
Sementara itu di sisi lain, Evan dan Li Zao berhasil membawa Ruyin dan Yuna kembali ke Ibukota, atau lebih tepatnya Sekte Bawah Tanah Gedung Baiyuan.
Di dalam sebuah ruangan dengan dua tempat tidur, Evan dan Li Zao menggertakkan Ruyin dan Yuna di masing-masing tempat tidur tersebut.
Li Zao yang baru saja meletakkan Yuna ke kasur, kemudian diam melihat Evan yang sedang memberi perawatan pada Ruyin.
Evan yang melihat Ruyin terluka dengan tenang mengambil sebutir pil obat. Melihat kondisi Ruyin yang tidak mungkin menelan obat secara utuh, Evan segera mengunyah obat tersebut dan kemudian memberikan nya pada Ruyin melalui mulutnya secara langsung.
Li Zao yang melihat adegan tersebut hanya diam dengan wajah yang tersipu malu.
Di alam bawah sadar para Elemen berbicara kepada Evan dengan telepati.
"Istrimu terluka parah pada penyimpanan energinya. Obat yang kamu berikan hanya bisa menyembuhkan luka pada tubuhnya saja. Kamu perlu obat tingkat tinggi dengan bahan langka untuk menyembuhkan luka dalam pada istrimu. Untuk saat ini Istrimu mungkin akan tidak sadarkan diri selama beberapa waktu!" kata Elemen Racun pada Evan.
Mendengar itu Evan kemudian menggenggam erat kepalan tangannya.
"Bajingan Li Danrui, kau benar-benar mencari kematian! Aku aku buat kau merasakan seratus kali lipat penderitaan yang telah Ruyin terima!" batin Evan penuh amarah dan dendam.
Setelah memberi obat pada Ruyin, kemudian Evan bangkit berdiri.
"Aku tidak mengira kita akan kembali ke Ibukota, juga aku tidak pernah tahu ada tempat seperti ini di bawah tanah Ibukota Kerajaan. Apakah ini adalah Sekte Bawah Tanah Gedung Baiyuan yang sering dibicarakan itu?" kata Li Zao sambil melihat sekelilingnya.
"Kak Zao, kamu tetaplah disini untuk menjaga Ruyin dan Yuna!" kata Evan berbicara.
"Kamu ingin kemana? Bukankah kamu harus menjelaskan padaku terlebih dahulu apa telah terjadi padamu selama ini?" ujar Li Zao menatap Evan.
"Maaf, Kak Zao, aku tidak bisa menjelaskannya padamu untuk sekarang. Ada hal yang harus aku lakukan!"
"Kau! Apa yang sebenarnya kamu pikirkan? Tidakkah kamu tahu apa yang lebih penting saat ini? Ruyin dan Yuna tidak sadarkan diri, mereka berdua sedang membutuhkan dirimu. Tapi kamu malah ingin pergi meninggalkan mereka?" ujar Li Zao.
__ADS_1
"Maaf, Kak Zao! Aku percayakan Ruyin dan Yuna padamu!" kata Evan yang kemudian langsung menghilang dari pandangan Li Zao.
*****
Sementara di waktu yang sama di Istana. Li Danrui yang didesak oleh Tetua Gang Suai akhirnya membuat keputusan.
"Baiklah, aku sudah membuat keputusan tentang hukuman yang akan kalian terima!" kata Li Danrui dari atas singgasana nya.
Mendengar itu, Tetua Gang Suai yang telah kehilangan satu lengannya kemudian tersenyum dengan licik.
"Silahkan katakan Tuan Kaisar, orang tua ini siap menerima semua keputusan yang diberikan oleh Tuan Kaisar!" kata Tetua Gang Suai.
"Dengan ini aku putuskan, karena Tetua Gang telah melanggar peraturan di dalam istana, aku akan memberikan hukuman padanya untuk tidak boleh memasuki istanaku selama lima tahun!" kata Li Danrui memberikan hukuman yang ringan pada Tetua Gang Suai.
