KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2
CH 38 : Gua Penyiksaan


__ADS_3

Saat Evan berada di tengah-tengah kebingungan dan kecemasan dalam mencari keberadaan Ruyin dan Yuna, tiba-tiba secara kebetulan Evan mendengar dua orang pelayan saling berbincang.


Segera Evan diam-diam menyelinap dan menguping pembicaraan kedua pelayan tersebut.


"Kamu tahu tentang dua wanita yang di kurung di penjara bawah tanah beberapa hari lalu?" tanya seorang pelayan kepada pelayan lainnya.


"Tentu tahu! bukankah pagi ini kedua wanita itu sudah dipindahkan ke Gua Penyiksaan?" jawab pelayan yang satunya.


"Gua Penyiksaan? Bukankah tempat itu terlalu kejam untuk seorang tahanan wanita? Kudengar para tahanan di sana akan disiksa sampai mati!!"


Mendengar percakapan kedua pelayan tersebut, Evan yang sedang menguping seketika langsung tersentak.


"Gua Penyiksaan...., bisa-bisanya aku melupakan tempat itu. Semoga sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Ruyin dan Yuna!" kata Evan langsung bergegas meninggalkan Istana Kerajaan.


Dengan perasaan khawatir, Evan dengan cepat terbang menuju tempat yang di sebut Gua Penyiksaan tersebut.


Tak butuh waktu lama, Evan akhirnya sampai di depan mulut Gua Penyiksaan. Namun alangkah terkejutnya Evan saat melihat pemandangan yang penuh darah dan mayat di mulut Gua tersebut.


*Apa yang sudah terjadi di sini?* batin Evan merasa tercengang.


"Ada bekas pertempuran. Sepertinya ada seseorang yang datang ke sini lebih dulu sebelum diriku!" ucap Evan setelah melihat keadaan yang terjadi di sekelilingnya.


"Aku harus segera menemukan Ruyin dan Yuna. Dan semoga tidak terjadi apa pun pada Ruyin dan Yuna!" ucap Evan langsung berlari masuk ke dalam Gua.


Semakin Evan berlari masuk ke dalam Gua, hati Evan semakin dipenuhi rasa cemas dan gelisah. Apalagi setelah melihat banyaknya mayat para prajurit di sepanjang perjalanannya.


Sambil berlari menelusuri Gua, Evan menggunakan Teknik Mata Langit dan Deteksi Jiwa untuk mencari Ruyin dan Yuna.


Setelah beberapa saat kemudian, Evan yang dalam perjalanan mencari keberadaan Ruyin dan Yuna tiba-tiba mendeteksi keberadaan dua orang wanita yang tidak jauh dari tempatnya.


Merasakan kalau dua orang wanita tersebut memiliki aura yang sama dengan Ruyin dan Yuna, Evan segera mempercepat langkahnya menuju ke arah mereka.


Dan benar saja, setelah Evan hampir sampai ke tempat ke dua orang wanita tersebut berada, Evan melihat Yuna yang sedang mencoba melarikan diri sambil menggendong Ruyin yang pingsan di punggungnya.


Evan yang melihat keadaan tersebut segera berlari menghampiri Yuna yang sedang menggendong Ruyin.


"Ruyin Yuna!"

__ADS_1


"Kakak Ipar!?" ucap Yuna merasa terkejut melihat kedatangan Evan.


"Syukurlah, akhirnya aku menemukan kalian berdua. Tapi apa terjadi pada Kakakmu?" tanya Evan dengan ekspresi cemas melihat keadaan Ruyin yang sangat lemah dan penuh luka di punggung Yuna.


"Kakak, dia pingsan setelah menerima siksaan dari para prajurit. Maafkan aku, ini semua salahku. Jika saja Kakak tidak menggantikan aku menerima siksaan dari para prajurit, Kakak tidak mungkin menjadi seperti ini...." ucap Yuna sembari menangis.


"Tidak, ini bukan salahmu. Seandainya aku datang lebih cepat, maka kalian berdua tidak mungkin mengalami kejadian seperti ini. Jadi yang seharusnya di salahkan di sini adalah aku!" ucap Evan sembari mengusap kepala Yuna dengan lembut.


"Tempat ini tidak aman. Kita tidak boleh berlama-lama berada di sini. Ayo kita keluar!" lanjut Evan mengajak Yuna pergi.


"Tunggu Kakak!" kata Yuna.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang tertinggal?" tanya Evan merasa heran.


