Kampus Fiksi

Kampus Fiksi
PROSA: Cinta di Langit Supernova


__ADS_3

Ada langit yang disebut Supernova. Ini bukan rekayasa melainkan prosa. Butuh kaleidoskop batin, teropong jiwa, dan teleskop jujur untuk bisa membuat Supernova terlihat. Saat waktu di sepertiga fajar, biasanya kolong keresahan itu bisa mudah kita lihat.


Waktu di mana manusia-manusia munafik masih terhenyak dalam mimpi-mimpi palsu. Secercah manusia saja yang bisa menyaksikan Venus dan Merkurius bergandengan tangan. Tentu saja, pemandangan silaturahmi itu hanya berada di kisaran waktu orang-orang tulus, yang telah siap mengadu kepada Tuhannya.


Mereka bisa merasakan energi kosmos pada nomor urutan langit, tempat Supernova hidup dan berkembang. Langit ke tujuh. Di sana ada ruh kucing-kucing dari Bima Sakti, ikan-ikan di langit khatulistiwa, dan para penjual gado-gado.

__ADS_1


Relevansi penglihatan kita ketika mencoba mengerti langit ke tujuh, adalah sebuah ilusi tersulit untuk dibuat nyata. Membutuhkan ketulusan, ketidakpura-puraan, hati yang masih putih tanpa faktor-X, dan kehidupan normal dengan segala gelas kosong yang bersih... untuk menjadikan relevansi itu nyata. Akar dari segala rantai-rantai yang mengikuti peradaban alam semesta.


Kita menjejali teknologi serumit cakrawala dan tak pernah bisa jadi apa-apa. Apapun yang diusahakan manusia, mereka terbatas pada langit takdirnya saja... langit pertama. Langit ke satu yang menyimpan energi paling putih, namun penuh kelemahan dan rentan terjadi gempa.


Kemarin aku menguji coba dari atas Gunung Rinjani. Berjinjit naik perlahan bersama para sahabat-sahabat pendaki lainnya, demi sebuah fakta. Ternyata hidup indah begini adanya. Di langit kesatu ini, awan-awan dan air langitnya lebih sabar dan berbakti. Tuhan memang menaruh makna di dalam kantong langit. Bahkan di galaksi Supernova, partikel, petir, gelombang, dan bunyi-bunyi, hidup dalam keteraturan dan keakraban.

__ADS_1


Aku benar-benar tidak tahu, apa alasan penampakan manusia itu mencuat. Buroq berkata kalau semua itu adalah hasil dari gesekkan ruang dan waktu. Ketika ruang dan waktu dimintai dengan kecepatan melebihi cahaya, maka fungsi bawaan Supernova akan berjalan. Kehidupan ini indah adanya. Lagi-lagi, aku harus mengulangnya.


Pemahaman yang polos perlu dimiliki untuk menikmati Supernova. Ada beberapa tarian-tarian langit yang khas aku temui di abad ke dua bersama Buroq. Sampai pukul tengah malam waktu daerah Surga, kita masih disuguhi senja merah muda. Ya, merah muda. Bukan lagi jingga seperti di langit ke satu.


Beberapa waktu dalam kilas balik yang sangat cepat, bumi terlihat ngambek dan masa bodoh. Saat itu bumi langit ke satu masih berusia enam hari. Ia berjalan menuju lingkaran kelahiran pada rahim alam semesta. Rahim itu bernama tata surya. Tata Surya adalah rahim jahat raya yang kokoh dan stabil pada titik nasibnya Bumi masih lah anak kecil yang hobi menangisi kala itu. Bulan dan bintang-bintang selalu jadi tukang hibur, tukang lawak, dan tukang perbaikan hati untuk jaga-jaga jika Bumi galau.

__ADS_1


Asteroid sering melakukan perundingan pada Bumi, namun hingga usianya yang sekarang, maka terimakasih paling besar pantas diberikan pada bulan dan bintang-bintang. Mereka berdua menjadi segitiga sahabat yang Tuhan perintahkan, agar saling mengasihi sampai Bumi mandiri dan tak bergantung pada Matahari lagi.


__ADS_2