"Sedangkan untuk Pelayan dari Gedung Baiyuan, karena dirinya telah membunuh murid dan memotong lengan tetua dari Sekte Laut Biru, maka dirinya akan dihukum untuk membayar denda atas kerugian yang telah diterima oleh Sekte Laut Biru dan meminta maaf kepada mereka!" kata Li Danrui memberikan hukuman pada Tang Chen.
Setelah apa yang telah dikatakan oleh Li Danrui, tidak hanya pihak Gedung Baiyuan bahkan seluruh pemimpin fraksi di tempat itu terkejut mendengar keputusan tersebut.
Di samping itu, Tang Chen yang berdiri di samping Tetua Gang Suai kemudian mengerutkan alisnya sambil menatap tajam Li Danrui yang duduk di atas singgasana.
"Evan, cepatlah datang! Aku tidak tahan untuk mengoyak mulut bajingan Li Danrui ini!" batin Tang Chen mengepal erat kepalan tangannya.
Namun Nyonya Bai yang merasa keberatan dengan keputusan tersebut kemudian berbicara.
"Maaf, Kaisar, saya keberatan dengan keputusan tersebut, saya merasa keputusan yang anda buat sangat tidak adil. Anda seperti sengaja meringankan beban hukuman untuk Tetua Gang tapi memberatkan hukuman kepada Pelayan dari Gedung Baiyuan saya!" kata Nyonya Bai pada Li Danrui.
Setelah mendengar perkataan yang dikatakan oleh Nyonya Bai, kemudian Li Danrui berbicara.
"Oh, jadi Nyonya Bai merasa kalau keputusan yang saya buat tidak adil? Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukan yang sebaliknya? Biarkan Tetua Gang Suai membunuh pelayan itu dan mengambil satu lengan dari salah satu tetua sekte anda! Bagaimana?" kata Li Danrui pada Nyonya Bai.
__ADS_1
"Apa? Itu sungguh keputusan yang sangat tidak masuk akal! Tetua Gang dan muridnya lah yang lebih dahulu melanggar peraturan, bukankah wajar pelayan saya melakukan tindakan pertahanan diri? Mengapa anda malah ingin Tetua Gang membunuh pelayan tersebut dan mengambil salah satu lengan tetua dari Gedung Baiyuan, sedang kami tidak melakukan kesalahan apapun?" ujar Nyonya Bai tidak habis pikir.
"Nyonya Bai, sepertinya anda tidak sadar sedang berada tempat siapa. Ini adalah istanaku, semua keputusan ada ditangan ku. Aku adalah Kaisar di negara ini, aku adalah penguasa mutlak. Jika kamu merasa keberatan dengan keputusan yang aku buat, maka aku akan menganggap kalau anda sedang menentang kekuasaan ku. Jadi, apakah anda masih ingin menentang keputusan dari Kaisar ini?" tanya Li Danrui setelah bersikap sangat arogan dan sombong di hadapan semua orang.
Setelah mendengar perkataan Li Danrui, Nyonya Bai nampak berkeringat di wajahnya. Kemudian Nyonya Bai dengan keadaan geram berkata.
"Saya tidak...."
"Aku keberatan!" kata Tang Chen tiba-tiba memotong kalimat Nyonya Bai.
"Akh.., aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semua lakon dan omong kosong ini! Hei bajingan yang ada di atas sana!" kata Tang Chen menunjuk Li Danrui dengan telunjuknya. "Berhentilah bersikap arogan dan membuat keputusan yang tidak masuk akal. Memang kenapa kalau ada seseorang yang keberatan dengan keputusan mu? Apakah kamu akan membunuhnya? Kalau benar begitu, cepatlah bunuh aku, sialan!" kata Tang Chen penuh emosi dan makian.
Setelah semua yang dikatakan oleh Tang Chen, semua orang yang melihat itu seketika tercengang dan tidak mampu berkata apa-apa lagi.
"Orang ini, dia benar-benar gila!"
"Apakah orang ini memohon untuk mati? Dia pasti sudah benar-benar bosan hidup!"
"Teman Bajingan kecil itu memang benar ada yang tidak beres!" pikir Nyonya Bai dalam benaknya.
"Astagaa...., Tang Chen, dia lepas kendali!" ucap Sea Lin dalam benaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
......................
__ADS_1
......................