang dan membiarkan Evan untuk masuk. Dan setelah Evan masuk ke dalam, kemudian Para Prajurit Wanita tersebut pun segera menutup pintu gerbangnya kembali.
Di dalam atau dibalik pintu gerbang raksasa tersebut, Evan melihat sebuah ruangan Aula Utama yang sangat besar dan luas. Para Pelayan dan Penjaga di dalam Aula Utama tersebut memiliki kekuatan yang semuanya di atas tingkat Kaisar Level Tujuh. Namun di antara itu semua terdapat satu tempat tidur besar yang tertutup oleh kelambu yang tidak transparan. Dan di samping tempat tidur besar itu pula terdapat dua orang Pengawal Wanita yang memiliki kekuatan Tingkat Kaisar Emperor Level Tujuh dan Delapan.
"Hei, anak muda!" panggil seorang wanita yang berada di balik kain kelambu (di atas tempat tidur/ranjang). Suara wanita itu terdengar lembut, namun di dalam suara tersebut terdapat gelombang kekuatan yang dapat melukai jiwa dan pikiran seseorang.
Gelombang suara tersebut dengan cepat menuju ke arah Evan. Namun dengan hanya berdiri diam, Evan dapat menahan gelombang suara tersebut dengan mudah dengan kekuatan jiwanya.
Melihat Evan masih berdiri tegak dan baik-baik saja, wanita yang berada di balik kain tersenyum dan menyeringai.
"Hoo...., ternyata kamu lebih kuat dari dugaan ku. Jarang sekali anak muda seperti dirimu memiliki jiwa yang kuat. Apakah kamu berkultivasi kekuatan jiwa?" tanya Wanita yang berada di balik kain.
"Yah, aku memang sedikit melatih kekuatan jiwaku. Tapi, apakah itu penting?"
"Hoho...., ternyata kamu tidak suka basa-basi. Baiklah kalau begitu, apa tujuan kamu datang kesini?"
"Aku datang kesini untuk mendapatkan informasi!" jawab Evan.
"Hoo..., ternyata tujuan kamu datang ke sini untuk informasi. Kamu tenang saja, kamu datang ke tempat yang tepat. Tapi sebelum kita lanjut mengenai informasi apa itu, bisakah kamu menunjukkan wajah aslimu?" kata Wanita tersebut meminta kepada Evan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...