Kamu Selingkuh Aku Mendua

Kamu Selingkuh Aku Mendua
LIANA #10


__ADS_3

Tekad Rifan untuk mengakhiri hubungan terlarangnya bersama Liana nyatanya hanya sebuah bualan. Rifan dan Liana masih intens melakukan chat mesra setiap malam. Dan tentu saja saat jam makan siang keduanya masih makan di luar bersama layaknya sepasang kekasih.


Namun Rifan juga tidak melalaikan tugasnya pada Dita. Rifan tetap menunjukkan kasih sayangnya kepada Dita dan tentu saja selama ini hubungan Rifan dan Liana serta semua chat mesra mereka tidak pernah diketahui oleh Dita.


Hubungan Dita dan Rifan tetap baik-baik saja. Rifan selalu bersikap manis pada Dita. Sama halnya pada Liana, Rifan juga bersikap manis dan mencurahkan perhatiannya.


Entahlah, sepertinya Rifan masih bingung dengan hati dan perasaannya sendiri.


****


"Siapa Rifan?" Tanya Adit seraya menunjukkan chat mesra Liana bersama Rifan di ponsel milik Liana.


Dasar ceroboh!


Liana lupa menghapus history chatnya bersama Rifan saat Adit meminjam ponsel Liana karena ponsrl Adit rusak.


"Teman sekolah aku," jawab Liana sesantai mungkin.


"Teman? Lalu kenapa chat mesra begini?" Tanya Adit yang masih tidak percaya.


"Itu hanya candaan, Dit! Sejak dulu Rifan emang suka begitu kalau chat sama aku," jawab Liana masih dengan nada yang santai.


"Apa kamu selingkuh dengan Rifan di belakangku?" Tuduh Adit sedikit ragu.


"Rifan sudah menikah dan istrinya sedang hamil. Jadi kami tidak mungkin berselingkuh. Kami hanya berteman, Dit!" Sangkal Liana cepat.


Adit memberikan ponsel yang ia pegsng kepada Liana.


"Baiklah kalau memang begitu. Aku pegang kata-kata kamu," ujar Adit seraya pergi meninggalkan Liana. Pria itupun masuk ke kamar dan langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.


Adit memeluk erat tubuh mungil Atta ysng kini sudah tertidur pulas. Entah mengapa, ada nyeri di sudut hati Adit.


****


Liana baru pulang kerja.


Hari ini Rifan tidak masuk kerja dan Adit juga mengatakan kalau ada lembur. Jadilah Liana pulang sendiri naik angkutan umum.


Liana baru melangkahkan kakinya masuk ke teras rumah, saat mendengar suara seperti orang yang tengah mengobrol dari dalam rumahnya.


Bukankah Adit lembur? Lalu siapa yang mengobrol di dalam rumah.


Karena penasaran, Liana buru-buru masuk ke ruang tamu.


Dan...


Orang-orang yang kini duduk di ruang tamu membuat Liana benar-benar kaget tak percaya.


Adit sedang mengobrol akrab bersama Rifan dan juga Dita. Seakan-akan mereka bertiga adalah teman dekat.


"Baru pulang, Liana?" Sapa Adit ramah. Seakan tidak sedang terjadi apa-apa.


"I...iya," jawab Liana tergagap.


"Aku dan Dita tidak sengaja lewat dekat sini, Liana. Jadi kami putuskan untuk mampir. Aku pikir kamu di rumah, ternyata kau bepum pulang," Rifan seakan bisa menangkap pertanyaan yang ada di kepala Liana.

__ADS_1


Pria itu langsung menjelaskan semuanya sebelum Liana bertanya.


"Sore, mbak Liana," Dita menyapa Liana hangat.


Liana benar-benar linglung.


Apa Adit dan Rifan baru saja baku hantam?


Apa Adit baru saja menginterogasi Rifan tentang hubungan terlarangnya bersama Liana?


Apa Adit menceritakan semuanya pada Rifan dan istri Rifan?


Tapi kenapa mereka bertiga terlihat akrab seperti tidak ada masalah apapun.


Hey Adit!


Kau sedang mengobrol bersama selingkuhan istrimu. Kenapa wajahmu bisa sesantai itu?


Berbagai macam pertanyaan bercokol di kepala Liana.