"Tidak ada yang tertinggal, tetapi ada seseorang yang harus pergi bersama kita!" kata Yuna.


"Siapa?" tanya Evan semakin merasa heran dan penasaran.


"Pangeran Li Zao! Dia yang membantu kami melarikan diri dari dalam penjara, dan sekarang dia sedang dalam masalah karena menahan para prajurit yang sedang mengejar kami. Jadi Kakak, bisakah kamu membantunya melarikan diri bersama kita?" pinta Yuna pada Evan.


"Baiklah, kalau begitu kamu tunggu dan jaga Kakakmu di sini. Aku akan membantu Pangeran Li Zao melawan prajurit dan membawanya melarikan diri bersama kita!" kata Evan mengabulkan permintaan Yuna.


"Tidak perlu berterima kasih. Kamu tunggulah di sini sebentar bersama Kakakmu!" kata Evan.


Kemudian dengan segera Evan pergi meninggalkan Ruyin dan Yuna untuk menolong Li Zao yang sedang melawan para prajurit di dalam Gua.


Dengan melesat secepat kilat, tidak butuh waktu lama akhirnya Evan sampai ke tempat pertempuran Li Zao dengan para prajurit.


Dari kejauhan tampak seorang Pria Bertopeng sedang bertarung melawan para prajurit di dalam Gua.


Melihat Li Zao sang pria bertopeng mulai terdesak, Evan yang sudah sampai ke tempat pertempuran segera mengeluarkan pedangnya.


Dengan pedang yang telah di selimuti energi petir, Evan tampak bersiap mengeluarkan Teknik Tebasan Pedang Petir.


Evan melompat ke udara dan kemudian mengeluarkan tebasan petir ke arah para prajurit yang mengepung Li Zao.


Melihat ada serangan kejutan yang tiba-tiba menyerang, Li Zao maupun Para Prajurit yang ada di sana seketika merasa sangat terkejut.

__ADS_1


Hanya dengan satu serangan kejutan dari Evan, sepertiga dari para prajurit yang mengepung Li Zao seketika langsung lenyap.


Evan yang sebelumnya melompat ke udara kemudian jatuh mendarat tepat di samping Li Zao.


"Apa kamu baik-baik saja, Kak Zao?" tanya Evan langsung menyapa.


"E..,Evan? Bagaimana bisa kamu ada di sini?" tanya Li Zao benar-benar merasa sangat terkejut melihat kedatangan Evan, saudara sepupunya.


"Bagaimana aku bisa ada di sini itu tidak penting. Tapi terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Istri dan Adik Ipar ku!" ucap Evan.


Mendengar perkataan Evan, seketika membuat Li Zao merasa sangat terkejut dan bingung.


"Menyelamatkan Istri dan Adik Ipar mu? Apa yang kamu katakan? Siapa Istri dan Adik Ipar mu?" tanya Li Zao merasa sangat bingung.


"Siapa lagi? Tentu saja Ruyin dan Yuna!" jawab Evan.


"Apa?! Kau dengan Ruyin? Bagaimana mungkin?" kata Li Zao setengah teriak. Li Zao benar-benar merasa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Evan.


"Ceritanya panjang, nanti aku jelaskan padamu. Sekarang yang harus kita lakukan adalah menghabisi semua prajurit yang ada di sini lalu keluar dari tempat ini. Ruyin dan Yuna sedang menunggu kita di ujung mulut Gua!" kata Evan.


Setelah mendengar perkataan Evan, kemudian Li Zao menggenggam erat pedangnya dan fokus terhadap musuh (para prajurit) yang ada di hadapan mereka.


Sementara Evan dan Li Zao telah fokus dan siap bertarung, para prajurit yang ada di hadapan mereka tampak waspada terhadap mereka.


"Siapa kalian? Mengapa kalian membantu ke dua tahanan itu kabur?" tanya seorang prajurit kepada Evan dan Li Zao.


"Hei, para anjing Li Danrui, baru tiga tahun apakah kalian semua sudah tidak mengenali diriku lagi? Aku Li Evan, datang untuk membalas dendam kepada kalian!" kata Evan sembari tersenyum sinis kepada para prajurit tersebut.


"Li..,Li Evan?! Bagaimana mungkin kamu bisa ada di sini?" ucap salah seorang prajurit sembari menunjuk ke arah Evan.


Melihat Para prajurit yang terkejut saat mengenali dirinya, kemudian Evan tersenyum menyeringai kepada mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2