Kampus Fiksi

Kampus Fiksi
NON FIKSI; Kolaborasi Dengan Min Millea: Mentari Seribu Tahun.


__ADS_3

Suatu surat ditulis lantaran canggung. Surat itu adalah kumpulan lembaran-lembaran yang tak pernah sampai. Sering kali kasus seperti periksakan, masih berjalan mulus di lingkaran yang tak bisa dijangkau setiap hari oleh guru dan orang tua. Faktanya, kita semua setuju jika manusia adalah mahluk halus yang terlihat jelas. Kita pribadi memiliki mahluk halus terbaik itu di rumah. Di manapun ada berada, ia adalah rumah untuk kita pulang.


Ibu, mahluk lembut dengan ketulusan seribu tahun lamanya. Ibu, salah satu sebutan terindah dalam semua jenis kosakata. Apapun profesi seseorang, kosakata ibu bisa tiba-tiba menjadi motivator tak terlihat namun terasa... yang menyejukkan rasa gelisah, cemas, dan keterpurukan kita sebagai individu saat menjalani profesinya.


Seperti contoh kisah hati yang dibuli. Seorang anak bernama indah, cerdas, dan memiliki intelegensi otomatis, mendapatkan perundangan tak menyenangkan dari teman-teman sekolahnya. Kecerdasannya tak menjadi pelangi, melainkan awan hitam bagi dirinya sendiri. Bukan salahnya, ia tak salah sama sekali. Gadis kecil di sekolah menengah, yang hidup dalam dunia pemanfaatan. Ia dimanfaatkan.

__ADS_1


Meski sebetulnya ia tetap menabur kebaikan pada teman-temannya, beberapa anak-anak kurang akhlak, berkali-kali meminta contekan, uang, dan waktu yang sama sekali tidak menyenangkan padanya.Gadis itu bisa saja melaporkan pada gurunya. Laporan sederhana yang menyatakan kalau ia tak punya teman. Tak punya boneka hidup untuk bermain di sekolahnya. Gurunya pun enggan terlalu ingin memahami.


Hingga suatu hari pada sebuah kisah nyata yang sering terdengar, ibunya memahami itu. Mahluk lembut seribu tahun itu, mengerti anak gadisnya tanpa perlu laporan apapun. Alam yang memberitahu. Aroma alami sosoknya yang melekat pada si anak gadisnya, bisa ia cium sedang tidak baik-baik saja. Orangtua seperti sosok ibu yang merasa tak nyaman, memilih menengok putrinya.


Di sekolah, pertanyaan-pertanyaan terkumpul. Tanpa harus ada bukti dan masalah yang terlihat di balik layar, sosok ibu selalu mengerti cara memulai pertanyaannya. Kita sering kali melihat, anak-anak kita tak menjawab pertanyaan psikologis itu dengan benar. Mereka masih belum bisa membedakan ketakutan alami dan ketakutan buatan. Kita perlu sadar, sebagai orang tua, kita perlu tindakan superhero. Tindakan tersebut bernama ketulusan.

__ADS_1


Kita pun akhirnya tahu jika selama ini kita kurang memberinya bekal mentalitas. Memberikan pemandangan bahwa, lingkungan yang formal sekalipun, tak menjamin kenyamanan dan kesejahteraan bagi si anak. Namun di balik itu semua, ibu adalah manusia lembut itu. Manusia dengan ketulusan seribu tahun, yang selalu bisa mengerti bagaimana cara anak-anaknya berkembang.


Kasih ibu sepanjang masa, mungkin juga bermakna kasih ibu yang selalu berada di manapun anaknya berada. Anak-anak jadi memiliki sikap merasa dilindung meskipun si ibu tak ada. Entah bagaimana cara orang tua mencintai kita anaknya, itu tetaplah cinta yang sangat tulus. Secara pribadi, saya pun mencoba memilki roh tulus itu. Ketika yang saya ceritakan sebelumnya adalah kisah nyata yang saya alami, maka ketika ibu saya telah kembali ke tanah, saya menjadi paham bagaimana cara menjadi seperti dirinya dulu.


Cara menjadi ibu yang selalu bisa mengerti dengan kemampuan adaptasi anaknya. Mengontrol, menyimak, dan mendengar suara-suara hati si anak dari kejauhan. Dari saat ia ada tidak ada di rumah. Saya menggunakan kemampuan mendengar itu untuk melihat perkembangan anak-anak saya. Saya belajar, bagaimana ketulusan yang benar dijalankan dalam diri kita sebagai ibu. Tak perlu mengaturnya, seperti almarhum ibu saya yang hanya mencoba berjalan beriringan dengan saya.

__ADS_1


Beliau tak pernah berusaha menggurui, hanya melatih dan membiarkan saya terbang dengan mandiri. Terpenting, ada satu kemampuan yang diwarisi beliau. Kemampuan itu adalah kemampuan untuk percaya pada anaknya. Terakhir, salah satu hal utama, kebiasaan baik untuk mencoba apa adanya, dalam membesarkan hati anaknya. Saya pun mengambil langkah aktif sebagai seorang ibu, untuk mengirim surat yang saya katakan di awal, pada guru putra saya. Surat tentang putra saya yang tengah sakit dan perlu pelukan saya lebih banyak di rumah.


__ADS_2