Entahlah, Liana bingung.


"Duduklah dulu, Liana! Kenapa wajahmu bingung begitu?" Adit membimbing sang istri agar ikut duduk di sebelahnya.


Rifan dan Dita hanya terkekeh.


"Kalian sudah lama yang datang?" Tanya Liana berbasa-basi pada Rifan dan Dita. Nada suara Liana masih terdengar gugup.


"Baru sekitar tiga puluh menit yang lalu. Kami mengobrol banyak hal dengan suamimu," jawab Rifan santai.


Hah?


Serius?


Apa Rifan benar-benar mengarang cerita seindah itu?


Liana dan Rifan tidak pernah menjadi teman satu sekolah. Umur mereka saja berbeda tiga tahun.


Jika kemarin Liana mengatakan pada Adit kalau Rifan adalah teman sekolahnya, itu sebenarnya hanyalah sebuah bualan. Liana membohongi Adit. Dan apa sekarang Rifan juga berbohong pada Adit hingga mengarang cerita indah demi menutupi perselingkuhan Liana dan Rifan?


"Dulu Liana memang gadis yang nakal. Tapi sekarang aku rasa dia sudah berubah menjadi istri dan ibu yang baik," puji Rifan dengan nada santai dan senyuman hangat.


"Eh, ngomong-ngomong kandungan mbak Dita sudah berapa bulan?" Liana memilih mengalihkan topik pembicaraan.


"Jalan tujuh bulan," jawab Dita cepat.


Wanita hamil itu tersenyum ramah pada Liana.


Mungkin jika Dita tahu Liana dan Rifan bermain api di belakangnya, senyuman Dita tidak akan seramah dan sehangat itu.


Selang tiga puluh menit, Rifan dan Dita akhirnya pamit pulang.


Liana dan Adit mengantar keduanya hingga ke teras rumah.


Setelah kepergian Rifan dan Dita, Adit tidak berkata apapun. Sikap Adit juga biasa saja seperti tidak ada masalah besar.

__ADS_1


Tapi Liana masih penasaran, bagaimana Adit bisa berjumpa dengan Rifan dan Dita?


Apa benar seperti yang dikatakan Rifan, kalau mereka berdua memang bertamu ke rumah Liana dan mencari Liana?


Bukankah ini terasa aneh?


****


Tengah malam,


Setelah memastikan Adit benar-benar sudah tidur, Liana bergegas mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Rifan.


Ah, pria itu masih online. Syukurlah.


[Bagaimana ceritanya kamu tadi bisa datang ke rumahku dan bertemu Adit] -Liana-


[Aku tidak datang ke rumahmu, Liana. Aku dan Dita tak sengaja bertemu Adit di supermarket dekat rumahmu,] -Rifan-


[Adit tiba-tiba bertanya apa benar aku adalah Rifan, temannya Liana.] -Rifan-


[Karena ada Dita, jadi aku terpaksa mengiyakan dan mengarang cerita tentang kita. Aku tidak mau membuat Dita curiga,] -Rifan-


[Apa Adit memarahimu?] -Liana-


[Tidak. Dia hanya mengajakku ngobrol biasa.] - Rifan-


[Kenapa Adit bisa mengenali wajahku? Apa kau bercerita kepadanya?] -Rifan-


[Adit tak sengaja membaca chat kita karena aku lupa menghapusnya. Maaf aku yang ceroboh] -Liana-


[Baiklah, tak apa. Semua sudah terjadi. Tapi aku rasa Adit tidak marah.] -Rifan-


[Ya, dia juga tidak membahasnya lagi setelah kau pulang tadi. Bagaimana dengan Dita? Apa dia marah?] -Liana-


[Dita masih belum tahu tentang hubungan kita ini. Aku harap kamu lebih bisa menyimpan rapat semua ini.] -Rifan-


[Tentu saja, Rifan] -Liana-


[Sudah malam. Sebaiknya kamu tidur, Liana. Selamat malam.] -Rifan-


[Selamat malam, Rifan] -Liana-


Rifan tidak membalas lagi.


Liana menghapus semua riwayat chatnya bersama Rifan sebelum meletakkan ponselnya ke atas nakas.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 💕

__ADS_1


__ADS_2